Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Daerah » Kapolres Belu Pinta Jajaran Kawal Dokter Saat Bertugas

Kapolres Belu Pinta Jajaran Kawal Dokter Saat Bertugas

  • account_circle Penulis
  • calendar_month Rab, 3 Nov 2021
  • visibility 136
  • comment 0 komentar

Loading

Belu–NTT, Garda Indonesia | Menindaklanjuti direktori Kapolda NTT,  Kapolres Belu, AKBP Yosep Krisbiyanto, S.I.K meminta seluruh jajaran untuk memberikan jaminan pengamanan dan bantuan fasilitas khusus kepada para dokter yang bertugas di daerah terpencil, guna melancarkan pelayanan kesehatan terhadap masyarakat. Demikian, diutarakan Kapolres Belu kepada seluruh personil, saat memimpin apel pagi di Mapolsek Tasifeto Barat, Kabupaten Belu, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Selasa, 2 November 2021.

“Saat vicon kemarin, bapak Kapolda NTT menekankan kepada seluruh jajaran untuk membantu para dokter yang memberikan pelayanan kepada masyarakat. Rekan–rekan khususnya di polsek ini, koordinasi dengan puskesmas. Mungkin ada dokter yang bertugas di beberapa wilayah yang terpencil dan membutuhkan bantuan, kita siap mendampingi dan kawal,” perintah Kapolres Belu.

Kapolres Belu pun mengingatkan kepada para personil yang membantu memperlancar pelayanan dokter, agar dengan ikhlas tanpa modus atau embel– embel yang dapat menimbulkan masalah. “Jam berapa pun, kita siap antar demi keamanan dan kelancaran tugas mereka dalam melayani masyarakat yang membutuhkan pelayanan kesehatan. Kalau teman dokter butuh kendaraan, kita siapkan dan antar ke tempat tujuan, ” pesannya.

Terkait maraknya pelanggaran sejumlah oknum anggota hingga mengakibatkan rusaknya citra Polri, Kapolres Yosep Krisbiyanto menekankan, bahwa Kapolri melalui surat telegram dan Kapolda NTT melalui direktif (perintah, red) beberapa hari lalu, mengharapkan seluruh anggota untuk melaksanakan tugas secara profesional, dan mengedepankan Tribrata dan Catur Prasetya sebagai nafas dalam melaksanakan tugas.

“Kita, Polri hadir harus sebagai solusi bukan sebagai bagian dari masalah di tengah masyarakat. Hindari perilaku arogan, menyakiti hati masyarakat apalagi terlibat langsung dalam setiap kewenangan atau penyalahgunaan kewenangan terhadap masyarakat. (*)

Berita + foto: (*/Humas Polres Belu)

Editor: Herminus Halek

  • Penulis: Penulis

Rekomendasi Untuk Anda

  • Terima Kunjungan Kajati NTT, PLN UIW NTT Urai Sistem Kerja Transmisi Timor

    Terima Kunjungan Kajati NTT, PLN UIW NTT Urai Sistem Kerja Transmisi Timor

    • calendar_month Jum, 26 Mar 2021
    • account_circle Penulis
    • visibility 134
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang-NTT,  Garda Indonesia | General Manager PT PLN (Persero) Unit Induk Wilayah NTT, Agustinus Jatmiko menerima kunjungan Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) NTT, Dr. Yulianto, S.H., M.H. di Maulafa pada Jumat, 26 Maret 2021; untuk melihat secara langsung bagaimana PLN menjalankan kegiatan operasional menyalurkan dan menjaga keandalan suplai listrik ke pelanggan. Sejak pukul 07.45 WITA, Kajati […]

  • Persatuan Gereja Indonesia: Terpapar Virus Corona Bukan Aib atau Kutukan Tuhan

    Persatuan Gereja Indonesia: Terpapar Virus Corona Bukan Aib atau Kutukan Tuhan

    • calendar_month Ming, 12 Apr 2020
    • account_circle Penulis
    • visibility 173
    • 0Komentar

    Loading

    Jakarta, Garda Indonesia | Sekretaris Umum Persatuan Gereja Indonesia (PGI) Pendeta Jacky Manuputty menegaskan orang yang terpapar virus corona (Covid-19) bukan merupakan aib atau kutukan tuhan. Stigma yang mendorong ke tindakan-tindakan diskriminatif terhadap mereka yang terpapar harus dilawan bersama-sama. Dalam hal ini, peran keluarga menjadi penting untuk memberikan edukasi dan literasi yang benar terkait Covid-19 […]

  • Tanam Pohon di Kota Kupang, Yeri Padji : Dipelihara Pihak Ketiga Sampai April 2021

    Tanam Pohon di Kota Kupang, Yeri Padji : Dipelihara Pihak Ketiga Sampai April 2021

    • calendar_month Sel, 29 Sep 2020
    • account_circle Penulis
    • visibility 145
    • 0Komentar

    Loading

    Kota Kupang, Garda Indonesia | Pemkot Kupang terus melakukan gebrakan dengan menanam pohon guna menuju kota yang berwawasan lingkungan sesuai dengan jabaran visi Pemerintah Kota Kupang untuk menjadikan ibu kota Provinsi NTT ini menjadi kota layak huni. Program tersebut dicanangkan dalam gerakan bersama yang dinamai Gerakan Kupang Hijau (GKH) dan dikomandoi langsung oleh Dinas Lingkungan […]

  • Demi Ekonomi Masyarakat, Tokoh Adat Poco Leok Dukung PLTP Ulumbu

    Demi Ekonomi Masyarakat, Tokoh Adat Poco Leok Dukung PLTP Ulumbu

    • calendar_month Sel, 6 Jun 2023
    • account_circle Penulis
    • visibility 132
    • 0Komentar

    Loading

    Ruteng, Garda Indonesia | Kelompok tua adat masyarakat Gendang Rebak-Poco Leok, Manggarai, Nusa Tenggara Timur (NTT) mendukung pengembangan PLTP Ulumbu demi memajukan perekonomian masyarakat setempat. Narsisius selaku anak dari “Tua Gendang” kampung Rebak, Desa Lungar, Kecamatan Satarmese, merasa yakin, bahwa dengan pengembangan PLTP Ulumbu di wilayah Poco Leok, putra daerah khususnya asal Poco Leok bisa […]

  • Segera Luncurkan E-sertifikat, IMO-Indonesia Sedia Rekrut Anggota Baru di 514 Kab/Kota

    Segera Luncurkan E-sertifikat, IMO-Indonesia Sedia Rekrut Anggota Baru di 514 Kab/Kota

    • calendar_month Ming, 24 Okt 2021
    • account_circle Penulis
    • visibility 161
    • 0Komentar

    Loading

    Jakarta, Garda Indonesia | Menjelang hari jadi ke-4 pada tanggal 27 Oktober 2021, Dewan pimpinan pusat (DPP) Ikatan Media Online (IMO)-Indonesia sampaikan prihal layanan sertifikasi anggota melalui e-sertifikat. Layanan e-sertifikat yang dibuat menyatu dengan website ‘laman’ IMO-Indonesia tersebut diharapkan menjadi nilai tambah sekaligus memberikan kemudahan kepada seluruh dewan pimpinan wilayah (DPW) dalam melakukan perekrutan anggota. […]

  • Rumah Sejuta Mimpi–Wadah Pecut Mimpi Anak Kurang Mampu & Putus Sekolah

    Rumah Sejuta Mimpi–Wadah Pecut Mimpi Anak Kurang Mampu & Putus Sekolah

    • calendar_month Sab, 18 Mei 2019
    • account_circle Penulis
    • visibility 152
    • 0Komentar

    Loading

    Kab.Kupang-NTT, Garda Indonesia | “Anak NTT takut bermimpi tinggi, karena takut bermimpi tinggi, mereka lebih memilih bermimpi untuk menjadi budak di Malaysia. Mereka keluar dari Sekolah Dasar (SD) langsung jalan karena tidak pernah didorong untuk bermimpi tinggi”, ujar Imaculata Bete, Pengelola Rumah Sejuta Mimpi yang berlokasi di Fatuboki Kecamatan Taebenu, Kabupaten Kupang-Provinsi Nusa Tenggara Timur […]

expand_less