Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Anak dan Perempuan » Kasus Meningkat, Kemen PPPA Ajak Kaum Milenial Cegah KDRT

Kasus Meningkat, Kemen PPPA Ajak Kaum Milenial Cegah KDRT

  • account_circle Penulis
  • calendar_month Sen, 25 Mar 2019
  • visibility 86
  • comment 0 komentar

Loading

Kab. Batang-Jateng, Garda Indonesia | Asisten Deputi Perlindungan Hak Perempuan dari Kekerasan dalam Rumah Tangga Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA), Ali Khasan menyebutkan, angka Kekerasan dalam Rumah Tangga (KDRT) sudah sangat mengkhawatirkan. Kondisi ini didasarkan pada angka KDRT yang mengalami peningkatan.

“Menurut Catatan Tahunan (CATAHU) Komnas Perempuan pada 6 Maret 2019, jumlah kekerasan terhadap perempuan paling tinggi adalah KDRT atau ranah personal yang mencapai angka 71% atau 9.637 kasus. Paling menonjol adalah kekerasan fisik mencapai 41% atau 3.927 kasus,” ujar Ali Khasan dalam Sosialisasi Pencegahan Kekerasan dalam Rumah Tangga oleh Kemen PPPA di Kab. Batang, Provinsi Jawa Tengah, Senin/25 Maret 2019

Ali Khasan menerangkan, larangan melakukan kekerasan perlu menjadi catatan penting bagi kaum muda sebelum berumah tangga. Kaum muda atau milenial dinilai berpotensi membantu menurunkan angka kekerasan dan perceraian jika memahami potensi KDRT sejak dini.

“Informasi cara mencegah KDRT sejak dini penting diberikan kepada kaum muda di samping agar mereka tidak menjadi pelaku dan korban KDRT, juga melatih kesiapan mereka sebelum menikah. Kesiapan dalam membangun keluarga akan membentuk ketahanan keluarga,” jelas Ali Khasan.

Pasal 5 Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2004 tentang Penghapusan Kekerasan Dalam Rumah menyebutkan, ‘Setiap orang dilarang melakukan kekerasan dalam rumah tangga terhadap orang dalam lingkup rumah tangganya, dengan cara kekerasan fisik, kekerasan psikis, kekerasan seksual, atau penelataran rumah tangga’.

Bupati Kabupaten Batang, Jawa Tengah, Wihaji saat membuka kegitan sosialisasi, mengakui meski angka KDRT di Kab. Batang terbilang kecil, namun tidak menjadi alasan untuk abai.

“Jumlah angka kekerasan dalam rumah tangga semakin tinggi di Indonesia. Meski di Kab. Batang pada tahun 2018 tercatat hanya 23 kasus, tetapi mungkin masih banyak yang tidak terlaporkan. KDRT tidak boleh kita anggap remeh, karena selain merusak masa depan bangsa juga merusak keluarga,” ujar Bupati Kab. Batang.

Wihaji mengajak masyarakat di daerahnya untuk memahami rambu-rambu di dalam keluarga. Terutama terkait bentuk-bentuk kekerasan yang tidak boleh dilakukan, dan mengedepankan upaya pencegahan KDRT dengan getok tular.

“Jangan lupa, setelah mendapatkan pengetahuan di sini, getok tularkan ke masyarakat di sekitar kita. Sosialisasi ini banyak kita libatkan peserta remaja agar mereka siap, karena biasanya kalau mereka kurang siap nantinya berpotensi juga terjadi KDRT dalam rumah tangganya,” terang Wihaji.

M Khotibul Umam, ternyata sependapat dengan pernyataan Bupati Kab. Batang. Menurut siswa SMAN 2 Kab. Batang ini, sosialisasi pencegahan KDRT penting untuknya dan kaum milenial.

“Saya kan masih muda dan sebagai kaum millenial, sosialisasi pencegahan KDRT penting buat pengetahuan saya kedepannya. Nanti kalau saya sudah dewasa, sudah saatnya untuk menikah saya mengetahui bagaimana menghindari adanya kekerasan dalam rumah tangga,” ujar Umam.

Meski diakui tidak ingin menikah di usia muda, sebagai peserta Umam pun berencana akan menyampaikan informasi yang didapatkannya hari ini kepada keluarga dan sanak saudaranya. “Setidaknya saya akan memberitahu orang terdekat, seperti orangtua dan kakak saya yang sudah menikah. Supaya tidak terjadi terjadi kekerasan,” tambah Umam. (*)

Sumber berita (*/Publikasi & Media Kemen PPPA)
Editor (+rony banase)

  • Penulis: Penulis

Rekomendasi Untuk Anda

  • September 2020, Jumlah Penduduk Miskin di NTT Naik Sebanyak 19,77 Ribu

    September 2020, Jumlah Penduduk Miskin di NTT Naik Sebanyak 19,77 Ribu

    • calendar_month Sen, 15 Feb 2021
    • account_circle Penulis
    • visibility 182
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang-NTT, Garda Indonesia | Dari total jumlah penduduk Nusa Tenggara Timur (NTT) berdasarkan Sensus Penduduk 2020 sebanyak 5.325.566 orang, persentase penduduk miskin pada September 2020 sebesar 21,21 persen meningkat 0,31 persen poin terhadap Maret 2020 dan meningkat 0,59 persen poin terhadap September 2019. “Jumlah penduduk miskin pada September 2020 sebesar 1.175.530 orang meningkat 19,77 ribu […]

  • CV Maharani Kupang Belum Bayar Sisa Upah Tukang Besi Jembatan Sabuk Merah

    CV Maharani Kupang Belum Bayar Sisa Upah Tukang Besi Jembatan Sabuk Merah

    • calendar_month Jum, 20 Des 2019
    • account_circle Penulis
    • visibility 104
    • 0Komentar

    Loading

    Belu,NTT- Garda Indonesia | Para tukang besi yang mengerjakan salah satu jembatan sabuk merah Laktutus III, Desa Nanaenoe, Kecamatan Nanaet Dubesi, perbatasan RI- RDTL, mengeluhkan sisa upah Rp.23.000.000 (dua puluh tiga juta rupiah) lantaran belum dibayar CV. Maharani Kupang dari total upah senilai Rp.70.000.000 (tujuh puluh juta rupiah). “Kami sudah selesai kerja dari minggu lalu. […]

  • 734 WNI Terpapar Covid-19 di Luar Negeri, Tersebar di 33 Negara & Kapal Pesiar

    734 WNI Terpapar Covid-19 di Luar Negeri, Tersebar di 33 Negara & Kapal Pesiar

    • calendar_month Sel, 12 Mei 2020
    • account_circle Penulis
    • visibility 98
    • 0Komentar

    Loading

    Jakarta, Garda Indonesia | Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) mencatat sekiranya 734 Warga Negara Indonesia (WNI) terpapar Covid-19 di luar negeri sesuai data per Minggu, 10 Mei 2020. Para WNI tersebut tersebar di 33 negara/teritori dan 20 kapal pesiar. “Hingga kemarin, 10 Mei 2020 terdapat 734 kasus yang terpapar Covid-19,” ungkap Menteri Luar […]

  • Listrik di NTT Makin Andal, PLN Pakai Teknologi Canggih RDS

    Listrik di NTT Makin Andal, PLN Pakai Teknologi Canggih RDS

    • calendar_month Jum, 15 Agu 2025
    • account_circle Penulis
    • visibility 118
    • 0Komentar

    Loading

    Sistem RDS terbaru ini akan dipasang di hampir seluruh gardu induk pada sistem kelistrikan Timor dan sistem kelistrikan Flores. Teknologi ini memiliki kemampuan mengisolasi gangguan secara otomatis dan mencegah kerusakan meluas.   Kupang | Guna memastikan pasokan listrik tetap stabil dan andal, PT PLN (Persero) Unit Induk Wilayah (UIW) NTT melalui Unit Pelaksana Pengatur Beban […]

  • Jenderal Air ke Petani Belu: Panen Dua Kali Setahun

    Jenderal Air ke Petani Belu: Panen Dua Kali Setahun

    • calendar_month Jum, 20 Sep 2024
    • account_circle Penulis
    • visibility 142
    • 0Komentar

    Loading

    Atambua | Calon gubernur NTT, Simon Petrus Kamlasi diarak ribuan massa di Kota Atambua pada Kamis, 19 September 2024. Kehadiran SPK, sapaan akrab Simon Petrus Kamlasi di Atambua adalah dalam rangka safari politik setelah sebelumnya di Kabupaten Alor. Arak-arakan dari Bandara A.A Bere Tallo menuju hotel Paradiso membuat kota Atambua macet. Di hadapan pendukung dan […]

  • 12 Kasus Positif Covid-19, Total 59 Kasus di Provinsi NTT, Pasien Sembuh 6 Orang

    12 Kasus Positif Covid-19, Total 59 Kasus di Provinsi NTT, Pasien Sembuh 6 Orang

    • calendar_month Sab, 16 Mei 2020
    • account_circle Penulis
    • visibility 92
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang-NTT, Garda Indonesia | “Dari hasil pemeriksaan 46 swab oleh Laboratorium Bio Molekuler RSUD Prof. W. Z. Johannes Kupang, diketahui ada penambahan 12 kasus Positif Covid-19,” ujar Sekretaris I Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Provinsi NTT, Dr. drg. Domi Minggu Mere, M.Kes. dalam jumpa media pada Sabtu siang, 16 Mei 2020. Baca juga : http://gardaindonesia.id/2020/05/15/tambah-8-kasus-positif-covid-19-tiga-kasus-transmisi-lokal-di-kota-kupang/ […]

expand_less