Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Humaniora » Jaman Sekarang Kok Jujur?

Jaman Sekarang Kok Jujur?

  • account_circle Penulis
  • calendar_month Sen, 31 Jul 2023
  • visibility 79
  • comment 0 komentar

Loading

Oleh : Gus Raharjo

Ganjar Pranowo memang menyebalkan. Sering aku dibikin geleng-geleng kepala melihat sikapnya. Ada pejabatnya yang ketahuan korupsi langsung disikat. Sedikit saja pelayanan publik ketahuan pungli, langsung ditegur habis-habisan. Belum lagi kalau mendapati proyek pembangunan yang spesifikasinya tidak sesuai standar, bakal dikejar penyedia jasanya.

Sikap Ganjar ini tentu saja mengandung risiko. Sudah pasti juga bisa menciptakan musuh. Bukankah lebih enak kalau sama-sama menguntungkan? Dengarkan baik-baik, jabatan gubernur itu sangat menggiurkan loh, jadi incaran banyak politisi. Maka ketika kesempatan itu sudah didapat, wajar dong kalau kita memanfaatkan jabatan untuk keuntungan pribadi?

Jaman sekarang kok masih mempertahankan kejujuran. Kuno betul Ganjar ini. Apa dia mengira jabatan gubernur itu bakal selamanya sehingga enggak perlu dimanfaatkan buat urusan pribadi? Kalau aku jadi Ganjar, sudah aku manfaatkan betul posisiku ini. Sudah pasti yang pertama aku kembangkan adalah bisnis pribadiku. Aku bikin gurita bisnis yang kuat dan merajalela, tumpuk kekayaan sebanyak-banyaknya. Mau kapan lagi coba? Dan enggak lupa, kawan-kawanku juga aku permudah semua urusan bisnisnya. Itu baru gaya pejabat masa kini.

Tapi Ganjar kok enggak melakukannya. Sama sekali enggak tergiur. Jangankan untuk kepentingan bisnis kolega-koleganya, dia sendiri malah tidak punya bisnis. Bahkan yang bikin aku makin heran, Ganjar ternyata banyak nolak masuknya pabrik tambang. Mulai dari pabrik semen di Gombong, penambangan di Wonogiri, bahkan diantara mereka yang ditolak itu kawannya sendiri. Alasannya karena hasil tinjauan dan dampak lingkungan tidak memenuhi syarat.

Aku kaget saat mengetahui informasi itu di acara Kick Andy. Padahal sebagai gubernur semua itu tentu saja bisa diatur, apalagi yang mengajukan itu kawan sendiri. Kalau pro pemodal kan sudah pasti enak, ya minimal pejabat tersebut dapat komisi lah. Pundi-pundi bisa bertambah. Tapi ternyata Ganjar mau menolak dan tetap menjalankan tugasnya sesuai prosedur.

Aku juga baru tahu kalau pabrik Semen Rembang ternyata semula dibangun atas usulan para ulama dan masyarakat setempat karena banyaknya penambangan ilegal, kapur Kendeng dikeruk dan dibawa ke daerah lain. Maka mereka kemudian mengusulkan agar pabrik semen dibangun saja di Rembang. Dengan begitu warga pun bisa mendapatkan manfaatnya. Sekarang, ada enam desa yang memiliki sahamnya.

Kenapa sih yang ada di kepala Ganjar cuma kepentingan rakyat, rakyat dan rakyat? Kalau sesekali mementingkan urusan pribadi dan kelompok kan enggak masalah. Bukankah politisi biasanya memang begitu?

Bagaimana enggak heran coba. Ganjar secuil pun tidak memanfaatkan jabatannya untuk kepentingan bisnis pribadi, tapi dia malah memilih jadi merketing buat warganya.  Produk-produk UMKM milik warganya dipromosikan secara gratis dan besar-besaran. Juga diberi pendampingan sekaligus bantuan. Ada lapak Ganjar, Hetero Space tempat anak muda berkreasi, dan lain-lain. Bukan cuma itu, akses permodalan juga dipermudah.

Pantas saja kadang aku lihat ada produk UMKM yang menamai produknya dengan embel-embel nama gubernur Jateng itu. Ada Kain lurik Ganjar Pranowo misalnya, bahkan ada produk kopi yang sengaja memasang wajah Ganjar pada bungkus kemasannya.

Itulah cara Ganjar memimpin Jateng selama ini.  Amanah dan kepercayaan rakyat dipegang betul. Mana ada pemimpin yang mengaku diri sebagai pelayan kecuali Ganjar? Yang mau capek-capek turun ke masyarakat dan mendengar aspirasinya.

Pemimpin itu kan enaknya duduk berleha-leha di kursi goyang sambil berpikir bagaimana caranya melebarkan bisnis pribadi.(*)

  • Penulis: Penulis

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Gubernur VBL Salut Kinerja Manajemen Bank NTT

    Gubernur VBL Salut Kinerja Manajemen Bank NTT

    • calendar_month Sab, 9 Apr 2022
    • account_circle Penulis
    • visibility 88
    • 0Komentar

    Loading

    Lewoleba, Garda Indonesia | Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat (VBL) menyatakan kekagumannya atas kinerja luar biasa yang ditunjukkan oleh manajemen Bank NTT. Saat ini, dengan komposisi yang sempurna, yakni lengkapnya seluruh jabatan direksi, memungkinkan BUMD kebanggaan masyarakat NTT ini kian menunjukkan kinerja dengan performa luar biasa. Ketika memberikan sambutannya dalam kunjungan kerja di Desa Tagawiti, […]

  • 1 Kasus dari Mabar & 1 Kasus Impor dari Provinsi Sulawesi Selatan, Total 105 Kasus

    1 Kasus dari Mabar & 1 Kasus Impor dari Provinsi Sulawesi Selatan, Total 105 Kasus

    • calendar_month Sen, 8 Jun 2020
    • account_circle Penulis
    • visibility 116
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang-NTT, Garda Indonesia | “Dari 97 spesimen swab yang diperiksa di Laboratorium Bio Molekuler RSUD Prof. Dr. W. Z. Johannes Kupang, terdapat 1 pasien positif Covid-19 dari Kabupaten Manggarai Barat,” ujar Sekretaris I Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Provinsi NTT, Dr. drg. Domi Minggu Mere, M.Kes. pada Senin siang, 8 Juni 2020 dalam sesi jumpa media […]

  • Penuh Semarak! Sejumlah Sanggar Tari Manggarai Tampil di HUT 80 RI

    Penuh Semarak! Sejumlah Sanggar Tari Manggarai Tampil di HUT 80 RI

    • calendar_month Sel, 19 Agu 2025
    • account_circle Penulis
    • visibility 246
    • 0Komentar

    Loading

    Hal ini menunjukkan bahwa seni dan budaya adalah bahasa pemersatu yang tak lekang oleh waktu, bahkan tidak melewati batas usia, jabatan, dan latar belakang.   Manggarai | Peringatan hari ulang tahun (HUT) ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia di Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur (NTT), kali ini terasa berbeda dari tahun-tahun sebelumnya. Pasalnya, sejumlah tarian adat khas […]

  • Wakil Wali Kota Kupang dan Istri Sembuh Covid-19, Termasuk Anak dan Ajudan

    Wakil Wali Kota Kupang dan Istri Sembuh Covid-19, Termasuk Anak dan Ajudan

    • calendar_month Sen, 1 Feb 2021
    • account_circle Penulis
    • visibility 81
    • 0Komentar

    Loading

    Kota Kupang, Garda Indonesia | “Kami ada 8 (delapan) orang telah dinyatakan sembuh dari Covid-19 yaitu istri, anak, staf, yang bantu di rumah dan sopir,” ucap Wakil Wali Kota Kupang, dokter Herman Man kepada Garda Indonesia pada Senin sore, 1 Februari 2021. Dari 8 orang yang dinyatakan positif Corona, terang dr. Herman Man, terdapat  3 […]

  • Yezkial Loude : Saya Minta Maaf & Tak Ada Niat Melecehkan Agama Katolik

    Yezkial Loude : Saya Minta Maaf & Tak Ada Niat Melecehkan Agama Katolik

    • calendar_month Ming, 30 Mei 2021
    • account_circle Penulis
    • visibility 121
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang-NTT, Garda Indonesia | Ketua DPRD Kota Kupang, Yezkial Loude menyampaikan klarifikasi kepada media massa terkait beredarnya rekaman suara yang berisi pembicaraan mengandung SARA dan menimbulkan kekisruhan di tengah masyarakat. Kepada para awak media pada Minggu malam, 30 Mei 2021, ia menyatakan bahwa apa yang terpublikasi di media dalam bentuk foto dan rekaman suara adalah […]

  • Dana Hibah PASI Belu 35 Juta Rupiah ‘Ludes’ di Tangan Bendahara

    Dana Hibah PASI Belu 35 Juta Rupiah ‘Ludes’ di Tangan Bendahara

    • calendar_month Ming, 29 Agu 2021
    • account_circle Penulis
    • visibility 84
    • 0Komentar

    Loading

    Belu–NTT, Garda Indonesia | Dana pemerintah tahun anggaran 2020 yang dihibahkan ke cabang olahraga Persatuan Atletik Seluruh Indonesia (PASI) Kabupaten Belu, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) senilai Rp. 35.000.000 (tiga puluh lima juta rupiah) ‘ludes’ dilahap Bendahara Agus Malo. Informasi yang diterima dari sumber Garda Indonesia pada Sabtu, 28 Agustus 2021 menyebutkan, dana itu dicairkan […]

expand_less