Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Humaniora » Jaman Sekarang Kok Jujur?

Jaman Sekarang Kok Jujur?

  • account_circle Penulis
  • calendar_month Sen, 31 Jul 2023
  • visibility 39
  • comment 0 komentar

Loading

Oleh : Gus Raharjo

Ganjar Pranowo memang menyebalkan. Sering aku dibikin geleng-geleng kepala melihat sikapnya. Ada pejabatnya yang ketahuan korupsi langsung disikat. Sedikit saja pelayanan publik ketahuan pungli, langsung ditegur habis-habisan. Belum lagi kalau mendapati proyek pembangunan yang spesifikasinya tidak sesuai standar, bakal dikejar penyedia jasanya.

Sikap Ganjar ini tentu saja mengandung risiko. Sudah pasti juga bisa menciptakan musuh. Bukankah lebih enak kalau sama-sama menguntungkan? Dengarkan baik-baik, jabatan gubernur itu sangat menggiurkan loh, jadi incaran banyak politisi. Maka ketika kesempatan itu sudah didapat, wajar dong kalau kita memanfaatkan jabatan untuk keuntungan pribadi?

Jaman sekarang kok masih mempertahankan kejujuran. Kuno betul Ganjar ini. Apa dia mengira jabatan gubernur itu bakal selamanya sehingga enggak perlu dimanfaatkan buat urusan pribadi? Kalau aku jadi Ganjar, sudah aku manfaatkan betul posisiku ini. Sudah pasti yang pertama aku kembangkan adalah bisnis pribadiku. Aku bikin gurita bisnis yang kuat dan merajalela, tumpuk kekayaan sebanyak-banyaknya. Mau kapan lagi coba? Dan enggak lupa, kawan-kawanku juga aku permudah semua urusan bisnisnya. Itu baru gaya pejabat masa kini.

Tapi Ganjar kok enggak melakukannya. Sama sekali enggak tergiur. Jangankan untuk kepentingan bisnis kolega-koleganya, dia sendiri malah tidak punya bisnis. Bahkan yang bikin aku makin heran, Ganjar ternyata banyak nolak masuknya pabrik tambang. Mulai dari pabrik semen di Gombong, penambangan di Wonogiri, bahkan diantara mereka yang ditolak itu kawannya sendiri. Alasannya karena hasil tinjauan dan dampak lingkungan tidak memenuhi syarat.

Aku kaget saat mengetahui informasi itu di acara Kick Andy. Padahal sebagai gubernur semua itu tentu saja bisa diatur, apalagi yang mengajukan itu kawan sendiri. Kalau pro pemodal kan sudah pasti enak, ya minimal pejabat tersebut dapat komisi lah. Pundi-pundi bisa bertambah. Tapi ternyata Ganjar mau menolak dan tetap menjalankan tugasnya sesuai prosedur.

Aku juga baru tahu kalau pabrik Semen Rembang ternyata semula dibangun atas usulan para ulama dan masyarakat setempat karena banyaknya penambangan ilegal, kapur Kendeng dikeruk dan dibawa ke daerah lain. Maka mereka kemudian mengusulkan agar pabrik semen dibangun saja di Rembang. Dengan begitu warga pun bisa mendapatkan manfaatnya. Sekarang, ada enam desa yang memiliki sahamnya.

Kenapa sih yang ada di kepala Ganjar cuma kepentingan rakyat, rakyat dan rakyat? Kalau sesekali mementingkan urusan pribadi dan kelompok kan enggak masalah. Bukankah politisi biasanya memang begitu?

Bagaimana enggak heran coba. Ganjar secuil pun tidak memanfaatkan jabatannya untuk kepentingan bisnis pribadi, tapi dia malah memilih jadi merketing buat warganya.  Produk-produk UMKM milik warganya dipromosikan secara gratis dan besar-besaran. Juga diberi pendampingan sekaligus bantuan. Ada lapak Ganjar, Hetero Space tempat anak muda berkreasi, dan lain-lain. Bukan cuma itu, akses permodalan juga dipermudah.

Pantas saja kadang aku lihat ada produk UMKM yang menamai produknya dengan embel-embel nama gubernur Jateng itu. Ada Kain lurik Ganjar Pranowo misalnya, bahkan ada produk kopi yang sengaja memasang wajah Ganjar pada bungkus kemasannya.

Itulah cara Ganjar memimpin Jateng selama ini.  Amanah dan kepercayaan rakyat dipegang betul. Mana ada pemimpin yang mengaku diri sebagai pelayan kecuali Ganjar? Yang mau capek-capek turun ke masyarakat dan mendengar aspirasinya.

Pemimpin itu kan enaknya duduk berleha-leha di kursi goyang sambil berpikir bagaimana caranya melebarkan bisnis pribadi.(*)

  • Penulis: Penulis

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • SuperSUN Menerangi Asa Anak Sekolah Terpencil Pulau Sumba

    SuperSUN Menerangi Asa Anak Sekolah Terpencil Pulau Sumba

    • calendar_month Kam, 11 Sep 2025
    • account_circle Penulis
    • visibility 46
    • 0Komentar

    Loading

    Program inovatif ini menjadi wujud nyata komitmen PLN dalam mendukung digitalisasi pendidikan, khususnya di wilayah yang belum terjangkau jaringan listrik.   Tambolaka | Sebuah harapan baru telah menyinari SDK Kalembu Liga, sebuah sekolah terpencil di Desa Wee Baghe, Kecamatan Wewewa Selatan, Kabupaten Sumba Barat Daya. Setelah sekian lama bergantung pada sambungan listrik seadanya dari rumah […]

  • Semua Desa di Nagekeo Wajib Buka Rekening Bank NTT

    Semua Desa di Nagekeo Wajib Buka Rekening Bank NTT

    • calendar_month Rab, 16 Feb 2022
    • account_circle Penulis
    • visibility 36
    • 0Komentar

    Loading

    Mbay, Garda Indonesia | Langkah berani ditunjukkan Bupati  Nagekeo, Yohanes Don Bosco Do. Melalui instruksi, Bupati Don mewajibkan semua desa di Kabupaten Nagekeo membuka rekening desa hanya di Bank NTT agar dana desa, alokasi dana desa, bagi hasil pajak dan retribusi disimpan di Bank NTT. “Kita lagi membantu Bank NTT untuk mengelola dana yang cukup […]

  • “SESUAI UU” Pangkat Jenderal TNI (HOR) Prabowo Subianto

    “SESUAI UU” Pangkat Jenderal TNI (HOR) Prabowo Subianto

    • calendar_month Rab, 28 Feb 2024
    • account_circle Penulis
    • visibility 32
    • 0Komentar

    Loading

    Jakarta, Garda Indonesia | Presiden Joko Widodo menjelaskan penganugerahan pangkat istimewa TNI untuk Menteri Pertahanan (Menhan) Letjen (Purn) Prabowo Subianto berdasarkan Undang-Undang (UU) Nomor 20 Tahun 2009 tentang Gelar, Tanda Jasa, dan Tanda Kehormatan. Demikian disampaikan Presiden kepada awak media usai rapat pimpinan TNI-Polri di Markas Besar TNI, Cilangkap, Jakarta, pada Rabu, 28 Februari 2024. […]

  • Gubernur Viktor Tunjuk Ketua PWNU NTT Jadi Ketua Panitia Pesparani Nasional 2020

    Gubernur Viktor Tunjuk Ketua PWNU NTT Jadi Ketua Panitia Pesparani Nasional 2020

    • calendar_month Kam, 25 Apr 2019
    • account_circle Penulis
    • visibility 34
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang-NTT, Garda Indonesia | Viktor Bungtilu Laiskodat, Gubernur NTT mengajukan dan menunjuk Ketua PWNU (Pegurus Wilayah Nahdlatul Ulama) NTT sebagai Ketua Panitia Pesparani (Pesta Paduan Suara Gerejani) Nasional Tahun 2020 yang akan diselenggarakan di Kota Kupang. Hal itu merupakan bentuk nyata dari semangat kebersamaan dan toleransi di NTT. “Saya usulkan dan tunjuk Ketua PWNU NTT […]

  • Langkah George Hadjoh Menuju Wali Kota Kupang

    Langkah George Hadjoh Menuju Wali Kota Kupang

    • calendar_month Jum, 12 Apr 2024
    • account_circle Penulis
    • visibility 35
    • 0Komentar

    Loading

    Oleh : Roni Banase “George Hadjoh mau mendengar orang,” sebut seorang warga. “Dia itu ko Penjabat Wali Kota Kupang,” kata seorang Oma saat mendengar suara George Hadjoh meski tak melihat wajah. “George Hadjoh bertangan dingin, ia mengubah wajah GOR Flobamora Oepoi dan membawa anak-anak Kempo meraih prestasi dunia,” ungkap seorang atlet. “Eh, dia (George Hadjoh) […]

  • PEMILU 2024, Jaksa Agung Ingatkan Netralitas ASN Kejaksaan

    PEMILU 2024, Jaksa Agung Ingatkan Netralitas ASN Kejaksaan

    • calendar_month Sen, 12 Feb 2024
    • account_circle Penulis
    • visibility 33
    • 0Komentar

    Loading

    Jakarta, Garda Indonesia | Jaksa Agung RI ST Burhanuddin mengimbau kepada seluruh aparatur sipil negara (ASN) Kejaksaan untuk menjaga netralitas dalam penegakan hukum. “Mendekati pelaksanaan pesta demokrasi di Negeri ini, kita harus sambut dengan memilih pemimpin dari putra terbaik bangsa di tanggal 14 Februari 2024,” ucapnya dalam keterangan yang diterima pada Minggu, 11 Februari 2024. […]

expand_less