Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Teknologi » Kementerian ESDM Konversi 120 Juta Motor BBM Jadi Listrik, Apa manfaatnya?

Kementerian ESDM Konversi 120 Juta Motor BBM Jadi Listrik, Apa manfaatnya?

  • account_circle Roni Banase
  • calendar_month 1 jam yang lalu
  • visibility 36
  • comment 0 komentar

Loading

Jakarta | Pemerintah resmi memulai langkah besar dalam transisi energi nasional dengan menargetkan konversi sekitar 120 juta sepeda motor berbahan bakar bensin menjadi kendaraan listrik secara bertahap. Kebijakan tersebut merupakan hasil rapat terbatas yang dipimpin Presiden Prabowo Subianto bersama sejumlah menteri di Istana Negara, Kamis, 5 Maret 2026.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral, Bahlil Lahadalia mengungkapkan bahwa Presiden memberikan perhatian besar terhadap percepatan implementasi energi bersih dan terbarukan di Indonesia.

Menurut Bahlil, pemerintah bahkan telah membentuk satuan tugas (Satgas) percepatan transisi energi yang dipimpin langsung olehnya untuk mengeksekusi berbagai program strategis, termasuk konversi sepeda motor listrik.

Pemerintah juga menyiapkan skema insentif untuk mempercepat konversi kendaraan tersebut, meski besaran dan bentuk bantuannya masih dibahas oleh satuan tugas transisi energi.

Selain dukungan insentif, pemerintah menilai kesiapan infrastruktur seperti jaringan pengisian kendaraan listrik dan ketahanan motor listrik menjadi faktor penting agar peralihan dari kendaraan bensin ke listrik dapat berjalan luas dalam beberapa tahun ke depan.

Besaran biaya konveksi

Biaya konversi motor BBM menjadi motor listrik di Indonesia bervariasi tergantung jenis motor, kapasitas baterai, dan bengkel konversi. Berikut gambaran biaya terbaru.

Biaya konversi tanpa subsidi berkisar Rp15 juta – Rp17 juta per motor untuk paket konversi lengkap (motor listrik, controller, baterai, charger, instalasi). Motor yang sering dikonversi misalnya: Honda Beat, Vario, Scoopy, Supra, Revo, Vega, dan Jupiter.

Pemerintah Indonesia melalui Kementerian ESDM pernah memberi bantuan konversi hingga Rp10 juta per motor untuk mendorong masyarakat beralih ke kendaraan listrik. Dengan subsidi tersebut biaya konversi bisa turun menjadi sekitar Rp5 – Rp7 juta saja bagi masyarakat.

Manfaat konversi motor BBM jadi motor listrik

Konversi motor berbahan bakar minyak (BBM) menjadi motor listrik semakin banyak dilakukan karena biaya operasional dan dampak lingkungannya lebih baik. Berikut beberapa manfaat utamanya:

Pertama, biaya operasional jauh lebih murah. Motor listrik menggunakan listrik sebagai energi. Biayanya biasanya jauh lebih rendah dibanding membeli bensin. Sekali pengisian listrik bisa menempuh puluhan kilometer dengan biaya yang jauh lebih hemat. Tidak perlu sering membeli BBM.

Kedua, perawatan lebih sederhana. Motor listrik memiliki komponen yang lebih sedikit dibanding mesin BBM. Beberapa komponen yang tidak lagi diperlukan yakni oli mesin, busi, filter udara, karburator atau injektor. Benefit yang diperoleh servis lebih jarang dan biaya perawatan lebih murah.

Ketiga, ramah lingkungan. Motor listrik tidak menghasilkan emisi gas buang seperti karbon monoksida atau karbon dioksida dari knalpot. Manfaatnya berupa mengurangi polusi udara dan mendukung energi bersih.

Keempat, suara mesin lebih halus. Motor listrik hampir tidak berisik dibanding motor BBM. Kondisi ini membuat berkendara lebih nyaman dan mengurangi polusi suara di perkotaan.

Kelima, akselerasi lebih responsif. Motor listrik memiliki torsi instan. Artinya tarikan awal lebih cepat hingga cocok untuk penggunaan di kota.

Keenam, mendukung program energi nasional. Pemerintah Indonesia sedang mendorong elektrifikasi kendaraan untuk mengurangi impor BBM dan memperkuat penggunaan energi listrik.

Ketujuh, bisa menghidupkan motor lama. Motor lama yang masih bagus rangkanya bisa dipakai kembali dengan sistem listrik, sehingga tidak perlu membeli motor baru dan lebih ekonomis.(*)

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Transaksi Mudah & Aman, Pedagang Pasar Larantuka Pilih QRIS Bank NTT

    Transaksi Mudah & Aman, Pedagang Pasar Larantuka Pilih QRIS Bank NTT

    • calendar_month Sen, 11 Apr 2022
    • account_circle Penulis
    • visibility 162
    • 0Komentar

    Loading

    Larantuka, Garda Indonesia | Para pedagang di Pasar Inpres Larantuka memilih menggunakan QRIS dalam transaksi jual beli. Metode transaksi ini dipilih karena mudah dan aman. Dalam sosialisasi penggunaan QRIS (Quick Response Indonesia Standard) oleh staf Bank NTT di  kompleks Pasar Inpres Larantuka pada Sabtu, 9 April 2022. Para pedagang mengaku lebih mudah dan nyaman menggunakan […]

  • Menuju Merdeka Belajar, Bank NTT Konsisten Edukasi Literasi Keuangan

    Menuju Merdeka Belajar, Bank NTT Konsisten Edukasi Literasi Keuangan

    • calendar_month Jum, 7 Mei 2021
    • account_circle Penulis
    • visibility 143
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang-NTT, Garda Indonesia | Direktur Utama Bank NTT, Harry Alexander Riwu Kaho memaparkan program Bank NTT yang mendukung Literasi Keuangan dan pro kepada pelajar guna mendorong generasi muda NTT untuk dapat merdeka dalam berpikir, kreatif dan secara mandiri berekspresi. Pemaparan Alex Riwu Kaho (sapaan akrabnya, red) disampaikan dalam temu wicara atau talk show Hari Pendidikan […]

  • Aplikasi B’Pung Petani Bank NTT Bisa Atasi Inflasi dan Krisis Pangan

    Aplikasi B’Pung Petani Bank NTT Bisa Atasi Inflasi dan Krisis Pangan

    • calendar_month Ming, 16 Okt 2022
    • account_circle Penulis
    • visibility 150
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang, Garda Indonesia | Para pakar memprediksikan, konflik politik di Eropa Timur berakibat serius pada kelangkaan bahan-bahan pangan tertentu di dunia. Gandum salah satunya. Bahkan akan mengarah ke lainnya. Oleh karena itu menyikapi krisis pangan tersebut, pemerintah berpikir keras guna memproteksi masyarakat dari ancaman paceklik. Tak terkecuali Pemerintah Provinsi NTT. Provinsi yang dikenal sebagai daerah yang […]

  • Menukik Panorama Panetrasi Makan Bergizi Gratis di Indonesia

    Menukik Panorama Panetrasi Makan Bergizi Gratis di Indonesia

    • calendar_month Sen, 15 Sep 2025
    • account_circle Penulis
    • visibility 297
    • 0Komentar

    Loading

    Oleh : Prof. Dr. Intje Picauly, S.Pi., M.Si. Program makan bergizi gratis (MBG) di sekolah merupakan inisiatif yang telah diterapkan oleh banyak negara di dunia dengan berbagai keberhasilan dan tantangan. Negara-negara seperti Finlandia dan Swedia berhasil menerapkan program MBG secara universal dan berkualitas tinggi dengan dukungan pemerintah yang kuat dan perencanaan yang matang. Sementara itu, […]

  • Aneh! Rumah Petrus Bere Yang Terbakar, Sumber Api Tak Diketahui

    Aneh! Rumah Petrus Bere Yang Terbakar, Sumber Api Tak Diketahui

    • calendar_month Kam, 2 Jan 2020
    • account_circle Penulis
    • visibility 153
    • 0Komentar

    Loading

    Belu-NTT, Garda Indonesia | Keanehan sungguh terjadi pada keluarga korban, Petrus Bere. Sumber api yang menyebabkan rumah miliknya ludes terbakar di Bundaran Tugu Seroja Halilulik, Desa Naitimu, Kecamatan Tasifeto Barat, Kabupaten Belu, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), pada Selasa 31 Desember 2019 petang, sumbernya tidak diketahui oleh pihak korban. Baca juga : http://gardaindonesia.id/2020/01/01/akhir-tahun-2019-akibat-bensin-rumah-warga-di-belu-dilahap-si-jago-merah/ Hal itu, […]

  • 3 Paroki di Kota Kupang Gapai Bantuan Perangkat Misa dari Dokter Herman Man

    3 Paroki di Kota Kupang Gapai Bantuan Perangkat Misa dari Dokter Herman Man

    • calendar_month Rab, 22 Jul 2020
    • account_circle Penulis
    • visibility 206
    • 0Komentar

    Loading

    Kota Kupang, Garda Indonesia | Wakil Wali Kota Kupang, dokter Herman Man menyambangi 3 paroki guna menyerahkan bantuan perangkat misa atau liturgi dari Pemerintah Kota Kupang, pada Selasa,21 Juli 2020. Kunjungan dimulai sekitar pukul 17.00—19.00 WITA dari Paroki Santa Familia Sikumana, Paroki Santo Fransiskus Asisi BTN Kolhua dan terakhir di Paroki Santu Matias Rasul Tofa. […]

expand_less