Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Humaniora » Kenapa Imlek Hujan Deras

Kenapa Imlek Hujan Deras

  • account_circle Penulis
  • calendar_month Rab, 29 Jan 2025
  • visibility 63
  • comment 0 komentar

Loading

Tahun Baru China atau Imlek selalu tiba selama rentang tanggal 21 Januari—20 Februari. Pada periode tersebut bertepatan dengan puncak musim hujan di Indonesia. Maka, tidak mengherankan jika hujan sering tiba saat Imlek.

Selain itu, curah hujan tinggi saat perayaan Imlek di Indonesia pun dipengaruhi oleh monsun Asia. Monsun ini mencapai puncaknya pada Januari—Februari, bertepatan dengan perayaan Imlek. Saat monsun aktif, udara lembap dari samudra bergerak ke daratan, menyebabkan peningkatan curah hujan di berbagai wilayah. Hal inilah yang membuat perayaan Imlek sering kali berlangsung di tengah hujan.

Pertanda hujan atau tak hujan saat Imlek

Jika saat Imlek tidak turun hujan, maka itu pertanda ketidakberuntungan. Namun, masyarakat China tidak kemudian serta merta menganggap Tuhan tak merestui. Sebab, Imlek akan tetap membawa kebahagiaan dan kemeriahan.

Pada tradisi China, hujan saat Imlek adalah pertanda berkah selama tahun mendatang. Namun, beda tingkat derasnya hujan, beda pula makna yang dibawa.

Suasana Imlek di klenteng. Foto: pixal

Dikutip dari laman resmi LPM Progress Universitas Indraprasta PGRI (Unindra), berikut pertanda hujan atau tak hujan saat Imlek:

Hujan gerimis: keberuntungan yang datang sedikit. Namun, bila gerimis dalam waktu lama, maka pertanda keberuntungan sepanjang tahun.

Hujan deras: berarti akan ada keberuntungan melimpah ruah.

Hujan badai: hujan yang terlampau deras, apalagi jika diiringi angin besar atau badai, adalah pertanda kurang baik. Pasalnya, hujan ini bisa mengakibatkan bencana.

Kenapa Imlek zelalu jatuh pada periode 21 Januari–20 Februari?

Dirangkum dari How Stuff Works, kalender tradisional China yang menggunakan sistem lunisolar digunakan untuk menentukan waktu Imlek. Lunisolar berarti kalender ini menggunakan hitungan peredaran Matahari dan Bulan secara bersamaan.

Menurut penjelasan dari laman Chinese Language Institute (CLI), dalam penanggalan, satu tahun berdasarkan peredaran Bulan hanya terdiri dari 354 hari. Sementara itu, jika mengacu pada peredaran Matahari, jumlah harinya adalah 365. Untuk mengatasi selisih waktu ini, kalender tradisional China menambahkan satu bulan ekstra setiap tiga tahun sekali sehingga dalam satu tahun terdapat 13 bulan.

Bulan pertama dalam kalender ini dinamakan 正月 (zhēng yuè), sedangkan bulan terakhir disebut 腊月 (là yuè). Guna menjaga keselarasan antara siklus Bulan dan Matahari, sebuah bulan kabisat yang dikenal sebagai 闰月 (rùn yuè) dimasukkan dalam kalender China. Penambahan bulan ini bertujuan agar perhitungan tetap sesuai dengan musim dan pergerakan Matahari.

Penentuan tanggal Tahun Baru Imlek menggunakan perhitungan khusus, yaitu berdasarkan bulan baru yang jatuh paling dekat dengan pertengahan antara titik balik Matahari musim dingin (winter solstice) dan ekuinoks musim semi (spring equinox). Oleh sebab itu, Tahun Baru Imlek selalu jatuh antara tanggal 21 Januari hingga 20 Februari.(*)

Sumber (*/detik/ragam)

 

 

  • Penulis: Penulis

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Hentikan “Kawin Culik’’ di Sumba, Itu Pelanggaran Hak Perempuan & Anak

    Hentikan “Kawin Culik’’ di Sumba, Itu Pelanggaran Hak Perempuan & Anak

    • calendar_month Rab, 24 Jun 2020
    • account_circle Penulis
    • visibility 31
    • 0Komentar

    Loading

    Jakarta, Garda Indonesia | Praktik “kawin culik” di Pulau Sumba, Nusa Tenggara Timur menjadi budaya yang masih ada hingga saat ini. Terkini, kasus kawin culik/kawin tangkap kembali terjadi di Sumba Tengah pada awal Juni 2020 yang beredar melalui video dan viral. Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA) menyayangkan praktik kawin culik/kawin tangkap yang […]

  • Mudik Saat Pandemi Covid-19, Membebani Moral Orang Tua di Rumah

    Mudik Saat Pandemi Covid-19, Membebani Moral Orang Tua di Rumah

    • calendar_month Ming, 24 Mei 2020
    • account_circle Penulis
    • visibility 47
    • 0Komentar

    Loading

    Jakarta, Garda Indonesia | Imam Besar Masjid Istiqlal, Prof. K.H. Nasaruddin Umar, MA. Ph.D. mengatakan bahwa aktivitas mudik pada saat pandemi Covid-19 justru dapat menambah beban moral baru bagi orang tua yang ada di kampung halaman. Menurut Nasaruddin, hal itu dapat terjadi karena pemudik pada masa pandemi Covid-19 seperti sekarang ini juga berpotensi mengundang kekhawatiran […]

  • HUT Ke-80 RI, PKK NTT Helat Pameran Pembangunan Perempuan Merdeka

    HUT Ke-80 RI, PKK NTT Helat Pameran Pembangunan Perempuan Merdeka

    • calendar_month Kam, 7 Agu 2025
    • account_circle Penulis
    • visibility 89
    • 0Komentar

    Loading

    Perempuan Merdeka dihelat pada Sabtu pagi, 9 Agustus 2025 pukul 07:00 Wita—selesai meliputi jalan sehat, lomba best etnich drescode tenun NTT, talk show live RRI, kampanye kesehatan mental, dan ragam kegiatan lainnya.   Kupang | Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga Provinsi Nusa Tenggara Timur (TP PKK NTT) dinakhodai Mindriyati Astiningsih Laka Lena menginisiasi ragam […]

  • Diterpa Isu Miring, Walikota Airin Fokus Kerja Untuk Rakyat

    Diterpa Isu Miring, Walikota Airin Fokus Kerja Untuk Rakyat

    • calendar_month Jum, 7 Des 2018
    • account_circle Penulis
    • visibility 38
    • 0Komentar

    Loading

    Tangsel-banten, gardaindonesia.id | Meski diterpa isu miring pemberitaan suami bersama wanita lain tidak menjadikan Walikota Airin kikuk dalam memimpin Kota Tangerang Selatan. Kota Tangerang Selatan yang baru saja genap satu dekade sudah banyak meraih prestasi dan penghargaan; hal tersebut merupakan kerja nyata yang membutuhkan banyak perhatian serta konsentrasi. Tangan dingin Ibu dua anak ini mampu […]

  • Badan Pusat Statistik: Ekonomi NTT Tahun 2019 Tumbuh 5,20 Persen

    Badan Pusat Statistik: Ekonomi NTT Tahun 2019 Tumbuh 5,20 Persen

    • calendar_month Rab, 5 Feb 2020
    • account_circle Penulis
    • visibility 73
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang-NTT, Garda Indonesia | Ekonomi NTT pada tahun 2019 tumbuh sebesar 5,20 persen (c-to-c). Dari sisi produksi, pertumbuhan ekonomi tertinggi dicapai oleh lapangan Industri Pengolahan sebesar 9,14 persen. Dari sisi pengeluaran, pertumbuhan tertinggi dicapai oleh Komponen Konsumsi Rumah Tangga sebesar 5,40 persen. Sebelumnya, pada tahun 2018, Pertumbuhan Ekonomi NTT tumbuh 5,13 persen, mengalami sedikit kenaikan […]

  • Antara Kupang dan Semarang

    Antara Kupang dan Semarang

    • calendar_month Jum, 20 Mei 2022
    • account_circle Penulis
    • visibility 61
    • 0Komentar

    Loading

    Oleh : Roni Banase Bermimpi untuk mengenal Kota Semarang lebih intim, tentunya menjadi agenda penting dalam hidup (meski masih banyak daerah di Indonesia belum dikunjungi), membuat diri ini nelangsa dan memendam bara rindu. Bercikal dari acara district conference (Discon) Rotary D3420 kepemimpinan District Governor (DG) Cindy Bachtiar, mengantarkan langkah dan menapak kakiku di kota terbesar […]

expand_less