Kepemimpinan Melki-Johni Tak Anti Kritik, Survei Kinerja Satu Tahun 80,5 Persen
- account_circle Penulis
- calendar_month 6 jam yang lalu
- visibility 138
- comment 0 komentar

![]()
Pencapaian tingkat kepuasan 80,5 persen ini, imbuh Gubernur Laka Lena, bukanlah angka untuk berpuas diri, tetapi menjadi energi dan tanggung jawab moral untuk bekerja lebih keras, lebih cepat, dan lebih tepat sasaran.
Jakarta | Survei kepuasan masyarakat terhadap kinerja satu tahun kepemimpinan Gubernur dan Wakil Gubernur NTT, Melki Laka Lena dan Johni Asadoma telah dilakukan Voxpol Center Research and Consulting.
Survei tersebut dilakukan secara kuantitatif melalui wawancara tatap muka (face to face) menggunakan kuesioner terstruktur pada 5–14 Januari 2026. Sebanyak 800 responden terlibat dan tersebar secara proporsional di 22 kabupaten/kota di Provinsi NTT. Teknik pengambilan sampel menggunakan multistage random sampling dengan margin of error ±3,47 persen, sehingga hasil survei dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah.
Hasil survei juga menunjukkan tingkat kepuasan masyarakat terhadap kinerja satu tahun pasangan Melki Laka Lena dan Johanis Asadoma sebagai Gubernur & Wakil Gubernur Provinsi NTT mencapai angka 80,5%.
Berdasarkan survei kepuasan publik juga ditemui sektor prioritas yang paling penting yaitu ekonomi dan kesejahteraan serta infrastruktur dan layanan dasar. Termasuk juga harapan masyarakat untuk peningkatan layanan dan sarana di bidang pendidikan dan kesehatan.
Hal ini dibeberkan Direktur Eksekutif Voxpol Center Research and Consulting, Pangi Syarwi Chaniago, dalam sesi diskusi publik survei kepuasan masyarakat atas kinerja satu tahun Gubernur NTT, Emanuel Melki Laka Lena dan Wakil Gubernur NTT, Johanis Asadoma, Jumat malam, 13 Februari 2026.
Gubernur Melki Laka Lena dan Wagub Johni Asadoma berkesempatan hadir dalam sesi diskusi. Hadir para penanggap, Ade Reza Hariyadi, dan Rafnel Azhari. Hadir pula 50 orang peserta dalam diskusi tersebut yakni 30 jurnalis media cetak dan siber nasional serta 20 mahasiswa serta Diaspora NTT.
Turut hadir Plh. Sekretaris Daerah Provinsi NTT, Flouri Rita Wuisan, Kepala Bapperida NTT, Alfons Theodorus, Kepala Dinas Peternakan NTT, Yohanes Oktovianus, Kepala Badan Pendapatan dan Aset Daerah NTT, Alex Lumba, Kepala Biro Pengadaan Barang dan Jasa NTT, Adelino Da Cruz Soares, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan NTT, Sulastri Rasyid, Kepala Dinas Kesehatan NTT, Iien Andriyani, Kepala Biro Perekonomian dan Administrasi Pembangunan, Selfie Nange, Kepala Biro Administrasi Pimpinan Setda Provinsi NTT, Prisila Q. Parera, Kepala Kantor Penghubung NTT, Florida Tatu Setyawati serta Kepala Bagian Materi dan Komunikasi Pimpinan Setda Provinsi NTT, France A. Tiran. Hadir pula Ketua KADIN NTT, Bobby Liyanto.

Direktur Eksekutif Voxpol Center Research and Consulting, Pangi Syarwi Chaniago memaparkan hasil survei. Foto : Voxpol Center
Melki-Johni tak anti kritik
Gubernur Laka Lena menyampaikan hasil survei sebagai cerminan dan menjadi rekomendasi untuk pembenahan program pembangunan di NTT. Ia mengapresiasi dukungan masyarakat selama satu tahun kepemimpinan bersama Wakil Gubernur di NTT, serta semua kritik dan saran yang diberikan.
“Hasil survei ini menjadi instrumen evaluasi yang objektif dalam mengukur efektivitas program prioritas selama satu tahun kepemimpinan. Kami tentunya membuka diri terhadap kritik dan masukan,” ucap Laka Lena.
Pencapaian tingkat kepuasan 80,5 persen ini, imbuh Laka Lena, bukanlah angka untuk berpuas diri, tetapi menjadi energi dan tanggung jawab moral untuk bekerja lebih keras, lebih cepat, dan lebih tepat sasaran. “Pemerintah Provinsi NTT akan terus memastikan bahwa setiap kebijakan yang diambil benar-benar menyentuh kebutuhan riil masyarakat. Semuanya harus terukur dan berdampak bagi kesejahteraan,” tegasnya.
Atensi IPM NTT
Sementara itu, Direktur Eksekutif Voxpol Center Research and Consulting, Pangi Syarwi Chaniago mengungkapkan apresiasi kepada Gubernur dan Wakil Gubernur NTT yang secara aktif turun ke lapangan bertemu masyarakat sekitar untuk memantau percepatan program kerja. “Dengan turun langsung dan bertemu dengan masyarakat tentu akan memberikan ruang kedekatan pemimpin daerah bersama masyarakat Diharapkan dengan hasil survei ini juga dapat menjadi bahan rekomendasi untuk kebijakan-kebijakan selanjutnya,” ungkap Pangi.
Selain itu, penanggap Ade Reza Hariyadi menjelaskan, satu tahun kepemimpinan Gubernur dan Wakil Gubernur NTT merupakan langkah penting untuk melihat proyeksi ke depan. Ade mengharapkan, gubernur dan wakil gubernur perlu memiliki kapasitas responsif yang profesional untuk bisa memproyeksikan atau memprediksi tantangan-tantangan yang berkaitan dengan ekonomi, infrastruktur dan kemiskinan.
”Hal penting lainnya juga harus memperhatikan Indeks Pembangunan Manusia (IPM). Urusan IPM sangat krusial karena menggambarkan kualitas hidup masyarakat, menjadi dasar pengambilan keputusan berbasis data, membantu menciptakan pembangunan yang merata dan berkelanjutan serta meningkatkan kesejahteraan dan daya saing daerah,” jelas Ade.
Penanggap selanjutnya Rafnel Azhari mengungkapkan capaian kepuasan 80,5% merupakan capaian angka yang baik untuk tahun pertama yang menandakan adanya kepercayaan dan harapan pembangunan.
“80,5% ini menandakan masyarakat percaya kepada Kepemimpinan Gubernur dan Wakil Gubernur NTT saat ini. Masyarakat tentu memberikan persepsi baik namun juga harus kita perhatikan hal-hal yang perlu dibenahi,” tandas Rafnel.(*)
- Penulis: Penulis
- Editor: Roni Banase
- Sumber: Meldo Nailopo/Biro AdPim Setda NTT











Saat ini belum ada komentar