Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Nasional » Komunitas Sao Berbagi Cerita Kelola Hutan Bambu Lestari

Komunitas Sao Berbagi Cerita Kelola Hutan Bambu Lestari

  • account_circle Penulis
  • calendar_month Sab, 24 Sep 2022
  • visibility 106
  • comment 0 komentar

Loading

Turetogo, Garda Indonesia | Sukses menerapkan metode hutan bambu lestari (HBL) di kebun bambu milik sao, Komunitas Adat Sao Neguwula menularkan pengetahuan dan pengalaman mereka tentang metode HBL saat temu wicara atau talkshow bertema “Bambu dulu, kini, dan yang akan datang” pada Minggu, 18 September 2022.

Temu wicara tersebut dihelat di festival budaya bambu bertajuk Pasar Napu Bheto yang diselenggarakan Yayasan Bambu Lestari (YBL) di Kampus Bambu Turetogo, Desa Ratogesa, Kecamatan Golewa, Kabupaten Ngada, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT).

Baca juga :

https://gardaindonesia.id/2021/11/26/menuju-pasar-bambu-internasional-didukung-australia-komunitas-sao-ngada-belajar-metode-hutan-bambu-lestari/

Nimus Jawa perwakilan dari Sao Neguwula Desa Radabata, Kecamatan Golewa, tampil di panggung terbuat dari bambu petung (dendrocalamus asper) bersama dengan pakar taksonomi bambu Prof. Elisabeth Widjaja, Bupati Ngada Andreas Paru, dan pelaku pariwisata berbasis masyarakat Andreas Dhena.

“Bambu Bheto di Sao sudah ada sejak jaman nenek moyang. Sebelum kami tahu metode HBL, bambu hanya dipakai untuk bikin rumah, kandang ternak, atau pagar. Setelah ada YBL yang mengelola bambu milik kami dengan metode HBL, bambu kami dibeli Indobamboo secara rutin dan hasilnya bisa buat bangun rumah adat,” ungkapnya.

Nimus Jawa dan Astin di booth Tim Sao Bambu Neguwula, di Pasar Napu Bheto (dok. AGS Project-Galih

Nimus membeberkan, dengan adanya proyek AGS (Alumni Grant Scheme) yang melatih mereka metode HBL dan pengelolaan keuangan di tingkat Sao, komunitas Sao Neguwula menjadi sadar ternyata jika dikelola dengan metode HBL kebun bambu mereka bisa menghasilkan uang layaknya ATM. Sao Neguwula saat ini jadi yang pertama secara mandiri menerapkan metode HBL di Indonesia.

“Kami di Sao Neguwula mendapatkan pengetahuan metode HBL dan pengelolaan keuangan atas dukungan proyek AGS sejak November 2021,” terang Nimus yang merupakan seorang champion di project ini.

Ia menambahkan, selain pengetahuan berupa teori, proyek AGS memfasilitasi komunitas Sao Neguwula melakukan simulasi penerapan metode HBL pada demplot seluas satu hektar di kebun bambu milik mereka. “Sekarang, kami jadi tahu berapa jumlah rumpun dan lonjor bambu di kebun kami, berapa yang sehat dan sakit, berapa yang siap dipanen dan berapa yang belum,” urainya.

Sebelumnya, ungkap Nimus, hanya tahu di kebun ada rumpun bambu, itu saja.

“Sekarang, kami merasa jadi tuan di kebun bambu kami sendiri,” tandas Nimus.

Metode HBL merupakan prosedur standar pengelolaan bambu secara berkelanjutan. Dimulai dari melakukan survei rumpun bambu, pemberian kode, perawatan dengan menimbun akar rimpang, hingga pemanenan lestari. Metode HBL adalah kunci bagi masyarakat Sao jika ingin menjual Bambu Betho milik mereka ke pabrik industri bambu secara berkelanjutan dengan harga yang lebih baik.

Suasana Pasar Napu Bheto pada 18 September 2022 di Kampus Bambu Turetogo (dok. AGS Project-Galih)

Melalui Project AGS, Komunitas Sao dilatih untuk mampu menerapkan metode HBL pada rumpun-rumpun bambu rakyat milik komunal. Project AGS berjudul “Bring Local Community into Global Market through Sustainable Bamboo Forest Method” ini didanai oleh Pemerintah Australia melalui Alumni Grant Scheme (AGS) dan diadministrasikan oleh Australia Awards in Indonesia.

Project leader AGS, Budiyanto Dwi Prasetyo mengatakan merasa beruntung bisa mengikutsertakan perwakilan Sao Neguwula berbagi pengalaman mereka menerapkan metode HBL partisipatif dalam acara talkshow di Pasar Napu Bheto. Peneliti yang bekerja di Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) tersebut berterima kasih kepada YBL selaku panitia dan mitra dari project AGS yang sudah memfasilitasi berjalannya talkshow.

“Dalam setahun, Sao Neguwula sudah banyak belajar teori dan praktik metode HBL di kebun bambunya. Melalui talkshow ini kami berupaya mendorong Sao Neguwula untuk turut menyebarluaskan pengetahuan dan pengalaman mereka tentang metode HBL kepada masyarakat luas agar nantinya akan muncul champion-champion baru yang mampu menerapkan metode HBL di kebun bambu mereka secara mandiri.” Jelas Budiyanto.

Pasar Napu Bheto merupakan bagian dari Festival Wolobobo yang diinisiasi Pemerintah Kabupaten Ngada dan Yayasan Bambu Lestari (YBL) serta didukung mitra lainnya seperti AGS project, Venturi, CIMB Niaga, dan Kehati.

Selain talkshow, acara tersebut menyediakan kuliner bambu, aneka kerajinan bambu, hingga kemasan bambu yang terlupakan. Pengunjung juga bisa menyaksikan permainan bambu, pertunjukan musik bambu, dan mendapat pengetahuan dari rangkaian workshop pengelolaan bambu, mulai dari pembibitan, metode hutan bambu lestari, pengawetan, pertukangan dan bangunan bambu, serta pembuatan kerajinan bambu. (*)

Sumber (*/AGS Project)

  • Penulis: Penulis

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Petani Tanah Merah Binaan CIRMA Tanam Horti di Tengah Krisis Air

    Petani Tanah Merah Binaan CIRMA Tanam Horti di Tengah Krisis Air

    • calendar_month Sab, 27 Sep 2025
    • account_circle Penulis
    • visibility 272
    • 0Komentar

    Loading

    Pada lahan yang telah disiapkan, 48 bedengan berjejer rapi menanti bibit sayuran. Bersama tim CIRMA, Wakil Bupati Kupang Aurum Titu Eki, tokoh masyarakat, Ayub Titu Eki, dan para anggota kelompok melakukan penanaman perdana beberapa jenis hortikultura.   Kupang | Di tengah keterbatasan air yang sudah dialami bertahun-tahun, petani di Desa Tanah Merah, Kabupaten Kupang, kini […]

  • Plt Ketua PN Kelas 1B Atambua Ungkap Sejumlah Inovasi Layanan Publik

    Plt Ketua PN Kelas 1B Atambua Ungkap Sejumlah Inovasi Layanan Publik

    • calendar_month Jum, 17 Sep 2021
    • account_circle Penulis
    • visibility 146
    • 0Komentar

    Loading

    Belu–NTT, Garda Indonesia | Pengadilan Negeri Kelas 1B Atambua, Kabupaten Belu, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) mengedepankan pelayanan inovasi ATM (amati, tiru, dan modifikasi), salah satunya program layanan “Hakim Masuk Desa” seperti layanan TNI ‘ABRI Masuk Desa’ (sekarang: TMMD, red.). Peran hakim dalam program layanan ‘Hakim Masuk Desa’, terang Decky, hakim berlaku sebagai narasumber untuk […]

  • Super Ketat dan Prokes Ketat Perayaan HUT Ke-59 Bank NTT ‘Super Smart Bank’

    Super Ketat dan Prokes Ketat Perayaan HUT Ke-59 Bank NTT ‘Super Smart Bank’

    • calendar_month Sab, 17 Jul 2021
    • account_circle Penulis
    • visibility 226
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang-NTT, Garda Indonesia | Perayaan HUT Ke-59 PT. Bank Pembangunan Daerah Nusa Tenggara Timur (Bank NTT), pada Sabtu sore, 17 Juli 2021 pukul 15.00—17.00 WITA di halaman Kantor Pusat Bank NTT dilaksanakan super ketat dengan penerapan protokol kesehatan ketat di mana hanya diikuti oleh 56 undangan yang tertera dalam list undangan dan telah melakukan swab […]

  • Ketua KPID NTT Harap ‘Stakeholders’ Dukung Lembaga Penyiaran Daerah

    Ketua KPID NTT Harap ‘Stakeholders’ Dukung Lembaga Penyiaran Daerah

    • calendar_month Jum, 23 Jul 2021
    • account_circle Penulis
    • visibility 115
    • 0Komentar

    Loading

    Belu–NTT, Garda Indonesia | Guna meningkatkan fungsi Lembaga Penyiaran Televisi dan Radio sebagai media informasi, pendidikan, hiburan yang sehat, perekat sosial, kebudayaan dan ekonomi; Komisi Penyiaran Indonesia Daerah Nusa Tenggara Timur (KPID NTT) menyelenggarakan rapat koordinasi (rakor) bersama pemerintah kabupaten/kota dan lembaga penyiaran se–NTT via zoom meeting pada Kamis, 22 Juli 2021. Ketua KPID NTT, […]

  • Lapor Korupsi, Hadiah 200 Juta Rupiah Menanti

    Lapor Korupsi, Hadiah 200 Juta Rupiah Menanti

    • calendar_month Sab, 3 Sep 2022
    • account_circle Penulis
    • visibility 108
    • 0Komentar

    Loading

    Jakarta, Garda Indonesia | Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) sangat serius dalam upaya pemberantasan praktik tindak pidana korupsi (Tipikor) di Indonesia. Komitmen tersebut tertuang dalam Peraturan Pemerintah Nomor 43 tahun 2018 tentang Tata Cara Pelaksanaan Peran Serta Masyarakat dan Pemberian Penghargaan Dalam Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi pada 17 September 2018. Dalam beleid tersebut […]

  • PLN & Bupati Sikka Serahkan BLT dan Token Listrik Gratis di Desa Wolonterang

    PLN & Bupati Sikka Serahkan BLT dan Token Listrik Gratis di Desa Wolonterang

    • calendar_month Sen, 6 Jul 2020
    • account_circle Penulis
    • visibility 96
    • 0Komentar

    Loading

    Maumere-NTT, Garda Indonesia | Sebagai bentuk kerja nyata, pada Kamis, 25 Juni 2020, PLN UP3 (Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan) Flores Bagian Timur bersama Bupati Sikka Fransiskus Roberto Diogo, S.Sos berkunjung ke Desa Wolonterang, Kecamatan Doreng, Kabupaten Sikka, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) untuk menyalurkan Bantuan Langsung Tunai (BLT) dan Token Listrik Gratis kepada masyarakat sekitar […]

expand_less