Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Humaniora » Langkah George Hadjoh Menuju Wali Kota Kupang (Bagian 3)

Langkah George Hadjoh Menuju Wali Kota Kupang (Bagian 3)

  • account_circle Penulis
  • calendar_month Jum, 19 Apr 2024
  • visibility 121
  • comment 0 komentar

Loading

Oleh : Roni Banase

Kota Kupang butuh sosok wali kota yang gesit. Mengapa demikian? George Hadjoh keluar dari rumah sejak pukul 06.00 WITA kemudian masuk rumah pada pukul 23.00 WITA (11 malam). Jam bekerja dan melayani dilakukan tanpa melihat kepentingan apa pun dan siapa pun.

Ia pun rela menelisik setiap sudut kota tanpa henti, memantau kebersihan pasar, menerima pengaduan masyarakat di rumah jabatan wali kota tanpa mengenal lelah.

Menapaki usia 59 tahun, sosok Penjabat Wali Kota Kupang periode 2022—2023 ini tetap gesit. Mengapa demikian? Mengemban amanah Ketua Perkemi NTT yang menuntun para atlet Shorinji Kempo meraih prestasi dan prestisius internasional, George Hadjoh selalu berolahraga bela diri asal Jepang tersebut. Bahkan saat menjadi Kabiro Umum Setda NTT, pada ruangan kerjanya terdapat matras untuk “bakubanting” atau mengolah randori.

Lalu, lagi, mengapa Wali Kota Kupang harus gesit? Mengapa harus demikian? Berkaca dari keluhan warga Kota Kupang di rumah jabatan, George Hadjoh menilai dirinya harus rajin dan wajib rutin turun ke lapangan melihat langsung gejala yang terjadi di tengah masyarakat, tak hanya mendengar dari samping kiri dan kanan, namun harus “melihat langsung”.

Sosok George Hadjoh yang rutin menulis setiap arahan pemimpin lalu menerjemahkan, mau mendengarkan siapa pun lalu mencatat apa pun yang harus ditindaklanjuti bahkan tampak kelelahan di raut wajahnya. Meski demikian tak menggerus semangat melayani.

Semangat itu muncul bukan karena mau menuai pujian, namun semangat melayani memang terpatri di hatinya. Layaknya saat dirinya mengubah halaman samping Kantor Gubernur NTT menjadi lahan sayur dan mendirikan Cafe Rumah Pohon. Tak hanya itu, saat diberi amanah sebagai Penjabat Wali Kota Kupang, George Hadjoh menata toilet di kantor Wali Kota Kupang.

Anda pernah memakai toilet di sana? Silakan menilai sendiri. Saya pun senang jika melintas di depannya tanpa harus memalingkan hidung. Bahkan toilet di kantor Gubernur NTT menjadi lokasi lintasan favorit saya dan selalu memilih jalur itu. Anda bakal menghirup aroma terapi.

Eh, kelewat menukil respons warga. Nah ini ada nukilan dari warga saat melihat bahkan membaca tentang sosok George Hadjoh.

“Kota Kupang butuh pemimpin gesit,” tulis seorang warga kota di percakapan WhatsApp grup, sebut saja Ignas. (*)

  • Penulis: Penulis

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pemanfaatan Dunia Digital dalam Terobosan Kebudayaan

    Pemanfaatan Dunia Digital dalam Terobosan Kebudayaan

    • calendar_month Kam, 20 Mei 2021
    • account_circle Penulis
    • visibility 104
    • 0Komentar

    Loading

    Oleh : I Gusti Agung Gede Artanegara Harus diakui pandemi memaksa masyarakat untuk lebih adaptif dengan kondisi perubahan sosial yang sporadis. Mau tidak mau, tatanan kemanusiaan mulai bergeser menuju bentuk lainnya yang pastinya jauh berbeda dari sebelumnya. Perubahan-perubahan besar hampir di segala aspek termasuk dalam ruang kebudayaan, perubahan tersebut menjadi keniscayaan dalam berkebudayaan. Dampak pandemi […]

  • PLN UIP Nusra Wujudkan Integrasi Energi Hijau di Bali, NTB, dan NTT

    PLN UIP Nusra Wujudkan Integrasi Energi Hijau di Bali, NTB, dan NTT

    • calendar_month Kam, 27 Nov 2025
    • account_circle Penulis
    • visibility 226
    • 0Komentar

    Loading

    Rizki menekankan bahwa konektivitas energi antara ketiga provinsi menjadi fondasi penting bagi kolaborasi lintas daerah, termasuk dalam menopang sektor-sektor prioritas.   Mataram | PLN melalui Unit Induk Pembangunan Nusa Tenggara (UIP Nusra) menegaskan komitmennya dalam mendorong kemandirian energi berbasis energi baru terbarukan (EBT) pada kegiatan penandatanganan memorandum of understanding (MoU) kerja sama regional Bali, NTB, […]

  • November 2019, BUMDes M’Rian Kufeu dari Malaka Ekspor Kelor Ke Jepang

    November 2019, BUMDes M’Rian Kufeu dari Malaka Ekspor Kelor Ke Jepang

    • calendar_month Ming, 7 Jul 2019
    • account_circle Penulis
    • visibility 82
    • 0Komentar

    Loading

    Malaka, Garda Indonesia | Usai membuka kompetisi sepak bola El Tari Memorial Cup, masih dalam lawatannya di Malaka Sabtu, 6 Juli 2019, Gubernur NTT menyempatkan diri berkunjung ke BUMDes (Badan Usaha Milik Desa) M’Rian. Sebagai penghasil kelor di Desa Kufeu, BUMDes M’Rian sedang berproses, dalam kesiapannya mengekspor 40 ton tepung kelor (marungga) ke Jepang pada […]

  • Uji Materi UU Pers Resmi Diajukan ke Mahkamah Konstitusi

    Uji Materi UU Pers Resmi Diajukan ke Mahkamah Konstitusi

    • calendar_month Kam, 8 Jul 2021
    • account_circle Penulis
    • visibility 92
    • 0Komentar

    Loading

    Jakarta, Garda Indonesia | Permohonan pengujian materiil Pasal 15 ayat (2) huruf f dan ayat (5) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers terhadap Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, resmi didaftarkan di Mahkamah Konstitusi dengan Nomor Online : 31/PAN.ONLINE/2021 pada Rabu 7 Juli 2021. Pemohon uji materi UU Pers ini tercatat atas nama […]

  • SMPK Santo Yoseph Kupang; Sekolah Berbasis Ekologis

    SMPK Santo Yoseph Kupang; Sekolah Berbasis Ekologis

    • calendar_month Sel, 31 Jul 2018
    • account_circle Penulis
    • visibility 97
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang-NTT, gardaindonesia.id – SMP Katolik Santo Yoseph didirikan pada tanggal 6 Januari 1966. Kala itu digagas oleh seorang tokoh awam Katolik, Bapak Yos Djogo,B.Sc. , yang keseharianya bekerja sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS) pada Dinas Pertanian NTT. SMP Katolik Santo Yoseph; Sekolah milik Yayasan Swastisari Keuskupan Agung Kupang berlokasi di Jalan E.R.Herewila No. 27 RT […]

  • Soeharto dan Sembilan Tokoh Jadi Pahlawan Nasional

    Soeharto dan Sembilan Tokoh Jadi Pahlawan Nasional

    • calendar_month Sen, 10 Nov 2025
    • account_circle Roni Banase
    • visibility 404
    • 0Komentar

    Loading

    Penganugerahan ini menegaskan komitmen negara untuk terus mengenang, menghargai, dan meneladani perjuangan mereka bagi bangsa.   Jakarta | Pada peringatan Hari Pahlawan Nasional, Senin, 10 November 2025, Presiden Prabowo Subianto menganugerahkan gelar Pahlawan Nasional 2025 kepada sepuluh tokoh bangsa dalam upacara di Istana Negara. Prosesi penghargaan ini menjadi momen penghormatan atas jasa para tokoh yang […]

expand_less