Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Pendidikan » Layanan Kasih Himpunan Mahasiswa PAK STAKN: Memberi dari Keterbatasan

Layanan Kasih Himpunan Mahasiswa PAK STAKN: Memberi dari Keterbatasan

  • account_circle Penulis
  • calendar_month Sen, 1 Jul 2019
  • visibility 39
  • comment 0 komentar

Loading

Kupang-NTT, Garda Indonesia | Saling berbagi antara sesama sudah menjadi kodrat dalam kehidupan manusia, terutama sebagai mahasiswa yang selalu dituntut peka terhadap situasi sosial. Hal ini yang menjadi dasar bagi Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) Pendidikan Agama Kristen (PAK) Sekolah Tinggi Agama Kristen Negeri (STAKN) Kupang, untuk berbagi bersama saudara-saudara di Kampung Pemulung.

Minggu, 30 Juni 2019, bertempat di Kampung Pemulung, RT 11, RW 04 Kelurahan Pasir Panjang, Kecamatan Kota Lama, bersama para orang tua dan juga anak-anak, HMJ PAK STAKN melakukan pelayanan kasih kepada 22 keluarga yang berdomisili di lereng pemukiman di belakang Rumah Sakit Kota S.K. Lerick

Hadir pada kesempatan tersebut Ketua HMJ PAK, Jeki Biaf, Ketua HMJ Pastoral Konseling, Renoldi Laisbuke, serta para pengurus HMJ PAK dan mahasiswa PAK STAKN Kupang.

Suasana sukacita terlihat dari wajah anak-anak yang begitu polos dan senyuman tulus para orang tua dalam menyambut kehadiran para mahasiswa. Kegiatan Pelayanan Kasih diawali dengan ibadah bersama. Lalu dilanjutkan dengan penyerahan secara simbolis berkat Tuhan dalam bentuk sembako oleh Ketua HMJ PAK kepada Nixon Banunaek selalu orang tua.

Ketua HMJ PAK Jeki Biaf menyerahkan layanan kasih kepada Nixon Banunaek

“Kami berharap Bapa Mama dan saudara-sauadara semua tidak melihat nilai dari apa yang kami berikan, tetapi melihat kebersamaan dan persaudaraan yang kita bangun”, ujar Ketua HMJ PAK Jeki Biaf.

Jeki menyampaikan tujuan dilakukan pelayanan kasih, sebagai bentuk interprestasi dari perintah Tuhan Yesus kepada umat manusia maka sebagai umat-Nya kita harus dan wajib melakukannya.

“Kita sebagai umat yang percaya kepada Tuhan Yesus, kita wajib menjalankan perintah-Nya untuk saling mengasihi. Bentuk sederhana dari kasih tersebut adalah melayani sesama. “, ujarnya.

Lanjutnya, selain menjalankan perintah Tuhan Yesus, hal ini juga merupakan aplikasi dari Tri Dharma STAKN Kupang, dan bagian dari bidang aksi dan partisipasi pada Organisasi Mahasiswa (Ormawa).

“Ini juga sebagai wujud Tri Dharma STAKN Kupang, yaitu Tinggi Ilmu, Tinggi Iman dan Tinggi Pengabdian. Pengabdian kepada masyarakat ini dilakukan melalui bidang aksi dan partisipasi di dalam ormawa”, ungkap Jeki.

Tambah Jeki, pelayanan yang dilakukan dimulai dari hal-hal kecil namun memiliki manfaat yang besar. Pelayanan ini juga untuk mempererat hubungan dengan masyarakat.

“Kita melayani dari hal-hal kecil tapi punya manfaat yang sangat besar. Kita juga ingin lebih dekat dengan masyarakat”, tuturnya.

Kepada Media Garda Indonesia, Jeki mengungkapkan bahwa ini bukan akhir namun awal yang baik untuk misi-misi besar yang lain kedepan.

“Kegiatan ini menjadi awal yang baik. Kita berterima kasih kepada warga Kampung Pemulung yang dengan tulus menyambut kami. Dan kami berharap kedepannya bisa melakukan sesuatu yang lebih besar lagi karena kita memberi dari keterbatasan kita”, pungkas Jeki Biaf.

Pada kesempatan tersebut, Sofia Ola, mewakili orang tua dan seluruh warga Kampung Pemulung, menyampaikan terima kasih kepada mahasiswa STAKN Kupang dan dirinya berharap jalinan persaudaraan ini tidak akan dibatasi oleh oleh status dan jarak.

“Kami sangat berterima kasih kepada kakak-kakak mahasiswa yang sudah peduli dengan kami. Kami tidak punya sesuatu untuk bisa balas semua kebaikan ini. Kami hanya berdoa semoga Tuhan memberkati dalam studi dan masa depan kakak-kakak semua”, ujar Sofia.

Lanjutnya, “kami juga berharap persaudaraan yang terjalin saat ini tidak akan dibatasi oleh status sosial dan jarak yang memisahkan. Kita berbeda secara status sosial, namun dimata Tuhan kita sama”, pungkas Sofia.

Perlu diketahui bahwa warga Kampung Pemulung sehari-harinya berprofesi sebagai pemulung sampah. Tetapi mereka mampu bertahan hidup dan bisa memberikan pendidikan kepada anak-anak mereka layaknya para orang yang berkecukupan.(*)

Penulis (*/Joe Tkikhau)
Editor (+rony banase)

  • Penulis: Penulis

Rekomendasi Untuk Anda

  • Dua Wartawan Surabaya Hilang Tanpa Jejak

    Dua Wartawan Surabaya Hilang Tanpa Jejak

    • calendar_month Kam, 6 Sep 2018
    • account_circle Penulis
    • visibility 62
    • 0Komentar

    Loading

    Surabaya,gardaindonesia.id – Dua orang wartawan dari media Koran Memo bernama Alam dan Ridwan, menghilang tanpa jejak, atau tidak diketahui keberadaannya. Sudah 4 hari ini, keduanya tidak pulang dan tanpa kabar. Pihak keluarga juga bingung atas kejadian menghilangnya dua Wartawan yang tidak wajar ini. Berdasarkan surat keterangan nomor: SKET/3009/IX/2018/Restabes Sby/Sek Skm tertanggal 04 September 2018 pukul […]

  • A. A. Sri Rahayu Gorda : Jaga Lingkungan untuk Dukung Daerah Tujuan Wisata

    A. A. Sri Rahayu Gorda : Jaga Lingkungan untuk Dukung Daerah Tujuan Wisata

    • calendar_month Ming, 24 Nov 2019
    • account_circle Penulis
    • visibility 40
    • 0Komentar

    Loading

    Denpasar-Bali, Garda Indonesia | Kegiatan pariwisata merupakan kegiatan menjual lingkungan. Orang yang bepergian dari suatu daerah ke daerah tujuan wisata adalah ingin menikmati lingkungan, seperti pemandangan alam, atraksi budaya, arsitektur, makanan dan minuman, benda seni, dan lainnya yang berbeda dengan lingkungan tempat tinggalnya. Wakil Rektor II Undiknas. Dr. AAA. Ngr Sri Rahayu Gorda,S.H., M.M., MH. […]

  • Menteri Sandiaga Uno Ingin Kembangkan Wisata Kemanusiaan

    Menteri Sandiaga Uno Ingin Kembangkan Wisata Kemanusiaan

    • calendar_month Sen, 4 Jan 2021
    • account_circle Penulis
    • visibility 37
    • 0Komentar

    Loading

    Jakarta, Garda Indonesia | Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Salahuddin Uno, tidak hanya ingin mengembangkan wisata kesehatan di Indonesia, namun juga memperluasnya dengan wisata kemanusiaan. Untuk itu ia berupaya mengajak bekerja sama dengan sejumlah pihak. Salah satunya dengan Palang Merah Indonesia (PMI). “Bekerja sama dengan PMI, kegiatan donor darah […]

  • Keponakan Jusuf Kalla Jadi Tersangka, Ada Apa di Balik Prahara Bukopin-Bosowa?

    Keponakan Jusuf Kalla Jadi Tersangka, Ada Apa di Balik Prahara Bukopin-Bosowa?

    • calendar_month Kam, 11 Mar 2021
    • account_circle Penulis
    • visibility 41
    • 0Komentar

    Loading

    Oleh: Andre Vincent Wenas, MM., MBA Punya bank dalam kelompok konglomerasinya sendiri itu seperti punya “Kasir Besar”. Kasir Besar ini “bertugas” menerima duit, maupun mengeluarkan duit. Menerima duit dalam bentuk modal, pinjaman, tabungan atau deposito maupun dari tagihan (receivables). Juga mengeluarkan duit dalam bentuk pembayaran (payables), termasuk bayar bunga (interest), maupun meminjamkan atau bentuk penyertaan […]

  • 1.081 SPKLU BEROPERASI, Kebutuhan  Kendaraan Listrik Terpenuhi

    1.081 SPKLU BEROPERASI, Kebutuhan Kendaraan Listrik Terpenuhi

    • calendar_month Sen, 22 Jan 2024
    • account_circle Penulis
    • visibility 42
    • 0Komentar

    Loading

    Jakarta, Garda Indonesia | PLN (Persero) sukses menghadirkan kenyamanan bagi pengguna kendaraan listrik atau electric vehicle (EV) lewat ekosistem yang kokoh dari sisi suplai maupun stasiun pengisian kendaraan listrik umum (SPKLU) yang mudah dijumpai. Hingga akhir tahun 2023, telah ada 1.081 unit SPKLU yang beroperasi, baik milik PLN maupun mitra dan swasta. Dari total SPKLU […]

  • Lima Ojol Prasejahtera Dapat Motor Listrik di PLN Electric Run 2024

    Lima Ojol Prasejahtera Dapat Motor Listrik di PLN Electric Run 2024

    • calendar_month Sel, 15 Okt 2024
    • account_circle Penulis
    • visibility 55
    • 0Komentar

    Loading

    Jakarta | PLN (Persero) menyerahkan 5 (lima) unit motor listrik kepada lima pengemudi ojek online (Ojol) prasejahtera dalam ajang PLN Electric Run 2024 yang dihelat di Scientica Park, Gading Serpong, Tangerang pada Minggu, 6 Oktober 2024. Direktur Legal & Manajemen Human Capital PLN, Yusuf Didi Setiarto menjelaskan, 5 unit motor listrik tersebut merupakan hasil konversi […]

expand_less