Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Humaniora » Lukas Enembe, Antara Cahaya dan Luka

Lukas Enembe, Antara Cahaya dan Luka

  • account_circle w.T Kaibou Doo
  • calendar_month 3 jam yang lalu
  • visibility 105
  • comment 0 komentar

Loading

Pada sebuah lembah sunyi di pegunungan Papua, di Kampung Mamit, Distrik Kembu, Kabupaten Tolikara, pada 27 Juli 1967 lahir seorang anak laki-laki yang kelak dikenal banyak orang: Lukas Enembe. Ia lahir dengan nama Lomato Enembe. Namun sebelum ia dikenal sebagai pejabat, ia hanya seorang anak kampung—berjalan tanpa alas kaki di tanah merah, menembus kabut pagi yang turun perlahan dari punggung gunung.

Lukas kecil tumbuh dalam keluarga sederhana. Ia anak keenam dari tujuh bersaudara. Rumahnya berdinding papan, beratap seng yang berisik setiap kali hujan turun. Di malam hari, suara angin yang menyusup dari celah dinding menjadi nyanyian panjang yang menemani tidurnya.

Ibunya sering berkata,

“Sekolah yang tinggi, nak. Jangan tinggal di gunung terus. Dunia lebih luas dari lembah ini.”

Kata-kata itu melekat seperti doa.

Ia berjalan berkilo-kilo meter untuk sekolah. Jalan berbatu, hujan, dingin, kadang lapar. Tetapi di matanya selalu ada nyala yang berbeda—keinginan untuk keluar, untuk kembali suatu hari nanti membawa perubahan.

Merantau dan bermimpi

Waktu membawanya jauh dari pegunungan. Ia menyeberang lautan, belajar di bangku kuliah di Manado. Dunia terasa asing, tetapi ia bertahan. Ia belajar ilmu pemerintahan, berbicara tentang politik, tentang pembangunan, tentang harapan.

Di asrama yang sederhana, ia sering termenung.

“Suatu hari, saya harus kembali,” gumamnya.

Ia ingin membangun jalan agar anak-anak tidak lagi berjalan jauh. Ia ingin gedung sekolah berdiri di kampung-kampung terpencil. Ia ingin orang-orang pegunungan merasa diperhatikan.

Mimpi itu membawanya kembali ke Papua.

Tangga Kekuasaan

Kariernya menanjak. Dari birokrat, menjadi Wakil Bupati, lalu Bupati, hingga akhirnya ia duduk di kursi tertinggi sebagai Gubernur Papua pada 2013.

Lukas Enembe saat menjadi tahanan KPK. Foto : CNN Indonesia

Nama Lukas Enembe disebut-sebut di kampung dan kota. Spanduk, baliho, sambutan meriah. Ia berdiri di podium-podium besar, berbicara tentang pembangunan, tentang harga diri orang Papua, tentang masa depan.

Di masa kepemimpinannya, jalan dibuka, gedung-gedung dibangun, stadion megah berdiri. Banyak yang memuji. Banyak pula yang bertanya.

Namun di balik jas rapi dan senyum resmi, tubuhnya mulai melemah. Penyakit datang perlahan—sunyi, tak terlihat publik.

Bayang-Bayang Tuduhan

Tahun-tahun terakhir menjadi masa yang berat.

Kasus hukum menyeret namanya. Tuduhan suap dan gratifikasi datang dari pusat kekuasaan. Sorotan kamera tak lagi tentang pembangunan, melainkan tentang penyidikan.

Ia ditangkap pada Januari 2023.

Di ruang tahanan yang dingin, mungkin untuk pertama kalinya sejak lama, ia sendirian tanpa sorak-sorai. Hanya suara langkah penjaga dan detak waktu.

Sebagian orang marah. Sebagian menangis. Sebagian lagi memilih diam.

Papua terbelah dalam pendapat.

Hari-Hari terakhir Lukas Enembe

Tubuhnya semakin lemah. Penyakit ginjal yang lama dideritanya kian parah. Ia dirawat di RSPAD Gatot Soebroto, Jakarta.

Di ruang rumah sakit yang sunyi, tak ada lagi panggung politik. Tak ada lagi podium. Hanya napas yang sesekali berat. 26 Desember 2023, kabar itu datang: Lukas Enembe meninggal dunia.

Di tanah Papua, kabut seolah turun lebih tebal hari itu. Tangis terdengar di beberapa sudut kota. Di kampung-kampung, orang berbicara lirih tentang perjalanan seorang anak gunung yang pernah mencapai puncak kekuasaan—dan jatuh dalam badai.

Antara Cahaya dan Luka

Hidupnya adalah kisah tentang mimpi besar seorang anak pegunungan. Tentang kekuasaan yang tinggi dan cobaan yang lebih tinggi lagi. Tentang pujian dan tudingan yang berjalan berdampingan.

Ia bukan kisah yang hitam sepenuhnya.

Ia bukan pula putih sepenuhnya.

Ia adalah manusia—dengan ambisi, harapan, kelemahan, dan akhir yang sunyi.

Di lembah Tolikara, mungkin ada seorang anak kecil lain yang sedang berjalan menyusuri jalan berbatu menuju sekolah. Mungkin ia juga menyimpan mimpi yang sama besarnya.

Dan sejarah akan selalu mengingat:

Bahwa dari gunung yang sunyi, pernah lahir seorang anak bernama Lukas.(*)

  • Penulis: w.T Kaibou Doo

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Terkait Covid-19, TWC Berlakukan Pembatasan Kunjungan di Tiga Candi

    Terkait Covid-19, TWC Berlakukan Pembatasan Kunjungan di Tiga Candi

    • calendar_month Sab, 21 Mar 2020
    • account_circle Penulis
    • visibility 132
    • 0Komentar

    Loading

    Jakarta, Garda Indonesia | PT Taman Wisata Candi (TWC) selaku pengelola 3 (tiga) candi yaitu Candi Borobudur, Candi Prambanan, dan Candi Boko memberlakukan pembatasan kunjungan pengunjung selama 14 hari, yakni pada 16—29 Maret 2020 sebagai salah satu upaya pencegahan penyebaran Covid-19. Direktur Utama PT. TWC Edy Setijono menjelaskan, pembatasan kunjungan diberlakukan untuk kunjungan umum, regular, […]

  • Kemen PPPA Pastikan Perempuan dan Anak di Palu & Donggala Terlindungi

    Kemen PPPA Pastikan Perempuan dan Anak di Palu & Donggala Terlindungi

    • calendar_month Kam, 11 Okt 2018
    • account_circle Penulis
    • visibility 134
    • 0Komentar

    Loading

    Palu,gardaindonesia.id  | Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Yohana Yembise, melakukan kunjungan dan berdialog langsung dengan masyarakat penyintas gempa. Kedukaan yang mendalam melihat kondisi masyarakat palu, terutama kondisi perempuan dan anak pasca gempa ini. “Saya sangat bersedih atas bencana yang melanda kita saat ini, tapi kita tidak boleh patah semangat, kita tetap harus berjuang untuk mempertahankan […]

  • PKB Dukung Prabowo Dua Periode, Soal Wapres Masih Belum Dibahas

    PKB Dukung Prabowo Dua Periode, Soal Wapres Masih Belum Dibahas

    • calendar_month Kam, 5 Feb 2026
    • account_circle Penulis
    • visibility 319
    • 0Komentar

    Loading

    Sebelumnya, wacana Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka maju untuk dua periode pada 2029—2034 disampaikan oleh Presiden ke-7 RI, Joko Widodo.   Jakarta | Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Muhaimin Iskandar menegaskan partainya akan mendukung Presiden Prabowo Subianto untuk dua periode kepemimpinan. Muhaimin Iskandar menyebut PKB merasa puas berada di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo. […]

  • Ahmad Sahroni Bersuara Soal Penjarahan Rumah “Semua Orang Membenci, Saya Tidak Korupsi!”

    Ahmad Sahroni Bersuara Soal Penjarahan Rumah “Semua Orang Membenci, Saya Tidak Korupsi!”

    • calendar_month Sel, 4 Nov 2025
    • account_circle melihatindonesia
    • visibility 438
    • 0Komentar

    Loading

    Sahroni mengaku prihatin melihat kondisi rumahnya yang rusak dan dipenuhi coretan usai insiden tersebut. Dinding rumah bahkan sempat ditutup terpal untuk menutupi tulisan bernada ejekan.   Jakarta | Mantan Wakil Ketua Komisi III DPR RI dari Fraksi NasDem, Ahmad Sahroni, akhirnya muncul di hadapan publik setelah peristiwa penjarahan yang menimpa kediamannya di kawasan Tanjung Priok, […]

  • Gandeng FBI, Polri Buru Saifuddin Ibrahim Tersangka Kasus SARA

    Gandeng FBI, Polri Buru Saifuddin Ibrahim Tersangka Kasus SARA

    • calendar_month Sen, 4 Apr 2022
    • account_circle Penulis
    • visibility 135
    • 0Komentar

    Loading

    Jakarta, Garda Indonesia | Kabareskrim Komjen Agus Andrianto mengungkap tersangka kasus dugaan penistaan agama Saifuddin Ibrahim terlacak berada di Amerika Serikat (AS). Agus mengatakan, Polri akan menggandeng Federal Bureau of Investigation (FBI) untuk membantu menangkap Saifuddin. “Kita akan melakukan upaya untuk P to P atau police to police. Mudah-mudahan nanti kita juga meminta bantuan kepada FBI, nanti police to police kalau memang […]

  • Kader NasDem Difitnah Terkait Bank NTT, Aleks Ofong: Media Ungkap Sumber Anonim

    Kader NasDem Difitnah Terkait Bank NTT, Aleks Ofong: Media Ungkap Sumber Anonim

    • calendar_month Sel, 12 Nov 2024
    • account_circle Penulis
    • visibility 179
    • 0Komentar

    Loading

    Alex Ofong menegaskan berita yang sudah beredar luas di tengah masyarakat secara digital akan memiliki dampak yang buruk bagi NasDem maupun personal kader yang sudah mendapat fitnah keji. Untuk itu, ia meminta media yang menulis nama kader-kader NasDem tanpa konfirmasi harus memulihkan nama baik mereka.   Jakarta | Kader Partai NasDem Nusa Tenggara Timur (NTT) […]

expand_less