Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Ekonomi dan Bisnis » Mahasiswa Magang Faperta Undana Gapai Cara Bertani Terpadu di Lahan Kering

Mahasiswa Magang Faperta Undana Gapai Cara Bertani Terpadu di Lahan Kering

  • account_circle Penulis
  • calendar_month Sab, 17 Agu 2019
  • visibility 98
  • comment 0 komentar

Loading

Kab.Kupang-NTT, Garda Indonesia | Apabila bidang pertanian dikembangkan dengan baik maka akan turut meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Nukilan ini menggambarkan semangat Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur dalam mengolah lahan kering.

Baca juga : 

http://gardaindonesia.id/2019/08/09/wagub-ntt-josef-harus-ada-terobosan-baru-untuk-lahan-kering-di-ntt/

“Kalau kita mau mengorelasikan Ilmu Pendidikan dengan bidang pertanian maka kita bisa kembangkan lahan yang kita miliki. Kalau lahan pertanian kita hebat, maka masyarakat kita akan sejahtera. Karena memang tujuan dari pertanian itu adalah menyejahterakan masyarakat”, jelas Wakil Gubernur NTT, Josef Nae Soi (7/08/19) saat Seminar Nasional Pertanian (Semnastan) VI & Lokakarya Nasional Forum Komunikasi Perguruan Tinggi Pertanian Indonesia (FKPTPI). (*Nukilan siaran pers Biro Humas dan Protokol Pemprov NTT)

Menyadari pentingnya memberikan edukasi kepada mahasiswa terkait pengolahan lahan kering secara terpadu, maka Fakultas Pertanian (Faperta) Prodi Agribisnis, Universitas Nusa Cendana (Undana) Kupang menempatkan 8 (delapan) mahasiswa magang sejak 15 Juli s.d. 16 Agustus 2019 pada Pertanian Organik Terpadu di Desa Penfui Timur Kec. Kupang Kupang Tengah, Kabupaten Kupang.

Foto bersama Dosen Faperta Jurusan Agribisnis, Ir. Kudji Herewila, M.Si. dan mahasiswa magang di ladang Pertanian Organik Terpadu

Berlokasi di Jalan. Nomelaktosi Matani, pemilik dan pengelola Pertanian Organik Terpadu, Gestianus Sino, S.P. kepada Garda Indonesia mengatakan bahwa sisi pertanian organik terpadu yang berintegrasi dengan pertanian, peternakan, perikanan, pupuk, dan hidroponik.

“Jadi, di sini untuk kebutuhan pupuk kita ambil dari kotoran kambing dan kotoran ikan. Jadi terintegrasi,” ujarnya pada Jumat, 16 Agustus 2019.

Pria Kelahiran Desa Leakutu, Kecamatan Mego Kabupaten Maumere pada 22 April 1983 ini menyampaikan telah tahap ketiga pihak Undana menempatkan mahasiswa magang untuk belajar mengenai pengolahan lahan kering.

Pemilik dan pengelola Pertanian Organik Terpadu, Gestianus Sino, S.P.

“Hal praktis yang kami edukasi mengenai pengolahan lahan kering hingga pascapanen. Jadi kami berikan pelajaran kepada mereka cara olah lahan, semai bibit, cara memasarkan hingga kemasan (packing),” jelas Alumni Faperta Undana tahun 2011.

Menurut Gesti, Petani Lahan Kering yang berhasil menjadi Duta Petani Muda Nasional 2018 ini, mahasiswa magang Undana yang belajar dapat menjadi mitra yang dapat menyubsidi produk. “Secara langsung mereka sudah dididik selama 1 (satu) bulan dan telah mengetahui standar operasional produk karena tidak menggunakan bahan kimia. Jadi kalau mau menjadi mitra, ya silakan,” beber pemasok untuk hotel berbintang, hypermart, dan kantor-kantor di seputaran Kota Kupang.

Disamping itu, salah satu mahasiswa magang Faperta Undana, Maria Yani Nino menyampaikan manfaat langsung magang di Pertanian Organik Terpadu. “Kk Gesti memperlakukan kami dengan baik dan bekerja layaknya petani,” terangnya.

“Jurusan kami di Fakultas Pertanian Prodi Agribisnis hanya memperoleh teori namun di sini kami melakukan praktik langsung cara mengolah lahan, cara menanam dan takaran pupuknya. Kami mulai paham,” ungkap Maria Nino dan sekalian menyampaikan bahwa per tanggal 16 Agustus 2019 merupakan hari terakhir magang.

Untuk diketahui, Mahasiswa magang dipegang oleh 3 (tiga) dosen yakni Ir. Kudji Herewila, M.Si. Ir. Lika Bernadina, M.Sc.Agr dan Dra. Sondang Pudjiastuti, M.M. dan saar penjemputan diurus oleh Ketua urusan Magang Mahasiswa Jurusan Agribisnis Ir. Fidel Klau, M.Si.

Penulis dan editor (+rony banase)

  • Penulis: Penulis

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pemusnahan Sopi di Maluku Barat Daya Hanya Pencitraan Politik

    Pemusnahan Sopi di Maluku Barat Daya Hanya Pencitraan Politik

    • calendar_month Ming, 21 Jul 2019
    • account_circle Penulis
    • visibility 103
    • 0Komentar

    Loading

    Kisar-Maluku Barat Daya, Garda Indonesia | Figur muda yang cukup kontroversial Freni Lutruntuhluy menilai sikap Bupati Maluku Barat Daya (MBD), Oyang Noach gagal fokus ketika memusnakan sopi di MBD beberapa waktu lalu. Buktinya, sebagian besar pulau-pulau misalkan Wetar, Romang dan Kisar yang ia kunjungi masih terdapat penjualan secara terbuka di atas dermaga dan di rumah-rumah. […]

  • Bendungan Rotiklot Jadi Sumber Air Siram Lahan ‘Food Estate’

    Bendungan Rotiklot Jadi Sumber Air Siram Lahan ‘Food Estate’

    • calendar_month Sel, 10 Agu 2021
    • account_circle Penulis
    • visibility 83
    • 0Komentar

    Loading

    Belu–NTT, Garda Indonesia | Wakil Bupati Belu, Drs. Aloysius Haleserens, M.M. didampingi Plt. Kepala Kesbangpol, Patrisius Mau, S.IP. meninjau kesiapan lahan food estate ‘lumbung pangan’ yang berada di bawah Bendungan Rotiklot, Desa Fatuketi, Kecamatan Kakuluk Mesak, Kabupaten Belu, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Senin, 9 Agustus 2021. Pantauan media, ketika tiba di lokasi food […]

  • Via Tenun, PLN Rajut Budaya Marapu dan Ekonomi Perempuan Sumba

    Via Tenun, PLN Rajut Budaya Marapu dan Ekonomi Perempuan Sumba

    • calendar_month Sab, 2 Agu 2025
    • account_circle Penulis
    • visibility 125
    • 0Komentar

    Loading

    Komunitas Karaja diinisiasi oleh perempuan muda Roswita Asti Kulla, sejak tahun 2019, berfokus pada pemberdayaan perempuan melalui pelestarian budaya lokal.   Sumba Barat | PT PLN (Persero) terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung kelestarian budaya dan pemberdayaan masyarakat. Melalui program tanggung jawab sosial dan lingkungan (TJSL), PLN menyerahkan bantuan bahan baku kain tenun berupa 80 bantal/ball […]

  • Hingga 2024, STIKES Nusantara Telah Mewisuda 7 Ribuan Wisudawan

    Hingga 2024, STIKES Nusantara Telah Mewisuda 7 Ribuan Wisudawan

    • calendar_month Ming, 7 Jul 2024
    • account_circle Penulis
    • visibility 100
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang | Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKES) Nusantara didirikan oleh Alm. Haji Marzuki bin Muhammad Rafii pada 12 November 2009 dan bernaung di bawah Yayasan Kunci Ilmu. Sejak didirikan hingga pada tahun 2024, Civitas Akademika STIKES Nusantara berkutat memperkukuh eksistensinya. STIKES Nusantara memiliki 25 dosen tetap bergelar S2 linier yang diseleksi secara ketat dan berkompeten […]

  • Kenapa Demo Italia Tuntut Pengakuan Palestina Merdeka?

    Kenapa Demo Italia Tuntut Pengakuan Palestina Merdeka?

    • calendar_month Kam, 25 Sep 2025
    • account_circle Penulis
    • visibility 200
    • 0Komentar

    Loading

    Oleh : Denny JA Di depan Stasiun Termini, Roma, pada sore 22 September 2025, seorang ibu muda bernama Giulia menggenggam erat tangan putrinya yang berusia sembilan tahun. Di kejauhan, ribuan orang meneriakkan, “Palestina Libera! Palestina Libera!” Spanduk berkibar, bendera Palestina menutupi langit ibukota Italia. Giulia datang bukan karena ia keturunan Arab, bukan pula karena ia […]

  • Alami Kecelakaan, Yustina Tpoi Ditolong Satgas Yonif 741

    Alami Kecelakaan, Yustina Tpoi Ditolong Satgas Yonif 741

    • calendar_month Sab, 8 Jun 2019
    • account_circle Penulis
    • visibility 89
    • 0Komentar

    Loading

    Bijeli-TTU, Garda Indonesia | Yustina Tpoi (50) ditolong tim kesehatan Satgas Pamtas RI-RDTL Sektor Barat Yonif Mekanis 741/GN, saat mengalami kecelakaan tunggal akibat motor yang dikendarainya rem blong di Jalan Desa Bijeli, Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU) Provinsi Nusa Tenggara Timur Hal tersebut disampaikan Dansatgas Pamtas RI-RDTL Sektor Barat Yonif Mekanis 741/GN, Mayor Inf Hendra […]

expand_less