Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Anak dan Perempuan » Masa Kecil Tak Akan Datang untuk Kali Kedua

Masa Kecil Tak Akan Datang untuk Kali Kedua

  • account_circle Penulis
  • calendar_month Ming, 13 Okt 2019
  • visibility 148
  • comment 0 komentar

Loading

Oleh : Anto Narasoma

Jakarta, Garda Indonesia | Masa kecil tak datang kedua kali. Karena masa adalah kesempatan untuk menikmati pengalaman yang tak mungkin sama dibanding masa-masa berikutnya. Saat kecil dulu, persahabatan antarsesama anak-anak pun terjalin murni. Yang ada di hati hanyalah mengumbar perasaan suka dan senang, serta saling menyenangkan.

Persahabatan anak-anak dalam konteks bermain, ditunjang oleh lingkungan yang asri dan udara bersih. Tak ada kebencian, tidak ada perasaan untuk saling menyakiti. Kehidupan anak-anak di bawah tahun 197-an relatif murni.

Permainan anak-anak saat itu, konotasinya berkaitan dengan alam. Keaslian alam telah membentuk jiwa anak-anak menjadi penyayang dan penuh kasih antarsesama. Dari hal permainan anak-anak, misalnya, mereka selalu mengaitkan nilai-nilai alamiah menjadi kegiatan menarik.

Misalnya bermain kuda-kudaan, anak-anak membuat kuda tunggang dari pelepah pisang. Namun ketika dimaimkan dengan jumlah anak yang banyak, permainannya menjadi asyik dan ramai. Begitu pun ketika melakukan permainan perang-perangan, anak-anak membuat pistol dan senapan menggunakan papan kayu.

Secara faktual ketika itu, anak-anak tampak lebih kreatif dibanding sekarang. Karena nilai alami telah membentuk jiwa anak-anak menjadi luhur dan menghargai persahabatan. Karena nilai-nilai agama yang diajarkan orang tua begitu melekat di dalam jiwa anak.

Kita juga mengakui, anak-anak sekarang memiliki kreativitas berbeda. Mereka sudah dimanja dengan alat permainan berteknologi tinggi. Ponsel android, misalnya, mereka barangkali mampu menguasai teknologi modern. Namun kehidupan pribadinya justru selalu berada dalam kesendirian. Tak banyak sahabat seperti dalam kegiatan permainan alami anak-anak dahulu.

Meski di antara dua zaman berbeda itu pola permainan anak-anak sangat bertolak belakang, namun tiap zaman memberi ruang kreativitas yang sangat berbeda.

Namun persentase kreatifnya justru lebih banyak anak-anak di bawah era 1980-an. Kalau era milenial anak-anak justru dimanja dengan permainan instan, dulu anak-anak harus membuatnya sendiri dengan ketersediaan alam di lingkung kehidupan mereka.

Yang jadi pertanyaan, hebat manakah cara berpikir dan sikap bermasyarakat anak-anak dulu dan sekarang?

Meski pertanyaan itu tak membutuhkan jawaban, namun secara pribadi, anak-anak dahulu memiliki karakter polos, bersahaja dan lebih mengutamakan kebersamaan. Di era milenial ini, tak sedikit anak-anak berada dalam suasana kesendirian yang cenderung selalu meminta bantuan orangtua ketika ada aktivitas yang membutuhkan kreativitasnya sendiri.

Memang, dari dua zaman yang berbeda itu memiliki plus-minus karakter dan kecerdasan anak-anak kita. Namun demikian kita rindu dengan kehidupan alamiah masa lalu. Karena masa yang telah mendidik manusia itu tak akan datang untuk kali kedua. (*)

Sumber berita (*Tim IMO Indonesia)
Editor (+rony banase)

  • Penulis: Penulis

Rekomendasi Untuk Anda

  • Juan Paulinus Faya, Paskibraka Tahun 2023 dari Papua Selatan

    Juan Paulinus Faya, Paskibraka Tahun 2023 dari Papua Selatan

    • calendar_month Rab, 16 Agu 2023
    • account_circle Penulis
    • visibility 111
    • 0Komentar

    Loading

    Jakarta, Garda Indonesia | Juan Paulinus Damianus Faya baru saja dikukuhkan sebagai anggota Pasukan Pengibar Bendara Pusaka (Paskibraka) tahun 2023. Demikian tulis Presiden Jokowi dalam ciutan di Twitter. Ia berasal dari Provinsi Papua Selatan. Untuk  sampai di titik ini, Juan yang berasal dari Kabupaten Asmat harus menempuh perjalanan laut selama 5 hari 5 malam untuk […]

  • Gempa bumi 5,3 SR Guncang Morotai, 800 Warga Mengungsi

    Gempa bumi 5,3 SR Guncang Morotai, 800 Warga Mengungsi

    • calendar_month Jum, 8 Feb 2019
    • account_circle Penulis
    • visibility 93
    • 0Komentar

    Loading

    Maluku Utara, gardaindonesia.id | Telah terjadi gempa dengan kekuatan 5.3 SR pada Kamis, 7 Februari 2019 pukul 17.03.07 WIB. Pusat gempa 37 km tenggara Pulau Morotai Provinsi Maluku Utara. Kapusdatin Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho menuturkan, gempa terasa kuat sekitar 3—4 detik di Kab. Kep. Morotai. “Masyarakat panik dan keluar dari rumah masing-masing. Gempa tidak […]

  • Advokat Wartawan Sergap.id Pinta Aktivitas Polres Malaka Dihentikan

    Advokat Wartawan Sergap.id Pinta Aktivitas Polres Malaka Dihentikan

    • calendar_month Jum, 5 Jun 2020
    • account_circle Penulis
    • visibility 83
    • 0Komentar

    Loading

    Belu-NTT, Garda Indonesia | Anggota Tim Advokat wartawan Sergap.id Ferdinandus E.Tahu Maktaen,S.H. meminta secara tegas kepada Polres Malaka agar menghentikan sementara aktivitasnya hingga pandemi Covid-19 berlalu. Hal ini, diungkapkannya kepada wartawan di Lopo tunggu Kantor Pengadilan Negeri Atambua pada Kamis, 4 Juni 2020 usai menghadiri kesepakatan antara pihak Pemohon bersama Hakim tunggal Gustav Bless Kupa, […]

  • Kabid Terminal TTS & Kades Oeinlasi Tata Parkir Pasar Oeinlasi

    Kabid Terminal TTS & Kades Oeinlasi Tata Parkir Pasar Oeinlasi

    • calendar_month Rab, 16 Feb 2022
    • account_circle Penulis
    • visibility 105
    • 0Komentar

    Loading

    SoE – NTT, Garda Indonesia | Daniel Liu, Kepala Bidang (Kabid) Pengelolaan Terminal, Dinas Perhubungan Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), memantau penataan parkir kendaraan roda 4 (empat) dan 2 (dua) di Pasar Oeinlasi, Kecamatan Amanatun Selatan pada Selasa, 15 Februari 2022. Daniel Liu mengungkapkan, bahwa pasar Oeinlasi perlu ditata tempat […]

  • ‘Elevation Watts Up’ PLN Pilih 10 Startup Terbaik Indonesia

    ‘Elevation Watts Up’ PLN Pilih 10 Startup Terbaik Indonesia

    • calendar_month Sel, 13 Sep 2022
    • account_circle Penulis
    • visibility 92
    • 0Komentar

    Loading

    Jakarta, Garda Indonesia | PT PLN (Persero) terus mendorong generasi muda berinovasi dan menciptakan solusi energi masa depan Indonesia. Berkolaborasi dengan Lestari, Pares, dan Pijar Foundation serta didukung oleh pemerintah, PLN meluncurkan program PLN Elevation: Watts Up! pada Senin, 12 September 2022. PLN Elevation merupakan bentuk dukungan terhadap program Startup Day Kementerian BUMN yang mengajak […]

  • Dugaan Korupsi BTS Tahun 2020—2022, Johnny Plate Diperiksa Kejagung

    Dugaan Korupsi BTS Tahun 2020—2022, Johnny Plate Diperiksa Kejagung

    • calendar_month Kam, 16 Mar 2023
    • account_circle Penulis
    • visibility 105
    • 0Komentar

    Loading

    Jakarta, Garda Indonesia | Kejaksaan Agung memeriksa 6 (enam) orang saksi, salah satunya merupakan Menteri Kominfo, Johnny G Plate, terkait perkara BAKTI Kementerian Komunikasi dan Informatika pada Rabu, 15 Maret 2023. Tim Jaksa Penyidik pada Direktorat Penyidikan Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus (JAM PIDSUS) memeriksa keenam orang saksi terkait dengan perkara dugaan tindak […]

expand_less