Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Nasional » Menhan Sjafrie Khawatir Peran 10 Pengusaha Dominasi Perekonomian Indonesia

Menhan Sjafrie Khawatir Peran 10 Pengusaha Dominasi Perekonomian Indonesia

  • account_circle Penulis
  • calendar_month Sen, 2 Feb 2026
  • visibility 389
  • comment 0 komentar

Loading

Sjafrie yang juga menjabat sebagai Ketua Pengarah Satgas PKH, menyoroti besarnya kebocoran negara akibat praktik ilegal yang ditaksir mencapai Rp5.770 triliun.

 

Bogor | Menteri Pertahanan (Menhan) RI, Sjafrie Sjamsoeddin, mengungkapkan kekawatirannya terkait penguasaan ekonomi nasional oleh segelintir pihak. Dalam pengarahannya kepada peserta retret Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) di Rumpin, Bogor, pada Sabtu, 31 Januari 2026, Sjafrie menyebut adanya 10 pengusaha yang mendominasi perekonomian Indonesia, yang dinilainya berpotensi mengancam kedaulatan negara.

Meski tidak merinci nama-namanya, Menhan menegaskan bahwa ia mengantongi data valid mengenai kesepuluh figur tersebut. Menurutnya, meski secara legalitas formal usaha mereka tampak sah, namun dalam praktiknya kerap ditemukan tindakan ilegal yang merugikan negara. Hal ini mendorong pemerintah membentuk Satuan Tugas Penertiban Kawasan Hutan (Satgas PKH) guna menindak eksploitasi sumber daya strategis seperti sawit, timah, dan nikel yang kerap diselundupkan.

Sjafrie, yang juga menjabat sebagai Ketua Pengarah Satgas PKH, menyoroti besarnya kebocoran negara akibat praktik ilegal ini yang ditaksir mencapai Rp5.770 triliun. Ia mengingatkan bahwa ancaman terhadap kedaulatan tidak hanya bersifat militer, tetapi juga ekonomi. Oleh karena itu, langkah tegas diperlukan untuk memastikan kekayaan alam dikelola demi kepentingan nasional dan mencegah dominasi segelintir elite yang menggerogoti ketahanan ekonomi bangsa.

Dilansir dari Indonesia Corruption Watch, pada periode 1990—2000, Sumatra kehilangan hutan seluas 8,1 juta hektare dan merupakan degradasi hutan yang tertinggi di Indonesia (Bank Dunia, April 2006). Keberhasilan para taipan untuk menjadi yang terkaya di Indonesia memang telah meninggalkan jejak-jejak permasalahan kehutanan, perbankan, dan keuangan negara, yang sampai saat ini belum sepenuhnya dapat diatasi dan memiliki dampak negatif jangka panjang yang harus dipikul oleh bangsa Indonesia.

Mereka mengawali kesuksesan dengan mengeksploitasi hutan alam di Indonesia, khususnya di Provinsi Riau dan sekitarnya. Hutan dikuras isinya dengan cara mendirikan pabrik-pabrik industri kayu (sawn timber dan plywood) serta pabrik pulp dengan kapasitas yang sangat besar, yang jauh melampaui tersedianya kayu secara lestari. Bisnis yang bertumpu pada bahan baku yang murah dengan mata uang rupiah dan penjualan produk untuk ekspor dengan mata uang dolar adalah sebuah konsep bisnis yang menyenangkan bagi pemerintah Orde Baru, yang tengah mendorong kebijakan ekspor nonmigas kala itu. Konsep bisnis lain yang lebih menarik juga bergantung pada hutan, ini adalah industri kelapa sawit. Industri ini memberi dua keuntungan sekaligus kepada kedua taipan tersebut, yaitu memperoleh kayu untuk kebutuhan industri kayu mereka dan menggunakan lahan untuk mengembangkan kebun kelapa sawit.

Tahap berikutnya untuk menjadi yang terkaya adalah dengan mengeksploitasi dana bank, baik bank lokal maupun bank asing. Biasanya bank lokal yang dapat dimanfaatkan untuk menjadi orang terkaya di Indonesia adalah bank milik negara dan/atau bank yang dimiliki sendiri oleh orang tersebut. Pada saat krisis moneter, para taipan melihat kesempatan untuk menghapuskan (tidak membayar) utang-utang mereka kepada bank lokal dan bank asing. RGM berutang US$ 343,78 juta kepada bank-bank nasional, termasuk bank-bank BUMN, dan US$ 1,6 miliar kepada kreditor internasional. Sementara itu, SMG tidak mampu membayar utangnya US$ 1,3 miliar kepada Bank Internasional Indonesia, yang pernah dimiliki oleh Eka Tjipta Wijaya. SMG juga tidak membayar utang lebih dari US$ 11 miliar kepada kreditor internasional. Kedua taipan itu berhasil mendapatkan utang luar negeri melalui perusahaan afiliasi yang mereka bentuk di Singapura. Selama tidak membayar kewajibannya di masa krisis moneter, kedua taipan tersebut melakukan ekspansi usaha di Cina. Adapun RGM juga melakukan ekspansi ke Amerika Latin.

Tahap terakhir dari proses menjadi yang terkaya adalah dengan mengeksploitasi dana anggaran pendapatan dan belanja negara dengan cara memaksa pemerintah menghapuskan utang mereka yang telah dialihkan penagihannya kepada pemerintah (BPPN). Dalam rangka menyehatkan bank, pemerintah mengambil alih penagihan kredit macet bank dan mengeluarkan obligasi pemerintah untuk menambah modal bank. Sebagai akibat dari kebijakan ini, setiap tahun lebih dari 30 persen dana APBN digunakan hanya untuk melunasi obligasi pemerintah dan membayar bunganya. Sementara itu, BPPN gagal memperoleh hasil yang maksimal atas penagihan kredit macet yang telah dilimpahkan oleh bank.

Strategi eksploitasi hutan, bank, dan anggaran negara masih terus berlanjut sampai hari ini. Industri kayu dan pulp terus mencari peluang untuk menambah kapasitasnya. Pada 2003 RGM bahkan mengumumkan akan menambah kapasitas produksi pulp RAPP dari 2 juta ton per tahun menjadi 3,5 juta ton per tahun. Berbagai kebijakan kehutanan yang saat ini dikembangkan oleh pemerintah diarahkan agar dapat membantu upaya industri kehutanan memenuhi kapasitas pabrik kayu dan pulp, di antaranya dengan mengizinkan kembali pengembangan hutan tanaman di area yang berhutan. Industri kehutanan tidak tertarik untuk mengembangkan hutan tanaman industri di lahan-lahan kosong yang tidak ada kayunya.(*)

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Demo di Indonesia Telan 10 Korban Tewas, PPB Serukan Penyelidikan

    Demo di Indonesia Telan 10 Korban Tewas, PPB Serukan Penyelidikan

    • calendar_month Rab, 3 Sep 2025
    • account_circle Penulis
    • visibility 143
    • 0Komentar

    Loading

    PBB mendesak agar penyelidikan dilakukan secara cepat, menyeluruh, dan transparan atas semua dugaan pelanggaran hukum hak asasi manusia internasional, termasuk yang berkaitan dengan penggunaan kekuatan oleh aparat.   Jakarta | Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) pada Senin, 1 September 2025, menyerukan penyelidikan atas dugaan penggunaan kekuatan aparat yang tidak proporsional setelah gelombang protes di Indonesia menelan […]

  • Idul Adha, Makna dan Sejarahnya

    Idul Adha, Makna dan Sejarahnya

    • calendar_month Kam, 29 Jun 2023
    • account_circle Penulis
    • visibility 161
    • 0Komentar

    Loading

    Hari Idul Adha biasanya ditetapkan beberapa bulan setelah perayaan Hari Raya Idul Fitri. Idul Adha yang dikenal juga sebagai Hari Raya Kurban, identik dengan penyembelihan hewan kurban seperti sapi, kambing, hingga domba. Penyembelihan hewan kurban ini tentu memiliki tata cara tersendiri sehingga tidak sembarang orang dapat melakukannya. Hari Idul Adha identik dengan penyembelihan hewan kurban? […]

  • Tarif Cukai Rokok Naik Bertahap Pada Tahun 2023—2024

    Tarif Cukai Rokok Naik Bertahap Pada Tahun 2023—2024

    • calendar_month Ming, 6 Nov 2022
    • account_circle Penulis
    • visibility 124
    • 0Komentar

    Loading

    Bogor, Garda Indonesia | Pemerintah memutuskan untuk menaikkan tarif cukai hasil tembakau (CHT) untuk rokok sebesar 10 persen pada tahun 2023 dan 2024. Menteri Keuangan Sri Mulyani mengatakan bahwa kenaikan tarif CHT pada golongan sigaret kretek mesin (SKM), sigaret putih mesin (SPM), dan sigaret kretek tangan (SKT) akan berbeda sesuai dengan golongannya. “Rata-rata 10 persen, […]

  • Warga TTS Tewas Disambar Petir Saat Cas Telepon Seluler di Rumahnya

    Warga TTS Tewas Disambar Petir Saat Cas Telepon Seluler di Rumahnya

    • calendar_month Jum, 7 Jan 2022
    • account_circle Penulis
    • visibility 146
    • 0Komentar

    Loading

    SoE – Garda Indonesia | Delfina Babys (24), seorang warga dusun IV, Desa Oebelo, Kecamatan Amanuban Selatan, Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), tewas disambar petir saat sedang mengecas telepon seluler atau handphone di dalam rumahnya pada Kamis, 6 Januari 2022, pukul 14.00 WITA. Adapun 3 (tiga) korban selamat lainnya, yakni […]

  • Pemkot Kupang & PAPPRI Sedia Pentas Musik Malam Minggu

    Pemkot Kupang & PAPPRI Sedia Pentas Musik Malam Minggu

    • calendar_month Sen, 5 Sep 2022
    • account_circle Penulis
    • visibility 174
    • 0Komentar

    Loading

    Kota Kupang, Garda Indonesia | Pemkot Kupang melalui Dinas Pariwisata bekerja sama dengan Dewan Pimpinan Daerah Persatuan Artis Penyanyi, Pencipta Lagu Dan Pemusik Republik Indonesia (DPD PAPPRI) NTT, menghelat Kupang Pung Musik Akustik bertajuk “Ekraf Bangkit, Pariwisata Maju” di Taman Nostalgia pada Sabtu malam, 3 September 2022 pukul 19.00—22.00 WITA. Kupang Pung Musik Akustik akan […]

  • Christian-Serena Ejawantah Melayani Bukan Memerintah

    Christian-Serena Ejawantah Melayani Bukan Memerintah

    • calendar_month Sel, 18 Mar 2025
    • account_circle Penulis
    • visibility 344
    • 0Komentar

    Loading

    dr. Christian Widodo pun mengungkapkan rasa syukur mendalam kepada Tuhan Yang Maha Esa, karena berkat-Nya, ia dan Serena Francis dapat melewati proses politik dengan baik dan kini dapat berdiri bersama-sama untuk melakukan pemberkatan rumah jabatan.   Kupang | Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo menekankan bahwa tugas wali kota tidaklah mudah, karena harus melayani masyarakat […]

expand_less