Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Humaniora » Menjelajah Nada di Timor?

Menjelajah Nada di Timor?

  • account_circle Penulis
  • calendar_month Sel, 24 Jan 2023
  • visibility 158
  • comment 0 komentar

Loading

Oleh: Ifana Tungga

Dua Pertanyaan. Ketika pertama kali mendengar nama proyek Jelajah Nada Timor yang dikerjakan oleh SHAGAH bersama tim produksi, ada dua pertanyaan yang muncul dalam kepala saya. Di tengah bisingnya kota, kerasnya dentuman musik dari pengeras suara, kemudahan akses ribuan genre musik lewat banyaknya platform, apa bisa menjelajah nada di Timor? Mengapa perlu menjelajah nada di Timor?

Pertanyaan apa bisa menjadi penting sebab pertanyaan ini membuat kita memikirkan kemungkinan-kemungkinan tempat di mana kita bisa mendengar nada Timor. Hari-hari ini, bahkan di Kupang sekalipun, mungkin satu-satunya alat musik tradisional yang dikenal oleh warga kota adalah Sasando. Bahkan meskipun mengenal Sasando, saya kira kita lebih sering mendengar Sasando digunakan untuk memainkan lagu-lagu pop. Berbagai lagu daerah diaransemen dengan genre musik pop untuk menarik perhatian agar publik mendengarkan alat musik tradisional ini. Tentu saja ini bukan sesuatu yang salah. Tapi ini bukan yang SHAGAH maksudkan ketika mengatakan bahwa mereka akan menjelajah nada Timor.

Pertanyaan apa bisa menjadi penting sebab pertanyaan ini membuat kita memikirkan mengenai perjalanan yang harus dilalui untuk mewujudkan kata “Jelajah” yang mengawali nama proyek yang SHAGAH kerjakan. Di mana penjelajahan harus dimulai? Apa ketika penjelajahan dilakukan, bisa menemukan nada Timor yang “asli,” dan “tradisional”? Apakah nada Timor itu masih ada dan mampu untuk didengarkan?

Pertanyaan mengapa menjadi penting sebab pertanyaan ini membuat kita memikirkan, mengapa usaha menjelajah nada di Timor ini menjadi sesuatu yang penting dan perlu untuk dilakukan? Mengapa SHAGAH merasa perlu untuk repot-repot mengawinkan musik tradisional dengan genre post-rock dan ambience?

Pertanyaan mengapa menjadi penting sebab pertanyaan ini membuat kita memikirkan, apa pentingnya proyek ini bagi perkembangan musik di Pulau Timor? Mengapa proyek ini – yang pada akhirnya akan menghasilkan sebuah mini album – perlu didengar oleh penikmat musik di Pulau Timor?

Apa Bisa? Tentu Saja Bisa!

Pertanyaan apa bisa sudah dijawab oleh SHAGAH bersama tim produksi. Apa bisa menjelajah nada di Timor? Tentu saja bisa! Jawaban ini datang dengan diumumkannya rilis Hit Hanak, mini album yang dihasilkan dari proses panjang penjelajahan nada Timor mulai dari pra-produksi sampai pasca-produksi. Hit Hanak akan diluncurkan pada 28 Januari 2023 di OCD Beach Cafe. Jawaban lantang ini datang dari sebuah proses panjang yang menguras energi, tenaga dan pikiran. Meskipun sulit, bukan berarti tidak mungkin.

Melalui proyek Jelajah Nada Timor ternyata kita melihat bahwa masih ada orang tua, orang muda, dan bahkan anak-anak di Pulau Timor yang mengetahui dan bisa melantunkan nada-nada Timor. Syair adat, alat musik khas daerah, maupun nyanyian yang berkaitan dengan kehidupan sehari-hari orang Timor berhasil diarsipkan oleh SHAGAH dan produk akhirnya akan kita nikmati kurang dari seminggu lagi.

Meskipun penjelajahan yang dilakukan oleh SHAGAH berhasil membuktikan bahwa kita masih bisa mendengar nada Timor di pulau ini, nyatanya penjelajahan ini juga memberikan satu catatan kritis bagi kita penikmat budaya. Untuk mendengar nada Timor, perlu dilakukan sebuah perjalanan panjang yang memakan tenaga, waktu, dan energi.

Proses panjang ini pada akhirnya membuat kita jadi sadar mengenai betapa sulitnya kita mengakses pengetahuan lokal dari pulau yang kita diami sendiri. Padahal, pengetahuan lokal yang terkandung dalam musik, syair adat, dan nada-nada itu menunjukkan jati diri kita sebagai orang yang hidup dan dibesarkan dari tanah Timor. Kesulitan akses ini harus membuat kita memikirkan pertanyaan lanjutan. Bagaimana agar proses jelajah nada Timor tidak berhenti sampai di sini tapi terus dilakukan secara lebih luas agar kekayaan budaya kita dapat diakses dengan mudah.

Mengapa Perlu? Menjelajah dan Mengarsipkan

Bagi saya, apa yang dilakukan oleh SHAGAH adalah sebuah proses pengarsipan. Penjelajahan terhadap nada-nada di Timor dan proses mengarsipkannya menjadi sebuah sumber pengetahuan bagi banyak orang adalah sebuah pekerjaan yang bukan main-main pentingnya. Proses penjelajahan yang dilakukan dalam proyek Jelajah Nada Timor berhasil menemukan orang tua, orang muda, bahkan anak-anak yang mengetahui syair adat, alat musik dan nyanyian lokal. Tapi jumlah mereka yang sedikit tentu membuat kita jadi khawatir, sampai kapan pengetahuan ini bisa bertahan jika hanya diwariskan turun-temurun secara lisan?

Revitalisasi kembali produk-produk kebudayaan lokal adalah hal yang penting. Apa yang diharapkan adalah agar kita semua menyadari betapa pentingnya kebudayaan lokal dan bagaimana kita dapat mengenal diri sendiri dari pengetahuan yang terkandung di dalamnya. Akhirnya, jika kita semua merasa hal ini adalah sesuatu yang penting dan perlu untuk dilakukan, bukan hanya SHAGAH yang akan menjelajah nada di Timor, tapi kita semua akan melakukannya.(*)

  • Penulis: Penulis

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pendukung Melki-Johni di Manggarai Timur Dukung SIAGA

    Pendukung Melki-Johni di Manggarai Timur Dukung SIAGA

    • calendar_month Jum, 22 Nov 2024
    • account_circle Penulis
    • visibility 133
    • 0Komentar

    Loading

    Markus mengaku banyak warga Tana Rata mendukung SIAGA, meskipun selama ini mereka sempat ke Melki Laka Lena, namun sekarang sudah banyak mendukung SIAGA.   Borong | Para tokoh, pendukung dan simpatisan pasangan calon gubernur dan wakil gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Simon Petrus Kamlasi-Adrianus Garu (SIAGA), telah berjuang keras selama masa kampanye. Perjuangan ini dibalut […]

  • Kabaharkam Polri Pinta Para Kapolda Antisipasi Gerakan Pasca MRS Ditahan

    Kabaharkam Polri Pinta Para Kapolda Antisipasi Gerakan Pasca MRS Ditahan

    • calendar_month Sen, 14 Des 2020
    • account_circle Penulis
    • visibility 120
    • 0Komentar

    Loading

    Jakarta, Garda Indonesia | Sejumlah aksi protes terhadap kepolisian terjadi menyusul Muhammad Rizieq Shihab (MRS) ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan di Polda Metro Jaya. Di antaranya pelemparan bom molotov di Polda Sulawesi Selatan, dan massa pendukung Rizieq Shihab menyerbu Polres Ciamis pada Minggu, 13 Desember 2020. Atas adanya gerakan massa itu, Kabaharkam Polri, Komjen Pol […]

  • Ini Alasan Jokowi Pilih dr. Terawan, Tito, Burhanudin & Yasonna Jadi Menteri

    Ini Alasan Jokowi Pilih dr. Terawan, Tito, Burhanudin & Yasonna Jadi Menteri

    • calendar_month Jum, 25 Okt 2019
    • account_circle Penulis
    • visibility 138
    • 0Komentar

    Loading

    Jakarta, Garda Indonesia | Pada Kamis, 24 Oktober 2019 sore, didampingi Mensesneg Pratikno, Presiden Jokowi membuka alasan pemilihan anggota Kabinet Indonesia Maju kepada wartawan, di Istana Merdeka, Jakarta. Usai memanggil satu persatu dan memperkenalkan kepada wartawan, Presiden Joko Widodo (Jokowi) pada telah mengangkat dan mengambil sumpah para menteri Kabinet Indonesia Maju, di Istana Negara, Jakarta, […]

  • Presiden Jokowi Serahkan Kompensasi Korban Terorisme Masa Lalu

    Presiden Jokowi Serahkan Kompensasi Korban Terorisme Masa Lalu

    • calendar_month Sab, 19 Des 2020
    • account_circle Penulis
    • visibility 142
    • 0Komentar

    Loading

    Jakarta, Garda Indonesia | Presiden Republik Indonesia Joko Widodo bersama Ketua Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK), Hasto Atmojo Suroyo menyerahkan langsung kompensasi kepada sejumlah korban terorisme masa lalu di Istana Negara, pada Rabu, 16 Desember 2020, pukul 13.30—14.30 WIB. Turut hadir dalam acara penyerahan kompensasi Menteri Koordinator Politik, Hukum dan Keamanan Mahfud MD, Menteri […]

  • Pleno Hasil Festival Desa Binaan Bank NTT, Juri Tetapkan Juara

    Pleno Hasil Festival Desa Binaan Bank NTT, Juri Tetapkan Juara

    • calendar_month Sel, 13 Jul 2021
    • account_circle Penulis
    • visibility 337
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang-NTT, Garda Indonesia | Festival Desa Binaan Bank NTT yang dihelat selama dua bulan (Mei—Juni 2021, red), diplenokan dalam rapat juri pada Senin siang, 12 Juli 2021 di ruang oval lantai IV kantor pusat Bank NTT dan telah ditetapkan 4 (empat) nominator terbaik untuk juara 1, 2, 3, dan favorit. Enam juri yang dilibatkan dalam […]

  • OJK Perkuat Pembiayaan Sektor Industri Tekstil dan Produk Tekstil

    OJK Perkuat Pembiayaan Sektor Industri Tekstil dan Produk Tekstil

    • calendar_month Sen, 19 Mei 2025
    • account_circle Penulis
    • visibility 164
    • 0Komentar

    Loading

    Hingga Maret 2025, kredit kepada industri TPT dan alas kaki tercatat mencapai Rp160,41 triliun, atau setara 2,03 persen dari total kredit perbankan nasional. Kontribusi Industri TPT terhadap penyerapan tenaga kerja pada 2024 mencapai 4 juta orang atau sebesar 32,79 persen dari total tenaga kerja pada industri padat karya.   Jakarta | Otoritas Jasa Keuangan (OJK) […]

expand_less