Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Humaniora » Menkeu Purbaya Semakin Berani, Luhut Terusik

Menkeu Purbaya Semakin Berani, Luhut Terusik

  • account_circle Penulis
  • calendar_month Kam, 9 Okt 2025
  • visibility 401
  • comment 0 komentar

Loading

Purbaya, awalnya diremehkan. Maklum yang diganti itu Sri Mulyani, Menkeu terbaik. Tak butuh lama, Purbaya semakin menarik simpati publik, nama Jeng Sri pun semakin tergeser. Terbaru, Luhut, menteri serba bisa di eranya mulai terusik oleh keberanian menteri yang dijuluki koboi itu.

Di republik yang penuh seminar, spanduk, dan kalimat manis pejabat, tiba-tiba muncul satu manusia yang berbicara seperti meteor jatuh di atas meja birokrasi. Namanya, Purbaya Yudhi Sadewa.

Pada perayaan ulang tahun MNC Trijaya FM, 26 September 2025, Purbaya melontarkan kalimat yang membuat banyak politisi tersedak teh manis. “Saya hanya bertanggung jawab ke RI-1, yang lainnya saya enggak peduli.” Dunia politik langsung gemetar kecil. Ada yang menuduhnya arogan, ada yang menyebutnya jujur, ada pula yang bilang dia sedang melamar jabatan jangka panjang dengan gaya pendekar keuangan. Tapi apa pun tafsirnya, kalimat itu terdengar seperti puisi keberanian di zaman pejabat takut pada komentar netizen.

Purbaya bukan sedang bercanda. Ia bicara dalam nada datar khas akuntan, tapi dengan isi seperti ledakan nuklir fiskal. Kalimat itu menunjukkan loyalitas vertikal yang total, tidak peduli siapa marah, tidak peduli siapa tersinggung, yang penting Presiden Prabowo tahu semua langkahnya.

Pada logika birokrasi yang gemuk, ucapan itu seperti tamparan pada wajah kemunafikan, banyak pejabat bicara soal “rakyat,” tapi diam-diam hanya cari restu pada kekuasaan. Sementara Purbaya terang-terangan bilang, “Ya, saya memang tunduk pada kekuasaan, tapi yang sah, bukan yang berisik.” Ironinya, dari kejujuran semacam ini, justru publik mulai suka. Di tengah lautan basa-basi, keberanian menjadi hiburan tersendiri.

Lalu datanglah Luhut Binsar Pandjaitan, veteran segala rezim, menegur dengan sopan soal program Makan Bergizi Gratis (MBG). Ia berkata, serapan anggaran MBG sudah membaik dan sebaiknya jangan dipotong. Seolah ayah memberi nasihat ke anak. “Jangan terlalu hemat, Nak, kasihan rakyat yang lapar.” Tapi Purbaya menjawab dengan ketenangan seorang biksu fiskal. “Kita lihat nanti sampai akhir Oktober. Kalau serapan masih rendah, ya kita potong juga.” (Finance.detik.com, 6 Oktober 2025). Kalimat yang seperti pedang samurai menebas ilusi efisiensi. Tak ada basa-basi, tak ada puisi politik. Hanya data, waktu, dan keputusan.

Purbaya bukan melawan Luhut. Ia melawan ketidakefisienan. Ia tahu, uang negara bukan mainan empati, tapi energi yang harus dijaga. Kalau serapan lambat, berarti mesin birokrasi macet, dan tak ada salahnya mencabut kabel dari alat yang tak bekerja. Ia lebih takut pada defisit daripada pada marahnya sesama menteri. Itulah bentuk cinta paling keras kepada republik, memotong demi menyelamatkan. Dalam dunia penuh “izin, arahan, dan koordinasi,” ia tampil seperti orang aneh yang justru bekerja.

Sebagian orang menyebut ucapannya itu tidak etis, karena pejabat publik harus bertanggung jawab ke DPR, ke rakyat, ke lembaga pengawas. Tapi mungkin Purbaya hanya sedang menyederhanakan semesta, terlalu banyak atasan membuat kepala berasap, maka cukup satu saja, asal yang benar-benar memegang kendali. Jujur saja, dibanding pejabat yang pura-pura dengar suara rakyat tapi diam-diam dengar suara tender, Purbaya jauh lebih segar.

Ia tak sedang mencari popularitas, tapi kejujuran tanpa lapisan gula. Rakyat mungkin awalnya bingung, tapi lama-lama paham, di balik kalimat “saya enggak peduli,” ada makna “saya enggak bisa dibeli.” Di balik ancaman pemotongan anggaran, ada logika disiplin. Di balik kesan keras, ada niat menjaga uang publik agar tak jadi makanan tikus proyek. Maka, biarlah sebagian pejabat berlomba menebar senyum, sementara Purbaya tetap dingin, menatap angka dengan ekspresi Socrates yang baru pulang dari Kemenkeu. Dalam republik yang terbiasa menunda, keberanian macam ini justru terasa seperti oksigen, segar, getir, tapi menyembuhkan.(*)

Penulis (*/Rosadi Jamani, Ketua Satupena Kalbar)

 

  • Penulis: Penulis

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • PLN Beri Insentif Diskon Rp 52/KWH Bagi Pelanggan RTM 900 VA

    PLN Beri Insentif Diskon Rp 52/KWH Bagi Pelanggan RTM 900 VA

    • calendar_month Jum, 15 Feb 2019
    • account_circle Penulis
    • visibility 165
    • 0Komentar

    Loading

    Jakarta, Garda Indonesia | Perusahaan Listrik Negara (PLN) memberikan insentif berupa diskon kepada pelanggan R-I 900 VA RTM (Rumah Tangga Mampu) mulai 1 Maret 2019. Insentif ini diberikan karena adanya efisiensi di golongan ini, serta terjadinya penurunan harga minyak dan kurs dollar. Dengan pemberlakuan insentif ini, pelanggan golongan R-1 900 VA RTM hanya membayar tarif […]

  • ‘The Border Battle 2019’ — Mencetak Juara Tinju Dunia Baru dari Perbatasan

    ‘The Border Battle 2019’ — Mencetak Juara Tinju Dunia Baru dari Perbatasan

    • calendar_month Kam, 4 Jul 2019
    • account_circle Penulis
    • visibility 135
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang-NTT, Garda Indonesia | Olahraga tinju sebagai salah satu andalan Indonesia di kancah olahraga Internasional, beberapa tahun terakhir kekurangan atlet terbaik di tingkat internasional. Hal ini dibenarkan oleh Elisabeth Liu, Son. Sos., SH., selaku Promotor Tinju dunia yang bertajuk ‘Mencetak Juara Dunia dari Batas Negara – The Border Battle 2019’ yang akan dihelat pada 5—7 […]

  • 10 Rekomendasi Rapat Koordinasi PPPA Provinsi NTT Tahun 2019

    10 Rekomendasi Rapat Koordinasi PPPA Provinsi NTT Tahun 2019

    • calendar_month Sab, 29 Jun 2019
    • account_circle Penulis
    • visibility 168
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang-NTT, Garda Indonesia | Rapat Koordinasi (Rakor) Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) tingkat Provinsi Nusa Tenggara Timur yang dihelat oleh Dinas PPPA NTT pada 26—28 Juni 2019 di Aula Hotel On The Rock Kupang yang diikuti oleh perwakilan peserta dari 22 kabupaten/ kota menghasilkan 10 (sepuluh) rekomendasi. Baca juga :  http://gardaindonesia.id/2019/06/26/responsif-gender-pug-jadi-isu-strategis-dalam-rakor-pppa-ntt-2019/ Mengusung tema “Mempercepat […]

  • Kapolri Instruksi Seluruh Polda Tindak Tegas Aksi Premanisme

    Kapolri Instruksi Seluruh Polda Tindak Tegas Aksi Premanisme

    • calendar_month Sab, 12 Jun 2021
    • account_circle Penulis
    • visibility 130
    • 0Komentar

    Loading

    Jakarta, Garda Indonesia | Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menginstruksikan seluruh Polda dan Polres jajaran untuk memberantas setiap aksi Premanisme yang meresahkan masyarakat, terkait adanya instruksi langsung dari Presiden Indonesia Jokowi untuk menindak tegas preman yang sering melakukan pemalakan terhadap sopir kontainer di wilayah Jakarta Utara. “Seluruh Polda dan Polres jajaran harus menindak tegas aksi […]

  • IMO-Indonesia Desak Polisi Ungkap Pelaku Pembunuh Jurnalis di Sulawesi Barat

    IMO-Indonesia Desak Polisi Ungkap Pelaku Pembunuh Jurnalis di Sulawesi Barat

    • calendar_month Sab, 22 Agu 2020
    • account_circle Penulis
    • visibility 127
    • 0Komentar

    Loading

    Jakarta, Garda Indonesia | Segenap pengurus dan anggota Ikatan Media Online (IMO) Indonesia di seluruh tanah air mengucapkan turut berdukacita atas musibah mengenaskan yang menimpa rekan Jurnalis Indonesia dari media daring http://kabardaerah.com Demas Laira, di Sulawesi Barat (Sulbar). “Publik begitu terkejut dan merasa geram atas perbuatan keji pelaku terhadap jurnalis, perbuatan pelaku telah mencederai demokrasi […]

  • Warga muslim Bali Pertanyakan Konsep Pariwisata Halal Sandiaga Uno

    Warga muslim Bali Pertanyakan Konsep Pariwisata Halal Sandiaga Uno

    • calendar_month Sel, 26 Feb 2019
    • account_circle Penulis
    • visibility 130
    • 0Komentar

    Loading

    Denpasar-Bali, Garda Indonesia | Ide calon wakil presiden dari pasangan 02 Sandiaga Uno untuk mengembangkan pariwisata halal di Bali tidak hanya memantik penolakan dari para pelaku pariwisata, tetapi juga dari Warga Muslim sendiri. Salah satunya adalah Mohammad. Bakkri, tokoh komunitas muslim yang bermukim di Canggu, Kuta Utara. “Gak masuk akal ide- nya Pak Sandi itu,” […]

expand_less