Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Humaniora » Menkeu Purbaya Semakin Berani, Luhut Terusik

Menkeu Purbaya Semakin Berani, Luhut Terusik

  • account_circle Penulis
  • calendar_month Kam, 9 Okt 2025
  • visibility 210
  • comment 0 komentar

Loading

Purbaya, awalnya diremehkan. Maklum yang diganti itu Sri Mulyani, Menkeu terbaik. Tak butuh lama, Purbaya semakin menarik simpati publik, nama Jeng Sri pun semakin tergeser. Terbaru, Luhut, menteri serba bisa di eranya mulai terusik oleh keberanian menteri yang dijuluki koboi itu.

Di republik yang penuh seminar, spanduk, dan kalimat manis pejabat, tiba-tiba muncul satu manusia yang berbicara seperti meteor jatuh di atas meja birokrasi. Namanya, Purbaya Yudhi Sadewa.

Pada perayaan ulang tahun MNC Trijaya FM, 26 September 2025, Purbaya melontarkan kalimat yang membuat banyak politisi tersedak teh manis. “Saya hanya bertanggung jawab ke RI-1, yang lainnya saya enggak peduli.” Dunia politik langsung gemetar kecil. Ada yang menuduhnya arogan, ada yang menyebutnya jujur, ada pula yang bilang dia sedang melamar jabatan jangka panjang dengan gaya pendekar keuangan. Tapi apa pun tafsirnya, kalimat itu terdengar seperti puisi keberanian di zaman pejabat takut pada komentar netizen.

Purbaya bukan sedang bercanda. Ia bicara dalam nada datar khas akuntan, tapi dengan isi seperti ledakan nuklir fiskal. Kalimat itu menunjukkan loyalitas vertikal yang total, tidak peduli siapa marah, tidak peduli siapa tersinggung, yang penting Presiden Prabowo tahu semua langkahnya.

Pada logika birokrasi yang gemuk, ucapan itu seperti tamparan pada wajah kemunafikan, banyak pejabat bicara soal “rakyat,” tapi diam-diam hanya cari restu pada kekuasaan. Sementara Purbaya terang-terangan bilang, “Ya, saya memang tunduk pada kekuasaan, tapi yang sah, bukan yang berisik.” Ironinya, dari kejujuran semacam ini, justru publik mulai suka. Di tengah lautan basa-basi, keberanian menjadi hiburan tersendiri.

Lalu datanglah Luhut Binsar Pandjaitan, veteran segala rezim, menegur dengan sopan soal program Makan Bergizi Gratis (MBG). Ia berkata, serapan anggaran MBG sudah membaik dan sebaiknya jangan dipotong. Seolah ayah memberi nasihat ke anak. “Jangan terlalu hemat, Nak, kasihan rakyat yang lapar.” Tapi Purbaya menjawab dengan ketenangan seorang biksu fiskal. “Kita lihat nanti sampai akhir Oktober. Kalau serapan masih rendah, ya kita potong juga.” (Finance.detik.com, 6 Oktober 2025). Kalimat yang seperti pedang samurai menebas ilusi efisiensi. Tak ada basa-basi, tak ada puisi politik. Hanya data, waktu, dan keputusan.

Purbaya bukan melawan Luhut. Ia melawan ketidakefisienan. Ia tahu, uang negara bukan mainan empati, tapi energi yang harus dijaga. Kalau serapan lambat, berarti mesin birokrasi macet, dan tak ada salahnya mencabut kabel dari alat yang tak bekerja. Ia lebih takut pada defisit daripada pada marahnya sesama menteri. Itulah bentuk cinta paling keras kepada republik, memotong demi menyelamatkan. Dalam dunia penuh “izin, arahan, dan koordinasi,” ia tampil seperti orang aneh yang justru bekerja.

Sebagian orang menyebut ucapannya itu tidak etis, karena pejabat publik harus bertanggung jawab ke DPR, ke rakyat, ke lembaga pengawas. Tapi mungkin Purbaya hanya sedang menyederhanakan semesta, terlalu banyak atasan membuat kepala berasap, maka cukup satu saja, asal yang benar-benar memegang kendali. Jujur saja, dibanding pejabat yang pura-pura dengar suara rakyat tapi diam-diam dengar suara tender, Purbaya jauh lebih segar.

Ia tak sedang mencari popularitas, tapi kejujuran tanpa lapisan gula. Rakyat mungkin awalnya bingung, tapi lama-lama paham, di balik kalimat “saya enggak peduli,” ada makna “saya enggak bisa dibeli.” Di balik ancaman pemotongan anggaran, ada logika disiplin. Di balik kesan keras, ada niat menjaga uang publik agar tak jadi makanan tikus proyek. Maka, biarlah sebagian pejabat berlomba menebar senyum, sementara Purbaya tetap dingin, menatap angka dengan ekspresi Socrates yang baru pulang dari Kemenkeu. Dalam republik yang terbiasa menunda, keberanian macam ini justru terasa seperti oksigen, segar, getir, tapi menyembuhkan.(*)

Penulis (*/Rosadi Jamani, Ketua Satupena Kalbar)

 

  • Penulis: Penulis

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Bimtek Kurikulum 2013 bagi Penyelenggara & Tutor Pendidikan Kesetaraan di NTT

    Bimtek Kurikulum 2013 bagi Penyelenggara & Tutor Pendidikan Kesetaraan di NTT

    • calendar_month Kam, 25 Jul 2019
    • account_circle Penulis
    • visibility 46
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang-NTT, Garda Indonesia | DPW Forum Komunikasi (FK) Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Provinsi Nusa Tenggara Timur menghelat Bimbingan Teknis (Bimtek) Implementasi Kurikulum 2013 bagi penyelenggara dan tutor pendidikan kesetaraan yang berada di 1 (satu) Kota dan 4 (empat) Kabupaten di Provinsi Nusa Tenggara Timur. Bimtek Implementasi Kurikulum 2013 bagi penyelenggara dan tutor pendidikan kesetaraan […]

  • Numbu Mamboro—Sajian Tradisi Kolektif Publik Sumba Tengah

    Numbu Mamboro—Sajian Tradisi Kolektif Publik Sumba Tengah

    • calendar_month Sab, 13 Jan 2024
    • account_circle Penulis
    • visibility 47
    • 0Komentar

    Loading

    Mamboro adalah wilayah distrik kebudayaan terletak di Kabupaten Sumba Tengah, Pulau Sumba, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT). Tercermin dalam rupa dan praktik budaya seperti situs kampung adat tua Wawarongu, tutur bahasa Mamboro, upacara sakral Tauna Usu Manua, tradisi batu megalitik, dan pola kehidupan masyarakat kawasan pesisir Pantai Maloba. Tradisi dan budaya di Mamboro cukup kuat […]

  • RUPS LB Bank NTT November 2025 Hasilkan Tiga Agenda Penting

    RUPS LB Bank NTT November 2025 Hasilkan Tiga Agenda Penting

    • calendar_month Rab, 12 Nov 2025
    • account_circle Roni Banase
    • visibility 159
    • 0Komentar

    Loading

    Laka Lena pun meyakini bahwa susunan komisaris dan direksi baru Bank NTT hasil RUPS LB November 2025 ini dapat mendukung kinerja pemerintah daerah.   Kupang | Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPS LB) Bank NTT pada Rabu, 12 November 2025 berlangsung cukup alot, menyita waktu lebih kurang enam jam mulai pada pukul 13:00 hingga […]

  • Kapan Kita Dewasa? Kasus Patung Bunda Maria & Kesebelasan Israel

    Kapan Kita Dewasa? Kasus Patung Bunda Maria & Kesebelasan Israel

    • calendar_month Ming, 26 Mar 2023
    • account_circle Penulis
    • visibility 49
    • 1Komentar

    Loading

    Oleh: Andre Vincent Wenas Memang kekanak-kanakan, bagaimana sih cara berpikir orang-orang yang mengaku dewasa di negeri ini? Bagaimana mungkin bisa berpikir bahwa patung bisa mengubah iman seseorang. Lalu, tak lama kemudian ada kesebelasan junior, U20 (under 20 years old) dari Israel, yang mau ikut kompetisi, di mana Indonesia jadi tuan rumah, dianggap bisa mempengaruhi sikap […]

  • Edward Tanur: Orang Belu Ada Harga Diri, Jangan Pilih yang Kasih Uang!

    Edward Tanur: Orang Belu Ada Harga Diri, Jangan Pilih yang Kasih Uang!

    • calendar_month Jum, 20 Nov 2020
    • account_circle Penulis
    • visibility 32
    • 0Komentar

    Loading

    Belu-NTT, Garda Indonesia | Anggota DPR RI fraksi PKB, Edward Tanur menuturkan, bahwa orang Belu memiliki harga diri. Jika ada pihak yang mengimingi masyarakat dengan sejumlah uang untuk meraup dukungan suara pada pilkada serentak tanggal 9 Desember 2020 mendatang, maka jangan dituruti. Baca juga : http://gardaindonesia.id/2020/11/20/siku-liurai-ajak-warga-eks-timtim-hidup-mati-bersama-paket-sehati/ Pernyataan antisipatif tersebut dilontarkan Edward Tanur di hadapan pendukung […]

  • BERTAMBAH! Hari Libur Cuti Bersama Iduladha 1444H

    BERTAMBAH! Hari Libur Cuti Bersama Iduladha 1444H

    • calendar_month Kam, 22 Jun 2023
    • account_circle Penulis
    • visibility 36
    • 0Komentar

    Loading

    Bogor, Garda Indonesia | Presiden Joko Widodo menyatakan bahwa penambahan hari libur cuti bersama dalam rangka Iduladha 1444 H merupakan salah satu upaya untuk mendorong perekonomian di daerah. Hal tersebut disampaikan oleh Presiden dalam keterangannya di hadapan awak media usai meninjau Pasar Parungpung, Kabupaten Bogor, Provinsi Jawa Barat, pada Rabu, 21 Juni 2023. “Ya itu […]

expand_less