Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Anak dan Perempuan » Menteri PPPA Kumpulkan Tokoh Agama Papua Bahas Isu Perempuan dan Anak

Menteri PPPA Kumpulkan Tokoh Agama Papua Bahas Isu Perempuan dan Anak

  • account_circle Penulis
  • calendar_month Kam, 1 Agu 2019
  • visibility 143
  • comment 0 komentar

Loading

Jayapura, Garda Indonesia | Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) mengumpulkan para tokoh agama di Papua, terkait peningkatan peran tokoh agama terhadap isu perempuan dan anak.

Pertemuan yang baru dilakukan oleh Menteri Yohana ini, diharapkan mendorong sinergi dan keterlibatan aktif tokoh agama bersama pemerintah menuntaskan masalah perempuan dan anak, terutama kasus kekerasan melalui pendekatan agama.

“Perempuan dan anak adalah aset berharga Tanah Papua. Jaga mereka, lindungi mereka, jangan ada yang menjadi korban kekerasan. Tidak perlu melihat jauh-jauh, perhatikan anak-anak disekitar saja dulu. Kalau tokoh agama perhatikan umat-umatnya,” ujar Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Yohana Yembise.

Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA) melalui Deputi Partisipasi Masyarakat, menyelengarakan Pertemuan Koordinasi Menteri PPPA dengan Tokoh Agama Papua di Jayapura pada Rabu, 31 Juli 2019.

Pertemuan ini dihadiri oleh Deputi Partisipasi Masyarakat, Indra Gunawan, Deputi Bidang Kementerian Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Ghafur Dharmaputra, serta 80 tokoh agama perwakilan 6 agama di Provinsi Papua (Islam, Kristen, Katolik, Hindu, Budha, Kong Hu Cu).

Menteri Yohana menjelaskan, pelibatan masyarakat termasuk tokoh agama dalam memperhatikan perempuan dan anak, bukan hanya komitmen pemerintah Indonesia, tetapi komitmen seluruh dunia, sehingga tidak ada alasan bagi para tokoh agama di Papua tak acuh.

Salah satu perempuan Papua bersuara dalam Pertemuan Koordinasi Menteri PPPA dengan Tokoh Agama Papua di Jayapura pada Rabu, 31 Juli 2019.

Dalam sesi dialog, para tokoh agama menyambut baik pertemuan koordinasi. Meski mereka berharap dapat berkontribusi lebih besar dengan melakukan langkah strategis.

“Sebagai tokoh agama, sedih dan terkadang bingung kasus menimpa perempuan dan anak di Papua, banyak. Kalau di Papua, peredaran minuman keras menjadi salah satu faktor penyebab kekerasan dan masalah. Saya berharap agar kita semua bisa memberikan kontribusi dan masukan apa yang mau kita kita capai dalam rangka melindungi perempuan dan anak di Papua,” ungkap Pendeta Matan Ayorbaba, Sekretaris Umum Persekutun Gereja-Gereja di Tanah Papua.

Menurut Deputi Bidang Kementerian Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Ghafur Dharmaputra, menyatukan antara agama, adat dan pemerintah memang bukan pekerjaan mudah, tapi semua harus dilandaskan kepada kepentingan manusia. “Intinya adalah memanusiakan manusia,” tambah Ghafur Dharmaputra.(*)

Sumber berita (*/Publikasi dan Media Kementerian PPPA)
Editor (+rony banase)

  • Penulis: Penulis

Rekomendasi Untuk Anda

  • KOMPAK Indonesia Kejar Tekad Bupati Pegunungan Bintang Tumpas Korupsi

    KOMPAK Indonesia Kejar Tekad Bupati Pegunungan Bintang Tumpas Korupsi

    • calendar_month Jum, 12 Mar 2021
    • account_circle Penulis
    • visibility 125
    • 0Komentar

    Loading

    Jakarta, Garda Indonesia | Komitmen dan tekad Bupati Pegunungan Bintang, Spei Bidana dan Wakilnya Piter untuk memberantas Mafioso Korupsi Berjamaah hingga ke akar-akarnya di Pegunungan Bintang dalam Program 100 Hari ditunggu publik dalam gebrakan nyatanya bukan sekadar wacana. Demikian penegasan Ketua KOMPAK Indonesia, Gabriel Goa dalam rilis yang diterima Garda Indonesia pada Kamis malam, 11 […]

  • Ketum IMO : Rutan ‘Justice Collaborator’ Harus Jadi Prioritas Negara

    Ketum IMO : Rutan ‘Justice Collaborator’ Harus Jadi Prioritas Negara

    • calendar_month Rab, 24 Agu 2022
    • account_circle Penulis
    • visibility 103
    • 0Komentar

    Loading

    Jakarta, Garda Indonesia | Ketua Umum Ikatan Media Online (Ketum IMO) Indonesia, Yakub F. Ismail menyambut baik rencana pembangunan rumah tahanan (rutan) khusus bagi justice collaborator. Rencana yang semula diajukan Ketua Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) Hasto Atmojo Suroyo ini sebelumnya telah disetujui oleh Menteri Hukum dan HAM Yasonna H Laoly. Namun, hingga kini […]

  • Energize SUTT 70 kV PLTMG Flores – GI 70 kV Labuan Bajo, Listrik NTT Andal

    Energize SUTT 70 kV PLTMG Flores – GI 70 kV Labuan Bajo, Listrik NTT Andal

    • calendar_month Rab, 9 Okt 2024
    • account_circle Penulis
    • visibility 133
    • 0Komentar

    Loading

    Labuan Bajo | PT. PLN (Persero) Unit Induk Pembangunan Nusa Tenggara (PLN UIP Nusra) sukses memberikan tegangan pertama atau energize saluran udara tegangan tinggi (SUTT) 70 kV yang menghubungkan pembangkit listrik tenaga mesin gas (PLTMG) Flores dengan gardu induk (GI) 70 kV Labuan Bajo pada Rabu, 9 Oktober 2024. Proyek ini mencakup pembangunan 42 tower […]

  • Inflasi NTT, Dampak, dan Manfaat Bagi Perekonomian (Deflasi April & Mei 2023)

    Inflasi NTT, Dampak, dan Manfaat Bagi Perekonomian (Deflasi April & Mei 2023)

    • calendar_month Kam, 8 Jun 2023
    • account_circle Penulis
    • visibility 104
    • 0Komentar

    Loading

    Oleh: Yezua H.F.H Abel, Statistisi BPS Provinsi NTT Salah satu fokus pemerintah pada tahun 2023 adalah mengendalikan inflasi. Pemerintah menyadari bahwa perekonomian global di tahun 2023 masih menghadapi ketidakpastian meskipun sepanjang tahun 2022 perekonomian Indonesia masih tetap kuat dan dapat tumbuh. Hal ini menjadi modal pemerintah untuk menghadapi tantangan yang berat di masa yang akan […]

  • Menteri PPPA: Kondisi Keluarga Indonesia Masih Belum Ideal

    Menteri PPPA: Kondisi Keluarga Indonesia Masih Belum Ideal

    • calendar_month Kam, 18 Okt 2018
    • account_circle Penulis
    • visibility 117
    • 0Komentar

    Loading

    Manokwari,gardaindonesia.id | Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, (PPPA) Yohana Yembise menyebutkan jika kondisi keluarga di Indonesia nyatanya masih jauh dari kondisi ideal, dengan masih banyaknya kasus Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT). Dampak buruknya, tentu saja akan dirasakan oleh anak. “Perselisihan dalam rumah tangga antara suami dengan istri hendaknya jangan ditunjukkan pada anak. Anak bisa […]

  • DPRD Nagekeo Aktif Kerjasama Kanwil Kemenkuham Susun Ranperda

    DPRD Nagekeo Aktif Kerjasama Kanwil Kemenkuham Susun Ranperda

    • calendar_month Sen, 27 Agu 2018
    • account_circle Penulis
    • visibility 116
    • 0Komentar

    Loading

    Nagekeo-NTT,gardaindonesia.id – Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia melalui Divisi Pelayanan Hukum dan HAM melaksanakan pendampingan penyusunan Rancangan Peraturan DPRD di Kabupaten Nagekeo, Senin/27 Agustus 2018. Adapun rancangan peraturan yang dibahas adalah rancangan peraturan DPRD tentang tata tertib DPRD di Kabupaten Nagekeo yang telah memasuki tahap penyusunan. Hal tersebut merupakan amanat Undang-undang Nomor […]

expand_less