Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Keuangan dan Perbankan » Menuju Merdeka Belajar, Bank NTT Konsisten Edukasi Literasi Keuangan

Menuju Merdeka Belajar, Bank NTT Konsisten Edukasi Literasi Keuangan

  • account_circle Penulis
  • calendar_month Jum, 7 Mei 2021
  • visibility 88
  • comment 0 komentar

Loading

Kupang-NTT, Garda Indonesia | Direktur Utama Bank NTT, Harry Alexander Riwu Kaho memaparkan program Bank NTT yang mendukung Literasi Keuangan dan pro kepada pelajar guna mendorong generasi muda NTT untuk dapat merdeka dalam berpikir, kreatif dan secara mandiri berekspresi. Pemaparan Alex Riwu Kaho (sapaan akrabnya, red) disampaikan dalam temu wicara atau talk show Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2021 bersama Bank NTT, Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi NTT yang dihelat pada Kamis siang, 6 Mei 2021 di salah satu hotel di Kota Kupang.

Mengedepankan protokol kesehatan ketat yang mana setiap peserta dari perwakilan siswa dan guru dari SMP/SMA/SMK dan Perguruan Tinggi se-Kota Kupang yang menjadi mitra Bank NTT, wajib mengikuti rapid test antigen dan dinyatakan negatif yang selanjutnya boleh mengikuti temu wicara yang mengusung tema “Melalui Literasi Inklusi Keuangan, NTT Serentak Bergerak, Wujudkan Merdeka Belajar” ini menjadikan momentum Hari Pendidikan Nasional sebagai dasar untuk membangkitkan semangat belajar di masa Pandemi Covid-19 guna mewujudkan “Merdeka Belajar”.

Temu Wicara yang berfokus membahas tentang Literasi Keuangan dan Merdeka Belajar tersebut dipandu moderator Feby Angi Dosen Fakultas Bisnis dan Ekonomi Universitas Nusa Cendana Kupang, dihelat secara tatap muka dan virtual meeting dengan pembicara atau keynote speaker yaitu Linus Lusi Kadis Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi NTT, Linus Lusi; Kasubag Administrasi/Plh. Kasubag Edukasi dan Perlindungan Konsumen OJK Perwakilan NTT, Dony Prasetyo dan Direktur Utama Bank NTT, Harry Alexander Riwu Kaho dan turut memberikan spesial testimoni Dinna Noach Staf Khusus Gubernur NTT Bidang Disabilitas (Juara III Lomba Karya Tulis Ilmiah Program Ramai Skali Bank NTT 2019,red).

Alex Riwu Kaho saat memaparkan program Literasi Keuangan Bank NTT dalam mendukung Program Merdeka Belajar

Bank NTT, tegas Alex Riwu Kaho, konsisten mendukung program inisiatif “Merdeka Belajar” guna mendorong generasi muda NTT agar dapat merdeka berpikir, inovatif, dan mandiri secara finansial. “Sebagai bentuk dukungan terhadap Pendidikan di Provinsi NTT, maka Bank NTT memberikan Tabungan Simpanan Pelajar (Simpel) kepada 1.000 Pelajar sesuai program OJK Satu Rekening Satu Pelajar (KEJAR) selama bulan Inklusi keuangan Mei sampai Oktober.

Alex Riwu Kaho, ponakan dari Tokoh Pendidikan NTT, Bapak Robert Riwu Kaho (anak dari Bapak Simon Riwu Kaho mantan Kepala Cabang Bank NTT Atambua, red) ini pun menekankan 3 (tiga) komponen yang mendukung Literasi Keuangan yakni murid, guru, dan orang tua. “Bank NTT telah membangun sistem guna membangun kemerdekaan belajar, berpikir, dan berekspresi melalui produk yang dikemas oleh teman-teman dari Direktorat Dana Bank NTT yang menyelenggarakan aktivitas yang edukasi dan berharap dari setiap kegiatan dapat memicu pengetahuan Literasi Keuangan,” paparnya.

Bank NTT konsisten menghasilkan kegiatan Literasi Keuangan yang variatif dan dikemas dalam situasi sulit dapat terbantu dengan Aplikasi Pendidikan. “Tantangan ke depan bakal sangat menantang, sehingga anak harus diisi dengan pengetahuan Literasi Keuangan sehingga mampu mandiri, berpikir kreatif  dan berekspresi yang dapat menjadi pondasi,” ucapnya.

Penyerahan secara simbolis Tabungan Simpanan Pelajar (Simpel) kepada 1.000 Pelajar sesuai program OJK Satu Rekening Satu Pelajar (KEJAR) selama bulan Inklusi keuangan Mei sampai Oktober; dari Direktur Umum Bank NTT, Yohanes Landu Praing kepada Kadis Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi NTT, Linus Lusi

Bank NTT butuh sinergisitas dan kolaborasi, imbuh Alex, anak-anak mulai terlatih menggunakan aplikasi Perbankan yang sehat berupa mobile banking serta berperan serta dalam berbagai lomba yang mendorong peningkatan Literasi Keuangan.

Kenapa konsep Merdeka Belajar dimunculkan dan diterapkan di NTT?

Linus Lusi menjabarkan tentang konsep Merdeka Belajar dari Menteri Pendidikan, Nadiem Makarim; ketika Pendidikan Indonesia diterapkan pada tahun 1947 banyak mengalami hambatan yang mana harus mengikuti tren gobalisasi yang bertumbuh kembang, maka Merdeka Belajar dalam konsep aplikasi oleh para guru adalah mengoptimalkan, mengeksplorasi berbagai multi-kecerdasan para siswa sehingga dapat mengerti secara jelas, berpikir kritis dari sebuah subyek dan objek pembelajaran dan siswa sebagai sentra pembelajaran.

Linus Lusi mengungkapkan bahwa dalam konteks Nusa Tenggara Timur, kemampuan literasi, numerasi, dan pendidikan karakter di sekolah menuai sorotan (dapat dilihat di rekam jejak di media sosial dan media massa). “Bagaimana seorang anak kandung bisa memperkarakan ibu kandungnya,” ungkapnya seraya berkata ketika ditanya berasal dari sekolah mana.

Merdeka Belajar, urai Linus Lusi, bukan merdeka segalanya, namun perlu variabel dan indikator sebagai bingkai di dalam desain pembelajaran. “Dalam sektor pendidikan, gaya belajar seperti membelenggu (datang, duduk, diam, catat, dan lipat tangan) karena tidak ada dialektika ketika terjun dalam berbagai sektor pendidikan sehingga kepatuhan tumbuh dan berkembang adalah kepatuhan semu. Dan dengan konsep belajar ini (Merdeka Belajar, red), anak perlu memiliki jati diri dan konsep demokrasi pembelajaran,” bebernya.

Selain itu, tegas Linus Lusi, perlu adanya perubahan gaya belajar dan ruang aktualisasi diri di dalam berbagai ragam kegiatan belajar mengajar dapat mempengaruhi indeks demokrasi pembelajaran.

Kadis Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi NTT, Linus Lusi

Isu Literasi Keuangan pun, tandas Linus Lusi, harus dibumikan dengan melatih anak menabung sejak dini, misalnya pada tahun 1985 melalui gerakan menabung. “Perlu diberlakukan Kurikulum Literasi Keuangan belajar mengelola tata keuangan dan sikap konsumtif anak NTT, perlu didorong adanya minat menabung dan perlu dikaji tingkat partisipasi menabung,” pungkasnya.

Sementara itu, Dony Prasetyo, perwakilan otoritas jasa keuangan (OJK) Perwakilan NTT menandaskan peran OJK dalam mengoptimalkan gerakan Literasi Keuangan melalui “Satu Rekening Satu Pelajar” (KEJAR) pada 2019 dan gerakan Indonesia Menabung melalui Simpanan Pelajar (Simpel).

“Sebanyak 16 ribu rekening (dari total 13 ribu pelajar [data tahun 2020]) dengan total saldo tabungan sebesar Rp.500 miliar disimpan di rekening Simpel oleh pelajar NTT di seluruh bank (data per April 2021),” urainya sembari menyampaikan bertujuan meningkatkan Literasi dan Inklusi Keuangan.

Tingkat Literasi Keuangan di NTT, ungkap Dony, masih di bawah nasionalis sebesar 28,82 persen lebih rendah dibandingkan nasional sebesar 38 persen. “Dari 100 pelajar hanya 28 pelajar tahu dan paham tentang manfaat menabung sisanya belum tahu, dan kami berupaya untuk meningkatkan Literasi Inklusi Keuangan ke 29 persen di tahun 2024 dan akan terus berlanjut,” urainya.

Penulis, editor dan foto (+roni banase)

  • Penulis: Penulis

Rekomendasi Untuk Anda

  • Hakim Vonis Oknum Anggota DPRD Belu Marthen Naibuti 1 Bulan Penjara

    Hakim Vonis Oknum Anggota DPRD Belu Marthen Naibuti 1 Bulan Penjara

    • calendar_month Rab, 4 Agu 2021
    • account_circle Penulis
    • visibility 133
    • 0Komentar

    Loading

    Belu–NTT, Garda Indonesia | Terdakwa, oknum anggota DPRD Belu fraksi Gerindra, Marthen Martins Naibuti/MMNB divonis terbukti bersalah oleh Hakim, Junus Dominggus Seseli, S.H. dalam sidang perkara yang dihelat di Pengadilan Negeri Kelas 1B Atambua, Kabupaten Belu, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Kamis, 4 Agustus 2021 pukul 15.00 WITA. Baca juga : http://gardaindonesia.id/2021/07/31/usai-diperiksa-penyidik-polres-anggota-dprd-belu-resmi-jadi-tersangka/ Terdakwa Marthen Naibuti divonis bersalah karena […]

  • MENINGKAT! Penduduk Miskin NTT Capai 19,96% Pada Maret 2023

    MENINGKAT! Penduduk Miskin NTT Capai 19,96% Pada Maret 2023

    • calendar_month Sel, 18 Jul 2023
    • account_circle Penulis
    • visibility 113
    • 1Komentar

    Loading

    Kupang, Garda Indonesia | Badan Pusat Statistik Provinsi Nusa Tenggara Timur (BPS NTT) merilis profil kemiskinan masyarakat NTT pada kondisi Maret 2023. Rilis yang disampaikan secara online streaming pada Senin, 17 Juli 2023 membeberkan data persentase penduduk miskin provinsi yang memiliki 22 kabupaten/kota dan 1.192 pulau tersebut. Kepala BPS Provinsi NTT, Matamira B. Kale, S.Si., […]

  • Spirit Para Pahlawan Harus Diterapkan Guna Menjaga Keutuhan NKRI

    Spirit Para Pahlawan Harus Diterapkan Guna Menjaga Keutuhan NKRI

    • calendar_month Ming, 10 Nov 2019
    • account_circle Penulis
    • visibility 125
    • 0Komentar

    Loading

    Jakarta, Garda Indonesia | Seluruh lapisan masyarakat di Indonesia diminta tak hanya sekadar mengingat jasa para pahlawan yang telah mendedikasikan dirinya untuk kemerdekaan Republik Indonesia. Tetapi, juga menerapkan spirit para pahlawan dengan menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Demikian pernyataan Ketua MPR RI Bambang Soesatyo (Bamsoet) sekaligus menegaskan bahwa bangsa yang besar adalah bangsa […]

  • Sapu Kotor

    Sapu Kotor

    • calendar_month Rab, 3 Feb 2021
    • account_circle Penulis
    • visibility 100
    • 0Komentar

    Loading

    Oleh : Tere Liye Bupati terpilih di salah-satu kabupaten NTT ternyata adalah Warga Negeri Asing, alias WNA (Amerika Serikat). Dia lahir di Kupang, kemudian tinggal di AS. Jika aslinya dia dulu WNI, maka saat dapat WNA di AS sana, dia akan pakai sumpah-sumpah segala di sana. Lantas bagaimana sumpahnya itu sekarang? Tapi, terserahlah bagaimana dia […]

  • 36 Guru Pendidikan Agama Katolik di TTS Terima Sertifikat Pendidik

    36 Guru Pendidikan Agama Katolik di TTS Terima Sertifikat Pendidik

    • calendar_month Sen, 29 Sep 2025
    • account_circle Penulis
    • visibility 120
    • 0Komentar

    Loading

    Bimas Katolik, Kantor Kementerian Agama Kabupaten TTS, menyadari betapa pentingnya kehadiran guru-guru agama Katolik yang berkualitas, khususnya di tengah tantangan pendidikan di daerah.   SoE | Sebanyak 36 Guru Pendidikan Agama Katolik (PAKat) di Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS) resmi menerima sertifikat pendidik dari Program Pendidikan Profesi Guru (PPG). Penyerahan sertifikat dilakukan oleh Kepala Kantor […]

  • Ini Respons Ketua DPD PJS Bengkulu Atas Dua Wartawan Terjerat OTT

    Ini Respons Ketua DPD PJS Bengkulu Atas Dua Wartawan Terjerat OTT

    • calendar_month Sel, 24 Jan 2023
    • account_circle Penulis
    • visibility 97
    • 0Komentar

    Loading

    Bengkulu, Garda Indonesia | Ketua DPD Pemerhati Jurnalis Siber (PJS) Provinsi Bengkulu, Ocha Simon  merasa sangat prihatin dengan situasi yang mendera insan pers di Bumi Raflesia belakangan ini terutama terkait tindakan operasi tangkap tangan (OTT) yang dilakukan aparat penegak hukum yang berulang kali terjadi. Ocha yang menjadi ketua DPD PJS wanita bersama DPD NTB ini […]

expand_less