Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Opini » Mimpi Kosong Naturalisasi Akhirnya Pupus oleh Program Normalisasi

Mimpi Kosong Naturalisasi Akhirnya Pupus oleh Program Normalisasi

  • account_circle Penulis
  • calendar_month Sab, 4 Jan 2020
  • visibility 156
  • comment 0 komentar

Loading

Oleh: Rudi S Kamri

Presiden Joko Widodo akhirnya memutuskan bahwa program normalisasi sungai Ciliwung dan kali Pasanggrahan serta sodetan sungai Ciliwung yang diarahkan ke Banjir Kanal Timur (BKT) harus dilanjutkan. Keputusan tegas tersebut diputuskan dalam sebuah rapat terbatas tentang pengendalian program banjir pada Jumat, 3 Januari 2020.

Keputusan yang tidak boleh ditawar dari Presiden Jokowi tersebut sangat ditunggu-tunggu oleh semua kalangan. Karena selama kepemimpinan ABas program normalisasi yang telah dilakukan oleh Jokowi dan Ahok pada kurun waktu 2013—2017 dihentikan oleh ABas.

ABas rupanya gengsi untuk meneruskan program dari pendahulunya. Seperti biasa dia ingin tampil dengan program sendiri. Sama seperti dulu dia punya program hunian vertikal, padahal sebetulnya itu hanya ganti istilah saja dari rumah susun.

ABas memang paranoid tingkat dewa. Dia tega mengorbankan rakyat Jakarta hanya untuk menjaga gengsinya. Untuk revitalisasi sungai Ciliwung dia ngotot mencanangkan program naturalisasi. Dia emoh melanjutkan program normalisasi.

ABas menjual halusinasi mimpi program naturalisasi yang katanya lebih ramah ekosistem, tapi dia tidak realistis bahwa program naturalisasi tersebut hampir mustahil dilaksanakan di wilayah perkotaan padat penduduk seperti Jakarta dan mempunyai sifat penyerapan air yang lambat. Dan celakanya dia juga tidak siap dengan konsep implementasi yang diperlukan. Alhasil program naturalisasi versi ABas hanya mimpi kosong belaka.

Dengan total target normalisasi sungai Ciliwung sepanjang 33,69 Km, yang dimulai saat Jokowi masih menjabat Gubernur DKI Jakarta yang kemudian dilanjutkan oleh Ahok baru mencapai 16,38 Km. Sisanya yang sepanjang 17,31 Km mandeg belum dikerjakan oleh ABas satu senti pun selama 2017—2019.

Ini yang saya sebut ABas dengan sengaja telah menggergaji program Pemerintah Pusat. Akibat kepekokan ABas, awal 2020 warga Jakarta harus menanggung akibatnya dengan tertimpa bencana banjir yang konon terbesar dalam kurun 24 tahun terakhir.

Cuaca ekstrem dan belum selesainya pengendalian wilayah hulu yaitu belum selesainya pembangunan waduk Ciawi dan Sukamahi selalu dijadikan kambing hitam oleh ABas. Tapi ABas lupa bahwa tugasnya untuk pengendalian di daerah hilir yaitu melakukan normalisasi sungai Ciliwung sama sekali tidak dikerjakan.

Kini ABas harus mengakui bahwa dia ternyata hanya seorang Gubernur yang harus tunduk oleh perintah atasannya yaitu Presiden. Keputusan tegas Presiden Jokowi yang disampaikan oleh Menteri PUPR Basuki Hadimuljono telah menampar arogansi dan keangkuhannya.

Dia tidak punya pilihan kecuali harus tunduk pada keputusan Presiden Jokowi. Dia harus membunuh mimpi kosongnya tentang program naturalisasi.

Terima kasih Presiden Jokowi, Bapak telah menyelamatkan warga Jakarta dari kesombongan dan ego yang tidak ukur diri seorang Gubernur yang dipilih dengan cara yang menjijikkan.

Tugas kita selanjutnya adalah bagaimana kita menggagalkan pelaksanaan event Formula E pada Juni 2020 nanti yang telah menggerogoti uang rakyat Jakarta. Uang rakyat seharusnya untuk kepentingan rakyat, bukan untuk menyuburkan gengsi gubernurnya. Paham loe ABas ? (*)

(*/Penulis merupakan pegiat media sosial)
Editor (+rony banase)

  • Penulis: Penulis

Rekomendasi Untuk Anda

  • Dalil Jumlah Murid, Kepsek SDN Aen’ut Nonaktifkan Tiga Guru Honorer

    Dalil Jumlah Murid, Kepsek SDN Aen’ut Nonaktifkan Tiga Guru Honorer

    • calendar_month Jum, 5 Feb 2021
    • account_circle Penulis
    • visibility 142
    • 0Komentar

    Loading

    T.T.S-NTT, Garda Indonesia | “Jadi, begini. Jumlah murid kami hanya 40-an orang. Terus, guru PNS ada 6 orang. Jadi, waktu  rapat, saya bilang biar ibu dong tidak dapat jam, ibu dong tetap masuk dapodik, tetap saya layani segala surat – surat yang dibutuhkan. Saya omong begitu, mereka setuju. Terus, mereka lapor saya di kabid dan […]

  • NTT Menatap Dunia via Tour de EnTeTe 2025

    NTT Menatap Dunia via Tour de EnTeTe 2025

    • calendar_month Kam, 4 Sep 2025
    • account_circle Penulis
    • visibility 144
    • 0Komentar

    Loading

    Tour de EnTeTe menghadirkan 10 etape dengan panorama dan tantangan berbeda. Start dimulai dari Kota Kupang, berlanjut ke Timor Tengah Utara, lalu menyusuri perbatasan Indonesia–Timor Leste hingga finis di Atambua, Belu.   Kupang | Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) bersiap mencatat sejarah baru lewat Tour de EnTeTe 2025, event balap sepeda internasional dengan lintasan terpanjang […]

  • Ku sangka Izrail, Ternyata Jibril

    Ku sangka Izrail, Ternyata Jibril

    • calendar_month Ming, 11 Sep 2022
    • account_circle Penulis
    • visibility 171
    • 0Komentar

    Loading

    Oleh: Amin Pratikno Meski berupaya membalut rasa percaya diri, namun wajah tegang tampak cukup jelas terlihat dari 6 peserta Uji Kompetensi Wartawan (UKW) tingkat Madya, yang diselenggarakan oleh Dewan Pers melalui PWI Sumatra Barat di Hotel Novotel Kota Bukittinggi, Sabtu—Minggu, 10—11 September 2022. Bagi insan Pers, baik yang bekerja di media elektronik maupun cetak, UKW […]

  • Kencing Tikus Sebabkan 101 Kematian di Indonesia

    Kencing Tikus Sebabkan 101 Kematian di Indonesia

    • calendar_month Sel, 8 Jul 2025
    • account_circle Penulis
    • visibility 325
    • 0Komentar

    Loading

    Kemenkes menilai, kondisi perubahan iklim menyebabkan hujan dan banjir sering terjadi. Sehingga menyebabkan, bakteri leptospira dari kencing tikus makin mudah menyebar.   Jakarta | Sebanyak 101 orang meninggal dunia akibat air kencing tikus atau penyakit Leptospirosis selama periode Januari – 6 Juni 2025. Hal itu berdasarkan laporan Kementerian Kesehatan (Kemenkes), hingga 6 Juni 2025, terdapat […]

  • Ragam Lomba Tradisional Tutup Selebrasi HUT RI & HDKD Kemenkumham

    Ragam Lomba Tradisional Tutup Selebrasi HUT RI & HDKD Kemenkumham

    • calendar_month Ming, 21 Agu 2022
    • account_circle Penulis
    • visibility 138
    • 0Komentar

    Loading

    Jakarta, Garda Indonesia | Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham) usai menunaikan rangkaian peringatan HUT Kemerdekaan RI dan Hari Dharma Karya Dhika (HDKD) ke-77 tahun 2022. Beragam perlombaan tradisional turut menyemarakkan momen penting hari lahir para Insan Pengayoman tersebut. Sekretaris Jenderal Kemenkumham, Komjen Pol. Andap Budhi Revianto mengatakan lomba tradisional sengaja dipilih untuk menguatkan nilai-nilai luhur […]

  • Kredit Merdeka Bank NTT, Petani Belu Raup Laba Setengah Miliar Lebih

    Kredit Merdeka Bank NTT, Petani Belu Raup Laba Setengah Miliar Lebih

    • calendar_month Kam, 17 Nov 2022
    • account_circle Penulis
    • visibility 122
    • 0Komentar

    Loading

    Atambua, Garda Indonesia | Kontribusi PT. Bank Pembangunan Daerah (BPD) Nusa Tenggara Timur (NTT) sebagai motor penggerak ekonomi rakyat, kian nyata dirasakan oleh masyarakat NTT. Salah satunya adalah kelompok petani Tomat di Kabupaten Belu. Mereka bahkan meraup untung setengah miliar lebih atau lebih dari Rp500 Juta dengan modal awal dari Kredit Merdeka Bank NTT. Kredit […]

expand_less