Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Opini » ‘Myopic’ Syarief Hasan tentang Warisan Utang Negara Rp.7 Ribu Triliun

‘Myopic’ Syarief Hasan tentang Warisan Utang Negara Rp.7 Ribu Triliun

  • account_circle Penulis
  • calendar_month Sel, 1 Mar 2022
  • visibility 126
  • comment 0 komentar

Loading

Oleh: Andre Vincent Wenas

Mengapa disebut rabun (myopic)? Kondisi tersebut, ketika seseorang mengalami kesulitan untuk melihat objek dengan jelas. Berat sebelah pula, jadinya buram.

Pak Syarief Hasan (Anggota Majelis Tinggi Partai Demokrat), seperti diliput TribunNews.com (Sabtu, 26 Februari 2022), di bawah judul berita “Demokrat Ungkap Jokowi Bakal Wariskan Utang Rp 7 Ribu Triliun Kepada Generasi Milenial”, mengatakan:

“Utang kita itu baik pemerintah swasta maupun pemerintah dan swasta sudah 41 persen lebih. Hampir kurang lebih Rp 7.000 triliun. Artinya kewajiban kita membayar utang itu sangat luar biasa. Artinya secara terus terang itu APBN kita tidak sehat.”

Dengan segala hormat, sebentar saja kita ingin mengomentari pernyataan publik politisi senior Partai Demokrat yang juga mantan Menteri Negara Koperasi & UKM di era SBY ini. Sekarang beliau juga sebagai Wakil Ketua MPR-RI.

Konteksnya adalah beliau mewakili Partai Demokrat menyoroti hasil survei yang menyatakan Presiden Joko Widodo (Jokowi) masih memiliki tingkat kepuasan yang tinggi di masyarakat.Dan hal itu olehnya dinilai kontradiktif dengan kenyataan yang ada di masyarakat. Di mana salah satu kontradiksinya adalah posisi utang Indonesia yang mencapai hampir kurang lebih Rp.7 ribu triliun.

Karena ini adalah pernyataan di ruang publik, tentu boleh juga kita tanggapi di ruang yang sama.

Seperti sudah berkali-kali coba diterangkan oleh Menkeu Sri Mulyani (juga di ruang publik), bahwa membaca (neraca) keuangan negara itu mesti menyeluruh.

Kita paham, bahwa menyeluruh itu artinya mesti melihat sisi neraca yang lengkap. Yaitu, aspek Utang (kewajiban) dan aspek Modal (ekuitas) di satu sisi, yang diimbangi dengan aspek Aset (harta) di sisi sebelahnya.

Cepat saja, kita mengacu ke Laporan Keuangan Pemerintah Pusat (LKPP) tahun 2020 (yang terbit tahun 2021) dan sudah diaudit oleh BPK-RI. Beginilah posisi neraca keuangan negara kita:

Total Aset per tahun 2020 adalah Rp.11.098,67 triliun. Terdiri dari Aset Lancar Rp.665,16 triliun, Investasi Jangka Panjang Rp.3.173,07 triliun, Aset Tetap Rp.5.976,01 triliun, Piutang Jangka Panjang (neto) Rp.59,32 triliun, dan Aset Lainnya (neto) sebesar Rp.1.225,10 triliun.

Nah, aset ini dibiayai dari sisi kewajibannya (Utang) dan Modal (ekuitas), yang tergambar sebagai berikut:

Kewajiban di tahun 2020 adalah sebesar Rp.6.625,47 triliun. Terdiri dari Kewajiban Jangka Rp.701,60 triliun dan Kewajiban Jangka Panjang Rp.5.923,87 triliun.

Dengan demikian, jumlah Ekuitas per tahun 2020 adalah sebesar Rp.4.473,20 triliun.

Apakah Utang yang Rp.6.625,47 triliun di tahun 2020 itu ada kenaikan dibanding tahun sebelumnya (2019)? Ya, ada kenaikan, Utang di tahun 2019 adalah sebesar Rp.5.340,22 triliun. Tetapi…

Tetapi jumlah kekayaan (total aset) negara kita pun juga naik. Dari Rp.10.467,63 triliun di tahun 2019, naik di tahun 2020 menjadi Rp.11.098,67 triliun!

Jadi, jika diukur dalam indikator rasio solvabilitas (debt to asset ratio), yaitu metrik utama yang digunakan untuk mengukur kemampuan negara (maupun perusahaan) dalam memenuhi kewajiban (utang) jangka panjangnya: masih sangat aman!

Catatan tambahan saja, sebelum tahun 2019, yaitu di tahun 2018, Kementerian Keuangan juga pernah mencatat bahwa total aset negara mencapai Rp.5.728,49 triliun.

Aset tersebut terdiri dari Barang Milik Negara (BMN) yang tersebar di Kementerian/Lembaga (K/L). Artinya, jumlah ini melesat tiga kali lipat dari Rp.1.538,18 triliun selama kurun waktu 2007—2018.

Semoga generasi milenial yang cerdas-cerdas itu bisa memahami artinya.

Selasa, 1 Maret 2022

Penulis merupakan Pendiri & Direktur Eksekutif Lembaga Kajian Strategis (LKS) PERSPEKTIF

  • Penulis: Penulis

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Perdana, NTT Ekspor Komoditas Rumput Laut Ke Argentina

    Perdana, NTT Ekspor Komoditas Rumput Laut Ke Argentina

    • calendar_month Rab, 29 Mei 2019
    • account_circle Penulis
    • visibility 130
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang-NTT, Garda Indonesia | Provinsi Nusa Tenggara Timur mencatatkan sejarah baru dengan mengekspor hasil rumput laut; Ditandai dengan acara Pelepasan Export Perdana Komoditas Rumput Laut PT. Rote Karaginan Nusantara ke Argentina oleh Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat (VBL) di Pelabuhan Tenau Kupang pada Selasa, 28 Mei 2019 Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat menyampaikan kebanggannya pada […]

  • Bertahan Demi Kesehatan Keuangan Negara atau Mundur Demi Kesehatan Mental?

    Bertahan Demi Kesehatan Keuangan Negara atau Mundur Demi Kesehatan Mental?

    • calendar_month Jum, 2 Feb 2024
    • account_circle Penulis
    • visibility 173
    • 0Komentar

    Loading

    Oleh : Jhon Sitorus Mengurus anggaran sebesar Rp3.325 triliun tentu bukan perkara mudah. Nasib negara satu tahun ini ada di tangan Sri Mulyani, Menteri Keuangan RI. Bagi Bu Sri, ini tentu bukan persoalan yang sulit-sulit amat. Pengalaman lebih dari 1 dekade sebagai Menteri Keuangan dan di World Bank tak perlu ditanyakan lagi. Berbagai krisis bisa […]

  • PDI Perjuangan dan PAN Resmi Jalin ‘Kerja Sama Politik’

    PDI Perjuangan dan PAN Resmi Jalin ‘Kerja Sama Politik’

    • calendar_month Sab, 3 Jun 2023
    • account_circle Penulis
    • visibility 135
    • 0Komentar

    Loading

    Jakarta, Garda Indonesia | PDI Perjuangan dan Partai Amanat Nasional (PAN) secara resmi mengumumkan kerja sama politik yang erat, menandai awal dari kolaborasi yang saling menguntungkan bagi kedua partai dan, yang lebih penting, bagi bangsa Indonesia secara keseluruhan. Kondisi tersebut terlaksana usai Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan mendatangi kantor yang dipimpin oleh  Megawati Soekarnoputri pada […]

  • Jaksa Agung Tegaskan Rekam Jejak Tentukan Karier ke Depan

    Jaksa Agung Tegaskan Rekam Jejak Tentukan Karier ke Depan

    • calendar_month Ming, 5 Feb 2023
    • account_circle Penulis
    • visibility 180
    • 0Komentar

    Loading

    Jakarta, Garda Indonesia | Jaksa Agung ST Burhanuddin menyampaikan bahwa pekerjaan seorang Jaksa adalah bentuk pengabdian yang kelak nantinya akan terukir dalam perjalanan karier dan menjadi suatu kebanggaan. Ia menegaskan, dalam hal pekerjaan, segala bentuk kerja keras, kerja cerdas, dan kerja ikhlas bila tidak diimbangi dengan kondisi saat ini, maka harapan (goals) dari pekerjaan tersebut […]

  • Listrik di Bank NTT Sudah Normal, 15 ATM Siap Layani Masyarakat

    Listrik di Bank NTT Sudah Normal, 15 ATM Siap Layani Masyarakat

    • calendar_month Jum, 9 Apr 2021
    • account_circle Penulis
    • visibility 174
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang-NTT, Garda Indonesia | Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi NTT, I Nyoman Ariawan Atmaja saat kunjungan hari ketiga pada Kamis siang, 8 April 2021, guna memantau layanan Perbankan (pasca-Badai Siklon Tropis Seroja, red) di Kantor Pusat Bank NTT dan disambut oleh Direktur Utama Bank NTT, Alex Riwu Kaho beserta jajaran direksi. Menurut Kepala Perwakilan Bank […]

  • Penulis Kucing

    Penulis Kucing

    • calendar_month Kam, 20 Jan 2022
    • account_circle Penulis
    • visibility 142
    • 0Komentar

    Loading

    Oleh : Ramli Lahaping Kesepian telah menyita kebahagiaanku. Jauh dari keluarga dan menyendiri di kamar kos-kosan, sungguh membuat hidupku begitu menjemuhkan. Tetapi kemuraman itu cukup teratasi dengan kehadiran Boni. Dia adalah kucing jantan yang ku adopsi tiga bulan yang lalu. Seekor kucing yang banyak tingkah dan selalu mampu membuatku terhibur. Bersama Boni, aku jadi bisa […]

expand_less