Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Nasional » Nenek di Surabaya Diseret Diusir Paksa Ormas Madas, Kini Rumah Rata Tanah

Nenek di Surabaya Diseret Diusir Paksa Ormas Madas, Kini Rumah Rata Tanah

  • account_circle Penulis
  • calendar_month Ming, 28 Des 2025
  • visibility 448
  • comment 0 komentar

Loading

Saat pengusiran, di rumah terdapat balita 5 tahun, bayi 1,5 bulan, ibu, lansia lain, dan keluarga. Setelah semua dikeluarkan, rumah dipalang. Beberapa hari kemudian, barang diangkut pakai pikap tanpa izin, lalu alat berat datang, dan rumah kini sudah rata dengan tanah.

 

Surabaya | Nenek Elina Widjajanti (80) diduga menjadi korban pengusiran paksa dan pengeroyokan oleh 20–30 orang dari oknum ormas tanpa putusan pengadilan di Dukuh Kuwukan, Sambikerep, Surabaya.

Elina menolak keluar rumah. “Kemudian korban ditarik, diangkat, lalu dikeluarkan dari rumah. Ada saksi dan videonya. Nenek ini sampai berdarah,” ungkap kuasa hukumnya, Wellem Mintarja.

Kejadian itu dilaporkan ke Polda Jatim pada 29 Oktober 2025 dengan nomor laporan: LP/B/1546/X/2025/SPKT/POLDA JAWA TIMUR dan pasal awal 170 dan 170 KUHP.

Saat pengusiran, di rumah terdapat balita 5 tahun, bayi 1,5 bulan, ibu, lansia lain, dan keluarga. Setelah semua dikeluarkan, rumah dipalang. Beberapa hari kemudian, barang diangkut pakai pikap tanpa izin, lalu alat berat datang, dan rumah kini sudah rata dengan tanah.

Menurut Iwan, cucu keponakan Elina, klaim pembelian muncul pada 4 Agustus 2025 oleh pihak bernama Samuel dan Samuel, namun keluarga menolak karena merasa tidak pernah menjual. Pada 6 Agustus 2025, kelompok itu kembali dan mengusir paksa. Puncaknya 9 Agustus 2025, rumah dibongkar dengan excavator. Barang, termasuk sertifikat, kendaraan, dan dokumen berharga, dilaporkan hilang.

Ketua RT Leo menyebut data kelurahan hingga Agustus 2025 masih mencatat lahan atas nama Elisabeth, saudara kandung Elina. Samuel mengaku membeli rumah itu sah sejak 2014 dan mengatakan, “Saya sudah beberapa kali menyampaikan ke Bu Elina untuk keluar karena ini sudah rumah yang saya beli, tapi beliaunya tetap enggak percaya. Akhirnya ya mau enggak mau saya lakukan secara paksa,” katanya. Ia membantah menghilangkan barang dan mengklaim mengirim satu pikap barang ke keluarga sebelum pembongkaran.

Wakil Wali Kota Surabaya, Armuji alias Cak Ji bereaksi keras dan mendesak pemeriksaan oknum ormas Madas.

“Oknum seperti ini, tolong organisasi Madas ditindak tegas, laporkan ke kepolisian orang-orang seperti ini, biar nanti ada keadilan di sana,” ujarnya saat sidak lahan, Rabu, 24 Desember 2025.

Ia menegaskan eksekusi sepihak tak dibenarkan dan berkata, “Tindakan brutal ini kalau sampean pakai bawa-bawa preman, meskipun sampean punya surat sah tetap tindakan sampean bisa dikecam satu Indonesia,” tegasnya.

Cak Ji juga mendesak polisi bertindak. “Kalau enggak (dilaporkan), nanti orang seluruh Indonesia akan mengecam saudara semuanya ini,” tegasnya sembari menekankan penyelesaian melalui jalur hukum di Polda Jatim demi keadilan di Surabaya.(*)

 

 

 

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Listrik Nyala 24 Jam, Warga di Amfoang Selatan dan Tengah Lebih Produktif

    Listrik Nyala 24 Jam, Warga di Amfoang Selatan dan Tengah Lebih Produktif

    • calendar_month Sen, 19 Okt 2020
    • account_circle Penulis
    • visibility 135
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang-NTT, Garda Indonesia | Aktivitas ekonomi warga dari 8 desa di Kecamatan Amfoang Selatan dan Amfoang Tengah, Kabupaten Kupang, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), meningkat seiring listrik telah menyala selama 24 jam. Sebelumnya, warga di kedua kecamatan tersebut hanya menikmati listrik selama 12 jam dengan kapasitas 245 kW yang disuplai dari Pembangkit Listrik Tenaga Diesel […]

  • Gubernur VBL Apresiasi Bank NTT Peduli Stunting

    Gubernur VBL Apresiasi Bank NTT Peduli Stunting

    • calendar_month Kam, 23 Jun 2022
    • account_circle Penulis
    • visibility 117
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang, Garda Indonesia | Tindakan nyata Bank NTT membangun kolaborasi dengan Pemerintah Provinsi NTT serta Pemkab/Pemkot di NTT menurunkan angka stunting dengan cara memberi makanan tambahan untuk 6.000 bayi bawah dua tahun (Baduta) di seluruh NTT diapresiasi Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat (VBL). Apresiasi ini datang dari orang nomor satu di NTT itu saat memberi […]

  • Peringati Hari Bakti PU Ke-73, Kemen PUPR Gelar Sepeda Santai

    Peringati Hari Bakti PU Ke-73, Kemen PUPR Gelar Sepeda Santai

    • calendar_month Sen, 26 Nov 2018
    • account_circle Penulis
    • visibility 114
    • 0Komentar

    Loading

    Jakarta, gardaindonesia.id | Hari Bakti PU ke-73 tahun 2018, diperingati Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) menggelar kegiatan sepeda santai (Funbike) yang diikuti Aparatur Sipil Negara (ASN) Kementerian PUPR di Jakarta, pada Minggu (25/11/18). Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kementerian PUPR, Anita Firmanti mengatakan tema Harbak 2018 “Bangun Infrastruktur Mempersatukan Bangsa”, menjadi semangat yang harus diresapi […]

  • Fenomena El Nino, Presiden: Indonesia Perlu Impor Beras

    Fenomena El Nino, Presiden: Indonesia Perlu Impor Beras

    • calendar_month Sel, 12 Sep 2023
    • account_circle Penulis
    • visibility 119
    • 0Komentar

    Loading

    Bogor, Garda Indonesia | Presiden Joko Widodo meninjau ketersediaan stok cadangan beras pemerintah (CBP) di gudang Badan Urusan Logistik (Bulog) Dramaga, Kabupaten Bogor, Provinsi Jawa Barat pada Senin, 11 September 2023. Usai peninjauan, Presiden memastikan bahwa stok beras nasional di gudang Bulog saat ini mencapai 1,6 juta ton. “Ada sudah yang di dalam gudang 1,6 […]

  • Pastikan Rumah Daun Program Bedah Rumah, Wali Kota Jefri Rela Susur Hutan

    Pastikan Rumah Daun Program Bedah Rumah, Wali Kota Jefri Rela Susur Hutan

    • calendar_month Jum, 24 Jul 2020
    • account_circle Penulis
    • visibility 151
    • 0Komentar

    Loading

    Kota Kupang, Garda Indonesia | Wali Kota Kupang, Jefri Riwu Kore bersama istri, Hilda Manafe; menyusuri Hutan Nefosaka untuk melihat langsung rumah milik Yusak Boebalan di Kampung Sokon, Kelurahan Fatukoa, Kecamatan Maulafa yang berbatasan langsung dengan Desa Oelomin di Kabupaten Kupang, pada Kamis, 23 Juli 2020. Berangkat dari rumah dinas Wali Kota di Kota Baru […]

  • Warga Respons “Pesta di Pulau Semau NTT” Ini Klarifikasi Panitia Penyelenggara

    Warga Respons “Pesta di Pulau Semau NTT” Ini Klarifikasi Panitia Penyelenggara

    • calendar_month Ming, 29 Agu 2021
    • account_circle Penulis
    • visibility 127
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang-NTT, Garda Indonesia | Pasca-perhelatan pengukuhan Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) Kabupaten dan Kota Se-Provinsi NTT oleh Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat (VBL) pada Jumat, 27 Agustus 2021 di Desa Otan, Kecamatan Semau, Kabupaten Kupang dan dihelat sesi entertaint & dinner yang mana tampak kerumunan orang tak mengindahkan protokol kesehatan (menjaga jarak dan memakai […]

expand_less