Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Wisata dan Budaya » Ogok Manai, Mahkota Unik Nan Indah Perempuan Suku Mentawai

Ogok Manai, Mahkota Unik Nan Indah Perempuan Suku Mentawai

  • account_circle Penulis
  • calendar_month Ming, 10 Agu 2025
  • visibility 293
  • comment 0 komentar

Loading

Tak jarang pula Ogok Manai dilengkapi daun kemangi hutan di bagian belakang kepala, berfungsi sebagai pewangi alami yang menambah daya tarik tersendiri bagi pemakainya.

 

Ogok Manai merupakan hiasan kepala khas yang digunakan oleh kaum perempuan dari Suku Mentawai, khususnya di Pulau Siberut, Sumatera Barat. Mahkota ini bukan sekadar hiasan, tetapi sarat makna budaya dan identitas.

Mahkota unik nan indah ini dikenakan saat perayaan khusus, seperti pesta perkawinan, ritual Sikerei, atau bahkan dalam kehidupan sehari-hari oleh sebagian perempuan.

Ogok Manai tidak sekadar aksesori, namun sarat akan nilai simbolis yang mendalam dalam tradisi Mentawai.

Sebagai salah satu bagian dari warisan budaya yang terus dilestarikan hingga kini, Ogok Manai tampil unik dengan berbagai macam bentuk. Umumnya terbuat dari kombinasi bulu burung, bulu ayam, manik-manik, benang wol, hingga daun puring yang segar. Tak jarang pula Ogok Manai dilengkapi daun kemangi hutan di bagian belakang kepala, berfungsi sebagai pewangi alami yang menambah daya tarik tersendiri bagi pemakainya.

Ciri dan bentuk Ogok Manai

Adapun Ogok Manai terbuat dari bahan alami seperti bunga, daun, dan serat pohon (misalnya daun pandan atau kelapa). Bentuknya menyerupai mahkota atau ikat kepala lebar yang dipenuhi bunga berwarna cerah.

Biasanya Ogok Manai dibuat secara manual dengan teknik merangkai dan mengikat bahan tumbuhan segar.

Fungsi dan makna Ogok Manai

Ogok Manai merupakan simbol kecantikan dan kehormatan perempuan Mentawai, terutama dalam acara adat. Dipakai saat upacara pernikahan, pesta adat, atau ritual penting lainnya.

Ogok Manai pun melambangkan hubungan harmonis dengan alam, karena seluruh materialnya diambil dari lingkungan sekitar, serta menunjukkan status sosial atau peran perempuan dalam upacara.

Ogok Manai sering dipadukan dengan pakaian adat yang disebut kebaya Mentawai (walau berbeda dari kebaya Jawa) dan kain tenun atau sarung.

Selain itu, dalam budaya Mentawai, perempuan juga memakai tato tradisional (titi) dan hiasan tubuh lain yang menjadi penanda umur, status, dan momen kehidupan.(*)

Sumber (*/Goodnews+ ragam)

  • Penulis: Penulis

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pilkada Mau Ditarik, Rakyat Mau Diparkir

    Pilkada Mau Ditarik, Rakyat Mau Diparkir

    • calendar_month Sel, 30 Des 2025
    • account_circle Rosadi Jamani
    • visibility 334
    • 0Komentar

    Loading

    Oleh : Rosadi Jamani Tukang sablon, tukang jahit, pemasang baliho, digital printing, biro iklan, pengincar amplop, kumpul di sini sebentar. Soalnya, Prabowo and the geng, akan mengubah Pilkada tidak lagi secara langsung, melainkan cukup dipilih DPRD. Kalau ini gol, semua kalian akan gigit jari, tak ada order lagi macam dulu. Order itu diperuntukkan bagi wakil […]

  • Timor Creative People Rengkuh Kaum Milenial Cintai Tenun Ikat NTT

    Timor Creative People Rengkuh Kaum Milenial Cintai Tenun Ikat NTT

    • calendar_month Rab, 10 Apr 2019
    • account_circle Penulis
    • visibility 329
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang-NTT, Garda Indonesia | Timor Creative People (TCP) sebagai sebuah Komunitas Pecinta Tenun Ikat NTT yang berdiri pada 14 Juni 2014, kini semakin eksis dan terus bertumbuh menjadi komunitas yang mempunyai peran strategis untuk turut serta mempromosikan dan melestarikan tenun ikat Didukung oleh 15 model pada awal berdiri dan sekarang terdapat 40 model dengan kisaran […]

  • Ketua DPR : ‘Stop Kampanye Hitam, Dua Capres Jadi Korban Fitnah!’

    Ketua DPR : ‘Stop Kampanye Hitam, Dua Capres Jadi Korban Fitnah!’

    • calendar_month Ming, 31 Mar 2019
    • account_circle Penulis
    • visibility 131
    • 0Komentar

    Loading

    Jakarta, Garda Indonesia | Dua sosok calon presiden (Capres), Joko Widodo dan Prabowo Subianto, kecewa dan sudah terluka akibat fitnah dan ujaran kebencian yang selama ini dialamatkan kepada keduanya. Ungkapan atau refleksi kekecewaan dua sosok Capres itu hendaknya mendorong semua pihak mengakhiri kampanye hitam. Ketua DPR RI Bambang Soesatyo (Bamsoet) menyampaikan bahwa kekecewaan dua sosok […]

  • Pesan Viktor Laiskodat Ke Pj Gubernur NTT Ayodhia Kalake

    Pesan Viktor Laiskodat Ke Pj Gubernur NTT Ayodhia Kalake

    • calendar_month Sel, 5 Sep 2023
    • account_circle Penulis
    • visibility 131
    • 0Komentar

    Loading

    Jakarta, Garda Indonesia | Ayodhia G. L. Kalake, SH, MDC  merupakan Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi resmi dilantik oleh Mendagri Tito Karnavian menjadi Penjabat (Pj) Gubernur NTT menggantikan Viktor Bungtilu Laiskodat dan Josef Adreanus Nae Soi, yang berakhir masa jabatannya pada 5 September 2023. Ayodhia Kalake bersama 8 orang Pj. Gubernur lainnya dilantik […]

  • Komnas Perempuan Sikapi Pemberitaan Media Kasus Prostitusi Online

    Komnas Perempuan Sikapi Pemberitaan Media Kasus Prostitusi Online

    • calendar_month Sel, 8 Jan 2019
    • account_circle Penulis
    • visibility 135
    • 0Komentar

    Loading

    Jakarta, gardaindonesia.id | Komnas Perempuan mendapatkan berbagai pengaduan dari masyarakat tentang maraknya pemberitaan prostitusi online yang terjadi khususnya yang melibatkan artis. Protes masyarakat menyatakan bahwa pemberitaan yang terjadi sangat sewenang-wenang dan tidak mempertimbangkan pihak perempuan yang terduga sebagai korban beserta keluarganya. Selain nama, wajah juga disebutkan keluarga mereka. Komnas Perempuan telah melakukan sejumlah pemantauan dan […]

  • HLN 2018 – Menteri Rini Himbau PLN Jadikan Indonesia Terang Benderang

    HLN 2018 – Menteri Rini Himbau PLN Jadikan Indonesia Terang Benderang

    • calendar_month Ming, 18 Nov 2018
    • account_circle Penulis
    • visibility 142
    • 0Komentar

    Loading

    Jakarta, gardaindonesia.id | Hari Listrik Nasional (HLN) diperingati setiap tanggal 27 Oktober. Pada HLN ke-73, PLN merayakan kegiatan Family Fun Day 2018 bersama 25.000 peserta yang terdiri dari pegawai dan keluarga besar PLN se-Jabodetabek, Minggu (18/11/18) di Jakarta Convention Center, Jakarta. Kegiatan ini dimulai dengan fun walk di sekitar Senayan yang diikuti oleh Menteri BUMN […]

expand_less