Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Nasional » Operasi SAR Lion Air JT-160 Ditutup Secara Terpusat .

Operasi SAR Lion Air JT-160 Ditutup Secara Terpusat .

  • account_circle Penulis
  • calendar_month Sab, 10 Nov 2018
  • visibility 103
  • comment 0 komentar

Loading

Jakarta, gardaindonesia.id | Kabasarnas Marsdya TNI M Syaugi, menutup secara terpusat operasi SAR kecelakaan pesawat Lion Air PK-LQP dengan nomor penerbangan JT-610, Sabtu (10/11/2018) siang pukul 13.30 WIB.

Penutupan terpusat, artinya tim dari Kantor Pusat Basarnas selesai. Namun, operasi SAR akan dilanjutkan oleh Kantor SAR Jakarta dan Kantor SAR Bandung. Dua tim ini akan terus melaksanakan siaga dan penyisiran di Last Know Positioning (LKP) dan pesisir pantai Tanjung Pakis.
Dengan penutupan ini, maka Posko Terpadu di JICT 2 Pelabuhan Tanjung Priok otomatis juga ditutup. Selanjutnya, Posko berada di Kantor SAR Jakarta dan Kantor SAR Bandung.

Penutupan terpusat operasi ini dilakukan setelah Kabasarnas selaku SAR Coordinator (SC) melakukan analisa menyeluruh, koordinasi dengan seluruh stakeholder terkait, masukan dari berbagai pihak, dan melihat data-data faktual di lapangan sampai hari terakhir perpanjangan waktu pelaksanaan operasi.

“Tolok ukur operasi SAR adalah korban. Namun, sejak siang kemarin (Jumat, 9/11/2018) hingga siang ini, tim SAR sudah tidak menemukan korban lagi. Karena itulah, operasi SAR secara terpusat, saya nyatakan ditutup,” tegas Kabasarnas didampingi Ketua KNKT Soerdjanto dan perwakilan potensi SAR lainnya saat konferensi pers di Posko Terpadu JICT 2 Pelabuhan Tanjung Priok.

Selebihnya, Kabasarnas meminta maaf kepada seluruh masyarakat, khususnya keluarga korban, jika selama pelaksanaan operasi SAR terdapat kesalahan atau kekurangan. Kabasarnas juga meminta doa agar tim DVI dapat segera mengidentifikasi seluruh korban dari 196 kantong jenazah yang telah berhasil dievakuasi tim SAR. Kabasarnas juga mendukung penuh tim KNKT yang masih melanjutkan operasi pencarian CVR agar segera dapat menemukan barang tersebut.
Seperti diberitakan sebelumnya, Kabasarnas memperpanjang durasi operasi SAR dua kali, kali tiga hari.

Sesuai Standard Operating Procedure (SOP), operasi SAR dilaksanakan selama 7 hari. Apabila, masih ada kemungkinan korban ditemukan, maka operasi ditambah 3 hari lagi. Selanjutnya, jika perpanjangan 3 hari tersebut masih kurang dan masih ada lagi tanda-tanda meyakinkan ditemukan korban, maka ditambah lagi selama 3 hari.
Sementara dalam pelaksanaan operasi hari ke-13 ini, tim penyelam yang beroperasi di tiga spot atau titik penyelaman, sudah tidak lagi menemukan bodypart korban di dasar covered area pencarian.

Dalam operasi hari ini (10/11), Basarnas mengerahkan 40 penyelam Basarnas Special Group (BSG). Mereka melakukan penyapuan dengan anchor point Kapal Baruna Jaya I pada radius 250 meter persegi. Sedangkan alut yang digunakan meliputi 3 unit KN SAR (Sadewa, Basudewa, dan Rescue Boat 206), 4 Rubber Inflatable Boat (RIB), dan 4 LCR (perahu karet).
Sementara tim yang beroperasi di permukaan air, termasuk tim yang melakukan penyisiran dari Perairan Karawang hingga Tanjung Pakis juga nihil.
Selama 13 hari, tim SAR telah berhasil mengevakuasi 196 kantong jenazah yang telah diberi label oleh tim DVI dan telah diserahkan ke RS Polri Kramat Jati.

Kabasarnas juga kembali mengungkapkan rasa terima kasih, apresiasi, dan penghargaan yang tinggi atas sinergitas dan soliditas kepada seluruh potensi SAR yang terlibat, mulai dari unsur TNI, Polri, Kementerian Perhubungan, KNKT, BPPT, KKP, Bakamla, Pertamina, Bea Cukai, PMI, POSSI, Indonesia Diver Rescue Team (IDRT), dan seluruh stakeholder lainnya.
Secara khusus, Kabasarnas menyampaikan duka mendalam dan apresiasi kepada anggota IRDT yang gugur saat membantu operasi pencarian.

Selebihnya, Kabasarnas berharap, sinergitas dan soliditas itu akan terus berlanjut dalam tugas-tugas negara di masa yang akan datang.

“Di lapangan, kita semua bersatu padu. Apa yang kita lakukan adalah bukti bahwa pemerintah hadir, Basarnas serius menangani musibah ini sampai tuntas. Tim SAR juga bekerja all out, 24 jam, siang dan malam nonstop dengan mengerahkan segala daya dan upaya untuk mengevakuasi seluruh korban. Dan, kita bekerja dengan hati. Kita bisa merasakan apa yang dirasakan oleh keluarga korban khususnya, dan seluruh bangsa Indonesia pada umumnya,” tuturnya.

Usai konferensi pers, Kabasarnas mengumpulkan seluruh potensi SAR yang masih berada di posko seperti petugas TNI, Polri, PMI, tim Lion Air, KPLP, Pelindo, KSOP, Syahbandar, Bea Cukai dan lainnya di mushala Posko untuk sarasehan atau dialog.

Setelah sambutan dari Kabasarnas, Ketua KNKT, dan perwakilan dari Lion Air, Kabasarnas meminta perwakilan masing-masing stakeholder yang hadir untuk menyampaikan pendapat atau uneg-uneg yang ada selama pelaksanaan operasi.
Yang pasti, semua memberikan apresiasi dan komitmen untuk terus menjalin komunikasi, koordinasi, dan tetap bersatu padu untuk tugas-tugas negara yang lain.

“Saya memberikan apresiasi yang tinggi kepada seluruh stakeholder yang masih berada di posko sampai sore ini. Kita semua berharap, tugas ini menyatukan. Kita tetap sinergi, tetap solid, bersatu padu, untuk tugas-tugas negara di masa yang akan datang,” tegasnya.

Sekadar mengingatkan, pesawat Lion Air PK-LQP dengan nomor penerbangan JT-610 rute Cengkareng – Pangkalpinang mengalami kecelakaan 13 menit setelah lepas landas dari Bandar Udara Internasional Soekarno-Hatta, Senin (29/10/2018) pagi. Pesawat dengan personal on board sebanyak 189 orang itu jatuh di kawasan Perairan Karawang, Jawa Barat. (*/humas Basarnas)

  • Penulis: Penulis

Rekomendasi Untuk Anda

  • Walikota Jefry: ‘Kami Punya Niat Tulus Membantu Penyandang Disabilitas’

    Walikota Jefry: ‘Kami Punya Niat Tulus Membantu Penyandang Disabilitas’

    • calendar_month Sab, 22 Des 2018
    • account_circle Penulis
    • visibility 94
    • 0Komentar

    Loading

    Kota Kupang, gardaindonesia.id | Kota Kupang sebagai salah satu dari 14 Kota di Indonesia yang menandatangani komitmen bersama membangun Kota yang inklusif, menyatakan kesiapan untuk membenahi dan mengadakan fasilitas ramah disabilitas di semua fasilitas publik. Pernyataan tersebut disampaikan oleh Walikota Kupang Dr Jefritson Riwu Kore dalam Konferensi Pers bersama awak media cetak, elektronik dan online […]

  • Cerita Jein Koten-‘Oa Pariwisata Flotim 2019 Bersama Pangan Kelor’

    Cerita Jein Koten-‘Oa Pariwisata Flotim 2019 Bersama Pangan Kelor’

    • calendar_month Kam, 31 Jan 2019
    • account_circle Penulis
    • visibility 230
    • 0Komentar

    Loading

    Larantuka-NTT, gardaindonesia.id | Temaram tenggelamkan Sang Surya di pelukan bukit sebelah barat Kota Reinha Larantuka. Butiran titik-titik hujan masih tersisa di pucuk kelor halaman rumah penduduk Desa Mokantarak; Sebuah desa kecil nan asri di arah barat kotaku, Larantuka. Inilah Kisah dibalik suksesnya Jein Koten menjadi Oa (Putri) Pariwisata Flotim 2019. Sore itu, aku menyempatkan diri […]

  • Menkopulhukam : Antisipasi ‘Hate Speech’ dengan Sinergitas Antar Kementerian/Lembaga

    Menkopulhukam : Antisipasi ‘Hate Speech’ dengan Sinergitas Antar Kementerian/Lembaga

    • calendar_month Kam, 29 Nov 2018
    • account_circle Penulis
    • visibility 116
    • 0Komentar

    Loading

    Jakarta, gardaindonesia.id | Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan mengatakan bahwa sinergitas antar Kementerian /Lembaga perlu untuk ditingkatkan dalam mengantisipasi penyebaran berita hoaks. Melihat kondisi bangsa saat ini, khususnya di media sosial, sering kita dihadapkan pada permasalahan berita hoaks maupun hate speech (ujaran kebencian) yang berdampak pada kegaduhan yang terjadi di masyarakat. “Kegaduhan yang […]

  • Temu Majelis Jemaat Baith El Oelanisa, VBL: Gereja Harus Jadi Pusat Belajar

    Temu Majelis Jemaat Baith El Oelanisa, VBL: Gereja Harus Jadi Pusat Belajar

    • calendar_month Sen, 5 Jul 2021
    • account_circle Penulis
    • visibility 101
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang-NTT, Garda Indonesia | Gubernur NTT,  Viktor Bungtilu Laiskodat (VBL)  dalam berbagai kesempatan bertatap muka dengan pemuka agama meminta agar gedung gereja tidak hanya menjadi tempat ibadah tapi juga menjadi pusat pengembangan pendidikan. “Gereja harus juga jadi pusat belajar.  Bukan hanya untuk belajar ilmu-ilmu ketuhanan tapi juga ilmu-ilmu lainnya. Gedung gereja dapat juga digunakan sebagai […]

  • Rotary Club Gapai Terima Kasih dari Pemda TTS

    Rotary Club Gapai Terima Kasih dari Pemda TTS

    • calendar_month Sab, 30 Apr 2022
    • account_circle Penulis
    • visibility 187
    • 1Komentar

    Loading

    SoE, Garda Indonesia | Sebagai bagian dari Rotary International, dan secara  administratif, Rotary Kupang Central dibentuk sejak 2018 berada di bawah koordinasi District 3420; konsisten menjalankan misi kemanusiaan di Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) dengan dukungan relawan yang tergabung dalam Rotary Community Corps (RCC) di bawah koordinasi Agnes Bunga. Telisik […]

  • Makna “Peringatan Darurat” dan Hubungan dengan Putusan MK

    Makna “Peringatan Darurat” dan Hubungan dengan Putusan MK

    • calendar_month Kam, 22 Agu 2024
    • account_circle Penulis
    • visibility 154
    • 0Komentar

    Loading

    Pada Rabu, 21 Agustus 2024, warganet ramai mengunggah poster biru bertuliskan “Peringatan Darurat” dengan gambar Garuda Pancasila di bawahnya. Apa maksud poster tersebut dan bagaimana konteksnya? Poster bertuliskan “Peringatan Darurat” tersebut merupakan penggalan dari sebuah video yang diunggah oleh akun YouTube EAS Indonesia Concept pada 22 Oktober 2022 lalu. EAS Indonesia Concept merupakan sebuah akun […]

expand_less