Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Pertanian Perkebunan » Panen Jagung Program TJPS di Kabupaten Kupang, VBL Digendong ke Lokasi Acara

Panen Jagung Program TJPS di Kabupaten Kupang, VBL Digendong ke Lokasi Acara

  • account_circle Penulis
  • calendar_month Sab, 31 Okt 2020
  • visibility 145
  • comment 0 komentar

Loading

Kupang-NTT, Garda Indonesia | Saat melakukan panen jagung secara simbolis di lokasi Gerakan Tanam Jagung Panen Sapi (TJPS) dari Kelompok Tani Fajar Kasih di Desa Poto Kecamatan Fatuleu Barat, Kabupaten Kupang pada Jumat, 30 Oktober 2020; Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat (VBL) disambut hangat dengan Natoni (tutur adat Timor, red), tarian penyambutan, dan dikukuhkan sebagai Tuan Adat oleh masyarakat.

Selain memperoleh apresiasi tersebut, sebagai Gubernur NTT pertama yang menginjakkan kaki dalam kunjungan kerja resminya di Fatuleu Barat, VBL yang didampingi oleh Wakil Bupati Kupang, Jerry Manafe, kemudian digendong oleh masyarakat setempat. Sebelum digendong, sempat terlontar guyonan dari gubernur yang rajin melakukan melakukan sidak ke pelosok daerah tersebut.

“Kalian, kuat angkat saya tidak? Saya berat,” ujar VBL kepada masyarakat yang akan menggendong. Selanjutnya, VBL pun digendong dari titik penjemputan menuju ke tenda acara yang berjarak sekitar 10 meter.

Didampingi oleh Wakil Bupati Kupang, Jerry Manafe, Gubernur VBL diterima oleh Camat Fatuleu Barat, Kandidus Neno di kantor Desa Poto.

Camat Fatuleu Barat, Kandidus Neno dalam sambutannya menyampaikan sejumlah usulan pembangunan dan apresiasi terhadap Gubernur NTT. “Hari ini, Bapak Gubernur mengunjungi kita di Fatuleu Barat. Sebelumnya kami tahu Gubernur lewat buku dan cerita orang. Karena dalam sejarah kami di Fatuleu Barat, sejak 1958 hingga kini atau sekitar 62 tahun, baru kali ini Bapak Gubernur adalah Gubernur pertama yang mengunjungi Fatuleu Barat. Beberapa usulan yang kami sampaikan berkaitan dengan adanya potensi pertanian, maka kebutuhan kami berupa Alsintan, pompa mesin air, Jaringan Internet dan Listrik,” ungkap Camat Neno.

Gubernur VBL saat panen jagung Program TJPS di Kabupaten Kupang

Wakil Bupati Kupang, Jerry Manafe menyampaikan, kondisi Fatuleu Barat saat ini mengalami perkembangan dalam pembangunan infrastruktur jalan yang akan diikuti dengan terpenuhi kebutuhan pembangunan lainnya. “Hari ini, Bapak Gubernur datang panen simbolis jagung Gerakan TJPS. Dapat kita saksikan bersama, meskipun tempat ini gelap, akan tetapi saat jalan kita tidak terantuk seperti dulu. Artinya jalan kita sudah mulus dan itu karena kebijakan bapak Gubernur. Tentunya masyarakat mesti yakin bahwa pasti kita terus diperhatikan oleh Gubernur asalkan kita tetap kerja dan sukseskan Gerakan TJPS untuk mewujudkan kesejahteraan ,”ujar Jerry.

Dalam kunjungan kerjanya, Gubernur VBL didampingi oleh Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi NTT, Lecky Frederich Koli. staf Khusus Gubernur, Pius Rengka dan Tim Balai Pengkajian Tekhnologi Pertanian (BPTP) NTT.

Gubernur VBL dalam sambutannya menegaskan, pemimpin itu mesti terus bersama rakyatnya untuk melayani rakyatnya. Karena daerah ini memiliki potensi yang luar biasa, maka harus dikelola dengan baik. Masyarakat mesti memiliki etos kerja yang tinggi dan apa yang menjadi kebutuhan akan dipenuhi di tahun 2021.

“Dalam kepemimpinan saya, tentunya saya terus terjun ke lapangan untuk melayani masyarakat dan memastikan elemen Pemerintah bekerja bersama masyarakat. Hari ini kita panen, Tahun depan (2021) potensi lahan 400 ha yang terverifikasi, Tanam dan panen serta sukseskan Gerakan TJPS maka saya pastikan kebutuhan jaringan listrik dan telepon ada di tempat ini,” tegas Gubernur Viktor.

Selain di Desa Poto, juga dilakukan panen perdana jagung program TJPS pada Kelompok Tani Mutiara di Desa Pariti, Kecamatan Sulamu. Adapun lokasi lahan TJPS untuk Kabupaten Kupang seluas 2.600 ha. Namun, setelah dilakukan Verifikasi Calon Petani Calon Lokasi (CPCL) untuk musim tanam (MT) periode April—September (ASEP) oleh Pendamping Lapangan, terverifikasi luasan lahannya 375 ha. Khusus Kecamatan Sulamu, luas lahan terverifikasi 110 ha dengan realisasi tanam 67, 05 ha dan Kecamatan Fatuleu Barat, Luas lahan terverifikasi 43,30 ha dengan realisasi tanam 39,20 ha. (*)

Sumber berita dan foto (*/Arbi Kore—Humas dan Protokol Setda NTT)
Editor (+rony banase)

  • Penulis: Penulis

Rekomendasi Untuk Anda

  • “TERINSPIRASI SPK” Anak Muda Lembata Siap Menangkan SIAGA

    “TERINSPIRASI SPK” Anak Muda Lembata Siap Menangkan SIAGA

    • calendar_month Ming, 29 Sep 2024
    • account_circle Penulis
    • visibility 156
    • 0Komentar

    Loading

    Lewoleba | Tim Penggagas Relawan Pro Rakyat Lembata (RPRL) mulai bergerak untuk memenangkan pasangan calon gubernur NTT nomor urut 3, Simon Petrus Kamlasi dan Adrianus Garu (SIAGA) di Kabupaten Lembata. Meskipun belum menyatakan sikap secara resmi, namun Koordinator tim penggagas RPRL, Gabriel Raring, mengatakan sudah ada kesepakatan untuk mendukung SIAGA di Pilgub NTT 2024. “Kita […]

  • Dosen Farmasi Poltekkes Kemenkes Kupang Latih Warga Olah Temu Lawak Instan

    Dosen Farmasi Poltekkes Kemenkes Kupang Latih Warga Olah Temu Lawak Instan

    • calendar_month Sen, 5 Jul 2021
    • account_circle Penulis
    • visibility 136
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang-NTT, Garda Indonesia | Sebagai bagian dari pemenuhan Tri Dharma Perguruan Tinggi, 2 (dua) Dosen Farmasi Poltekkes Kemenkes Kupang yakni Maria Hilaria, S.Si., S.Farm, Apt, M.Si. dan Priska E. Tenda, S.F, Apt, M.Sc. melaksanakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat (PKM) di Desa Baumata Timur, Kecamatan Taebenu, Kabupaten Kupang, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT). Pemilihan Desa Baumata […]

  • Kantor Bahasa NTT Latih 80 Guru Utama Berbahasa Dawan

    Kantor Bahasa NTT Latih 80 Guru Utama Berbahasa Dawan

    • calendar_month Kam, 28 Jul 2022
    • account_circle Penulis
    • visibility 216
    • 0Komentar

    Loading

    SoE, Garda Indonesia | Sebanyak 80 guru SD dan SMP dari daratan Timor memperoleh pelatihan “Guru Utama Berbahasa Dawan” selama 4 hari (26—29 Juli 2022) di Hotel Bahagia Dua Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT). Esensi kegiatan ini bertujuan melatih para guru agar dapat menjadi pelatih dan inspirator bagi siswa-siswi dan […]

  • SMA Katolik Syuradikara Atensi Isu Perubahan Iklim

    SMA Katolik Syuradikara Atensi Isu Perubahan Iklim

    • calendar_month Sab, 1 Jun 2024
    • account_circle Penulis
    • visibility 151
    • 0Komentar

    Loading

    Ende | SMA Swasta Katolik Syuradikara mengikuti sosialisasi Program Kampung Iklim (Proklim) dan berkomitmen menyuarakan isu perubahan iklim global. Via Program Kampung Iklim (Proklim) ini, SMA Swasta Katolik Syuradikara hendak menjalankan program dari Kementerian Lingkungan dan Kehutanan. Adapun Proklim merupakan gerakan nasional pengendalian perubahan iklim berbasis masyarakat dan jadi salah satu langkah strategis membumikan isu […]

  • Pengacara Santi Taolin Sebut Harta Lain, Ini Tanggapan Kristina Lazakar

    Pengacara Santi Taolin Sebut Harta Lain, Ini Tanggapan Kristina Lazakar

    • calendar_month Ming, 11 Okt 2020
    • account_circle Penulis
    • visibility 130
    • 0Komentar

    Loading

    Belu-NTT, Garda Indonesia | Kristina Lazakar merasa geram terhadap Pengacara Santi Taolin, Helio Caetano Moniz (HCM). Pasalnya, HCM menyebut dalam pemberitaan Garda Indonesia terdahulu tentang masih adanya harta–harta lain di luar harta yang disengketakan. “Khusus HCM, kau pergi sekolah tambah lagi dulu. Kau tetap masih mengotot (tentang) penolakan hak waris. Kau baca baikkah tidak itu […]

  • Perusahaan Domisili Jakarta Diimbau Lakukan ‘Work From Home’

    Perusahaan Domisili Jakarta Diimbau Lakukan ‘Work From Home’

    • calendar_month Sel, 2 Sep 2025
    • account_circle Penulis
    • visibility 167
    • 0Komentar

    Loading

    Imbauan ini tertuang dalam Surat Edaran Nomor e-0014/SE/2025 dan bersifat situasional, sehingga penerapan WFH tidak diwajibkan bagi seluruh perusahaan, melainkan disesuaikan dengan kondisi masing-masing.   Jakarta | Pasca-demonstrasi anarkis yang terjadi di Jakarta dan beberapa kota besar di Indonesia pada tanggal 28—29 Agustus 2025, maka beberapa daerah memberlakukan sistem belajar dan bekerja dari rumah. Akibat […]

expand_less