Pelatih Valencia Femenino dan Tiga Anaknya Tewas Tenggelam di Labuan Bajo
- account_circle Penulis
- calendar_month Sen, 29 Des 2025
- visibility 382
- comment 0 komentar

![]()
KM Putri Sakinah diketahui membawa 11 orang, terdiri dari enam anggota keluarga Fernando Martín, empat kru kapal, dan satu pemandu wisata. Kapal mengalami mati mesin sebelum dihantam gelombang tinggi swell 2—3 meter.
Labuan Bajo | Kapal wisata KM Putri Sakinah dilaporkan tenggelam di sekitar perairan Pulau Padar, Taman Nasional Komodo, Nusa Tenggara Timur, pada Jumat malam, 26 Desember 2025, yang menewaskan pelatih Valencia CF Femenino B, Fernando Martín, dan tiga anaknya. Valencia CF mengonfirmasi kabar duka tersebut melalui pernyataan resmi klub.
Pada unggahan di akun resmi @valenciacf, klub menyatakan, “Valencia CF sangat berduka atas wafatnya Fernando Martín, pelatih Valencia CF Femenino B, serta tiga anaknya dalam sebuah kecelakaan kapal yang tragis di Indonesia, sebagaimana telah dikonfirmasi oleh otoritas setempat.”
Manajemen juga menyampaikan dukungan moril kepada keluarga korban dan seluruh elemen klub. “Pada saat yang sangat sulit ini, kami ingin menyampaikan dukungan dan belasungkawa kami kepada keluarga, sahabat, serta rekan-rekan di Valencia CF, Valencia CF Femenino, dan Akademi VCF,” lanjut pernyataan klub.
Istri Fernando Martín, Andrea Ortuno, dan satu anaknya, Mar Martinez Ortuno (7 tahun), berhasil selamat bersama empat kru kapal dan pemandu, kemudian langsung dilarikan ke Labuan Bajo untuk perawatan medis dan dinyatakan dalam kondisi aman. Fernando Martín dan ketiga anaknya Martin Garcia Mateo (12), Martines Ortuno Maria Lia (10), dan Martinez Ortuno Enriquejavier (9) sempat dinyatakan hilang, namun pihak berwenang akhirnya mengonfirmasi bahwa mereka ditemukan meninggal dunia setelah upaya pencarian intensif.
Duka juga datang dari klub Spanyol lain, Real Madrid menyatakan, “Real Madrid dan Dewan Direksi sangat berduka atas meninggalnya Fernando Martín dan tiga anaknya dalam kecelakaan kapal tragis di Indonesia,” serta menyampaikan belasungkawa kepada istri dan putrinya, seraya menutup dengan harapan “Semoga mereka beristirahat dalam damai.”
KM Putri Sakinah diketahui membawa 11 orang, terdiri dari enam anggota keluarga Fernando Martín, empat kru kapal, dan satu pemandu wisata. Kapal mengalami mati mesin sebelum dihantam gelombang tinggi swell 2—3 meter yang datang secara tiba-tiba.
Menurut Kepala KSOP Kelas III, Stephanus Risdiyanto, gelombang itu terjadi dalam periode singkat setengah sampai satu jam, sehingga pencarian awal menjadi sulit.
Tim SAR gabungan dari Basarnas, Polri, Polairud, Lanal Labuan Bajo, dan potensi maritim lainnya terus melakukan pencarian serta penyisiran sekitar 1 nautical mile selama tiga jam, dengan total sekitar 40 personel yang dikerahkan, meskipun kondisi cuaca dan gelombang tinggi menjadi tantangan dalam operasi pencarian tersebut.(*)
- Penulis: Penulis
- Sumber: melihatindonesia











Saat ini belum ada komentar