Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Daerah » “Peluk Sehat” Gerakan Dinkes Manggarai Waspada KLB Diare

“Peluk Sehat” Gerakan Dinkes Manggarai Waspada KLB Diare

  • account_circle Penulis
  • calendar_month Sen, 13 Okt 2025
  • visibility 598
  • comment 0 komentar

Loading

Kadis Kesehatan Manggarai, Safrianus Haryanto Djehaut, M.Si. menegaskan bahwa seluruh tenaga kesehatan harus melihat upaya ini bukan sekadar sebagai tugas rutin, melainkan sebagai panggilan pengabdian yang sungguh-sungguh.

 

Ruteng | Guna mengantisipasi peningkatan kasus diare yang berpotensi berkembang menjadi kejadian luar biasa (KLB), Dinas Kesehatan Kabupaten Manggarai mengeluarkan surat edaran resmi kepada seluruh Kepala Puskesmas di wilayah kerjanya.

Surat ini berfungsi sebagai peringatan dini sekaligus langkah strategis untuk mencegah dampak serius yang ditimbulkan oleh penyakit diare, terutama pada kelompok rentan seperti balita, lansia, dan masyarakat yang memiliki kondisi sanitasi kurang memadai.

Surat edaran tersebut dikeluarkan pada tanggal 2 Oktober 2025, ditandatangani langsung oleh Safrianus Haryanto Djehaut, M.Si, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Manggarai.

Pada isi surat, Dinas Kesehatan menegaskan lima langkah penting yang wajib dijalankan oleh seluruh fasilitas pelayanan kesehatan tingkat pertama.

Salah satu langkah utama adalah yang Pertama, Pemantauan intensif kasus, di mana setiap puskesmas diharapkan untuk meningkatkan pelaporan harian dan melakukan pengawasan ketat di wilayah dengan angka kejadian yang tinggi.

Kedua, analisis data dan identitas, Kepala puskesmas wajib secara rutin melakukan analisis data untuk mengidentifikasi adanya peningkatan kasus atau pola penyebaran penyakit yang mencurigakan.

Ketiga, penyelidikan epidemiologi cepat, apabila ditemukan gejala yang mengarah pada klaster penyakit, tim surveilans harus segera melakukan investigasi cepat untuk memastikan apakah telah terjadi kejadian luar biasa (KLB) dengan tepat dan akurat.

Keempat, kesiapan obat dan logistik, penting bagi puskesmas untuk menjaga ketersediaan stok obat-obatan seperti oralit, tablet zinc, cairan infus, dan perlengkapan medis lainnya guna mendukung penanganan kasus secara optimal.

Kelima, koordinasi antarsektor, Puskesmas dianjurkan untuk memperkuat koordinasi dengan rumah sakit rujukan, BPBD, Dinas Sosial, serta pemerintah desa agar penanganan KLB dapat dilakukan secara cepat dan terintegrasi.

Selain tindakan medis, surat edaran ini juga menekankan pentingnya pendekatan promotif dan preventif, termasuk edukasi masyarakat tentang pola hidup bersih dan sehat (PHBS), kebiasaan mencuci tangan dengan sabun, serta pemenuhan akses air bersih dan makanan yang higienis.

Kepala Dinas Kesehatan, Safrianus Haryanto Djehaut, menjelaskan bahwa langkah kewaspadaan dini ini sejalan dengan semangat gerakan “Peluk Sehat” yang menjadi landasan utama dalam pelayanan kesehatan di Kabupaten Manggarai.

“Kita tidak boleh menunggu terlambat. Kewaspadaan dini adalah kunci utama. Pelayanan kesehatan harus lebih cepat dari laju penyebaran penyakit,” tegas Safrianus.

Ia juga menegaskan bahwa seluruh tenaga kesehatan harus melihat upaya ini bukan sekadar sebagai tugas rutin, melainkan sebagai panggilan pengabdian yang sungguh-sungguh.

“Jangan biarkan diare menjadi pembunuh yang tak terlihat. Mari kita bergerak bersama, sebab setiap tindakan kita memiliki potensi untuk menyelamatkan nyawa,” ujarnya.

Dengan diterbitkannya surat edaran kewaspadaan dini ini, Pemerintah Kabupaten Manggarai menegaskan komitmennya untuk selalu sigap, terukur, dan responsif dalam menghadapi setiap potensi ancaman kesehatan bagi masyarakat.

Langkah ini merupakan bentuk konkret dari upaya untuk menciptakan Manggarai yang sehat, kuat, dan tangguh, sekaligus mempererat kerja sama antar sektor dalam mencegah penyebaran penyakit menular seperti diare.(*)

Sumber: Ferdy Daud

  • Penulis: Penulis

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pj Gubernur NTT: “Ingin Belajar Kerukunan Umat Beragama?; Datanglah di NTT”

    Pj Gubernur NTT: “Ingin Belajar Kerukunan Umat Beragama?; Datanglah di NTT”

    • calendar_month Rab, 22 Agu 2018
    • account_circle Penulis
    • visibility 77
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang-NTT, gardaindonesia.id – “Kalo ingin belajar kerukunan antar umat beragama, datang belajar di Nusa Tenggara Timur, “ungkap Pj Gubernur NTT, Drs. Robert Simbolon,MPH. Himbauan tersebut disampaikannya dalam sesi sambutan saat penyerahan Hewan Kurban bantuan Presiden dan Gubernur NTT, Rabu/22 Agustus 2018 pukul 09.00 wita di Masjid Agung Baiturahman Perumnas Kupang. Robert Simbolon yang berkeyakinan Katolik […]

  • Petani Rumput Laut Dapat Kredit Bank NTT, Camat Raijua : Itu Bukan Bagi Uang

    Petani Rumput Laut Dapat Kredit Bank NTT, Camat Raijua : Itu Bukan Bagi Uang

    • calendar_month Ming, 25 Okt 2020
    • account_circle Penulis
    • visibility 124
    • 0Komentar

    Loading

    Sabu Raijua, Garda Indonesia | Bank NTT Unit Pembantu Raijua memberikan fasilitas kredit Merdeka kepada 10 (sepuluh) petani rumput laut di Kecamatan Raijua, Kabupaten Sabu Raijua. Penyerahan secara simbolis dilaksanakan pada acara tatap muka Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat (VBL) bersama para pimpinan SKPD, staf ahli gubernur dengan Bupati, Pimpinan Perangkat Daerah, Kepala Desa, Lurah, […]

  • ‘Woven Speech Book’: Tenun sebagai Pengetahuan, Menyurat yang Tersirat

    ‘Woven Speech Book’: Tenun sebagai Pengetahuan, Menyurat yang Tersirat

    • calendar_month Ming, 1 Sep 2019
    • account_circle Penulis
    • visibility 130
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang-NTT, Garda Indonesia | Jes Therik, pria kelahiran Atambua, 14 Juni 1942, kembali menghasilkan karya sebuah buku bertajuk ‘Woven Speech’ yang mengisahkan kekayaan dan beragam karya tenun yang berada di Provinsi Nusa Tenggara Timur. Sebelumnya di Jakarta, pada tahun 1989, Jes Therik melahirkan Buku perdana tentang tenun yang berjudul ‘Tenun Ikat dari Timur (Ikat In […]

  • Bus Milenial SEHATI Dirusak Orang Tak Dikenal di Jalan Raya Leoruas

    Bus Milenial SEHATI Dirusak Orang Tak Dikenal di Jalan Raya Leoruas

    • calendar_month Kam, 10 Des 2020
    • account_circle Penulis
    • visibility 124
    • 0Komentar

    Loading

    Belu-NTT, Garda Indonesia | Bus Paris Indah rute Atambua – Kupang dengan nomor polisi DH 7156 EB yang ditumpangi sekelompok Milenial SEHATI diserang kelompok orang tak dikenal (OTD) di Bilangan Jalan Raya Dusun Leoruas (km.16), Desa Bakustulama, Kecamatan Tasifeto Barat, Kabupaten Belu, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), pada Kamis siang, 10 Desember 2020. Kejadian nahas […]

  • OJK NTT Latih Literasi Keuangan Perempuan UMKM di Pulau Timor

    OJK NTT Latih Literasi Keuangan Perempuan UMKM di Pulau Timor

    • calendar_month Kam, 16 Okt 2025
    • account_circle Tim OJK NTT
    • visibility 450
    • 0Komentar

    Loading

    Asisten Direktur Bagian Pengawasan Perilaku PUJK, Edukasi, Pelindungan Konsumen, dan LMS OJK Provinsi NTT, Polantoro, menyampaikan bahwa roadshow ini difokuskan pada peningkatan literasi dan inklusi keuangan pada kelompok prioritas yaitu perempuan, pemuda dan pekerja informal.   Kupang | Otoritas Jasa Keuangan Provinsi Nusa Tenggara Timur (OJK NTT) berkomitmen untuk memperluas literasi dan inklusi keuangan masyarakat […]

  • Pentas Seni Spektamasta Angkat Seni Inklusi Kupang

    Pentas Seni Spektamasta Angkat Seni Inklusi Kupang

    • calendar_month Ming, 14 Des 2025
    • account_circle Tim Spektamasta
    • visibility 411
    • 0Komentar

    Loading

    Pentas seni ini melibatkan peserta dari berbagai latar belakang, termasuk anak-anak berkebutuhan khusus dari SD dan SMP Katolik Asumpta Kupang.   Kupang | Pentas Seni SMP Katolik Asumpta Kupang (Spektamasta) telah dihelat pada Jumat, 12 Desember 2025 di Taman Budaya Gerson Poyk, Kupang sangat memukau para penonton. Ketua Panitia, Alexsander Y.T. Tetik, S.Pd., Gr., M.M. […]

expand_less