Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Anak dan Perempuan » Perempuan Setara, Perempuan Merdeka

Perempuan Setara, Perempuan Merdeka

  • account_circle Penulis
  • calendar_month Jum, 7 Agu 2020
  • visibility 83
  • comment 0 komentar

Loading

Jakarta, Garda Indonesia | Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Bintang Puspayoga meyakini jika peran perempuan dalam rangka mengisi kemerdekaan dan pembangunan sangat dibutuhkan. Hal itu dibuktikan dengan adanya peranan perempuan dalam merebut kemerdekaan dan pembangunan bangsa yang sudah dimulai sejak lama.

“Dalam perjalanan panjang untuk mencapai Kemerdekaan Indonesia, tidak terlepas dari peran penting perempuan-perempuan Indonesia, yang berjuang mempersembahkan jiwa dan raganya, baik di garis depan maupun garis belakang pertempuran,” ujar Menteri Bintang dalam Webinar “Maju dan Merdeka” Refleksi HUT Ke-75 RI Perspektif Perempuan yang diselenggarakan Institut Teknologi dan Bisnis (ITB) Ahmad Dahlan Jakarta, pada Kamis, 6 Agustus 2020.

Keberhasilan pembangunan manusia dinilai dari terciptanya ruang dan kesempatan yang setara baik perempuan maupun laki-laki dalam seluruh aspek kehidupan. Menjelang Hari Kemerdekaan Negara Republik Indonesia, Menteri Bintang mengajak seluruh masyarakat untuk memperkuat peran perempuan dan kesetaraan gender demi kemajuan Bangsa Indonesia.

“Perjuangan kita dalam menuju kesetaraan dapat dimulai dari memberikan kesempatan kepada perempuan untuk menyuarakan dan didengar pendapatnya dimulai dari lingkup terkecil sekalipun yaitu keluarga. Akan sangat baik jika perempuan tidak hanya didengar pendapatnya, tetapi juga diberikan kesempatan untuk menempati posisi strategis atau bahkan menjadi pemimpin,” tutur Menteri Bintang.

Menurut Menteri Bintang ada cara-cara sederhana yang dapat dilakukan seperti, pelibatan pendapat perempuan di dalam pembuatan keputusan di dalam rumah tangga, lingkungan bermasyarakat, organisasi, pemerintahan terkecil seperti kepala desa, maupun tempat kerja. Menteri Bintang meyakini meskipun dengan cara sederhana, jika dilakukan bersama-sama dan terus menerus, dapat menimbulkan kepercayaan masyarakat sehingga terbentuk konstruksi sosial yang akan berpihak pada kaum perempuan.

“Besar harapan saya muncul kesadaran, upaya, partisipasi dan keterlibatan aktif seluruh elemen masyarakat dalam mendukung tujuan kita bersama yaitu pemberdayaan perempuan dan kesetaraan gender. Karena hanya dengan menyatukan kekuatan dan mengesampingkan ego masing-masing, hal tersebut dapat tercapai,” tambah Menteri Bintang.

Berbicara tentang makna kemerdekaan dari perspektif perempuan, Ketua Pusat Studi Islam, Perempuan, dan Pembangunan (PSIPP) Institut Teknologi dan Bisnis (ITB) Ahmad Dahlan Jakarta, Yulianti Muthmainnah mengajak untuk mempertanyakan kembali dengan berkaca pada situasi dan posisi perempuan saat ini yang rentan mengalami kekerasan.

“Kita bisa melihat bahwa angka kekerasan terhadap perempuan grafiknya selalu naik tiap tahun, sehingga kita bisa mengatakan apakah perempuan itu bisa merdeka kalau dia mendapatkan kekerasan baik di dalam rumah tangga maupun di wilayah publik? Tentu tidak, budaya membuat perempuan terbelenggu sehingga situasi perempuan tidak mengalami banyak kemajuan,” ujar Yulianti yang juga menjadi narasumber dalam webinar

Untuk menggali makna merdeka bagi perempuan, Yulianti mengatakan PSIPP telah melakukan survei pada 200 mahasiswa dan mahasiswi di ITB Ahmad Dahlan. Menurut Yulianti hasil survei menunjukkan bahwa di samping terpenuhinya hak dasar perempuan sebagai manusia, merdeka bagi perempuan juga berarti posisi sejajar atau setara antara perempuan dan laki-laki, adanya penghormatan pada perempuan, dan memanusiakan perempuan, serta non diskriminasi.

“Perempuan harus sejajar dengan laki-laki dan bisa mengaktualisasikan rasa kebangsaannya. Menurut mereka (responden), posisi yang sejajar itu harus dibangun dari rumah tangga. Perempuan bukan pelayan dan tidak ada relasi kuasa di dalam rumah tangga. Penghormatan pada perempuan berarti mengubah paradigma, bahwa perempuan harus dipandang sebagai makhluk terhormat, akalnya sempurna, dan bukan objek seks. Memanusiakan perempuan yaitu kecerdasan dan keahliannya diakui, serta perempuan mendapat perlakuan yang tidak membeda-bedakan,” jelas Yulianti.(*)

Sumber berita dan foto (*/Publikasi dan Media Kementerian PPPA)
Editor (+rony banase)

  • Penulis: Penulis

Rekomendasi Untuk Anda

  • Hingga Mei 2020, PLN UP2K Flores Melistriki 33 Desa, Total 1.523 Desa

    Hingga Mei 2020, PLN UP2K Flores Melistriki 33 Desa, Total 1.523 Desa

    • calendar_month Kam, 4 Jun 2020
    • account_circle Penulis
    • visibility 68
    • 0Komentar

    Loading

    Flores-NTT, Garda Indonesia | Di tengah pandemi Covid-19, PLN sebagai penyedia jasa kelistrikan tetap bekerja dan mengabdi membawa terang kepada seluruh masyarakat sampai ke pelosok. Pandemi menyebabkan seluruh akses transportasi baik laut, udara maupun darat terganggu juga sempat mengakibatkan terkendalanya mobilisasi material dan tenaga kerja untuk pembangunan jaringan listrik pedesaan. Begitu juga dengan rekan-rekan pejuang […]

  • Yayasan YPKM & Komunitas KASOGI Bantu Sumur Bor ke Jemaat Imanuel Nifukani SoE

    Yayasan YPKM & Komunitas KASOGI Bantu Sumur Bor ke Jemaat Imanuel Nifukani SoE

    • calendar_month Jum, 14 Jan 2022
    • account_circle Penulis
    • visibility 116
    • 0Komentar

    Loading

    SoE – Garda Indonesia | Yayasan Pelita Kehidupan Masyarakat (YPKM) dan Komunitas Soe Berbagi (KASOGI) menyerahkan bantuan 1 (satu) unit sumur bor beserta jaringan perpipaan, dan 1 (satu) unit bak penampungan ke Jemaat Imanuel Nifukani SoE, Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Kamis, 13 Januari 2022; Acara serah terima paket […]

  • UNICEF Indonesia & Prilly Latuconsina Ajak Anak Indonesia ‘Stop Bullying’

    UNICEF Indonesia & Prilly Latuconsina Ajak Anak Indonesia ‘Stop Bullying’

    • calendar_month Rab, 21 Nov 2018
    • account_circle Penulis
    • visibility 128
    • 0Komentar

    Loading

    Jakarta, gardaindonesia.id | Dalam Rangka Menyambut Hari Anak Sedunia yang jatuh pada tanggal 20 November 2018, UNICEF Indonesia bersama dengan U-Report Indonesia menggandeng Prilly Latuconsina, aktris Indonesia usia 22 tahun, untuk mendiskusikan isu bullying yang bisa diakses di halaman Facebook Prilly Latuconsina dan UNICEF Indonesia. Menurut WHO/Organisasi Kesehatan Dunia, Bullying memiliki arti = “penggunaan kekuatan […]

  • Jokowi Masih Dicintai Rakyat, Giring Undur Diri dan 9 Calon Presiden

    Jokowi Masih Dicintai Rakyat, Giring Undur Diri dan 9 Calon Presiden

    • calendar_month Kam, 24 Feb 2022
    • account_circle Penulis
    • visibility 101
    • 0Komentar

    Loading

    Oleh: Andre Vincent Wenas Pagi ini, Kamis 24 Februari 2022 lagi-lagi Giring Ganesha (Ketua Umum PSI) membuat jagat politik melirik kepadanya. Ada apa? Dalam pernyataan pers yang, tumben pagi-pagi, disampaikannya bahwa ia mengundurkan diri sebagai kandidat calon presiden untuk pemilu 2024. Kenapa? Karena dari hasil turun lapangan ke berbagai daerah dan hasil jumpa muka dengan […]

  • We Called It As An Emotion

    We Called It As An Emotion

    • calendar_month Sen, 2 Jan 2023
    • account_circle Penulis
    • visibility 82
    • 0Komentar

    Loading

    Sewaktu berkunjung ke pameran karya seni, kita mendengarkan musik-musik instrumen (beberapa pameran karya seni memilih untuk tidak memutarkan musik dengan alasan tertentu), namun bila kita kaji, menghadirkan musik di pameran akan mempengaruhi suasana dan mood dari pengunjung untuk menikmati pameran, sama halnya ketika kita berkunjung ke sebuah toko buku, pusat perbelanjaan ataupun restoran. Dahulu, dalam […]

  • Kemenkumham NTT Bantu Pemda Manggarai Bentuk MPIG Tenun Songke

    Kemenkumham NTT Bantu Pemda Manggarai Bentuk MPIG Tenun Songke

    • calendar_month Rab, 1 Sep 2021
    • account_circle Penulis
    • visibility 95
    • 0Komentar

    Loading

    Manggarai, Garda Indonesia | Kepala Kantor wilayah Kemenkumham NTT, Marciana Dominika Jone hadir sebagai narasumber dalam Sosialisasi Masyarakat Perlindungan Indikasi Geografis (MPIG) dan Pembentukan Kelompok MPIG Tenun Tradisional di Kabupaten Manggarai, Selasa 31 Agustus 2021. Terselenggaranya sosialisasi ini merupakan hasil kerja sama antara Dekranasda Provinsi NTT dan Kantor Wilayah Kemenkumham NTT yang berlangsung di Aula […]

expand_less