Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Nasional » Pernyataan Menkopolhukam Terkait Pembakaran Bendera ‘Kalimat Tauhid’

Pernyataan Menkopolhukam Terkait Pembakaran Bendera ‘Kalimat Tauhid’

  • account_circle Penulis
  • calendar_month Sel, 23 Okt 2018
  • visibility 84
  • comment 0 komentar

Loading

Jakarta, gardaindonesia.id | Menteri Koordinator Politik, Hukum dan Hak Asasi Manusia(Menkopolhukam) Wiranto, memberikan pernyataan terkait pembakaran bendera bertuliskan ‘Kalimat Tauhid’ yang diyakini sebagai simbol HTI. Sesuai putusan pengadilan, ormas HTI sudah dilarang keberadaannya di Indonesia.

Dalam rapat koordinasi di kantor Kemenkopolhukam, Selasa, 23 Oktober 2018, Wiranto mengatakan, peristiwa pembakaran itu akibat penggunaan Kalimat Tauhid dalam bendera HTI. Dikatakan Wiranto, di daerah Tasikmalaya, bendera itu diamankan secara tertib.

“Sedangkan di Garut, cara mengamankannya dengan dibakar oleh oknum Banser,” ujar Wiranto, Selasa, 23 Oktober 2018.

Wiranto menjelaskan, ormas Islam tidak mungkin dengan sengaja membakar ‘Kalimat Tauhid’ yang artinya sama saja melakukan penghinaan terhadap diri sendiri. Namun semata-mata ingin membersihkan pemanfaatan penggunaan Kalimat Tauhid yang digunakan di bendera ormas HTI yang telah dilarang keberadaannya.

“PBNU telah meminta GP Ansor untuk mengklarifikasi kejadian di Garut dan menyesalkan kejadian tersebut telah menimbulkan kesalahpahaman,” terang Wiranto.

Selain itu, MUI juga melakukan pengkajian, namun jangan sampai menimbulkan perpecahan diantara umat Islam yang dapat menimbulkan perpecahan antar bangsa. “GP Ansor telah menyerahkan 3(tiga) oknum Banser untuk diusut kepolisian dengan cara yang adil,” pungkas Wiranto.

Sebelumnya, saat upacara Hari Santri Nasional pada 22 Oktober 2018, terjadi insiden pembakaran bendera yang berlafalkan Kalimat Tauhid dan ikat kepala yang oleh pembakar diyakini sebagai simbol HTI.

Peringatan Hari Santri Nasional Ke-3 digelar di lapangan Kecamatan Limbangan, Kabupaten Garut, Jawa Barat. Peserta yang hadir mencapai 4.000 orang dan berbagai ponpes dan ormas Islam. (*/Tim IMO)

  • Penulis: Penulis

Rekomendasi Untuk Anda

  • Hapuskan KDRT dengan Pemberdayaan Ekonomi Perempuan

    Hapuskan KDRT dengan Pemberdayaan Ekonomi Perempuan

    • calendar_month Kam, 24 Jan 2019
    • account_circle Penulis
    • visibility 82
    • 0Komentar

    Loading

    Jakarta, gardaindonesia.id | “Dalam Survei Pengalaman Hidup Perempuan Nasional (SPHPN) tahun 2016, ada 4 faktor utama penyebab terjadinya kekerasan pada perempuan dalam rumah tangga (KDRT) yaitu faktor individu, pasangan, sosial budaya, dan ekonomi. Jadi jelas, ada keterkaitan antara faktor ekonomi dan KDRT,” ucap Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Yohana Yembise di Pusat Kebudayaan […]

  • Sarlin Jones Miss Grand Indonesia 2019 Siap Berkompetisi di Venezuela

    Sarlin Jones Miss Grand Indonesia 2019 Siap Berkompetisi di Venezuela

    • calendar_month Sab, 5 Okt 2019
    • account_circle Penulis
    • visibility 87
    • 0Komentar

    Loading

    Jakarta, Garda Indonesia | Ajang perebutan gelar Miss Grand Indonesia 2019 telah usai. Finalis asal Nusa Tenggara Timur (NTT) Sarlin Jones akhirnya berhasil memenangkan ajang bergengsi itu. Miss Grand Indonesia merupakan kontes kecantikan yang digagas oleh Yayasan Dharma Gantari. Even tersebut dirancang untuk mencari bakat dan kemampuan yang dimiliki putri terbaik di seluruh penjuru tanah […]

  • Puting Beliung Terjang Rancaekek Bandung, Ratusan Rumah Rusak

    Puting Beliung Terjang Rancaekek Bandung, Ratusan Rumah Rusak

    • calendar_month Sab, 12 Jan 2019
    • account_circle Penulis
    • visibility 87
    • 0Komentar

    Loading

    Bandung, gardaindonesia.id | Bencana puting beliung makin meningkat dari tahun ke tahun. Peningkatan puting beliung disebabkan ada perubahan penggunaan lahan, dampak perubahan iklim yang menyebabkan makin meningkatnya ketidaksatabilan dinamika atmosfer lokal, dan aktivitas penduduk dan lainnya. Sutopo Purwo Nugroho, Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB mengatakan bencana puting beliung melanda Desa Jelegong Kecamatan Rancaekek […]

  • Penduduk Miskin Tertinggi di Kab TTS dan Terendah di Nagekeo

    Penduduk Miskin Tertinggi di Kab TTS dan Terendah di Nagekeo

    • calendar_month Ming, 10 Feb 2019
    • account_circle Penulis
    • visibility 83
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang-NTT, gardaindonesia.id | Jumlah dan prosentase penduduk miskin di 22 kabupaten/kota Provinsi Nusa Tenggara Timur, sebesar 1.142.170 orang atau 21,35 persen (*/data BPS kondisi Maret 2018; update kondisi Sept 2018 sebanyak 1.134.011 jiwa dari jumlah penduduk NTT sebanyak 5.456.203 jiwa atau turun menjadi 21,03 persen). Untuk mengukur kemiskinan, BPS menggunakan konsep kemampuan memenuhi kebutuhan dasar […]

  • Cegah DBD, ASN & Teko Lingkup Belu ‘Serbu’ Pasar Baru Atambua

    Cegah DBD, ASN & Teko Lingkup Belu ‘Serbu’ Pasar Baru Atambua

    • calendar_month Jum, 19 Nov 2021
    • account_circle Penulis
    • visibility 107
    • 0Komentar

    Loading

    Belu–NTT, Garda Indonesia | Untuk mewujudkan kota Atambua sebagai kota sehat dan bersih, seluruh aparatur sipil negara (ASN) dan tenaga kontrak (Teko) lingkup Pemerintah Daerah Belu, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), dipimpin Wakil Bupati Belu, Drs. Aloysius Haleserens, M.M. membersihkan pasar baru Atambua pada Jumat, 19 November 2021, mulai pukul 6.00 – 07.00 WITA. Disaksikan […]

  • Kristiana Muki—Sosok Sederhana Pemerhati Anak dan Perempuan

    Kristiana Muki—Sosok Sederhana Pemerhati Anak dan Perempuan

    • calendar_month Kam, 25 Jun 2020
    • account_circle Penulis
    • visibility 101
    • 0Komentar

    Loading

    Kefa-T.T.U, Garda Indonesia | Sebelum melihat lebih dekat dan membangun komunikasi, tentunya bakal muncul beragam perspektif tentang sosok Anggota DPR RI Komisi II Fraksi Partai NasDem, Kristiana Muki, S.Pd., M.Si. Kristiana Muki ternyata merupakan sosok sederhana dan peduli serta memberikan atensi khusus terhadap isu anak dan perempuan. Dijumpai di rumahnya pada Selasa siang, 23 Juni […]

expand_less