Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Humaniora » Pesan di Balik Tarian Hodi Deket, Tarian Sambut Pj Gubernur NTT

Pesan di Balik Tarian Hodi Deket, Tarian Sambut Pj Gubernur NTT

  • account_circle Penulis
  • calendar_month Sen, 11 Sep 2023
  • visibility 46
  • comment 0 komentar

Loading

Oleh : Karolus Kopong Medan

Tarian Hodi Deket ditampilkan Sanggar Sole Oha di bawah pimpinan Daniel Lebu Raya pada penjemputan Penjabat Gubernur Provinsi NTT, Ayodhia Gehak Lakunamang Kalake pada Jumat, 8 September 2023 di aula El Tari Kupang.

Lantas, apa makna dari Tarian Hodi Deket?

Video : Tarian Hodi Deket, tarian penyambutan Penjabat Gubernur NTT Ayodhia Kalake

https://vt.tiktok.com/ZSLwd8yWh/

Tarian Hodi Deket merupakan perpaduan antara dua jenis tarian tradisi Lamaholot, yaitu tarian Hedung (tarian perang) dan tarian kolosal Sole Oha yang melibatkan sekelompok orang baik laki-laki dan perempuan sebagai pemain. Mereka sambil berpegangan tangan dan menghentakkan kaki diiringi bunyi giring-giring (bolong) dan lantunan syair-syair adat oleh beberapa penutur yang memiliki keahlian khusus.

Perpaduan kedua tarian tradisi Lamaholot tersebut dimaksudkan untuk memberikan pesan kepada khalayak dan terkhusus kepada tokoh yang dijemput, dalam hal ini Penjabat Gubernur NTT Odhi Kalake yang dipersonifikasikan sebagai seorang deket (pemimpin hebat, pemberani), yang setidak-tidaknya memiliki jiwa kesatria dan terus berupaya menanamkan nilai-nilai kebersamaan, persaudaraan dan kekompakan dengan berbagai elemen masyarakat dalam membangun daerah.

Oleh karena pesan yang ingin diwartakan seperti itu, maka Daniel Lebu Raya selaku pimpinan Sanggar Sole Oha dan sekaligus sebagai kreator Tarian Hodi Deket berusaha memadukan tarian Hedung dan tarian kolosal Sole Oha.

Tarian Hedung dimaksudkan untuk menampilkan pesan keberanian atau ksatria, sedangkan tarian kolosal Sole Oha lebih menonjolkan semangat kekompakan, kebersamaan dan persaudaraan.

Tarian Hodi Deket yang ditampilkan oleh Sanggar Sole Oha itu merupakan sebuah hasil kemasan baru. Selama ini, dalam event-event seperti ini lebih banyak ditampilkan aspek heroiknya melalui tarian Hedung (tarian perang). Padahal ada sisi lain yang terkadang diabaikan yaitu nilai-nilai persaudaraan, kekompakan dan kebersamaan yang juga sangat penting sebagai modal sosial dalam membangun negeri.

Tarian Hodi Deket kemasan baru yang ditampilkan ini sekaligus mau mengubah persepsi orang luar tentang watak orang-orang Lamaholot, terkhusus orang Adonara yang cenderung keras, suka berkonflik, dan bahkan berperang tanding saling membunuh.

Orang Lamaholot sesungguhnya juga memiliki watak yang sangat humanis dan selalu mengedepankan nilai-nilai kebersamaan, kekompakan dan persaudaraan dalam berbagai situasi, baik situasi suka maupun situasi duka.

Tatanan Tarian Hodi Deket

Dalam tarian Hodi Deket biasanya diawali dengan sejumlah seremoni adat, seperti behin-baun (menyuguhkan minuman tuak), golo tutun (memberi lintingan rokok dari daun lontar), ore wua warak (menyuguhkan siri pinang), dan seremoni loge boren (penyematan sarung tenunan Lamaholot).

Seremoni adat behin baun tuak (menyuguhkan minuman tuak), dalam wujud yang nyata merupakan salah satu bentuk ekspresi dari nilai persaudaraan, kebersamaan dan kekompakan. Dengan meminum tuak dari sumber yang sama dan dari cawan yang sama, maka “Sang Tokoh” diajak untuk terus memupuk nilai-nilai utama tersebut dalam memimpin dan membangun negeri (daerah).

Selain itu, seremoni adat behin baun tuak ini juga mengandung nilai sakral ala Lamaholot untuk menghadirkan dan mengikutsertakan Tuhan (Dewa Rerawulan Tanaekan) dan Leluhur (Koda Kewokot) dalam berbagai aktivitas, termasuk dalam mengawali kepemimpinan “Sang Tokoh”. Simbol kehadiran dan keikutsertaan Tuhan dan Leluhur itu ditandai dengan penuangan sedikit minuman ke tanah sebelum meminumnya.

Seremoni adat golo tutun (memberi lintingan rokok dari daun lontar) dan ore wua warak (menyuguhkan siri pinang) lebih sebagai simbol penyatuan, menyatukan berbagai hal yang berbeda seperti suku, agama dan ras. Termasuk juga menyatukan dan menyelaraskan sikap tindak dan pola pikir agar seirama, sehati dan sesuara (one tou kirin ehan) dalam membangun negeri.

Pola pikir dan pemahaman orang Lamaholot yang demikian itu dapatlah dimengerti, karena sadar atau tidak, tembakau (kebako) dan irisan daun lontar (koli) yang disatukan membentuk lintingan rokok, ketika dibakar dan dihisap hanya mengeluarkan asap dengan warna yang sama. Demikian pula siri (malu), pinang (wua), kapur (apu), gambir (gabe), dan tembakau (kebako) dengan warna yang berbeda-beda tetapi ketika disatukan dan dikunyah dalam mulut akan menghasilkan satu wara, yaitu merah maron.

Seremoni adat loge boren dengan menyematkan sarung tenunan Lamaholot ke pundak Sang Tokoh atau pemimpin yang dijemput bukan hanya sekedar pemberian hadiah, melainkan sebagai simbol yang memberi pesan kepada sang pemimpin harus bisa mendengarkan dan merasakan apa yang dirasakan oleh masyarakat. Sang pemimpin juga harus bisa merasakan hangat tidaknya balutan sarung yang sama seperti yang dimiliki oleh masyarakat.

Seremoni ini pun mau mengingatkan kepada Sang Pemimpin untuk selalu mendengar dengan sungguh-sungguh cermat beban penderitaan, keluh-kesah, keinginan dan harapan dari warga masyarakat yang dipimpinnya.(*)

Penulis merupakan salah satu personil Sanggar Sole Oha dan Peneliti Budaya Lamaholot

  • Penulis: Penulis

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • SUMBA TIMUR SIAGA! Gideon Mbilijora Yakin Raup Suara 50 Persen

    SUMBA TIMUR SIAGA! Gideon Mbilijora Yakin Raup Suara 50 Persen

    • calendar_month Sab, 2 Nov 2024
    • account_circle Penulis
    • visibility 50
    • 0Komentar

    Loading

    Waingapu | Mantan Bupati Sumba Timur Gideon Mbilijora turun gunung untuk memenangkan pasangan calon gubernur dan wakil gubernur NTT nomor urut 3, Simon Petrus Kamlasi dan Adrianus Garu (SIAGA) pada Pilkada 27 November 2024. “Kami rutin melakukan sosialisasi hingga ke desa-desa di Kabupaten Sumba Timur. Respon masyarakat terhadap paket SIAGA sangat besar,” ungkap Gideon Mbilijora […]

  • Kantor UPBU Bandara Douw Aturure Nabire Terbakar, Polisi Segera Usut Tuntas

    Kantor UPBU Bandara Douw Aturure Nabire Terbakar, Polisi Segera Usut Tuntas

    • calendar_month Sel, 23 Apr 2019
    • account_circle Penulis
    • visibility 45
    • 0Komentar

    Loading

    Jayapura, Garda Indonesia | Kebakaran yang menghanguskan Kantor Unit Penyelenggara Bandara Udara (UPBU) Kelas II Douw Aturure Nabire pada Selasa, 23 April 2019 pukul 10.30 WIT bertempat di Jalan Sisingamangaraja Nabire, telah dilakukan pemadaman oleh personil TNI dan Polri dibantu masyarakat sehingga pada pukul 12.00 WIT, api berhasil dipadamkan. Pada pukul 10.35 WIT mobil kebakaran […]

  • Walikota Jefry: ‘Kami Punya Niat Tulus Membantu Penyandang Disabilitas’

    Walikota Jefry: ‘Kami Punya Niat Tulus Membantu Penyandang Disabilitas’

    • calendar_month Sab, 22 Des 2018
    • account_circle Penulis
    • visibility 34
    • 0Komentar

    Loading

    Kota Kupang, gardaindonesia.id | Kota Kupang sebagai salah satu dari 14 Kota di Indonesia yang menandatangani komitmen bersama membangun Kota yang inklusif, menyatakan kesiapan untuk membenahi dan mengadakan fasilitas ramah disabilitas di semua fasilitas publik. Pernyataan tersebut disampaikan oleh Walikota Kupang Dr Jefritson Riwu Kore dalam Konferensi Pers bersama awak media cetak, elektronik dan online […]

  • Dekranasda Belu Partisipasi di Indonesia Maju Expo Jakarta

    Dekranasda Belu Partisipasi di Indonesia Maju Expo Jakarta

    • calendar_month Sen, 5 Jun 2023
    • account_circle Penulis
    • visibility 38
    • 0Komentar

    Loading

    Jakarta, Garda Indonesia | Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) Republik Indonesia menghelat ajang Indonesia Maju Expo pada Kamis, 1 Juni 2023 di Plaza Selatan Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta. Kegiatan ini bertujuan untuk mendorong agenda pembangunan nasional serta mendukung iklim perekonomian lokal yang berorientasi ekspor. Terdapat pameran, webinar, workshop, business matching, social event, procurement network, […]

  • Bertengger Peringkat 469 Dunia, PLN Tembus Fortune Global 500

    Bertengger Peringkat 469 Dunia, PLN Tembus Fortune Global 500

    • calendar_month Rab, 30 Jul 2025
    • account_circle Penulis
    • visibility 38
    • 0Komentar

    Loading

    Capaian ini memperkuat kedudukan PLN sebagai perusahaan utilitas terbesar di Asia Tenggara dan semakin mengukuhkan posisinya dalam kancah bisnis global.   Jakarta | PT PLN (Persero) mencetak sejarah baru dengan masuk ke daftar Fortune Global 500 tahun 2025, menempati peringkat ke-469 dunia! Capaian ini menjadikan PLN sebagai perusahaan utilitas satu-satunya di Asia Tenggara yang berhasil […]

  • Lagi, 20 Calon TKI Asal Kab Kupang, TTS & Malaka Dicekal KP3 Laut Tenau

    Lagi, 20 Calon TKI Asal Kab Kupang, TTS & Malaka Dicekal KP3 Laut Tenau

    • calendar_month Sab, 27 Okt 2018
    • account_circle Penulis
    • visibility 54
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang-NTT,gardaindonesia.id |Jumat tanggal 26 Oktober 2018 sekitar pukul 18.30 WITA, sebanyak 20 calon Tenaga Kerja Indonesia (CTKI) dicegah keberangkatan di Pelabuhan Tenau Kupang. Jubir Satgas Anti Human Trafficking Partai Golkar NTT, Riesta Megasari kepada media ini Sabtu/27/10, mengatakan 20 calon TKI/PMI asal Kabupaten Kupang, TTS dan Malaka yang hendak menuju Balikpapan via Surabaya dengan menumpang […]

expand_less