Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Olahraga » Pesepeda 13 Negara Partispasi Tour de EnTeTe 2025

Pesepeda 13 Negara Partispasi Tour de EnTeTe 2025

  • account_circle Penulis
  • calendar_month Sel, 9 Sep 2025
  • visibility 158
  • comment 0 komentar

Loading

Tour de EnteTe ini akan melintasi tiga pulau besar yang terbagi dalam 10 etape dengan total jarak tempuh 1.541 km. Dari Timor dengan gunung dan lautnya, Sumba dengan savana emasnya, hingga Flores dengan danau dan keindahan alamnya.

 

Kupang | Pelataran Gedung Sasando, Kantor Gubernur NTT tampak ramai pada Selasa sore, 9 September 2025. Para penari dari berbagai etnis di NTT terlihat antusias mempersiapkan diri untuk tampil di panggung pembukaan Tour de EnTeTe.

Suasana kian semarak menjelang malam, seiring kedatangan para peserta dari 13 negara dan tamu undangan. Dentuman gong dan tambur serta gerakan lincah para penari menyapa hangat semua yang hadir.

Pembukaan Tour de EnTeTe diawali dengan jamuan makan malam bersama yang dihelat di pelataran Gedung Sasando. Setelahnya, acara dilanjutkan dengan seremoni pembukaan yang berlangsung meriah.

Gubernur NTT, Melki Laka Lena menyampaikan selamat datang kepada seluruh peserta Tour de EnTeTe 2025 yang telah menempuh perjalanan jauh. “Saya berharap kunjungan di NTT ini bisa menjadi kunjungan yang menyenangkan bagi semuanya dan membuat para peserta jatuh cinta dengan keindahan tanah ini,” ujarnya.

Wakil Gubernur NTT, Johni Asadoma berpose dengan para peserta Tour de EnTeTe 2025

Menurut Gubernur Laka Lena, Tour de EnTeTe bukan hanya ajang olahraga, melainkan sebuah perayaan identitas. Ini adalah panggung sport tourism yang memadukan olahraga, pariwisata, dan budaya dalam harmoni yang indah.

“Dari olahraga, kita belajar sportivitas. Dari pariwisata, kita tunjukkan keindahan. Dari budaya, kita wariskan nilai persaudaraan yang kuat,” ungkapnya.

Tour de EnteTe ini akan melintasi tiga pulau besar di NTT yang terbagi dalam 10 etape dengan total jarak tempuh 1.541 km. Dari Timor dengan gunung dan lautnya, Sumba dengan savana emasnya, hingga Flores dengan danau dan keindahan alamnya, semua akan menjadi panggung bagi dunia untuk mengenal NTT lebih dekat.

“Kami ingin Anda semua merasakan bahwa NTT bukan hanya sebuah tempat, tetapi rumah kedua yang menyambut Anda dengan hangat,” tekannya.

Gubernur Laka Lena berharap agar Tour de EnTeTe ini tidak hanya meninggalkan kesan sebagai kompetisi olahraga bagi para peserta, tetapi juga kenangan indah tentang persahabatan dan kehangatan dari Timur Indonesia.

“Dari Timur Indonesia, kita kirimkan pesan, kita siap berdiri sejajar di panggung dunia,” pungkasnya.(*)

Sumber (*/Biro AdPim Setda NTT/ Baldus Sae)

  • Penulis: Penulis

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Bank NTT Penyetor Pajak Terbesar, Per Tahun 100 Miliar Lebih

    Bank NTT Penyetor Pajak Terbesar, Per Tahun 100 Miliar Lebih

    • calendar_month Rab, 1 Feb 2023
    • account_circle Penulis
    • visibility 174
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang, Garda Indonesia | Sebagai bank kebanggaan masyarakat Nusa Tenggara Timur (NTT), PT. Bank Pembangunan Daerah atau dikenal dengan Bank NTT menjadi wajib pajak yang paling besar menyetor pajak. Setiap tahunnya, Bank NTT menyetor pajak hingga Rp100 miliar lebih. Demikian diungkapkan Kepala Kantor Pelayanan Pajak Pratama Kupang, Ni Made Ayu Sri Liana Dewi dalam sesi […]

  • Salah Ketik (Typo) Senjata Utama Tangkal Kritikan Publik

    Salah Ketik (Typo) Senjata Utama Tangkal Kritikan Publik

    • calendar_month Sen, 26 Okt 2020
    • account_circle Penulis
    • visibility 143
    • 0Komentar

    Loading

    Oleh : Jerry Massie (Pengamat Politik Political and Public Policy Studies) Lagi-lagi publik dipertontonkan dengan tak profesionalnya lembaga negara dalam membuat regulasi. Berkelit salah ketik menjadi alasan klasik dalam membuat sesuatu. Sejauh ini, senjata utama ala Typo atau salah ketik. Alasannya, saya nilai lantaran kurang koordinasi, kurang keterbukaan dan kurang sosialisasi ke publik. Di era […]

  • Merlisa A Marsaoly Ingin Mengabdi dan Membangun Ternate

    Merlisa A Marsaoly Ingin Mengabdi dan Membangun Ternate

    • calendar_month Ming, 3 Nov 2019
    • account_circle Penulis
    • visibility 166
    • 0Komentar

    Loading

    Ternate, Garda Indonesia | Segera berlangsung Pemilihan Kepala Daerah di Ternate pada tahun 2020, kini calon – calon pemimpin di masa depan Ternate mulai bermunculan termasuk mantan Ketua DPRD Kota Ternate Merlisa A Marsaoly. Awak media sempat mengkonfirmasi via whatsahap terkait nama yang di gadang – gadang untuk calon Wali Kota Ternate periode 2020—2025 tersebut […]

  • 4.728 Jiwa Mengungsi, 79 Wafat & 43 Orang Hilang Pasca Banjir di Sentani

    4.728 Jiwa Mengungsi, 79 Wafat & 43 Orang Hilang Pasca Banjir di Sentani

    • calendar_month Sen, 18 Mar 2019
    • account_circle Penulis
    • visibility 135
    • 0Komentar

    Loading

    Sentani-Papua, Garda Indonesia | Jumlah korban banjir bandang yang menerjang Kecamatan Sentani Kabupaten Jayapura Provinsi Papua terus bertambah. Tim SAR gabungan terus melakukan evakuasi, pencarian dan penyelamatan korban. Kepala Pusat Data dan Informasi BNPB, Sutopo Purwo Nugroho menuturkan hingga 18/3/2019 pukul 15.00 WIB, banjir bandang yang terjadi di Sentani, Jayapura, Papua pada Sabtu (16/3) pukul […]

  • Presiden Jokowi : Kita Harus Bersatu Lawan Terorisme

    Presiden Jokowi : Kita Harus Bersatu Lawan Terorisme

    • calendar_month Sab, 3 Apr 2021
    • account_circle Penulis
    • visibility 111
    • 0Komentar

    Loading

    Jakarta, Garda Indonesia | Presiden Joko Widodo menegaskan bahwa tidak ada tempat bagi terorisme di Indonesia. Hal tersebut disampaikan Presiden menanggapi aksi terorisme yang terjadi di area Markas Besar Polri, pada Rabu, 31 Maret 2021. “Saya tegaskan sekali lagi tidak ada tempat bagi terorisme di Tanah Air!” tegas Presiden dalam sambutannya saat meresmikan jalan tol […]

  • Masyarakat Indonesia Pemakan Tempe Tapi Impor Kedelai 70 Persen

    Masyarakat Indonesia Pemakan Tempe Tapi Impor Kedelai 70 Persen

    • calendar_month Sen, 9 Feb 2026
    • account_circle Penulis
    • visibility 197
    • 0Komentar

    Loading

    Titiek menekankan, swasembada kedelai seharusnya menjadi target nasional seperti halnya beras dan jagung yang telah berhasil dicapai tahun 2025.   Jakarta | Ketua Komisi IV DPR RI, Siti Hediati Hariyadi (Titiek Soeharto) menyoroti keras kondisi pangan Indonesia yang masih bergantung pada impor kedelai. Ia menyebut lebih dari 70% kebutuhan kedelai dalam negeri dipenuhi dari luar […]

expand_less