Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Daerah » Plh. Sekda Manggarai Tegakkan Disiplin ASN Lewat Aturan Baru

Plh. Sekda Manggarai Tegakkan Disiplin ASN Lewat Aturan Baru

  • account_circle Penulis
  • calendar_month Ming, 24 Agu 2025
  • visibility 219
  • comment 0 komentar

Loading

“Etika, kedisiplinan, dan transparansi merupakan fondasi utama yang wajib dimiliki oleh seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Manggarai”. Plh. Sekda Kabupaten, Lambertus Paput, S.Sos.

 

Ruteng | Pemerintah Kabupaten Manggarai terus berupaya memperkuat budaya kerja Aparatur Sipil Negara (ASN), agar lebih disiplin dan berintegritas melalui jurnal harian dan buku pamit.

Hal ini ditegaskan oleh Pelaksana Harian (Plh.) Sekretaris Daerah Kabupaten Manggarai, Lambertus Paput, S.Sos., saat memberikan arahan dalam kegiatan sosialisasi presensi online Nucalale yang berlangsung di Ruteng pada Kamis, 21 Agustus 2025.

Kata dia menguraikan, bahwa etika, kedisiplinan, dan transparansi merupakan fondasi utama yang wajib dimiliki oleh seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Manggarai.

Menurut Lambertus, etika bukan sekadar formalitas, melainkan cerminan integritas seorang ASN sebagai abdi negara.

Baginya, ASN tidak hanya dituntut untuk hadir secara fisik di kantor, tetapi juga harus menunjukkan sikap profesional, saling menghargai, serta mampu mempertanggungjawabkan setiap aktivitas kerja yang dilakukan, tambahnya.

“Etika dalam menyapa dan berkomunikasi, baik dengan atasan, rekan sejawat, maupun bawahan adalah hal mutlak. Ini bukan hanya soal sopan santun, tetapi juga mencerminkan rasa hormat dan integritas kita sebagai ASN,” ujar Lambertus.

Dengan lingkungan kerja yang harmonis dan penuh penghargaan, menurutnya, produktivitas dan pelayanan publik akan meningkat secara signifikan.

Aturan baru: jurnal harian dan buku pamit

Selain menyoroti soal pentingnya etika, pergaulan di lingkungan birokrasi, Plh. Sekda Manggarai pun mengenalkan kebijakan baru untuk memperkuat pengawasan kinerja ASN yang akan segera diterapkan di seluruh organisasi perangkat daerah (OPD), yakni Jurnal Harian dan Buku Pamit.

“Setiap OPD wajib menyusun dan mengisi jurnal kegiatan harian. Ini penting untuk memetakan aktivitas kerja ASN, memudahkan proses monitoring, dan menjadi bahan evaluasi kinerja,” jelas Lambertus.

Sementara kata dia, buku Pamit akan digunakan sebagai sarana pencatatan ASN yang meninggalkan kantor saat jam kerja di luar waktu istirahat resmi.

Ia menegaskan, setiap ASN yang pergi baik itu, melaksanakan urusan dinas atau kepentingan lain saat jam kerja wajib melapor dan mencatatnya di Buku Pamit.

“Ini adalah bentuk tanggung jawab dan transparansi. Kita ingin memastikan setiap jam kerja benar-benar dapat dipertanggungjawabkan,” jelasnya.

Budaya kerja yang disiplin, transparan, dan terukur

Penerapan dua instrumen baru tersebut bukan semata-mata untuk membatasi ruang gerak ASN, akan tetapi untuk memperkuat budaya kerja yang disiplin, transparan, dan terukur.

Kata dia menguraikan, dengan adanya jurnal harian, pimpinan OPD dapat lebih mudah memantau produktivitas ASN, sementara buku pamit memastikan bahwa setiap aktivitas di luar kantor tetap dalam kendali pengawasan.

Lambertus menilai, langkah ini merupakan reformasi kecil namun berdampak besar terhadap perbaikan kinerja birokrasi. Indikator kinerja utama bisa lebih terukur, disiplin ASN bisa lebih ditegakkan, dan kualitas pelayanan publik dapat terus ditingkatkan.

Dorongan untuk ASN Manggarai

Melalui kebijakan ini, Plh. Sekda berharap ASN di Kabupaten Manggarai mampu menyesuaikan diri dengan budaya kerja baru yang lebih disiplin dan profesional.

Ia menekankan bahwa pelayanan publik adalah wajah utama birokrasi, sehingga setiap ASN wajib menjaga kredibilitas dan akuntabilitasnya.

“Kita ingin memastikan bahwa setiap ASN tidak hanya sekadar hadir, tetapi benar-benar bekerja dengan penuh tanggung jawab. Pelayanan publik adalah cerminan kualitas birokrasi kita, dan masyarakat Manggarai berhak mendapatkan yang terbaik,” terang Lambertus.

Dengan aturan baru ini, Pemkab Manggarai mengirimkan pesan tegas bahwa disiplin, etika, dan akuntabilitas bukan lagi sekadar jargon, melainkan komitmen nyata dalam membangun birokrasi yang melayani dan dipercaya masyarakat.(*)

Sumber  (*/Ragam + Ferdy Daud)

 

 

 

  • Penulis: Penulis

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pj Gubernur NTT: Hentikan Status NTT Sebagai Sumber Human Trafficking

    Pj Gubernur NTT: Hentikan Status NTT Sebagai Sumber Human Trafficking

    • calendar_month Kam, 19 Jul 2018
    • account_circle Penulis
    • visibility 104
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang-NTT, gardaindonesia.id – Penjabat Gubernur NTT, Robert Simbolon saat acara ramah tamah bersama Pimpinan Perangkat Daerah NTT dan Awak Media di Rumah Jabatan Gubernur NTT, Rabu/18 Juli 2018 siang, menyampaikan keinginannya untuk dapat menghentikan status NTT sebagai sumber Human Trafficking. Penjelasan tersebut disampaikan terkait adanya pertanyaan wartawan tentang status NTT sebagai penyumbang terbesar Human Trafficking […]

  • Tradisi Potong Jari dan Awetkan Jenazah Suku Dani Papua

    Tradisi Potong Jari dan Awetkan Jenazah Suku Dani Papua

    • calendar_month Jum, 11 Okt 2024
    • account_circle Penulis
    • visibility 156
    • 0Komentar

    Loading

    Tradisi Papua yang unik ini mungkin adalah satu – satunya tradisi yang hanya bisa kita jumpai di Papua dan tidak ada di wilayah Indonesia yang lain. Tradisi potong jari ini adalah tradisi yang biasanya dilakukan oleh suku Dani di Lembah Baliem. Pada tradisi ini, masyarakat suku Dani diharuskan untuk memotong salah satu jari tangan mereka […]

  • Suzuki Fiesta SBM Lampaui Target, Theo Pareira: Terima Kasih Teman Media

    Suzuki Fiesta SBM Lampaui Target, Theo Pareira: Terima Kasih Teman Media

    • calendar_month Sab, 8 Mei 2021
    • account_circle Penulis
    • visibility 357
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang-NTT, Garda Indonesia | Perhelatan even Suzuki Fiesta oleh PT. Surya Batara Mahkota (SBM) selaku main dealer mobil Suzuki wilayah NTT pada 3—7 Mei 2021, menuai hasil maksimal dengan perolehan 60 surat pesanan kendaraan (SPK). Dengan dukungan 4 perusahaan pembiayaan atau leasing yakni Suzuki Finance Indonesia (SFI), Indomobil Finance Indonesia (IMFI), Adira Finance, dan Mandiri […]

  • Detik Proklamasi RI, Tim Sabang Kibarkan Merah Putih di Istana Merdeka

    Detik Proklamasi RI, Tim Sabang Kibarkan Merah Putih di Istana Merdeka

    • calendar_month Sen, 17 Agu 2020
    • account_circle Penulis
    • visibility 111
    • 0Komentar

    Loading

    Jakarta, Garda Indonesia | Tiga anggota Paskibraka Nasional 2020 ditugaskan untuk mengibarkan Sang Merah Putih di halaman Istana Merdeka pada Peringatan Detik-detik Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia pada Senin, 17 Agustus 2020. Indrian Puspita Rahmadhani dari Provinsi Aceh terpilih sebagai pembawa bendera Merah Putih. Lahir di Bireuen, 10 November 2003, Indrian saat ini menempuh pendidikan di […]

  • NTT Terpilih Jadi Lokasi Peringatan Harlah Ke-96 Nahdatul Ulama

    NTT Terpilih Jadi Lokasi Peringatan Harlah Ke-96 Nahdatul Ulama

    • calendar_month Ming, 6 Feb 2022
    • account_circle Penulis
    • visibility 82
    • 1Komentar

    Loading

    Kupang, Garda Indonesia | Hari Lahir (Harlah) Nahdlatul Ulama (NU) ke-96 tahun 2022 dirayakan secara berbeda. Harlah ini berlangsung dari tanggal 31 Januari sampai 17 Februari 2022 di 4 (empat) lokasi yakni Balikpapan Provinsi Kalimantan Timur, Labuan Bajo Provinsi Nusa Tenggara Timur, Palembang Provinsi Sumatera Selatan dan Bangkalan Madura, Provinsi Jawa Timur. Ketua Umum Pengurus […]

  • Bupati Sadewo Dilempari Sandal Saat Demo Pati

    Bupati Sadewo Dilempari Sandal Saat Demo Pati

    • calendar_month Kam, 14 Agu 2025
    • account_circle Penulis
    • visibility 87
    • 0Komentar

    Loading

    Kapolresta Pati, Kombes Pol Jaka Wahyudi, menyebut eskalasi aksi semakin memanas karena adanya pihak yang diduga menjadi provokator.   Pati | Aksi unjuk rasa di depan Kantor Bupati Pati, Jawa Tengah, pada Rabu, 13 Agustus 2025 berakhir ricuh dan memakan korban jiwa. Dua orang dilaporkan meninggal dunia dalam peristiwa tersebut. Kericuhan pecah sekitar pukul 11.00 […]

expand_less