Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Regional » PLN Papar Manfaat Air Sungai Tiwu Bala dalam Proyek Geotermal Mataloko

PLN Papar Manfaat Air Sungai Tiwu Bala dalam Proyek Geotermal Mataloko

  • account_circle Penulis
  • calendar_month Rab, 27 Agu 2025
  • visibility 94
  • comment 0 komentar

Loading

Debit air Tiwu Bala sangat besar dan konsisten. Debit rata-rata mencapai 0.77m3/s, sedangkan kebutuhan untuk drilling 0.04 m3/s atau proses driling hanya membutuhkan sebagian kecil dari rata-rata debit air.

 

Ngada | PLN (Persero) Unit Induk Pembangunan Nusa Tenggara (UIP Nusra) menyosialisasi pemanfaatan air Sungai Tiwu Bala untuk pekerjaan drilling pembangkit listrik tenaga panas bumi (PLTP) Mataloko (2×10 MW) kepada masyarakat Golewa Selatan, Kabupaten Ngada, NTT, Rabu, 20 Agustus 2025.

Sosialisasi ini dihadiri oleh kepala desa dan BPD kecamatan Golewa Selatan, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, tokoh wanita, perangkat pastoral, PT PLN (Persero) UIP Nusra, Unit Pelaksana Proyek (UPP) serta PT PLN ( Persero) Kantor Pusat

Membuka sosialisasi dengan menegaskan PLTP Mataloko sebagai upaya mencapai ketahanan energi sesuai arahan pemerintah dalam komitmen swasembada energi, Sekretaris Daerah Ngada, Johanes Watu, berharap forum ini dapat memberikan penjelasan secara menyeluruh mengenai proyek geotermal yang sedang berjalan.

Kendati demikian, menyampaikan pesan Bupati Ngada, Sekda Johanes meminta agar pemanfaatan air Sungai Tiwu Bala tidak mengganggu penggunaan air untuk kebutuhan harian masyarakat, tidak diperbolehkan adanya pembangunan permanen sekitar sungai yang akan digunakan berpotensi mengganggu aliran irigasi, serta tidak boleh terjadi pencemaran di lokasi Sungai Tiwu Bala.

Sosialisasi ini, kata Sekda Johanes, merupakan wadah bagi masyarakat untuk mendapat gambaran utuh mengenai pemanfaatan air Sungai Tiwu Bala. Sebab masyarakat, dalam hal ini, menjadi faktor penting terlaksananya proses drilling yang telah direncanakan PT PLN (Persero) UIP Nusra.

“Sosialisasi ini menjadi momen untuk mendengarkan secara komprehensif agar masyarakat tidak terpecah-pecah dan menimbulkan multi persepsi,” kata Sekda Johanes.

Senada dengan Sekda Johanes, Manager Eksplorasi dan Perizinan PLTP Mataloko, Tony Widiatmoro, menjelaskan bahwa tujuan dari forum ini adalah untuk memberikan pemahaman yang utuh terkait penggunaan air dalam pekerjaan drilling sekaligus mendapat masukan langsung dari masyarakat terdampak.

Kegiatan ini, kata Tony, merupakan rangkaian sosialisasi yang telah dilakukan sebelumnya sejak 2017. Kali ini, sosialisasi menyasar daerah hilir di Kecamatan Golewa Selatan dengan tujuan penyampaian informasi yang komprehensif mengenai rencana pengambilan air Sungai Tiwu Bala.

“Sehingga dampak dari sosialisasi ini masyarakat dicerahkan. Tidak ada kekhawatiran akan informasi yang simpang siur, dan pada akhirnya menjaga harmoni antara hubungan masyarakat yang satu dengan yang lain sehingga masyarakat tetap dapat bekerja seperti sehari-hari,” terang Tony.

Penjelasan terkait pemanfaatan Sungai Tiwu Bala dalam tahapan drilling PLTP Mataloko dipaparkan oleh Guruh Nurcahyono dari National Environmental, Social, Health and Safety Expert.

Guruh menjelaskan, sesuai dengan hasil analisis yang telah dilakukan selama beberapa bulan terakhir, dapat disimpulkan bahwa debit air Tiwu Bala sangat besar dan konsisten. Debit rata-rata mencapai 0.77m3/s, sedangkan kebutuhan untuk drilling 0.04 m3/s atau dengan kata lain, proses driling hanya membutuhkan sebagian kecil dari rata-rata debit air Sungai Tiwu Bala.

Selain itu, pemanfaatan air Sungai Tiwu Bala juga tidak berlangsung lama dan hanya dibutuhkan pada saat pengeboran dengan target kurang lebih dua tahun. Setelah proses drilling selesai, instalasi perpipaan tidak digunakan lagi.

“Ada dua pipa yang menuju ke sungai, satu pipa untuk aliran sungai air, dan satu untuk cadangan jika ada kemacetan atau kerusakan pada pipa utama,” kata Guruh.

Lebih lanjut, perwakilan Balai Besar Wilayah Sungai Nusa Tenggara Timur, Yohanes Harapan, menjelaskan ketersedian air rata- rata pada Sungai Tiwu Bala debit aliran (Q90) sebesar 0,247 m3/detik dikurangi kebutuhan air rata-rata, total debit: 0,148 m3/detik, sehingga sisa debit aliran pada Sungai yang mengalir bebas sebesar 0.099 m3/detik.

“Sehingga air yang tersedia masih cukup untuk memenuhi kebutuhan pemohon, melayani air irigasi, dan pemeliharaan sungai,” kata Yohanes.

Para peserta yang hadir aktif bertanya dan meminta penjelasan lebih jauh terkait pemanfaatan air Sungai Tiwu Bala. Tak sedikit peserta yang mempertanyakan perihal kekhawatiran bahwa masyarakat akan mengalami kesulitan air, serta simpang siur terkait pembungan limbah.

Namun demikian, sosisalisasi berjalan lancar dan mampu menjawab kekhawatiran masyarakat terdampak. Salah satu peserta sosialisasi, Felix Miteh asal Desa Takatunga, mengapresiasi PLN karena telah menyediakan wadah bagi masyarakat untuk mengkonfirmasi informasi simpang siur yang beredar di tengah masyarakat.

“Puas sekali dengan sosialisasi ini. Saya tidak suka dengar perdebatan tanpa ujung, tidak tahu apa yang harus kita bahas. Proyek ini, saya harap, tetap berjalan seperti biasa, yang penting kita sudah tahu sistemnya, penggunaan air sungainya seperti apa, pencemarannya tidak ada, dan lingkungan aman,” kata Felix.

Di lokasi berbeda, General Manager (GM) PT PLN (Persero) UIP Nusra, Rizki Aftarianto, menjelaskan sosialisasi ini dilakukan setelah PLN memperoleh hasil yang komprehensif melalui sejumlah riset dan pengukuran debit air Tiwu Bala selama 6 bulan.

“PLN menjamin pemanfaatan Sungai Tiwu Bala tidak mengganggu irigasi. Penggunaan air sesuai kondisi dan tidak ada limbah yang akan dibuang ke sungai,” kata GM Rizki.

GM Rizki menyambut baik segala masukan konstruktif dari masyarakat untuk kemudian dijadikan atensi bagi PLN dalam pemanfaatan air Sungai Tiwu Bala.

“Apabila dibutuhkan sosialisasi lebih intensif di desa maupun dusun, PLN siap! Ini kami lakukan agar masyarakat mendapat informasi secara utuh dari sumber primer,” tambahnya.(*)

Sumber (*/tim PLN UIP Nusra)

  • Penulis: Penulis

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Resmikan Bendungan Rotiklot, Presiden Jokowi: ‘Air Kunci Kemajuan di NTT!’

    Resmikan Bendungan Rotiklot, Presiden Jokowi: ‘Air Kunci Kemajuan di NTT!’

    • calendar_month Sen, 20 Mei 2019
    • account_circle Penulis
    • visibility 50
    • 0Komentar

    Loading

    Belu-NTT, Garda Indonesia | Tiba di Bandar Udara Internasional El Tari, Kota Kupang, NTT pada Senin, 20 Mei 2019 pukul 12.00 WITA dengan pesawat kepresidenan, Presiden Jokowi berganti Pesawat TNI AU jenis CN 295 menuju Kabupaten Belu. Kunjungan kerja Presiden Jokowi kali ini dalam rangka meresmikan Bendungan Rotiklot di Desa Fatuketi, Kecamatan Kakuluk Mesak, Kabupaten […]

  • KRI Nanggala Ditemukan Terbelah Tiga Bagian di Kedalaman 838 Meter

    KRI Nanggala Ditemukan Terbelah Tiga Bagian di Kedalaman 838 Meter

    • calendar_month Sen, 26 Apr 2021
    • account_circle Penulis
    • visibility 45
    • 0Komentar

    Loading

    Jakarta, Garda Indonesia | Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Yudo Margono, S.E., M.M., saat konferensi pers yang dipimpin Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, S.I.P. di Base Ops Lanud I Gusti Ngurah Rai pada Minggu 25 April 2021; menyampaikan rasa duka yang mendalam atas gugurnya 53 prajurit terbaik Hiu Kencana. Baca juga : […]

  • Pengadaan Tanah Tahap 2 PLTP Ulumbu 5-6 Poco Leok Berjalan Lancar

    Pengadaan Tanah Tahap 2 PLTP Ulumbu 5-6 Poco Leok Berjalan Lancar

    • calendar_month Rab, 27 Nov 2024
    • account_circle Penulis
    • visibility 50
    • 1Komentar

    Loading

    Sesuai SK Penlok yang telah terbit, dengan luasan 4 hektare lebih, tahapan identifikasi dan inventarisasi dibagi menjadi dua tahap. Tahap pertama diprioritaskan untuk tanah seluas 2 hektare yang dimiliki oleh 19 orang, sedangkan sisanya akan dilanjutkan pada Januari 2025.   Manggarai | Badan Pertanahan Nasional (BPN) bersama PLN (Persero) Unit Induk Pembangunan Nusa Tenggara (UIP […]

  • Resto Kelor & Jamur Hadir di Kupang, Diresmikan Wagub Josef

    Resto Kelor & Jamur Hadir di Kupang, Diresmikan Wagub Josef

    • calendar_month Sel, 13 Nov 2018
    • account_circle Penulis
    • visibility 49
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang-NTT, gardaindonesia.id | Wakil Gubernur (Wagub) NTT, Josef Nae Soi melakukan pemotongan kue tar dari kelor saat meresmikan pembukaan Resto Kelor dan Jamur di Taman Dedari Sikumana,Selasa malam (13/11/18). Resto milik keluarga dr. Dewa Putu Sahadewa tersebut menyajikan aneka menu dari hasil olahan kelor dan jamur. “Saya sungguh mengapresiasi kehadiran resto ini. Saya akan informasikan […]

  • Presiden Jokowi Minta Pembangunan Rusun Terus Dilanjutkan

    Presiden Jokowi Minta Pembangunan Rusun Terus Dilanjutkan

    • calendar_month Sab, 19 Jan 2019
    • account_circle Penulis
    • visibility 57
    • 0Komentar

    Loading

    Jakarta, gardaindonesia.id | Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta agar pembangunan rumah susun pondok pesantren (Ponpes) untuk santri di seluruh Indonesia tetap dilanjutkan. Ketersediaan hunian yang layak untuk santri di Ponpes sangat penting agar mereka bisa fokus dalam menuntut ilmu. “Rusun (pondok pesantren) untuk santri akan kita tambah setiap tahun,” ujar Presiden Jokowi kepada wartawan usai […]

  • Gunung Ibu di Maluku Utara Meletus, Status Tetap Waspada

    Gunung Ibu di Maluku Utara Meletus, Status Tetap Waspada

    • calendar_month Sab, 12 Jan 2019
    • account_circle Penulis
    • visibility 33
    • 0Komentar

    Loading

    Maluku Utara, gardaindonesia.id | Gunung Ibu yang berada di Halmahera Barat, Maluku Utara meletus pada 12/1/2019 pukul 17.12 WIT. Berdasarkan Pos Pengamatan Gunung Ibu PVMBG, tinggi letusan 800 meter dari puncak kawah. Kolom abu vulkanik condong ke arah selatan. Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho menjelaskan saat ini satus tetap waspada […]

expand_less