Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Daerah » Poktan Milenial Fatukfia Binaan Golkar Jadi Contoh Pertanian Kakuluk Mesak

Poktan Milenial Fatukfia Binaan Golkar Jadi Contoh Pertanian Kakuluk Mesak

  • account_circle Penulis
  • calendar_month Rab, 11 Agu 2021
  • visibility 95
  • comment 0 komentar

Loading

Belu–NTT, Garda Indonesia | Kelompok tani (Poktan) Milenial Fatukfia, Dusun Fukalaran, Desa Fatuketi menjadi contoh pertanian di Kecamatan Kukuluk Mesak, Kabupaten Belu, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT); telah terdaftar menjadi kelompok binaan partai Golkar pusat sejak Mei 2021 melalui DPD I Partai Golkar Provinsi NTT, mulai giat beraktivitas di bidang pertanian dengan menanam kacang hijau, jagung, dan hortikultura.

Informasi yang dihimpun Garda Indonesia di lokasi pada Rabu, 11 Agustus 2021 menyebutkan, lahan yang dipersiapkan seluas 8,5 hektar tersebut, dikelola oleh 19 orang anggota kelompok dan 4,8 hektar di antaranya merupakan milik anggota DPRD Belu fraksi Golkar, Benediktus Hale.

Guna mendukung pengembangan pertanian yang bertujuan mengangkat martabat para petani, bekerja sama dengan Dinas Pertanian Kabupaten Belu. Bene Hale mendatangkan excavator mini sekaligus menanggung biaya mobilitas dan operasional.

“Prinsipnya, kita hadir untuk melayani. Kita datang untuk melayani bukan dilayani. Sesungguhnya, apa pun keluhan masyarakat harus menjadi keluhan kami sebagai wakil rakyat. Lahannya, saya juga ikut siapkan, tinggal saja ada kesediaan dari anggota kelompok untuk rajin bekerja demi mengubah nasib hidup,” ujar Bene Hale sapaan akrabnya.

Anggota DPRD Belu, Benediktus Hale (ketiga dari kiri) bersama pengurus Poktan Milenial Fatukfia

Bene Hale pun berharap kiranya aktivitas ini menjadi contoh sekaligus pemacu semangat kerja bagi masyarakat petani se–Desa Fatuketi khususnya dan masyarakat se–Kecamatan Kakuluk Mesak umumnya.

Pendamping poktan PT. Bayer, Oktovianus Teme yang dikonfirmasi menuturkan, upaya mandiri bagi anggota kelompok menjadi visi misi prioritas perusahaan. Poktan menyiapkan sendiri benih dan pupuk dan pihaknya hanya mendampingi soal pengelolaan dan perawatan teknis hama. “Maksud kami, ketika anggota belanja sendiri benih dan pupuk, maka anggota akan bekerja dengan penuh tanggung jawab karena merasa telah korban biaya dan tentunya menginginkan keberhasilan,” urai Okto Teme.

Okto Teme menjelaskan lebih lanjut, sebagai tenaga delegasi perusahaan, dirinya bersedia membuka diri untuk melayani kelompok tani mana pun ketika dimintai pendampingan di bidang pertanian. Jenis–jenis tanaman yang dikembangkan di musim tanam (MT) ke–2 meliputi pendampingan teknis budidaya Jagung Manis dan Kacang Hijau Vima 3.

Pantauan Garda Indonesia, Bene Hale telah membangun sebuah rumah panggung seukuran 7 × 5 meter dilengkapi fasilitas MCK di lokasi kerja Poktan Milenial demi menjamin kenyamanan bagi semua anggota kelompok selama bekerja, termasuk sebuah kolam ikan. (*)

Penulis + foto: (*/Herminus Halek)

  • Penulis: Penulis

Rekomendasi Untuk Anda

  • Mgr. Hironimus Pakaenoni Uskup Agung Kupang Ganti Mgr Petrus Turang

    Mgr. Hironimus Pakaenoni Uskup Agung Kupang Ganti Mgr Petrus Turang

    • calendar_month Sab, 9 Mar 2024
    • account_circle Penulis
    • visibility 104
    • 1Komentar

    Loading

    Kupang, Garda Indonesia | Pada misa ekaristi Minggu Laetare- Minggu Pra Paskah IV pada Sabtu sore, 9 Maret 2024 di Gereja Katolik Sta. Maria Asumpta, Mgr. Petrus Turang (Uskup Agung Kupang), membacakan dan mengumumkan surat atau dekrit dari Sri Paus  Fransiskus di Vatikan, Roma. “Pada hari ini tanggal 9 Maret 2024, pukul 12:00 siang waktu […]

  • WASPADA! ‘Tropical Low 09U’ Berdampak Cuaca Ekstrem di NTT

    WASPADA! ‘Tropical Low 09U’ Berdampak Cuaca Ekstrem di NTT

    • calendar_month Rab, 13 Mar 2024
    • account_circle Penulis
    • visibility 79
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang, Garda Indonesia | Cuaca ekstrem berupa hujan deras disertai angin kencang dapat menyebabkan banjir ROB di sepanjang pesisir pantai, banjir, hingga longsor di wilayah Nusa Tenggara Timur. Adapun dampak dari cuaca ekstrem pada tanggal 8 – 14 Maret 2024 yang terjadi di wilayah Nusa Tenggara Timur ini adalah bencana hidrometeorologi seperti pohon tumbang, jalanan […]

  • Kadin Indonesia Dorong Skema UMKM Naik Kelas Secara Nasional

    Kadin Indonesia Dorong Skema UMKM Naik Kelas Secara Nasional

    • calendar_month Ming, 26 Jan 2020
    • account_circle Penulis
    • visibility 112
    • 0Komentar

    Loading

    Jakarta, Garda Indonesia | Sesuai data BPS dan Kementrian Koperasi & UKM, bahwa 99,99% pelaku usaha di Indonesia adalah Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM). Dari pelaku UMKM, didominasi Usaha Mikro (98,7%) dari total UMKM, yaitu usaha dengan omzet (penjualan) di bawah Rp.300 juta per tahun. Suatu perimbangan jumlah pelaku usaha yang belum ideal dalam […]

  • Tiga Kota Dingin Ekstrem di NTT, Rata-rata Suhu 10–12°C

    Tiga Kota Dingin Ekstrem di NTT, Rata-rata Suhu 10–12°C

    • calendar_month Ming, 29 Jun 2025
    • account_circle Penulis
    • visibility 211
    • 0Komentar

    Loading

    Suhu dingin pada malam hari di NTT diakibatkan karena monsoon Australia mulai aktif, monsoon Australia ini aktif pada April hingga Oktober yang identik dengan musim kemarau, namun berbeda dengan tiga kota di NTT.   NTT | Di Nusa Tenggara Timur (NTT), suhu dingin ekstrem memang tidak seperti di daerah pegunungan Jawa atau Papua, tapi ada […]

  • KPID NTT Ajak Mahasiswa Kupang Cerdas Konsumsi Informasi

    KPID NTT Ajak Mahasiswa Kupang Cerdas Konsumsi Informasi

    • calendar_month Sen, 14 Mar 2022
    • account_circle Penulis
    • visibility 97
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang, Garda Indonesia | Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Nusa Tenggara Timur (NTT) menyajikan materi literasi media ke mahasiswa dan mahasiswi yang tergabung dalam Ikatan Mahasiswa Kanokar Liurai (Itakanrai) dalam momentum penerimaan anggota baru (PAB) di kompleks Kapela Santo Markus Kaniti, Desa Penfui Timur, Kecamatan Kupang Tengah, Kabupaten Kupang pada Sabtu, 12 Maret 2022. Kegiatan […]

  • Nelayan NTB Mengadu ke Jokowi, Permen KP 17/2021 Belum Pro Rakyat

    Nelayan NTB Mengadu ke Jokowi, Permen KP 17/2021 Belum Pro Rakyat

    • calendar_month Ming, 18 Jul 2021
    • account_circle Penulis
    • visibility 126
    • 0Komentar

    Loading

    Lombok-NTB, Garda Indonesia | Sejumlah nelayan tangkap benih bening lobster (BBL) terutama daerah Lombok mengadu dan meminta kepada Presiden Jokowi agar mempermudah aturan lalu lintas pengiriman BBL di dalam negeri. Keadaan ini disampaikan lantaran buntut dari Peraturan Menteri (Permen) Kelautan dan Perikanan (KP) Nomor 17 Tahun 2021 tentang Pengelolaan Lobster, Kepiting dan Rajungan di Wilayah […]

expand_less