Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Daerah » Pospera & Masyarakat TTS Minta Bupati Tidak Lantik Perangkat Desa Bermasalah

Pospera & Masyarakat TTS Minta Bupati Tidak Lantik Perangkat Desa Bermasalah

  • account_circle Penulis
  • calendar_month Sel, 25 Agu 2020
  • visibility 118
  • comment 0 komentar

Loading

Soe-T.T.S , Garda Indonesia | Massa pedemo yang terdiri dari masyarakat dan DPC Pospera Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), menuntut Bupati TTS, Egusem Pieter Tahun segera membatalkan pelantikan perangkat desa yang bermasalah dalam pengelolaan Dana Desa sebelumnya. Tuntutan itu disampaikan perwakilan massa aksi, Ketua DPC Pospera TTS pada Senin, 24 Agustus 2020 di halaman depan kantor Bupati TTS.

Yerim pada kesempatan itu secara tegas meminta agar bupati segera mengambil kebijakan menghentikan proses pelantikan terhadap Perangkat Desa lama yang lolos seleksi namun disinyalir bermasalah dalam pengelolaan Dana Desa sebelumnya.

“Yang kami inginkan agar beberapa desa yang bermasalah, yang sedang berproses untuk klarifikasi, yang berproses untuk RDP, jangan dipaksakan dulu (pelantikannya). Karena ada masyarakat yang mengadu berarti dia belum puas,” kata Yerim.

Menurutnya, masyarakat harus diberikan penjelasan yang mendetail terkait hasil seleksi sehingga jerih lelah masyarakat selama mengurus berbagai persyaratan untuk mengikuti seleksi tidak merasa kecewa.

Hal paling penting menurutnya, yakni aparat desa lama yang diduga bermasalah namun masih diizinkan dan diperbolehkan mengikuti seleksi sampai ditetapkan menjadi perangkat desa baru.

Pospera bersama masyarakat yang datang dari berbagai desa mempertanyakan visi “Membangun dari Desa” yang diusung oleh Bupati TTS seperti apa. Lanjut Yerim, jika Perangkat Desa dengan etos kerja yang kurang baik, akan sangat berpengaruh bagi kemajuan desa.

“Kalau ini terus diakomodir, maka penyelewengan (pengelolaan Dana Desa,red) akan terus terjadi. Ini yang ingin kami sampaikan untuk menjadi catatan bagi Pak Bupati,” jelas Yerim.

Bupati TTS, Egusem Pieter Tahun dalam kesempatan itu mengatakan, pihaknya terbuka dan menerima setiap aspirasi dari masyarakat. “Saya terima semua aspirasi masyarakat. Mau di rumah jabatan atau di kantor daerah pun saya tetap terima aspirasi masyarakat,” jelas Tahun.

Ia meminta agar proses pelantikan Perangkat Desa tidak dihentikan sebab akan mengganggu pengelolaan Dana Desa. “Karena kalau mereka (Perangkat Desa, red) tidak bekerja, semua pelayanan masyarakat akan tertunda,” tambahnya.

Bupati Tahun meminta agar proses pelantikan tetap berjalan dan apabila ke depan ditemukan pelanggaran yang dilakukan oleh Perangkat Desa yang telah dilantik, maka bisa ditinjau kembali untuk diberhentikan.

Bupati Tahun mengatakan, sampai tanggal 31 Agustus, Pemerintah Daerah (Pemda) bersama DPRD berfokus untuk perubahan APBD 2020. Sebab jika lewat tanggal tersebut, DAK Rp.24 miliar yang dialokasikan kepada Pemda TTS tidak bisa dicairkan. “Bukan berarti kami diamkan (persoalan Perangkat Desa, red). Kasi saya waktu sampai bulan September. Kami bersama DPRD sementara bahas APBD Perubahan dan APBD Induk 2021,” kata Tahun.

Ketua DPD Pospera NTT, Yanto Lily di hadapan Bupati Tahun meminta agar ada ruang khusus untuk audiensi lebih lanjut terkait persoalan seleksi Perangkat Desa.

“Kami kumpulkan data lagi dan kami akan bawa ke Pak Bupati untuk kita audiensi lebih lanjut lagi”, kata Yanto.

Massa aksi yang sebelumnya sempat merobohkan pintu pagar kantor Bupati TTS, akhirnya menerima usulan Bupati TTS dan bersedia makan siang bersama untuk melanjutkan diskusi.(*)

Penulis dan foto (*/joe tkikhau)
Editor (+rony banase)

  • Penulis: Penulis

Rekomendasi Untuk Anda

  • Ormas di NTT Nilai Pemerintah Berlaku Tidak Adil

    Ormas di NTT Nilai Pemerintah Berlaku Tidak Adil

    • calendar_month Rab, 25 Sep 2019
    • account_circle Penulis
    • visibility 100
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang-NTT, Garda Indonesia | Sejumlah ormas mendesak Gubernur NTT bertanggung jawab atas masalah tanah di Desa Patiala Sumba Barat, penetapan tapal batas Sumba Barat dan Sumba Barat Daya yang diklaim merugikan masyarakat pesisir, penetapan wilayah konservasi hutan di Amanuban Selatan dan penuntasan kasus Poro Duka. Tuntutan dan permasalahan ini disampaikan dalam aksi demonstrasi oleh Front […]

  • Wamen Kumham Sampaikan 3 Tantangan Penyusunan RKUHP

    Wamen Kumham Sampaikan 3 Tantangan Penyusunan RKUHP

    • calendar_month Kam, 3 Nov 2022
    • account_circle Penulis
    • visibility 101
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang, Garda Indonesia | Wakil Menteri Hukum dan HAM (Wamen Kumham) RI, Edward Omar Sharif Hiariej menyampaikan tantangan penyusunan Rancangan Kitab Undang-undang Hukum Pidana (RKUHP) di Indonesia. Tantangan itu yang dinilai menghambat pengesahan RKUHP hingga 50 tahun lebih. Tantangan tersebut disampaikan Edward dalam kegiatan Kumham Goes to Campus di auditorium Universitas Nusa Cendana (Undana) Kupang […]

  • Tokoh Adat Poco Leok: “PLN itu Sudah Seperti Anak Kami”

    Tokoh Adat Poco Leok: “PLN itu Sudah Seperti Anak Kami”

    • calendar_month Jum, 15 Mar 2024
    • account_circle Penulis
    • visibility 93
    • 0Komentar

    Loading

    Mataram, Garda Indonesia | Rencana pengembangan pembangkit listrik tenaga panas bumi (PLTP) Ulumbu unit 5—6 di Poco Leok, Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur (NTT), yang diamanatkan kepada PT PLN (Persero) melalui Unit Induk Pembangunan Nusa Tenggara (UIP Nusra) semakin mempererat hubungan kekeluargaan antara masyarakat sekitar dengan perusahaan. Tokoh adat Desa Wewo, Petrus Mada Ragat, bahkan […]

  • Tata Kelola Sampah Skala Nasional Jadi Perhatian Prabowo Subianto

    Tata Kelola Sampah Skala Nasional Jadi Perhatian Prabowo Subianto

    • calendar_month Sen, 17 Mar 2025
    • account_circle Penulis
    • visibility 141
    • 1Komentar

    Loading

    Presiden Prabowo Subianto berencana menggandeng Pandawara Group, komunitas pemuda peduli lingkungan asal Bandung, dalam gerakan masif untuk mengatasi permasalahan sampah di Indonesia.   Jakarta | Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Wilayah, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) mengatakan bahwa permasalahan sampah yang masih dihadapi di berbagai wilayah ini menjadi perhatian dan prioritas dari Presiden. Hal itu […]

  • Bupati TTS Dilaporkan Enam Pimpinan Partai Politik ke Polres

    Bupati TTS Dilaporkan Enam Pimpinan Partai Politik ke Polres

    • calendar_month Sen, 21 Mar 2022
    • account_circle Penulis
    • visibility 102
    • 0Komentar

    Loading

    SoE, Garda Indonesia | Enam pimpinan partai politik di Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), melaporkan Bupati Egusem Piether Tahun ke  Polres TTS dengan Laporan Polisi, Nomor: LP/B/ 80/111/2022/SPKT.POLRES TTS POLDA NTT tanggal 19 Maret 2022, ditandatangani oleh Kanit SPKT Polres TTS, Aiptu N. Simanjuntak; Keenam partai politik tersebut, antara lain: […]

  • SuperSUN Menerangi Asa Anak Sekolah Terpencil Pulau Sumba

    SuperSUN Menerangi Asa Anak Sekolah Terpencil Pulau Sumba

    • calendar_month Kam, 11 Sep 2025
    • account_circle Penulis
    • visibility 91
    • 0Komentar

    Loading

    Program inovatif ini menjadi wujud nyata komitmen PLN dalam mendukung digitalisasi pendidikan, khususnya di wilayah yang belum terjangkau jaringan listrik.   Tambolaka | Sebuah harapan baru telah menyinari SDK Kalembu Liga, sebuah sekolah terpencil di Desa Wee Baghe, Kecamatan Wewewa Selatan, Kabupaten Sumba Barat Daya. Setelah sekian lama bergantung pada sambungan listrik seadanya dari rumah […]

expand_less