Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Humaniora » Prabowo Marah, Minta Bupati Aceh Selatan Dicopot

Prabowo Marah, Minta Bupati Aceh Selatan Dicopot

  • account_circle Rosadi Jamani
  • calendar_month Kam, 11 Des 2025
  • visibility 409
  • comment 0 komentar

Loading

Presiden Prabowo Subianto sedang memimpin rapat darurat di Lanud Sultan Iskandar Muda, Aceh Besar, ketika laporan-laporan bencana datang menghantam seperti badai raksasa yang menerjang negeri tanpa ampun. Data BNPB menggelegar seperti petir di langit gelap. Ada 921 orang meninggal (se-Sumatra), 392 hilang, lebih dari 4.200 luka-luka. Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat seakan berada dalam genggaman amarah alam sejak hujan ekstrem 24 November 2025 menumpahkan murkanya. Rumah-rumah terseret, jembatan runtuh, dan tubuh-tubuh manusia ditemukan bersimbah lumpur. Negara sedang diterjang badai sesungguhnya.

Tiba-tiba, muncul badai lain. Badai politik yang tak kalah destruktif. Laporan masuk ke meja Presiden, Bupati Aceh Selatan, Mirwan MS, tidak hadir. Ia sedang umrah.

Ruangan yang penuh ketegangan itu mendadak membeku. Prabowo menoleh pelan, seperti mata badai yang terbuka dan mulai mengisap apa pun yang ada di sekitarnya. Tatapannya tidak perlu diterjemahkan. Ia marah. Marah setingkat badai yang menjungkirbalikkan kapal-kapal besar.

“Umrah? Saat rakyatnya tenggelam?” suaranya menggelegar, memantul di dinding ruangan seperti gelegar petir yang menghancurkan kesunyian. Tidak ada satu pun yang berani menjawab. Para pejabat menunduk, menahan napas, tahu bahwa kemarahan semacam ini bukan kemarahan biasa. Ini adalah kemarahan seorang presiden yang merasa amanah rakyatnya dilecehkan.

Lalu datanglah kalimat yang membuat karier politik Mirwan roboh seketika, seperti pohon besar diterjang angin topan, “Pak Tito, proses. Copot dia. Itu desersi.”

Prabowo tidak sedang berperan. Ia tidak sedang menggertak. Kata desersi keluar seperti pedang petir yang memutus seluruh benang alasan. Bagi seorang berlatar belakang militer, desersi adalah dosa paling memalukan. Prabowo menempelkannya tepat di dada Mirwan.

Seakan badai belum cukup, dari Mekah Mirwan mengakui, ia berangkat tanpa izin Mendagri, ia sudah menandatangani surat ketidaksanggupan sejak 27 November 2025, dan ia memilih berangkat umrah bersama istrinya saat rakyatnya diseret arus. Foto-foto mereka di Tanah Suci viral, membuat rakyat naik darah karena melihat pemimpin mereka tersenyum di tempat suci sementara 921 nyawa telah hilang.

Gubernur Aceh, Muzakir Manaf (Mualem), menambah hantaman telak lain. Seorang pemimpin yang meninggalkan rakyat saat bencana besar tidak layak memimpin. Ia bahkan meminta Mirwan mundur. Partai Gerindra lebih cepat lagi, sejak 5 Desember 2025 Mirwan sudah dicopot dari Ketua DPC Aceh Selatan. Tekanan dari pusat, provinsi, dan partai menyatu seperti badai dari tiga arah sekaligus.

Di tengah gelapnya berita bencana ini, sempat terselip sedikit kabar baik yang membuat rakyat bisa bernapas sejenak. Timnas putri Indonesia bangkit setelah dihajar Thailand 0-8, dan membalas di laga kedua Grup A SEA Games 2025 dengan kemenangan meyakinkan 3-1 atas Singapura pada Minggu, 7 Desember 2025. Sebuah kemenangan kecil yang seolah menjadi pelipur lara di tengah gelombang kesedihan bangsa.

Namun badai besar yang sedang melanda negeri ini belum reda. Rakyat masih menggali puing, mencari 392 jiwa yang hilang, menenangkan lebih dari 4.200 korban luka yang berjuang untuk bertahan hidup.

Di tengah semua itu, Prabowo berdiri seperti benteng baja, menghadang badai dengan tubuh tegak, memimpin operasi, memutuskan, dan memastikan negara hadir. Sementara Mirwan lari dari posnya, berharap badai tak mencarinya.

Sayangnya, badai selalu menemukan yang lari. Mirwan tenggelam di dalamnya, sendirian, menyesali semuanya ketika sudah terlambat.(*)

  • Penulis: Rosadi Jamani

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pidato Pukul Dua Subuh, Prabowo Siap Mati Demi Berantas Korupsi

    Pidato Pukul Dua Subuh, Prabowo Siap Mati Demi Berantas Korupsi

    • calendar_month Jum, 26 Des 2025
    • account_circle Rosadi Jamani
    • visibility 562
    • 0Komentar

    Loading

    Pukul dua dini hari, ketika yang lain sudah terkapar di kasur empuk, Presiden Prabowo Subianto justru segar bugar menjalankan tugas negara. Bukan tugas receh seperti tanda tangan map warna-warni, tapi berdiri gagah di Kejaksaan Agung, menatap gunungan uang Rp6,6 triliun sambil berpidato berapi-api. Pukul dua subuh. Jam sakral bagi mi instan, renungan hidup, dan kegalauan […]

  • “Opa & Oma Melantai “ dalam Ajang Lomba Dansa Lansia

    “Opa & Oma Melantai “ dalam Ajang Lomba Dansa Lansia

    • calendar_month Kam, 23 Agu 2018
    • account_circle Penulis
    • visibility 105
    • 0Komentar

    Loading

    Kota Kupang, gardaindonesia.id – Masih dalam suasana kemeriahan HUT Ke-73 Kemerdekaan RI dan Hari Lanjut Usia Nasional (HLUN) ke-22; Pemerintah Kota (Pemkot) Kupang menggelar Perdana Lomba Dansa Lansia (Lanjut Usia) Tingkat Kota Kupang, Kamis/23 Agustus 2018, pukul 09.00 wita-Selesai. Mengambil tempat di Lantai 1 Kantor Wali Kota Kupang, Suasana ajang Lomba Dansa Lansia ditata menyerupai […]

  • Prioritas 5.000 Paket Bantuan Presiden RI bagi Masyarakat Kurang Mampu

    Prioritas 5.000 Paket Bantuan Presiden RI bagi Masyarakat Kurang Mampu

    • calendar_month Sel, 19 Mei 2020
    • account_circle Penulis
    • visibility 138
    • 0Komentar

    Loading

    Kota Kupang, Garda Indonesia | Senin, 18 Mie 2020, Wali Kota Kupang, Jefri Riwu Kore, mengikuti acara serah terima 5.000 paket bantuan Presiden RI dari Kepala Bulog Kantor Wilayah NTT, Taufan Akib di Gudang Bulog Kelurahan Alak. Tiap paket terdiri dari 10 kg beras, 1 kg gula, 1 liter minyak goreng dan 1 kotak daun […]

  • Puluhan Istri Profesi PPPK Ramai Gugat Cerai Suami Pengangguran

    Puluhan Istri Profesi PPPK Ramai Gugat Cerai Suami Pengangguran

    • calendar_month Kam, 24 Jul 2025
    • account_circle Penulis
    • visibility 177
    • 0Komentar

    Loading

    Masalah ekonomi dan ketidakcocokan yang berujung pada pertengkaran berkepanjangan menjadi pemicu utama.   Blitar | Puluhan aparatur sipil negara (ASN) Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) di sejumlah daerah mendadak mengajukan gugatan cerai tak lama setelah menerima surat keputusan (SK) pengangkatan. Fenomena ini mencuat di Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, dan Kabupaten Blitar, Jawa Timur ini […]

  • BNNP NTT Ungkap 7 Kasus Peredaran Gelap Narkoba Kurun Waktu 2018

    BNNP NTT Ungkap 7 Kasus Peredaran Gelap Narkoba Kurun Waktu 2018

    • calendar_month Rab, 19 Des 2018
    • account_circle Penulis
    • visibility 107
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang-NTT, gardaindonesia.id | Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) NTT selama kurun waktu tahun 2018 berhasil mengungkap 7 (tujuh) kasus perdagangan gelap Narkoba di wilayah Provinsi NTT diantaranya di Mall Flobamora Kupang dan Jalan Perintis Kemerdekaan 16/2/18; Jalan Perintis Kemerdekaan Walikota 8/10/18; Jalan A Yani Waingapu-Sumba Timur 22/11/18; Jalan Radamata Matawai dan Jalan Kamalaputi Waingapu Sumba […]

  • Pemerintah Indonesia Jalin Komunikasi dengan WHO terkait Penyebaran Corona

    Pemerintah Indonesia Jalin Komunikasi dengan WHO terkait Penyebaran Corona

    • calendar_month Sen, 16 Mar 2020
    • account_circle Penulis
    • visibility 120
    • 0Komentar

    Loading

    Jakarta, Garda Indonesia | Sejak mengumumkan kasus positif virus korona di Indonesia pada 2 Maret 2020, pemerintah meningkatkan langkah-langkah dalam menangani pandemi global dari Covid-19. Sebelum itu, pemerintah juga telah meningkatkan kesiagaan banyak rumah sakit dan peralatan yang sesuai dengan standar internasional, termasuk pada anggaran yang secara khusus dialokasikan bagi segala upaya pencegahan dan penanganan. […]

expand_less