Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Humaniora » Prabowo Marah, Minta Bupati Aceh Selatan Dicopot

Prabowo Marah, Minta Bupati Aceh Selatan Dicopot

  • account_circle Rosadi Jamani
  • calendar_month Kam, 11 Des 2025
  • visibility 406
  • comment 0 komentar

Loading

Presiden Prabowo Subianto sedang memimpin rapat darurat di Lanud Sultan Iskandar Muda, Aceh Besar, ketika laporan-laporan bencana datang menghantam seperti badai raksasa yang menerjang negeri tanpa ampun. Data BNPB menggelegar seperti petir di langit gelap. Ada 921 orang meninggal (se-Sumatra), 392 hilang, lebih dari 4.200 luka-luka. Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat seakan berada dalam genggaman amarah alam sejak hujan ekstrem 24 November 2025 menumpahkan murkanya. Rumah-rumah terseret, jembatan runtuh, dan tubuh-tubuh manusia ditemukan bersimbah lumpur. Negara sedang diterjang badai sesungguhnya.

Tiba-tiba, muncul badai lain. Badai politik yang tak kalah destruktif. Laporan masuk ke meja Presiden, Bupati Aceh Selatan, Mirwan MS, tidak hadir. Ia sedang umrah.

Ruangan yang penuh ketegangan itu mendadak membeku. Prabowo menoleh pelan, seperti mata badai yang terbuka dan mulai mengisap apa pun yang ada di sekitarnya. Tatapannya tidak perlu diterjemahkan. Ia marah. Marah setingkat badai yang menjungkirbalikkan kapal-kapal besar.

“Umrah? Saat rakyatnya tenggelam?” suaranya menggelegar, memantul di dinding ruangan seperti gelegar petir yang menghancurkan kesunyian. Tidak ada satu pun yang berani menjawab. Para pejabat menunduk, menahan napas, tahu bahwa kemarahan semacam ini bukan kemarahan biasa. Ini adalah kemarahan seorang presiden yang merasa amanah rakyatnya dilecehkan.

Lalu datanglah kalimat yang membuat karier politik Mirwan roboh seketika, seperti pohon besar diterjang angin topan, “Pak Tito, proses. Copot dia. Itu desersi.”

Prabowo tidak sedang berperan. Ia tidak sedang menggertak. Kata desersi keluar seperti pedang petir yang memutus seluruh benang alasan. Bagi seorang berlatar belakang militer, desersi adalah dosa paling memalukan. Prabowo menempelkannya tepat di dada Mirwan.

Seakan badai belum cukup, dari Mekah Mirwan mengakui, ia berangkat tanpa izin Mendagri, ia sudah menandatangani surat ketidaksanggupan sejak 27 November 2025, dan ia memilih berangkat umrah bersama istrinya saat rakyatnya diseret arus. Foto-foto mereka di Tanah Suci viral, membuat rakyat naik darah karena melihat pemimpin mereka tersenyum di tempat suci sementara 921 nyawa telah hilang.

Gubernur Aceh, Muzakir Manaf (Mualem), menambah hantaman telak lain. Seorang pemimpin yang meninggalkan rakyat saat bencana besar tidak layak memimpin. Ia bahkan meminta Mirwan mundur. Partai Gerindra lebih cepat lagi, sejak 5 Desember 2025 Mirwan sudah dicopot dari Ketua DPC Aceh Selatan. Tekanan dari pusat, provinsi, dan partai menyatu seperti badai dari tiga arah sekaligus.

Di tengah gelapnya berita bencana ini, sempat terselip sedikit kabar baik yang membuat rakyat bisa bernapas sejenak. Timnas putri Indonesia bangkit setelah dihajar Thailand 0-8, dan membalas di laga kedua Grup A SEA Games 2025 dengan kemenangan meyakinkan 3-1 atas Singapura pada Minggu, 7 Desember 2025. Sebuah kemenangan kecil yang seolah menjadi pelipur lara di tengah gelombang kesedihan bangsa.

Namun badai besar yang sedang melanda negeri ini belum reda. Rakyat masih menggali puing, mencari 392 jiwa yang hilang, menenangkan lebih dari 4.200 korban luka yang berjuang untuk bertahan hidup.

Di tengah semua itu, Prabowo berdiri seperti benteng baja, menghadang badai dengan tubuh tegak, memimpin operasi, memutuskan, dan memastikan negara hadir. Sementara Mirwan lari dari posnya, berharap badai tak mencarinya.

Sayangnya, badai selalu menemukan yang lari. Mirwan tenggelam di dalamnya, sendirian, menyesali semuanya ketika sudah terlambat.(*)

  • Penulis: Rosadi Jamani

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Jaksa Agung Tegaskan Rekam Jejak Tentukan Karier ke Depan

    Jaksa Agung Tegaskan Rekam Jejak Tentukan Karier ke Depan

    • calendar_month Ming, 5 Feb 2023
    • account_circle Penulis
    • visibility 137
    • 0Komentar

    Loading

    Jakarta, Garda Indonesia | Jaksa Agung ST Burhanuddin menyampaikan bahwa pekerjaan seorang Jaksa adalah bentuk pengabdian yang kelak nantinya akan terukir dalam perjalanan karier dan menjadi suatu kebanggaan. Ia menegaskan, dalam hal pekerjaan, segala bentuk kerja keras, kerja cerdas, dan kerja ikhlas bila tidak diimbangi dengan kondisi saat ini, maka harapan (goals) dari pekerjaan tersebut […]

  • Pertamina Patra Niaga Tambah Tiga Titik BBM Satu Harga di NTT

    Pertamina Patra Niaga Tambah Tiga Titik BBM Satu Harga di NTT

    • calendar_month Rab, 30 Okt 2024
    • account_circle Penulis
    • visibility 172
    • 0Komentar

    Loading

    BBM Satu Harga merupakan kebijakan pemerintah untuk memberikan kesejahteraan yang merata kepada seluruh masyarakat, meminimalkan ketimpangan sosial dari berbagai daerah untuk mewujudkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. Hingga akhir tahun 2024, ditargetkan sebanyak 573 titik lembaga penyalur BBM Satu Harga dioperasikan oleh Pertamina Patra Niaga.   Flores | PT Pertamina (Persero) melalui Pertamina Patra […]

  • Krisis BBM di NTT Akhir Tahun 2025, Pertamina Beber Fakta

    Krisis BBM di NTT Akhir Tahun 2025, Pertamina Beber Fakta

    • calendar_month Kam, 27 Nov 2025
    • account_circle Roni Banase
    • visibility 335
    • 0Komentar

    Loading

    Beberapa hari terakhir, masyarakat Kabupaten Manggarai dan sekitar mengeluhkan kesulitan mendapatkan BBM dan di pengecer sendiri, BBM (Pertalite) dijual dengan harga selangit.   NTT | Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Timur, Bali, dan Nusa Tenggara (Jatimbalinus) menegaskan komitmennya menjaga kelancaran distribusi energi hingga ke seluruh pelosok negeri. Berbagai langkah proaktif serta upaya mitigasi terus dilakukan […]

  • PLN Penuhi Listrik Impian 38 Keluarga di Selatan NKRI

    PLN Penuhi Listrik Impian 38 Keluarga di Selatan NKRI

    • calendar_month Sel, 19 Agu 2025
    • account_circle Penulis
    • visibility 90
    • 0Komentar

    Loading

    Dengan semangat “Ita Esa untuk Rote, Terus Terang”, PLN berharap Dusun Busulaten menjadi awal dari kemajuan bagi desa-desa lain di Rote Ndao.   Rote Ndao | Setelah penantian bertahun-tahun, mimpi 38 kepala keluarga (KK) di Dusun Busulaten, sebuah dusun terpencil di pulau paling selatan Indonesia, akhirnya menjadi kenyataan. Menjelang perayaan HUT ke-80 RI, aliran listrik […]

  • Gubernur VBL : Rumah Ibadah dan Sarana Transportasi Dibuka 15 Juni 2020

    Gubernur VBL : Rumah Ibadah dan Sarana Transportasi Dibuka 15 Juni 2020

    • calendar_month Sel, 26 Mei 2020
    • account_circle Penulis
    • visibility 110
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang-NTT, Garda Indonesia | Gubernur Nusa Tenggara Timur, Viktor Bungtilu Laiskodat (VBL) menghimbau agar semua Kepala Daerah (Bupati/Wali kota) agar tidak perlu takut berlebihan dengan Covid-19. Hal ini diungkapkan langsung oleh Gubernur saat menggelar video konferensi dengan para Bupati/Walikota di ruang rapat Gubernur, pada Selasa 26 Mei 2020. “Sebagai Gubernur saya tidak mau kasus Covid-19 […]

  • Indikator Kesehatan Masyarakat Tentukan Penilaian Risiko Penularan Covid-19

    Indikator Kesehatan Masyarakat Tentukan Penilaian Risiko Penularan Covid-19

    • calendar_month Sel, 26 Mei 2020
    • account_circle Penulis
    • visibility 115
    • 0Komentar

    Loading

    Jakarta, Garda Indonesia | Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 menggunakan indikator kesehatan masyarakat untuk membantu pemerintah daerah dalam penilaian tingkat risiko penularan di wilayahnya. Ketiga indikator kesehatan masyarakat tersebut yakni epidemiologi, surveilans kesehatan masyarakat dan pelayanan kesehatan. Indikator epidemiologi merujuk pada kecenderungan kasus positif, meninggal dunia, orang dalam pemantauan (ODP) dan pasien dalam pengawasan (PDP). […]

expand_less