Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Nasional » Presiden Jokowi: Pemerintah Indonesia Tak Berencana Pulangkan WNI Eks ISIS

Presiden Jokowi: Pemerintah Indonesia Tak Berencana Pulangkan WNI Eks ISIS

  • account_circle Penulis
  • calendar_month Rab, 12 Feb 2020
  • visibility 116
  • comment 0 komentar

Loading

Jakarta, Garda Indonesia | Rasa aman bagi kurang lebih 260 juta penduduk Indonesia menjadi pertimbangan utama pemerintah dalam memutuskan untuk tak memulangkan WNI yang terlibat dalam kelompok teroris lintas batas ISIS.

Pemerintah memiliki tanggung jawab untuk memberikan rasa aman bagi kurang lebih 260 juta penduduk Indonesia. Mengutamakan hal tersebut, hingga saat ini pemerintah tak berencana untuk memulangkan anggota ISIS eks WNI yang terlibat dalam kelompok teroris lintas batas.

“Pemerintah memiliki tanggung jawab keamanan terhadap 260 juta penduduk Indonesia. Itu yang kita utamakan. Oleh sebab itu, pemerintah tidak memiliki rencana untuk memulangkan orang-orang yang ada di sana. ISIS eks WNI,” ujar Presiden dalam keterangannya di Istana Negara, Jakarta, pada Rabu, 12 Februari 2020.

Selanjutnya, Kepala Negara memerintahkan jajarannya untuk melakukan identifikasi dan mendata lebih jauh mengenai jumlah pasti dan identitas diri dari warga negara yang terlibat dalam kelompok tersebut.

“Dari identifikasi dan verifikasi ini nanti akan kelihatan karena kita memang masih memberikan peluang untuk yatim piatu yang berada pada posisi anak-anak di bawah 10 tahun. Tapi kita belum tahu apakah ada atau tidak,” tuturnya.

Sebelumnya, pada Selasa, 11 Februari 2020, di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Mahfud Md. menjelaskan bahwa berdasarkan data saat ini, terdapat kurang lebih 689 WNI yang terlibat dalam kelompok itu. Setelah menimbang dari berbagai sisi, pemerintah juga disebutnya tak memiliki rencana untuk memulangkan mereka.

“Meskipun begitu, pemerintah juga akan menghimpun data yang lebih valid tentang jumlah dan identitas orang-orang yang dianggap terlibat teror bergabung dengan ISIS,” ucapnya.

Adapun yang berkaitan dengan anak-anak, Mahfud menyebut bahwa pemerintah akan memberikan pertimbangan khusus terhadap hal tersebut.

“Anak-anak di bawah 10 tahun akan dipertimbangkan tapi case by case. Artinya, lihat saja apakah anak itu di sana ada orang tuanya atau tidak, anak-anak yatim piatu yang orang tuanya sudah tidak ada,” kata Mahfud.(*)

Sumber berita (*/BPMI Setpres)

  • Penulis: Penulis

Rekomendasi Untuk Anda

  • Sekolah Libur Akibat Kualitas Udara Sumatera Selatan Memburuk

    Sekolah Libur Akibat Kualitas Udara Sumatera Selatan Memburuk

    • calendar_month Sen, 14 Okt 2019
    • account_circle Penulis
    • visibility 126
    • 0Komentar

    Loading

    Jakarta, Garda Indonesia | Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) masih mengganggu aktivitas masyarakarat. Salah satunya aktivitas pendidikan harus diliburkan di Kota Palembang, Sumatera Selatan pada Senin, 14 Oktober 2019. Asap akibat karhutla tersebut menyebabkan aktivitas sekolah diliburkan. Melalui pesan digital, Kepala Dinas Pendidikan Kota Palembang menginstruksikan kegiatan belajar mengajar di tingkat PAUD, TK, SD dan […]

  • Selama Tahun 2020, Ada 57 Kali Aksi Unjuk Rasa di Kalimantan Barat

    Selama Tahun 2020, Ada 57 Kali Aksi Unjuk Rasa di Kalimantan Barat

    • calendar_month Sab, 26 Des 2020
    • account_circle Penulis
    • visibility 117
    • 0Komentar

    Loading

    Pontianak, Garda Indonesia | Selama tahun 2020, terjadi 57 kali aksi unjuk rasa (unras) atau aksi damai yang digelar masyarakat. Isu utama yang paling banyak di suarakan ialah penolakan terhadap UU Cipta kerja. Data tersebut disampaikan Polda Kalimantan Barat (Kalbar) saat menghelat press release akhir tahun pada Sabtu, 26 Desember 2020. “Selama 2020, terjadi 57 […]

  • TBC Penyebab Kematian Terbanyak Ke-3 di NTT Tahun 2017

    TBC Penyebab Kematian Terbanyak Ke-3 di NTT Tahun 2017

    • calendar_month Sen, 25 Mar 2019
    • account_circle Penulis
    • visibility 167
    • 0Komentar

    Loading

    Oleh Karolus Ngambut, SKM, MKes. Ketua Program Studi Kesehatan Lingkungan Poltekes Kemenkes Kupang Kupang-NTT, Garda Indonesia | Refleksi dalam rangka memperingati Hari TBC Sedunia Minggu, 24 Maret 2019, ditulis dengan gaya apa adanya, santai dan sedikit menyentil tentang kondisi riil saat ini dengan berbagai ritme kehidupan Hok hok hok… demikian bunyi batuk dari seorang lelaki […]

  • Perimbangan Penatimor dalam Berita Perkosaan

    Perimbangan Penatimor dalam Berita Perkosaan

    • calendar_month Jum, 17 Apr 2020
    • account_circle Penulis
    • visibility 147
    • 0Komentar

    Loading

    Perimbangan Penatimor dalam Berita Perkosaan Oleh Mira Natalia Pellu Ketua Dewan Pers periode 2016—2019, Yosep Adi Prasetyo (Antara, 2018) mengatakan bahwa Indonesia memiliki media massa paling banyak di dunia yakni 47.000 media massa. Dari jumlah tersebut di antaranya, 2.000 media cetak, 674 radio, 523 televisi termasuk lokal, dan lebihnya media siber. Dari jumlah tersebut dapat […]

  • Sembilan Desa Masuk Kawasan Rawan Bencana Erupsi Lewotobi Laki-laki

    Sembilan Desa Masuk Kawasan Rawan Bencana Erupsi Lewotobi Laki-laki

    • calendar_month Jum, 20 Jun 2025
    • account_circle Penulis
    • visibility 158
    • 0Komentar

    Loading

    Hasil rekomendasi rapat di Pusdalops BPBD NTT itu antara lain terkait penanganan logistik dan koordinasi yakni penanganan logistik satu pintu oleh BPBD Provinsi, perlu transportasi khusus dan dispensasi BBM untuk distribusi bantuan.   Flores Timur | Pasca-erupsi Gunung Lewotobi Laki-laki dengan kolom abu vulkanik lebih dari 10 kilometer pada Selasa sore, 17 Juni 2025, maka […]

  • Refleksi Akhir Tahun 2022, Ini Capaian Kinerja Kejaksaan RI

    Refleksi Akhir Tahun 2022, Ini Capaian Kinerja Kejaksaan RI

    • calendar_month Jum, 30 Des 2022
    • account_circle Penulis
    • visibility 190
    • 0Komentar

    Loading

    Jakarta, Garda Indonesia | Sejumlah pencapaian berhasil diraih Kejaksaan Republik Indonesia dalam menutup lembaran kinerja di tahun 2022. Hasil pencapaian itu terangkum dalam berbagai aspek pada bidangnya. Dari Bidang Pembinaan, misalnya, terjadi realisasi anggaran sebesar Rp10.381.505.611.176 atau secara persentase mencapai 95,07% dari pagu anggaran tahun 2022 sebesar Rp10.919.809.511.000. “Berikut hasil realisasi Penerimaan Negara Bukan Pajak […]

expand_less