Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita Kota » Program GKH, Pakar Lahan Kering dari UKAW Rekomendasi Tanam Pohon

Program GKH, Pakar Lahan Kering dari UKAW Rekomendasi Tanam Pohon

  • account_circle Penulis
  • calendar_month Sel, 6 Okt 2020
  • visibility 85
  • comment 0 komentar

Loading

Kota Kupang, Garda Indonesia | Pemkot Kupang sedang berfokus menghijaukan wilayah Kota Kupang melalui program Gerakan Kupang Hijau (GKH). Sejak tahun 2019 telah dilakukan penanaman ribuan pohon di berbagai ruas jalan.

Terkait program ini, pakar lahan kering Universitas Kristen Artha Wacana (UKAW) Kupang, Ir. Zeth Malelak, M.S. kepada awak media menjelaskan Kota Kupang yang sangat kering membutuhkan sebanyak mungkin pohon. Oleh karena itu, program GKH yang sedang dilaksanakan oleh Pemkot Kupang sangat membantu.

Ia menjelaskan dengan adanya banyak pohon akan meningkatkan kelembaban udara sehingga udara semakin sejuk. Selain itu, menciptakan keindahan, menyumbang oksigen dan menjaga tingkat hidrasi air dalam tanah.

Zeth pun meminta Pemkot Kupang agar sebaiknya tidak lagi menanam anakan yang baru tumbuh seperti sebelum-sebelumnya. “Kami tidak rekomendasikan menanam tanaman yang kecil. Kita membutuhkan perakaran yang sudah baik. Tanaman yang sudah dibiarkan lebih dari dua tahun. Karena kelembaban tanah kita di bawah 30 persen, curah hujan rendah, dan lahan kita batu-batu dan cepat menyerap panas. Kalau tanaman kecil mudah stres dan ini riset, bukan pribadi saya yang bilang. Semua proyek di lahan kering sebaiknya tanam tanaman yang sudah dewasa bukan anakan lagi,” jelas Zeth.

Ia juga menjelaskan, apa yang dilakukan Pemkot Kupang saat ini sudah bagus, namun harus konsisten dalam pemeliharaan dan perawatannya. Ia menjelaskan membuat hutan di lahan kering atau forestry secara teori keberhasilannya di bawah 30 persen. Keberhasilan tertinggi hanya 30 persen, sehingga harus ada dobel anakan. Dengan didobel maka tentu akan menambah biaya.

Di wilayah Timor, lanjut Zeth, hujan hanya berlangsung tiga bulan. Oleh karena itu, jika menanam anakan lalu perawatan kurang maka pasti di bawah 30 persen. “Saya lihat ada beberapa tanaman di kota ini keberhasilan hampir 100 persen. Memang ada beberapa yang mati dan itu pasti diganti, tapi secara keseluruhan yang berhasil atau hidup itu sudah di atas 60 persen. Itu sudah hebat,” jelas Zeth.

Ia mengatakan tanaman-tanaman di Kota Kupang yang ditanam bukan pada musim hujan. Apalagi tahun lalu Kota Kupang mengalami El Nino dan hujan kurang dari dua bulan. Rata-rata hari hujan di Kupang tidak lebih dari 40 hari. “Padahal kita mengalami gangguan musim. Biasanya kalau ada gangguan musim di daerah kering itu tingkat pertumbuhan malah 0%, apalagi ada kebakaran,” kata Zeth.

Ia juga menyentil soal banyaknya proyek penggalian yang sedang berlangsung di Kota Kupang. Ini menjadi penyebab adanya gangguan terhadap tanaman. “Jadi bisa terjadi ada akar yang terputus di dalam saat dia sedang tumbuh,” ujarnya.

Namun, menurut dia, ada beberapa tanaman dengan daya tumbuh yang cukup bagus seperti pohon asam (Tambaring Belanda) di jalan depan Ina Boi, hampir 100 persen tumbuh. Tanaman ini punya daya tumbuh yang bagus. “Pemilihan tanaman sudah cukup hebat, apalagi Flamboyan ini menggambarkan tingkat kehebatan pak wali kota untuk menciptakan kota yang indah. Karena Kota Kupang memang terkenal dengan Kota Flamboyan,” kata Zeth.

Ia juga menyarankan agar pemerintah memperbanyak hutan kota. Ia mengakui program ini sulit, namun untuk menjaga lingkungan tetap nyaman maka harus dilaksanakan. “Program ini harus jalan karena tingkat kelembaban kita makin hari makin menurun. Tetap menanam dengan tanaman hutan, tapi tingkat kerapatannya lebih diperkecil lagi,” kata Zeth.

Ia meminta Pemkot Kupang menaikkan anggaran dan memperkuat jajaran yang bekerja dan menambah sosialisasi kepada semua orang. “Wali kota di mana-mana bicara, di gereja, media, wali kota ajak untuk menanam dan ini konsep yang dibangun kembali pak wali kota mengingat filsafat yang dibangun Gubernur El Tari yaitu tanam sekali lagi tanam,” jelas Zet.

Terkait anggaran, Zeth mengakui anggaran di lahan kering memang mahal. Pasalnya, perawatannya sangat berat. “Harus ada anggaran untuk perawatan. Dan perawatan di lahan kering tidak main-main. Bisa sampai tiga tahun. Tidak satu-dua tahun. Tanaman yang hebat di lahan kering itu tidak mudah. Menggali lubang di lahan kering yang berbatu beda dengan tanah yang lembut. Anggaran tidak sama,” ujarnya.

Salah satu alasan, menurut dia, top soil Kota Kupang hanya 2—5 centimeter, selebihnya berbatuan. Oleh karena itu, penggalian saja butuh anggaran besar. “Harus dibantu alat berat. Bisa saja biaya per pohon ini 10 juta baru jadi. Di daerah lain mungkin hanya 100 ribu. Kadang-kadang orang bilang anggaran ini sangat besar. Oh tidak, besar di mana dulu,” beber Zeth.

“Saya bangga karena pak wali kota mendorong tanpa bosan-bosan menyampaikan tentang tanam sekali lagi tanam dengan berbagai persoalan yang ada. Siapa yang berani membongkar batu karang ini untuk tanam pohon? Kalau tanam di daerah subur semua orang bisa. Tapi kalau dengan membongkar batu karang memang butuh keberanian,” pungkas Zeth. (*)

Sumber berita dan foto pendukung (*/PKP-Chris)

Foto utama (*/istimewa)

Editor (+rony banase)

  • Penulis: Penulis

Rekomendasi Untuk Anda

  • Tak Hanya Tol, Kapolri Imbau Masyarakat Mudik Via Jalur Alternatif

    Tak Hanya Tol, Kapolri Imbau Masyarakat Mudik Via Jalur Alternatif

    • calendar_month Ming, 24 Apr 2022
    • account_circle Penulis
    • visibility 94
    • 0Komentar

    Loading

    Jakarta, Garda Indonesia | Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo saat memimpin apel gelar pasukan Operasi Ketupat Jaya 2022, mengimbau masyarakat mudik melalui jalur-jalur alternatif. “Selain menggunakan jalur tol, tentunya saya minta dan imbau masyarakat bisa gunakan jalur alternatif, seperti Pantura dan Pantai Selatan, untuk mengurangi beban jalan tol,” kata Listyo di Lapangan Silang Monas pada […]

  • 26 Ton Limbah B3 di Kota Kupang, DLHK :  Itu Milik PT Sabena Eraka Lauda

    26 Ton Limbah B3 di Kota Kupang, DLHK : Itu Milik PT Sabena Eraka Lauda

    • calendar_month Sen, 16 Mei 2022
    • account_circle Penulis
    • visibility 160
    • 0Komentar

    Loading

    Kota Kupang, Garda Indonesia | Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kota Kupang, Orson Genes Nawa pada Senin, 16 Mei 2022 menegaskan bahwa usai ditemukan penimbunan limbah B3 tak berizin, maka secara tegas bakal mengambil langkah sesuai aturan perundang-undangan yang berlaku. “Karena sesuai pengamatan kami di lapangan dengan bukti-bukti yang ada, itu tidak sesuai […]

  • Kinerja Bank NTT Tahun Buku 2019, Gapai Laba Rp.390 Miliar

    Kinerja Bank NTT Tahun Buku 2019, Gapai Laba Rp.390 Miliar

    • calendar_month Rab, 1 Jan 2020
    • account_circle Penulis
    • visibility 118
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang-NTT, Garda Indonesia | Kinerja Bank NTT Tahun Buku 2019 bertumbuh secara signifikan karena adanya dukungan penuh dari Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur dan Kabupaten/Kota, sehingga diperoleh kepercayaan (trust) yang cukup tinggi dari pihak luar. Hal ini disampaikan oleh Direktur Utama Bank NTT, Izhak Eduard Rihi dalam sesi Konferensi Pers pada Selasa, 31 Desember 2019 […]

  • Bupati Belu Pimpin Brigade Keliling Kota Imbau Tertib Prokes Covid–19

    Bupati Belu Pimpin Brigade Keliling Kota Imbau Tertib Prokes Covid–19

    • calendar_month Jum, 9 Jul 2021
    • account_circle Penulis
    • visibility 103
    • 0Komentar

    Loading

    Belu–NTT, Garda Indonesia | Guna memutuskan mata rantai penyebaran Covid–19 di Kabupaten Belu, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), Bupati Belu, dr. Taolin Agustinus, Sp.PD – KGEH, FINASIM., didampingi Wakil Bupati Belu, Drs. Aloysius Haleserens, M.M. bersama Plt. Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Johanes Andes Prihatin, S.E., M.Si. Asisten Administrasi Umum, Drs. Alfredo Pires Amaral memimpin […]

  • Cegah DBD, ASN & Teko Lingkup Belu ‘Serbu’ Pasar Baru Atambua

    Cegah DBD, ASN & Teko Lingkup Belu ‘Serbu’ Pasar Baru Atambua

    • calendar_month Jum, 19 Nov 2021
    • account_circle Penulis
    • visibility 107
    • 0Komentar

    Loading

    Belu–NTT, Garda Indonesia | Untuk mewujudkan kota Atambua sebagai kota sehat dan bersih, seluruh aparatur sipil negara (ASN) dan tenaga kontrak (Teko) lingkup Pemerintah Daerah Belu, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), dipimpin Wakil Bupati Belu, Drs. Aloysius Haleserens, M.M. membersihkan pasar baru Atambua pada Jumat, 19 November 2021, mulai pukul 6.00 – 07.00 WITA. Disaksikan […]

  • Polri : Kami Akan Tindak Tegas Kelompok Kriminal Bersenjata di Indonesia

    Polri : Kami Akan Tindak Tegas Kelompok Kriminal Bersenjata di Indonesia

    • calendar_month Sen, 19 Apr 2021
    • account_circle Penulis
    • visibility 85
    • 0Komentar

    Loading

    Jakarta, Garda Indonesia | Polri menegaskan akan menindak tegas Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di wilayah Indonesia. Mereka selalu mengganggu masyarakat saat kondisi di suatu wilayah telah damai. “Kalau mereka datang dengan perlengkapan seragam atau identitas khusus pasti kami akan tindak tegas, mengganggu dalam waktu tertentu, sudah aman, sudah landai, damai kemudian dia terus melakukan upaya-upaya […]

expand_less