Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Nasional » Purbaya Mengamuk Perusahaan Baja China di Indonesia Tak Bayar Pajak

Purbaya Mengamuk Perusahaan Baja China di Indonesia Tak Bayar Pajak

  • account_circle Penulis
  • calendar_month Sab, 10 Jan 2026
  • visibility 425
  • comment 0 komentar

Loading

Purbaya menegaskan pemerintah akan menindak tegas perusahaan yang menghindari kewajiban pajak. Ia juga menyinggung lemahnya pengawasan di Direktorat Jenderal Pajak dan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai.

 

Jakarta | Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengungkap adanya perusahaan baja asal China yang beroperasi di Indonesia tanpa membayar pajak.

Purbaya menyebut perusahaan tersebut menjalankan usahanya dengan skema penjualan tunai langsung kepada klien. Menurutnya, praktik tersebut membuat perusahaan tidak membayarkan Pajak Pertambahan Nilai atau PPN.

Ia mengklaim telah mengantongi nama perusahaan yang dimaksud. Papar Purbaya di Kementerian Keuangan, Jakarta, Kamis, 8 Januari 2026.

Purbaya menilai praktik industri semacam ini banyak terjadi di sektor baja dan bahan bangunan. Ia menyebut pengelola perusahaan tersebut merupakan warga negara China yang bahkan tidak bisa berbahasa Indonesia.

Potensi pendapatan dari satu perusahaan baja itu disebut bisa mencapai Rp4 triliun per tahun.

Purbaya menegaskan pemerintah akan menindak tegas perusahaan yang menghindari kewajiban pajak. Ia juga menyinggung lemahnya pengawasan di Direktorat Jenderal Pajak dan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai.

Menurutnya, kedua institusi tersebut terkesan menutup mata terhadap praktik penghindaran pajak.

Purbaya memastikan akan melakukan pembenahan organisasi di lingkungan Pajak dan Bea Cukai. Ia mengaku mendapat sindiran dari Presiden Prabowo Subianto terkait persoalan tersebut.

Prabowo disebut mempertanyakan apakah pemerintah akan terus dibohongi oleh oknum di Pajak dan Bea Cukai.

Purbaya juga menyoroti masih maraknya praktik under invoicing dalam pelaporan nilai barang impor.

Praktik tersebut dinilai merugikan negara dan kerap luput dari pengawasan aparat. Selain itu, ia menyebut masih ada penghindaran pajak yang melibatkan oknum pegawai pajak.

Purbaya menegaskan perbaikan pengawasan dan penegakan hukum menjadi prioritas ke depan. (*)

 

 

 

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • ‘One Man One Kelor Tree’ PLN Tanam 2 Ribu Anakan Kelor di Hari Listrik Nasional

    ‘One Man One Kelor Tree’ PLN Tanam 2 Ribu Anakan Kelor di Hari Listrik Nasional

    • calendar_month Sab, 23 Okt 2021
    • account_circle Penulis
    • visibility 165
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang-NTT, Garda Indonesia | PLN Unit Induk Wilayah Nusa Tenggara Timur menghelat gerakan One Man One Kelor Tree ‘satu orang satu pohon kelor’ yang  bertujuan mendukung visi pemerintah daerah membudidayakan Kelor sekaligus ke depannya menjadi identitas NTT. General Manajer PLN UIW NTT, Agustinus Jatmiko menekankan bahwa semua tahu Kelor adalah NTT dan nanti NTT identik […]

  • TETRA ‘Coffee Shop’ Bisnis Baru Suzuki SBM Kupang

    TETRA ‘Coffee Shop’ Bisnis Baru Suzuki SBM Kupang

    • calendar_month Rab, 7 Feb 2024
    • account_circle Penulis
    • visibility 211
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang, Garda Indonesia | Coffee shop merupakan jenis usaha jasa boga yang pada awalnya hanya memfokuskan hidangan berupa minuman berbahan dasar kopi saja, namun seiring berjalannya waktu para pelaku usaha melihat tren yang memungkinkan disuguhkan menu pendamping kopi yakni berupa kudapan atau snack hingga makanan. Sebagai usaha di bidang kuliner, coffee shop tidak pernah kehabisan peminat khususnya […]

  • Dwi Anggriawan Mengaku Sudah Minta Maaf, Bapak Korban: “Ah, Itu Tidak Benar!”

    Dwi Anggriawan Mengaku Sudah Minta Maaf, Bapak Korban: “Ah, Itu Tidak Benar!”

    • calendar_month Rab, 18 Des 2019
    • account_circle Penulis
    • visibility 137
    • 0Komentar

    Loading

    Belu-NTT, Garda Indonesia | Pimpinan PT Astri Distribusindo Cabang Atambua, Dwi Anggriawan mengaku, masalah dugaan penganiayaan terhadap karyawannya Kristoforus Halek yang dilaporkan ke Polres Belu sudah disepakati untuk diselesaikan secara kekeluargaan. Baca : http://gardaindonesia.id/2019/12/15/diduga-aniaya-karyawan-pimpinan-pt-atri-distribusindo-atambua-dipolisikan/ Menurut Anggriawan, masalah itu sudah dirembukkan bersama bapak kandung Isto sebagai korban. Bahkan katanya, permintaan bapak kandung korban seperti denda adat […]

  • Cerita Agus Rahardjo: Marahnya Jokowi Atas Kasus Setya Novanto

    Cerita Agus Rahardjo: Marahnya Jokowi Atas Kasus Setya Novanto

    • calendar_month Sab, 2 Des 2023
    • account_circle Penulis
    • visibility 164
    • 0Komentar

    Loading

    Oleh: Andre Vincent Wenas Ada dua hal yang jelas. Hal pertama adalah cerita dari Agus Rahardjo di tahun 2023 ini (dalam acara Rosi di Kompas.TV), dan hal kedua adalah fakta hukum yang telah terjadi di tahun 2017 lalu. Pertama, cerita Agus Rahardjo di tahun 2023: katanya Jokowi pernah memanggilnya lalu meminta ia (dengan marah) menghentikan […]

  • Minuman Tradisional di Pusaran Kebijakan

    Minuman Tradisional di Pusaran Kebijakan

    • calendar_month Sel, 2 Mar 2021
    • account_circle Penulis
    • visibility 224
    • 0Komentar

    Loading

    Oleh : Felix Nesi Koreksi jika saya salah. Peraturan Presiden No 10 Tahun 2021 adalah untuk membuka investasi industri alkohol di 4 provinsi — yang beberapa tahun ini ditutup dan terdaftar sebagai investasi negatif. Tidak serta merta untuk membuat kita merayakan Alkohol dan menganggap negara mendukung orang untuk mabuk-mabukan, atau semacam itu. Bagaimanapun, saya melihat […]

  • Pemkot Kupang Terima CSR 250 Juta dari Bank NTT

    Pemkot Kupang Terima CSR 250 Juta dari Bank NTT

    • calendar_month Ming, 16 Okt 2022
    • account_circle Penulis
    • visibility 168
    • 0Komentar

    Loading

    Kota Kupang, Garda Indonesia | Penjabat Wali Kota Kupang, George M. Hadjoh menghadiri sekaligus membuka kostum karnaval dan tarian etnis kontemporer program Ramai Skali Bank NTT tahun 2022 bertema “Bank NTT Break The Limit, Pandemic Can’t Stop Us”  di alun-alun Kota, Kelurahan Kelapa Lima pada Sabtu, 15 Oktober 2022 pukul 17.00 WITA—selesai. Pada even Ramai […]

expand_less