Purbaya Ungkap Praktik Manipulasi Ekspor Minyak Kelapa Sawit Mentah
- account_circle Penulis
- calendar_month 6 jam yang lalu
- visibility 96
- comment 0 komentar

![]()
Purbaya pun menjelaskan upaya menutup kekurangan penerimaan negara semula diharapkan dapat dilakukan melalui pengelolaan dividen dan instrumen keuangan lainnya.
Jakarta | Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa mengungkap dugaan praktik manipulasi ekspor minyak kelapa sawit mentah (CPO) melalui skema under-invoicing yang dilakukan sejumlah pengusaha.
Praktik tersebut diduga menyebabkan kebocoran penerimaan negara selama bertahun-tahun. “Artinya selama beberapa tahun kita dikibulin para pengusaha CPO. Utamanya CPO nanti kita akan kejar,” ujar Purbaya dalam Rapat Kerja dengan Komisi XI DPR RI, Jakarta Pusat, Rabu, 4 Februari 2025.
Modus yang digunakan, ungkap Purbaya, yakni mengekspor CPO ke negara tujuan seperti Amerika Serikat, namun transaksi dilaporkan seolah hanya sampai negara transit, seperti Singapura. Nilai ekspor yang dilaporkan ke Indonesia pun jauh lebih rendah dari harga sebenarnya di negara tujuan akhir.
Purbaya pun menjelaskan upaya menutup kekurangan penerimaan negara semula diharapkan dapat dilakukan melalui pengelolaan dividen dan instrumen keuangan lainnya.
Menurut Purbaya, indikasi manipulasi terdeteksi setelah Kementerian Keuangan memanfaatkan sistem digital dan kecerdasan buatan (AI) untuk mencocokkan data lintas negara. Dari hasil penelusuran awal, sekitar 10 perusahaan besar diperiksa dan ditemukan adanya manipulasi nilai ekspor secara signifikan.
Pemerintah kini tengah mendalami apakah data transaksi negara tujuan dapat dijadikan alat bukti di pengadilan. Purbaya menegaskan, bukti awal sudah cukup kuat dan penindakan akan diprioritaskan di sektor sawit, demi menutup celah kebocoran pajak dan bea cukai.(*)
- Penulis: Penulis
- Sumber: Wartaekonomi & ragam literatur











Saat ini belum ada komentar