Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Humaniora » Ridwan Kamil Mengaku Khilaf dan Minta Maaf

Ridwan Kamil Mengaku Khilaf dan Minta Maaf

  • account_circle Rosadi Jamani
  • calendar_month Sab, 27 Des 2025
  • visibility 556
  • comment 0 komentar

Loading

Lelaki seperti Ridwan Kamil, tidak munafik, dan mengakui kesalahannya. Lalu, yang gentle, ia minta maaf dan mengaku khilaf.

Bangunan paling megah pun bisa runtuh bukan karena gempa besar, melainkan karena retak-retak kecil yang dibiarkan terlalu lama. Begitulah pengakuan Ridwan Kamil datang ke hadapan publik, bukan sebagai arsitek kota, bukan sebagai mantan gubernur Jawa Barat, melainkan sebagai manusia yang menyadari fondasi rumah tangganya telah ambruk perlahan. Tidak ada dentuman. Tidak ada sirene. Hanya suara lirih pengakuan, seperti beton yang patah di ruang sunyi.

Melalui Instagram, Kang Emil membuka pintu yang selama ini tertutup rapat. Ia menyampaikan permohonan maaf “dari hati yang terdalam” kepada semua pihak yang terdampak kegaduhan yang, menurutnya, tidak seharusnya terjadi. Kalimat itu seperti denah bangunan yang tiba-tiba berubah, rapi di atas kertas, tapi berantakan di lapangan. Di balik kata “kegaduhan” ada debu emosi, ada reruntuhan kepercayaan, ada ruang-ruang yang tak lagi bisa dihuni.

Ia lalu masuk ke inti paling rapuh. Pernikahan 29 tahun dengan Atalia Praratya. Dua puluh sembilan tahun adalah usia struktur yang seharusnya kokoh, fondasi dalam, kolom tegak, balok saling mengunci. Namun politisi Golkar ini memilih tidak menyalahkan cuaca, tidak menunjuk tanah, tidak menyebut beban. Ia justru menyalahkan dirinya sendiri. Ia mengaku banyak khilaf dan dosa. Sebuah pengakuan yang terdengar sederhana, tapi bagi seorang figur publik, itu seperti merobohkan dinding penopang dengan tangan sendiri.

Dengan bahasa yang dingin sekaligus pilu, ia mengatakan, perpisahan adalah hak Atalia untuk bahagia tanpa dirinya. Kalimat ini adalah metafora arsitektur paling menyakitkan, merelakan sebuah bangunan yang ia rancang bersama, dirawat puluhan tahun, kini diserahkan kepada waktu untuk berdiri tanpa namanya tertera di plakat. Ia tidak lagi menjadi bagian dari rumah itu. Ia hanya kenangan struktural, bekas pilar yang pernah menyangga, kini tinggal jejak.

Kesedihan semakin berlapis ketika Ridwan Kamil menunduk kepada ibundanya. Di hadapan seorang ibu, semua gelar luluh. Semua proyek besar mengecil. Ia memohon ampun atas dosa sebagai anak yang mungkin mengecewakan. Seperti bangunan tinggi yang akhirnya sadar, setinggi apa pun ia menjulang, akarnya tetap pada tanah paling dasar, ibu.

Yang paling memilukan, ia menyebut anak-anaknya. Anak-anak yang terdampak oleh peristiwa-peristiwa yang tidak sepenuhnya mereka pahami. Mereka adalah penghuni tak bersalah dari rumah yang retak. Mereka berjalan di koridor yang tiba-tiba berubah arah, mendengar gema pertengkaran yang tak mereka rancang, merasakan dingin dari dinding yang kehilangan insulasi cinta.

Di sinilah aura pahit itu terasa. Kita hidup di negeri yang gemar memajang foto keluarga ideal di baliho, seolah rumah tangga bisa disusun serapi fasad gedung pemerintah. Kita lupa, di balik fasad, ada ruang mekanikal rumit, ada instalasi emosi yang jika salah pasang, bisa meledak perlahan. Kang Emil yang sepanjang kariernya bicara tentang tata kota dan estetika, kini berdiri di hadapan publik sebagai contoh paling getir, bahwa kehidupan tidak selalu patuh pada gambar kerja.

Ia menutup pengakuannya dengan doa, menyerahkan dirinya pada Allah, Sang Maha Pengampun. Doa itu seperti upaya terakhir memperkuat struktur yang tersisa, bukan untuk membangun ulang masa lalu, melainkan agar ia bisa berdiri sebagai bangunan baru, lebih sederhana, lebih jujur, lebih bertakwa.

Kita tidak sedang menyaksikan drama selebritas. Kita sedang melihat puing-puing kemanusiaan. Sebuah pengingat sunyi bahwa seorang arsitek paling piawai pun bisa gagal merawat rumahnya sendiri. Kesedihan tidak selalu datang dengan gemuruh, kadang ia hadir sebagai retakan halus, pelan, tapi mematikan. Aura busuk bisa menjadi badai yang melumat rasa enak ubi kayu.(*)

 

 

 

  • Penulis: Rosadi Jamani

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • HUT ke-18 Sumba Barat Daya, PLN Kenalkan ‘Electrifying Lifestyle’

    HUT ke-18 Sumba Barat Daya, PLN Kenalkan ‘Electrifying Lifestyle’

    • calendar_month Sen, 9 Jun 2025
    • account_circle Penulis
    • visibility 110
    • 0Komentar

    Loading

    Antusiasme masyarakat begitu tinggi, terlihat dari ramainya pengunjung yang berdiskusi langsung dengan tim PLN, mencoba teknologi yang dipamerkan, hingga mencari informasi mengenai layanan kelistrikan, termasuk pasang baru dan tambah daya.   Tambolaka | Semangat hari ulang tahun ke-18 Kabupaten Sumba Barat Daya semakin meriah dengan kehadiran PT PLN (Persero) melalui Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) […]

  • FKM Flobamora Bagikan Sembako, APD dan Masker untuk IKB NTT Jabodetabek

    FKM Flobamora Bagikan Sembako, APD dan Masker untuk IKB NTT Jabodetabek

    • calendar_month Sen, 18 Mei 2020
    • account_circle Penulis
    • visibility 119
    • 0Komentar

    Loading

    Jakarta, Garda Indonesia | Forum Komunikasi Masyarakat (FKM) Flobamora NTT Se-Jabodetabek, membagikan 300 paket sembako dan 2.000 Alat Pelindung Diri (APD) dan 2.000 masker kepada Perwakilan Ikatan Keluarga Besar (IKB) NTT, Flobamora se-Jabodetabek, di lapangan Dislitbang TNI AD Matraman Jakarta Timur, pada Minggu, 18 Mei 2020. Bakti sosial ini di hadiri oleh Ketua Umum, Bendahara […]

  • Wakil Gubernur NTT Josef Nae Soi Raih Doktor Ilmu Hukum

    Wakil Gubernur NTT Josef Nae Soi Raih Doktor Ilmu Hukum

    • calendar_month Jum, 27 Jan 2023
    • account_circle Penulis
    • visibility 117
    • 0Komentar

    Loading

    Bandung, Garda Indonesia | Pada Jumat, 27 Januari 2023 bertempat di lantai 4 auditorium gedung Mochtar Kusumaatmaja, Fakultas Hukum Universitas Padjajaran, Jalan Dipati Ukur nomor 35 Bandung, Jawa Barat; Wakil Gubernur Nusa Tenggara Timur, Josef Adreanus Nae Soi, berhasil meraih gelar Doktor Ilmu Hukum, dalam sidang terbuka promosi doktor bidang ilmu hukum Universitas Padjadjaran. Disaksikan […]

  • Waspada Potensi Cuaca Buruk pada Arus Balik Mudik Lebaran 2019

    Waspada Potensi Cuaca Buruk pada Arus Balik Mudik Lebaran 2019

    • calendar_month Kam, 6 Jun 2019
    • account_circle Penulis
    • visibility 133
    • 0Komentar

    Loading

    Jakarta, Garda Indonesia | Berdasar rilis yang dikeluarkan oleh Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) pada Rabu, 5 Juni 2019 menyebutkan bahwa sesuai pantauan kondisi atmosfer terkini, terdapat indikasi fase basah dari aktivitas gelombang atmosfer Madden Jullian Oscillation (MJO) Deputi Bidang Meteorologi, Drs. R. Mulyono R. Prabowo M.Sc., menyampaikan kondisi tersebut menyebabkan perlambatan angin, pembentukan […]

  • Presiden Jokowi Jadi Irup Upacara Pemakaman Alm. BJ Habibie

    Presiden Jokowi Jadi Irup Upacara Pemakaman Alm. BJ Habibie

    • calendar_month Kam, 12 Sep 2019
    • account_circle Penulis
    • visibility 131
    • 0Komentar

    Loading

    Jakarta, Garda Indonesia | Saat ini, Jenazah B.J Habibie disemayamkan di rumah duka, Jl. Patra Kuningan XIII/3 Jakarta Selatan. Baca juga : http://gardaindonesia.id/2019/09/11/bj-habibie-tutup-usia-imo-indonesia-ucap-belasungkawa/ Informasi yang diterima oleh media yang tergabung dalam IMO-Indonesia dari Rubijanto (Sespri Alm. BJ Habibie-red) bahwa rencananya pada pukul 12.30 WIB di rumah duka Jl. Patra Kuningan XIII/3 Jakarta Selatan akan dilakukan […]

  • Waspada!, 2 Kali Gempa Bumi Guncang Alor Pada 20 & 21 Maret

    Waspada!, 2 Kali Gempa Bumi Guncang Alor Pada 20 & 21 Maret

    • calendar_month Kam, 21 Mar 2019
    • account_circle Penulis
    • visibility 153
    • 0Komentar

    Loading

    Alor-NTT, Garda Indonesia | Gempa bumi tektonik berkekuatan M=4.2 SR kembali mengguncang Kabupaten Alor Provinsi Nusa Tenggara Timur pada Hari Kamis, 21 Maret 2019, sebelumnya pada Rabu, 20 Maret 2019 pukul 19:33:03 WITA juga terjadi gempa bumi tektonik berkekuatan M=3.8 SR Kepala Stasiun Geofisika Kampung Baru – Kupang, Robert Owen Wahyu, S.Si., melalui rilis yang […]

expand_less