Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Regional » Ritual Lonto Leok Tanda Dukungan Warga Mocok untuk PLTP Ulumbu

Ritual Lonto Leok Tanda Dukungan Warga Mocok untuk PLTP Ulumbu

  • account_circle Penulis
  • calendar_month Ming, 21 Jul 2024
  • visibility 86
  • comment 0 komentar

Loading

Manggarai | Warga Gendang Rebak, desa Mocok-Poco Leok bersepakat dukung langkah pemerintah pusat melalui PT. PLN dalam rangka rencana pengembangan pembangkit listrik tenaga panas bumi (PLTP) Ulumbu unit 5-6 Poco Leok.

Lonto leok dalam rangka musyawarah dan mufakat dalam kebiasaan orang Manggarai, untuk menyelesaikan persoalan umum terkait adat di rumah adat (Mbaru Gendang), sehingga keputusan yang diambil dapat memuaskan semua pihak khususnya warga gendang.

Pelaksanaan acara ‘lonto leok’ yang dihelat di Gendang Rebak, desa Mocok-Poco Leok, terkait rencana pemerintah melalui PT. PLN (Persero) dalam rangka pembangunan proyek strategis nasional (PSN) PLTP Ulumbu unit 5-6 Poco Leok, pada Minggu, 14 April 2024.

Pada diskusi yang dibaluti kekeluargaan ini, Tua Gendang Rebak suku Tiwu, Thadeus Dapang, mendengar secara langsung tanggapan warga gendang Rebak terkait rencana pemerintah untuk pengadaan tanah pembangunan PLTP Ulumbu unit 5-6 Poco Leok.

Tampak seluruh warga gendang Rebak bersepakat untuk mendukung secara penuh rencana PT. PLN dalam pengembangan PLTP Ulumbu unit 5-6 Poco Leok di wilayahnya.

Bukti dukungan ini kemudian dilanjutkan dengan pemberian sesajenan atau teing hang kepada roh leluhur dengan menyembelih seekor ayam jantan warna merah (manuk cepang dalam bahasa Manggarai) sebagai kurbannya.

Dalam kesepakatan “lonto leok’ jelas Thadeus Dapang, seluruh warga gendang Rebak telah bersepakat untuk mendukung pembangunan pengembangan PLTP Ulumbu unit 5-6 Poco Leok di wilayah gendang Rebak.

Prosesi adat dibarengi kegiatan Tieng Hang kepada roh leluhur dengan menyediakan ayam merah (manuk cepang) untuk kurban bagi leluhur. Foto : tim

Bentuk dukungan ini kata dia, warga gendang Rebak tidak menolak pelebaran jalan ketika dibutuhkan PT. PLN menuju lokasi pengeboran.

“Ketika PLN membutuhkan tanah kita untuk buat jalan, apakah ada yang keberatan, protes dan menolak?,” tanya Tua gendang Rebak Thadeus Dapang, di hadapan seluruh warga.

Menjawab hal tersebut, seluruh warga gendang Rebak dengan tegas mengatakan ‘setuju’ ketika PT.PLN membutuhkan lahannya untuk kepentingan pembangunan PLTP di Poco Leok.

“Kalau semua sepakat serta setuju, untuk dukung pembangunan geotermal di wilayah gendang Rebak, berarti hari kita buat kesepakatan bersama,” terangnya di hadapan seluruh warga gendang Rebak.

Sebagai tua adat serta mewakili warga gendang Rebak, Thadeus Dapang menegaskan siap mendukung pembangunan geotermal di wilayah gendang Rebak-Poco Leok.

“Berkaitan dengan apa pun di wilayah gendang Rebak, apa itu pembangunan geotermal dan pembangunan apa saja, kami sebagai warga gendang Rebak siap mem-back up atau mendukung urusan itu,” tegasnya lagi.

Diketahui, ada dua lokasi Wallpad (H dan I) pembangunan PLTP Ulumbu unit 5-6 Poco Leok serta pengadaan tanah untuk access road di wilayah gendang Rebak, desa Lungar, kecamatan Satar Mese, Manggarai.

Sebelumnya, selama tiga hari tim persiapan pengadaan tanah pembangunan PLTP Ulumbu Unit 5-6 Poco Leok yang berkapasitas 20 MW, telah melakukan sosialisasi pemberitahuan pembangunan PLTP Ulumbu untuk penentuan lokasi (Penlok) tahap 2 yang melibatkan pemerintah daerah Manggarai, BPN Manggarai serta kejaksaan Negeri Manggarai, berlangsung di aula Paroki Ponggeok, Rabu, 12 Juni 2024.(*)

Sumber (*/tim)

  • Penulis: Penulis

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • 16HAKTP – Hentikan Segala Bentuk Kekerasan Terhadap Perempuan & Anak

    16HAKTP – Hentikan Segala Bentuk Kekerasan Terhadap Perempuan & Anak

    • calendar_month Rab, 5 Des 2018
    • account_circle Penulis
    • visibility 100
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang-NTT,gardaindonesia.id | Kampanye 16 hari anti kekerasan terhadap perempuan (16HAKTP), mulai tanggal 25 November 2018 –10 Desember 2018; oleh Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Nusa Tenggara Timur (DP3A NTT) dilaksanakan dalam bentuk Talk Show dengan tema ‘Kita Hentikan Segala Bentuk Kekerasan terhadap perempuan dan anak serta perdagangan orang di Nusa Tenggara Timur’. Mengambil lokasi […]

  • “Pagelaran Budaya“ Warnai HUT Ke-58 Jemaat Imanuel Batukadera

    “Pagelaran Budaya“ Warnai HUT Ke-58 Jemaat Imanuel Batukadera

    • calendar_month Sab, 1 Sep 2018
    • account_circle Penulis
    • visibility 118
    • 0Komentar

    Loading

    Kota Kupang-NTT, gardaindonesia.id-Dalam rangka merayakan Hari Ulang Tahun (HUT) Jemaat GMIT Imanuel Batukadera Ke-58; Panitia perayaan menggelar Pentas Seni Budaya yang melibatkan jemaat dari unsur etnis/suku Alor, Rote, Sabu, dan Timor. Dengan perpaduan berbagai pentas budaya berupa tarian, lagu, perayaan HUT Ke-58 Jemaat GMIT Imanuel Batukadera, diramu dalam bingkai budaya nan unik dan menarik dengan […]

  • Kerja Sama dengan PLN, Pemprov NTT Optimalisasi Produksi Petani

    Kerja Sama dengan PLN, Pemprov NTT Optimalisasi Produksi Petani

    • calendar_month Kam, 2 Sep 2021
    • account_circle Penulis
    • visibility 97
    • 0Komentar

    Loading

    Semau, Garda Indonesia | Pemerintah Daerah Provinsi Nusa Tenggara Timur (Pemprov NTT) berupaya mengoptimalkan produktivitas pertanian dan kinerja petani harus dimaksimalkan untuk memobilisasi kemakmuran petani. Demikian penegasan Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat (VBL) saat mengukuhkan tim percepatan akses keuangan daerah (TPAD) di Otan, Pulau Semau, Kabupaten Kupang pada Jumat, 27 Agustus 2021. Gubernur NTT lebih […]

  • Stevano Adranacus Nilai Kejati NTT Netral dalam Pilkada 2024

    Stevano Adranacus Nilai Kejati NTT Netral dalam Pilkada 2024

    • calendar_month Sel, 19 Nov 2024
    • account_circle Penulis
    • visibility 122
    • 0Komentar

    Loading

    Stevano Adranacus memperoleh paparan pencapaian kinerja Kejati NTT kurun waktu tahun 2024 dari Zet Tadung Allo terkait penanganan berkualitas pada 197 kasus perkara pidana khusus (Pidsus) dan mengusung restoratif justtice pada penanganan kasus pidana umum.   Kupang | Stevano Adranacus, Anggota Komisi III DPR RI melakukan fungsi pengawasan di lingkungan Kejaksaan Tinggi Nusa Tenggara Timur […]

  • Larangan Bekarang versus Kuliner Lokal Larantuka

    Larangan Bekarang versus Kuliner Lokal Larantuka

    • calendar_month Sen, 14 Okt 2024
    • account_circle Penulis
    • visibility 204
    • 0Komentar

    Loading

    Larantuka | Bekarang adalah dialek melayu tempatan, yang merupakan suatu praktik sosial budaya masyarakat Larantuka dalam mencari ikan atau biota laut lainnya ketika air laut surut. Kesempatan ini digunakan orang-orang di Larantuka dan sekitarnya untuk turun Bekarang, orang dewasa hingga anak-anak akan turun ke laut membawa serta ember, pisau, nere (anyaman dari daun lontar berbentuk […]

  • Siswi Non-Muslim Harus Berjilbab di Padang, Kemendikbud : Ada Sanksi Tegas

    Siswi Non-Muslim Harus Berjilbab di Padang, Kemendikbud : Ada Sanksi Tegas

    • calendar_month Sab, 23 Jan 2021
    • account_circle Penulis
    • visibility 136
    • 0Komentar

    Loading

    Jakarta, Garda Indonesia | Polemik aturan bahwa seluruh siswi di sekolah menengah kejuruan (SMK) Negeri 2 Padang wajib mengenakan jilbab atau kerudung, meski siswi itu bukan Muslim; berangsur mereda. Dilansir dari wartaekonomi.co.id, Kepala SMK Negeri 2 Padang Rusmadi memohon maaf, video percakapan antara Elianu, orangtua Jeni Cahyani Hia, siswi non-muslim yang dituntut untuk berjilbab, dengan pihak sekolah, viral di media […]

expand_less