Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Regional » Ritual Lonto Leok Tanda Dukungan Warga Mocok untuk PLTP Ulumbu

Ritual Lonto Leok Tanda Dukungan Warga Mocok untuk PLTP Ulumbu

  • account_circle Penulis
  • calendar_month Ming, 21 Jul 2024
  • visibility 85
  • comment 0 komentar

Loading

Manggarai | Warga Gendang Rebak, desa Mocok-Poco Leok bersepakat dukung langkah pemerintah pusat melalui PT. PLN dalam rangka rencana pengembangan pembangkit listrik tenaga panas bumi (PLTP) Ulumbu unit 5-6 Poco Leok.

Lonto leok dalam rangka musyawarah dan mufakat dalam kebiasaan orang Manggarai, untuk menyelesaikan persoalan umum terkait adat di rumah adat (Mbaru Gendang), sehingga keputusan yang diambil dapat memuaskan semua pihak khususnya warga gendang.

Pelaksanaan acara ‘lonto leok’ yang dihelat di Gendang Rebak, desa Mocok-Poco Leok, terkait rencana pemerintah melalui PT. PLN (Persero) dalam rangka pembangunan proyek strategis nasional (PSN) PLTP Ulumbu unit 5-6 Poco Leok, pada Minggu, 14 April 2024.

Pada diskusi yang dibaluti kekeluargaan ini, Tua Gendang Rebak suku Tiwu, Thadeus Dapang, mendengar secara langsung tanggapan warga gendang Rebak terkait rencana pemerintah untuk pengadaan tanah pembangunan PLTP Ulumbu unit 5-6 Poco Leok.

Tampak seluruh warga gendang Rebak bersepakat untuk mendukung secara penuh rencana PT. PLN dalam pengembangan PLTP Ulumbu unit 5-6 Poco Leok di wilayahnya.

Bukti dukungan ini kemudian dilanjutkan dengan pemberian sesajenan atau teing hang kepada roh leluhur dengan menyembelih seekor ayam jantan warna merah (manuk cepang dalam bahasa Manggarai) sebagai kurbannya.

Dalam kesepakatan “lonto leok’ jelas Thadeus Dapang, seluruh warga gendang Rebak telah bersepakat untuk mendukung pembangunan pengembangan PLTP Ulumbu unit 5-6 Poco Leok di wilayah gendang Rebak.

Prosesi adat dibarengi kegiatan Tieng Hang kepada roh leluhur dengan menyediakan ayam merah (manuk cepang) untuk kurban bagi leluhur. Foto : tim

Bentuk dukungan ini kata dia, warga gendang Rebak tidak menolak pelebaran jalan ketika dibutuhkan PT. PLN menuju lokasi pengeboran.

“Ketika PLN membutuhkan tanah kita untuk buat jalan, apakah ada yang keberatan, protes dan menolak?,” tanya Tua gendang Rebak Thadeus Dapang, di hadapan seluruh warga.

Menjawab hal tersebut, seluruh warga gendang Rebak dengan tegas mengatakan ‘setuju’ ketika PT.PLN membutuhkan lahannya untuk kepentingan pembangunan PLTP di Poco Leok.

“Kalau semua sepakat serta setuju, untuk dukung pembangunan geotermal di wilayah gendang Rebak, berarti hari kita buat kesepakatan bersama,” terangnya di hadapan seluruh warga gendang Rebak.

Sebagai tua adat serta mewakili warga gendang Rebak, Thadeus Dapang menegaskan siap mendukung pembangunan geotermal di wilayah gendang Rebak-Poco Leok.

“Berkaitan dengan apa pun di wilayah gendang Rebak, apa itu pembangunan geotermal dan pembangunan apa saja, kami sebagai warga gendang Rebak siap mem-back up atau mendukung urusan itu,” tegasnya lagi.

Diketahui, ada dua lokasi Wallpad (H dan I) pembangunan PLTP Ulumbu unit 5-6 Poco Leok serta pengadaan tanah untuk access road di wilayah gendang Rebak, desa Lungar, kecamatan Satar Mese, Manggarai.

Sebelumnya, selama tiga hari tim persiapan pengadaan tanah pembangunan PLTP Ulumbu Unit 5-6 Poco Leok yang berkapasitas 20 MW, telah melakukan sosialisasi pemberitahuan pembangunan PLTP Ulumbu untuk penentuan lokasi (Penlok) tahap 2 yang melibatkan pemerintah daerah Manggarai, BPN Manggarai serta kejaksaan Negeri Manggarai, berlangsung di aula Paroki Ponggeok, Rabu, 12 Juni 2024.(*)

Sumber (*/tim)

  • Penulis: Penulis

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Jalan Terjal Mahkamah Konstitusi ‘How Democratic Constitutionalism Die?’

    Jalan Terjal Mahkamah Konstitusi ‘How Democratic Constitutionalism Die?’

    • calendar_month Ming, 14 Apr 2024
    • account_circle Penulis
    • visibility 89
    • 0Komentar

    Loading

    Oleh: Assoc. Prof. Dr. Firman Wijaya Tahun 2024 ini sketsa pemilihan presiden (Pilpres) yang berujung di Mahkamah Konstitusi (MK) terhadap 3 (tiga) pasangan calon presiden dan wakil presiden menempatkan MK dalam posisi yang problematis-dilematis. Apakah MK akan bertahan pada tradisi kalkulasi angka-angka (judicial restrain) atau kah berani lebih jauh bergerak dengan legal frame work yang […]

  • PLN Penuhi Listrik Impian 38 Keluarga di Selatan NKRI

    PLN Penuhi Listrik Impian 38 Keluarga di Selatan NKRI

    • calendar_month Sel, 19 Agu 2025
    • account_circle Penulis
    • visibility 81
    • 0Komentar

    Loading

    Dengan semangat “Ita Esa untuk Rote, Terus Terang”, PLN berharap Dusun Busulaten menjadi awal dari kemajuan bagi desa-desa lain di Rote Ndao.   Rote Ndao | Setelah penantian bertahun-tahun, mimpi 38 kepala keluarga (KK) di Dusun Busulaten, sebuah dusun terpencil di pulau paling selatan Indonesia, akhirnya menjadi kenyataan. Menjelang perayaan HUT ke-80 RI, aliran listrik […]

  • Polri & TNI Evakuasi 8 Korban Serangan KKB, 6 Korban Asal NTT

    Polri & TNI Evakuasi 8 Korban Serangan KKB, 6 Korban Asal NTT

    • calendar_month Sen, 24 Mar 2025
    • account_circle Penulis
    • visibility 91
    • 0Komentar

    Loading

    Pada serangan tak berperikemanusiaan tersebut, 10 (sepuluh) orang guru dan tenaga medis menjadi korban. Korban meninggal dunia atas nama Rosalina Rerek Sogen (asal NTT), sementara 4 (empat) mengalami luka ringan dan 3 (tiga) lainnya luka berat serta 2 (dua) korban lainya dalam kondisi aman dan merupakan warga asli Yahukimo.   Jayapura | Operasi bersama (join […]

  • Geliat Industri Rumahan Kelor & Jahe Merah Mbak Retno di Tengah Pandemi

    Geliat Industri Rumahan Kelor & Jahe Merah Mbak Retno di Tengah Pandemi

    • calendar_month Sab, 6 Jun 2020
    • account_circle Penulis
    • visibility 79
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang-NTT, Garda Indonesia | Jahe Merah atau empon-empon (bahasa Jawa, red) atau Zingiber officinale var. Rubrum adalah tanaman dengan rimpang berwarna merah dan ukurannya lebih kecil dari jahe putih/kuning (jahe badak). Dilansir dari Kompas.com, Jahe merah menjadi salah satu ramuan tradisional yang paling sering diolah menjadi minuman yang dapat menghangatkan badan saat cuaca hujan. Namun, […]

  • Teman Sejatiku Kembali Pulang Berkat AFRO Farm Ayam KUB

    Teman Sejatiku Kembali Pulang Berkat AFRO Farm Ayam KUB

    • calendar_month Sel, 10 Agu 2021
    • account_circle Penulis
    • visibility 130
    • 0Komentar

    Loading

    Oleh : Roni Banase Kisah sederhana, namun bermakna ini tak luput dari bayang respons naluri menulisku. Tak hanya hal luar biasa yang bisa kita torehkan dalam sebuah tulisan, namun sebuah penggalan kisah sederhana pun patutnya kita toreh lalu isi dalam ruang tulisan digital yang menghabiskan 2/3 waktu kita setiap hari (termasuk waktu tidur). Kisah ini […]

  • Jokowi Lewat di Pasar Atambua, Warga Teriak Histeris Namanya

    Jokowi Lewat di Pasar Atambua, Warga Teriak Histeris Namanya

    • calendar_month Jum, 25 Mar 2022
    • account_circle Penulis
    • visibility 119
    • 0Komentar

    Loading

    Belu, Garda Indonesia | Ribuan warga pasar baru Atambua, Kabupaten Belu, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), tampak sangat antusias menyambut kedatangan Presiden RI, Joko Widodo pada Kamis petang, 24 Maret 2022. Disaksikan Garda Indonesia, warga sudah memenuhi jalan sekitar pasar mulai pukul 14.00 WITA dan diawasi ketat pihak keamanan dari Polres, Brimob dan TNI. Hingga […]

expand_less