Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Daerah » Rumah Warga Desa Mandeu di Belu Rusak Diserang Massa

Rumah Warga Desa Mandeu di Belu Rusak Diserang Massa

  • account_circle Penulis
  • calendar_month Sen, 2 Mar 2020
  • visibility 44
  • comment 0 komentar

Loading

Belu-NTT, Garda Indonesia | Kasus perusakan rumah warga akibat diserang massa kembali terjadi di Dusun Motamauk, Desa Mandeu, Kecamatan Raimanuk, Kabupaten Belu, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Minggu, 1 Maret 2020 sore.

Informasi yang berhasil dihimpun media ini di lokasi kejadian pada Minggu malam, menyebutkan bahwa rumah yang rusak tersebut adalah milik Clara Balok dan Gabriel Manek (alm.). Kejadian itu, berdasarkan keterangan salah satu anggota keluarga yang meminta namanya tidak dipublikasi, terjadi sekitar pukul 15.00 WITA.

Awalnya, ada dua orang bernama Fahik dan Manek datang ke rumah itu untuk mencari salah satu anggota keluarga bernama Irwan. Tetapi, tidak mendapatkannya karena Irwan sedang tidak berada di tempat. Tidak lama berselang, massa menyusul datang ke rumah tersebut dan melempari rumah itu dengan batu. Akibatnya, kaca pada lima jendela pecah, hancur berkeping.

Pemilik Rumah, Clara Balok yang dirusak massa di Desa Mandeu, Kecamatan Raimanuk, Kabupaten Belu, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Minggu, 1 Maret 2020 sore.

Massa yang datang itu pun, lanjut sumber itu, dengan menumpangi truk Maha Dewa milik warga Desa Mandeu. Selain merusak rumah, massa yang sama juga sempat saling beradu mulut, saling kejar dan saling lempar batu dengan kakak kandung si Irwan yang bernama Cornelis. Beruntung, kejadian itu tidak ada korban jiwa.

Usai kejadian nahas itu, pihak korban langsung menuju Polres Belu di Atambua untuk melaporkan kejadian tersebut. Namun, setibanya di sana tidak ada satu pun petugas kepolisian yang menerima laporan mereka, sampai akhirnya mereka kembali ke rumah.

Sementara, barang bukti (BB) berupa batu, pecahan kaca, dan potongan kayu jendela yang dibawa korban itu tidak dibawa pulang. Katanya, ada oknum polisi yang meminta BB itu dititipkan saja di Polres. Bahkan, oknum polisi yang sempat ditemui korban dan tidak dikenal itu berpesan kepada korban untuk melaporkan ke Polsek Raimanuk.

Laporan langsung ke Polres Belu itu pun, masih menurut sumber itu, atas suruhan oknum anggota polsek Raimanuk di TKP. “Kami pergi ke Atambua bawa barang bukti. Sampai di sana, tidak ada polisi yang mau terima laporan kami. Akhirnya kami pulang. Mereka bilang pulang untuk buat laporan di Polsek Raimanuk. Padahal, kami ke polres itu karena ada polisi di sini yang suruh kami lapor langsung di Polres,” kisahnya dengan nada sangat kesal.

Kepala Desa Mandeu, Heribertus Luan yang dikonfirmasi via sambungan telepon pada Minggu malam membenarkan kejadian itu. Ia menduga, peristiwa penyerangan itu terjadi sebagai akibat dari ketidakpuasan antarwarga berkaitan dengan masalah tindak kekerasan antara Irwan (anak kandung Clara Balok) dan seorang bernama Gede, sesama warga Desa Mandeu.

Heri Luan, demikian sapaan akrabnya sangat menyayangkan kejadian itu karena perusakan rumah milik Clara Balok itu melibatkan oknum- oknum warga di luar wilayah Desa Mandeu. Bahkan, katanya, berdasarkan informasi warga sekitar yang menyaksikan langsung kejadian itu, bahwa ikut terlibat juga dua orang ibu yang diduga kuat merupakan istri dari seorang oknum anggota Polsek Raimanuk dan satunya lagi istri dari oknum TNI.

Ia berharap kepada pihak kepolisian agar segera mencari dan menangkap Irwan untuk diproses sesuai aturan hukum yang berlaku. Hal itu, dimaksudkan Heri Luan, agar tidak menimbulkan persoalan baru terhadap warga di wilayah desanya itu, terutama orang tua dan semua saudara kandung Irwan.

“Ini sangat mengancam kenyamanan warga di sini. Saya minta polisi segera proses tindakan kekerasan oleh Irwan terhadap Gede sesuai aturan yang berlaku. Demikian pun halnya, para pelaku perusakan rumah milik Clara Balok harus diproses sampai tuntas, supaya jangan ada lagi timbul rasa tidak puas di antara mereka,” pintanya tegas.

Kapolsek Raimanuk, Maternus Klau belum berhasil dikonfirmasi media ini pada Minggu malam. Saat ditelepon, nomor kontak di luar jangkauan (tidak aktif). Kirim pesan melalui whatsapp pun belum dibaca.

Kasatres Polres Belu, AKP Sepuh Ade Irsyam Siregar, SH., S.I.K yang dikonfirmasi melalui pesan whatsapp pada Minggu malam terkait kasus ini pun belum memberikan tanggapan.(*)

Penulis (*/HH)
Editor (+rony banase)

  • Penulis: Penulis

Rekomendasi Untuk Anda

  • Generasi Muda dan Bela Negara

    Generasi Muda dan Bela Negara

    • calendar_month Rab, 16 Des 2020
    • account_circle Penulis
    • visibility 38
    • 0Komentar

    Loading

    Oleh : Warsito hadi – APN Kemhan Pesatnya kemajuan dan perkembangan Iptek mendorong cepatnya perubahan di era globalisasi sangat mempengaruhi pola dan pemikiran bagi generasi muda menghadapi setiap tantangan, hambatan dan ancaman dalam bidang ideologi, politik, ekonomi, sosial budaya dan pertahanan keamanan (ipoleksosbudhankam). Maka, perlu disiapkan generasi muda yang dapat menghadapi dan mengantisipasi perubahan tersebut. […]

  • Gapai Dana USD 910 Juta dari ABD & KfW, PLN Siap Menerangi Indonesia Timur

    Gapai Dana USD 910 Juta dari ABD & KfW, PLN Siap Menerangi Indonesia Timur

    • calendar_month Jum, 18 Des 2020
    • account_circle Penulis
    • visibility 47
    • 0Komentar

    Loading

    Jakarta, Garda Indonesia | Jelang penghujung tahun 2020, PLN terus berupaya menyediakan listrik yang berkualitas bagi segenap masyarakat. Komitmen tersebut memperoleh dukungan dari 2 (dua) lembaga keuangan internasional, yaitu Asian Development Bank (ADB) dan Kreditanstalt fur Wiederaufbau (KfW). Berfokus pada investasi kelistrikan di Kawasan Timur Indonesia (KTI), dukungan ini bernilai total 910 Juta US Dollar. […]

  • Kominfo Prediksi Bakal Terjadi Kenaikan Traffic Selular Saat Lebaran 2020

    Kominfo Prediksi Bakal Terjadi Kenaikan Traffic Selular Saat Lebaran 2020

    • calendar_month Kam, 9 Apr 2020
    • account_circle Penulis
    • visibility 40
    • 0Komentar

    Loading

    Jakarta, Garda Indonesia | Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) memprediksi bakal terjadi kenaikan traffic selular atau lalu lintas data saat lebaran hingga mencapai 40 persen. Hal itu diperkuat dengan adanya kebijakan yang diambil pemerintah kepada masyarakat untuk melaksanakan Work From Home atau bekerja di rumah sebagai upaya untuk memutus mata rantai penularan Covid-19. “Kami juga […]

  • Mei 2024, Bank NTT Bertransformasi Digital pada Layanan Rumah Sakit

    Mei 2024, Bank NTT Bertransformasi Digital pada Layanan Rumah Sakit

    • calendar_month Rab, 6 Mar 2024
    • account_circle Penulis
    • visibility 45
    • 0Komentar

    Loading

    Labuan Bajo, Garda Indonesia | PT. Bank Pembangunan Daerah Nusa Tenggara Timur atau Bank NTT bakal bertransformasi melalui pemanfaatan ekosistem digital untuk meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan bagi masyarakat. Direktur Kredit Bank NTT, Paulus Stefen Messakh usai perhelatan strategi dan implementasi program transformasi digital ekosistem kesehatan Provinsi NTT, di Labuan Bajo pada Selasa, 5 Maret 2024; […]

  • Transportasi Dorong Inflasi Desember 2021 di NTT Sebesar 0,89 Persen

    Transportasi Dorong Inflasi Desember 2021 di NTT Sebesar 0,89 Persen

    • calendar_month Sen, 3 Jan 2022
    • account_circle Penulis
    • visibility 41
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang, Garda Indonesia | Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) merilis perkembangan indeks harga konsumen atau inflasi Desember 2021. Gabungan 3 (tiga) Kota di NTT mengalami inflasi sebesar 0,89 persen dengan indeks harga konsumen (IHK) sebesar 105,76. Kota Kupang mengalami inflasi sebesar 0,96 persen, Kota Maumere mengalami inflasi sebesar 0,34 persen dan […]

  • Tahap I, 328 Pejuang Eks Timor Timur Terima Piagam & Pin Bela Negara

    Tahap I, 328 Pejuang Eks Timor Timur Terima Piagam & Pin Bela Negara

    • calendar_month Kam, 4 Mar 2021
    • account_circle Penulis
    • visibility 32
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang-NTT, Garda Indonesia | “Mulai saat ini,  saya tidak mau dengar lagi bahwa ini bekas pejuang Timor-Timur. Tetapi Anda adalah Warga Negara Republik Indonesia, titik!. Tidak boleh ada dikotomi di NTT,  ini berasal dari ini, itu dari situ. Anda adalah WNI yang berdomisili di NTT dan menjadi penduduk NTT,” tegas Wakil Gubernur (Wagub) NTT, Josef […]

expand_less