Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Anak dan Perempuan » Sehari Bersama Anak Disabilitas, Bangun Kesetaraan & Hentikan Stigma

Sehari Bersama Anak Disabilitas, Bangun Kesetaraan & Hentikan Stigma

  • account_circle Penulis
  • calendar_month Ming, 8 Des 2019
  • visibility 170
  • comment 0 komentar

Loading

Bandung, Garda Indonesia | Kementerian PPPA) bekerja sama dengan Pemerintah Daerah Jawa Barat menggelar kegiatan Sehari Bersama Anak Penyandang Disabilitas dalam rangkaian Hari Disabilitas Internasional (HDI) bertajuk Fun With Disability pada Sabtu, 7 Desember 2019. Peringatan HDI tahun ini mengangkat tema “Indonesia Inklusi, Disabilitas Unggul”.

“Hari Disabilitas Internasional diperingati sebagai wujud perhatian masyarakat dunia, termasuk Indonesia terhadap penghormatan perlindungan dan pemenuhan hak-hak penyandang disabilitas,” ujar Deputi Perlindungan Anak Kemen PPPA, Nahar saat membuka kegiatan HDI di Museum Geologi, Bandung, Jawa Barat.

Berdasarkan data SUSENAS Tahun 2018 populasi penyandang disabilitas kelompok usia 2—18 tahun kategori disabilitas sedang dan berat mencapai 7% atau sekitar 2,48 juta anak penyandang disabilitas. Nahar menjelaskan, di Indonesia anak-anak penyandang disabilitas masih menghadapi persoalan yang pelik.

“Permasalahan dari sisi tumbuh kembang anak dan juga dari sisi perlindungan khusus. Dari sisi perlindungan anak, masih banyak keluarga yang menyembunyikan anaknya dari lingkungan karena malu. Jadi anak terbatas aksesnya atas pendidikan dan masa depannya. Sudah saatnya kita menghentikan segala perundungan dan perlakuan salah terhadap anak penyandang disabilitas, mari dengarkan suara mereka agar kita dapat mengembangkan potensinya. Stop Stigma, kita bangun kesetaraan”, kata Nahar.

Hal ini sangat disayangkan mengingat Indonesia telah meratifikasi Konfensi Hak Disabilitas dan Konvensi Hak Anak. Nahar mengajak agar pemerintah Provinsi Jawa Barat lebih aktif mendorong kesadaran masyarakat tentang pemenuhan hak disabilitas.

“Anak penyandang disabilitas juga punya hak. Salah satunya, mendapat perawatan dan pengasuhan yang baik dari keluarga atau keluarga penggantinya. Kami harap Pemda Jawa Barat khususnya Ibu Athalia sebagai Ketua Tim Penggerak PKK bisa menjadi duta anak-anak di Jawa Barat dan menyampaikan pesan ini kepada para keluarga terutama ibu-ibu dan pendamping anak di lingkungan masing-masing. Bahwa semua anak sama, dan tidak ada ruang tertutup bagi anak-anak disabilitas untuk memiliki masa depan,” jelas Nahar.

Istri Gubernur Jawa Barat, Athalia Kamil saat memberikan sekuntum bunga kepada salah satu anak penyandang disabilitas

Hal ini pun mendapat perhatian Istri Gubernur Jawa Barat, Athalia Kamil yang turut hadir. Selain memberikan apresiasi kepada Kemen PPPA akan kegiatan ini, Athalia mengaku akan terus memaksimalkan perannya. Di Jawa Barat, menurut Athalia, ada sekitar 128 ribuan disabilitas yang tersebar dan memerlukan perhatian khusus baik dari pemerintah dan masyarakat.

“Perhatian khusus agar mereka mendapatkan perlindungan, kebahagiaan dan kesempatan yang maksimal, karena setiap anak berhak bahagia. Setiap anak berhak memaksimalkan potensi dirinya dengan diberikan peluang untuk meningkatkan kemandirian. Pemprov Jawa Barat berserta Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (DP3AKB) dan Dinas Sosial telah menyediakan sekolah inklusi agar anak-anak penyandang disabilitas dapat memenuhi haknya untuk mendapatkan pendidikan yang layak,” ujar Athalia saat ditemui usai menghadiri kegiatan.

Dalam kegiatan ini anak-anak disabilitas diberikan kesempatan menunjukkan bakat dan kemampuan mereka melalui ajang “Menteri Bintang Mencari Bakat”. Anak-anak juga secara bebas diajak untuk mengekspresikan perasaan mereka melalui kegiatan melukis bersama seluruh peserta pada kain sepanjang 30 meter.

Anak penyandang disabilitas melukis di atas kanvas sepanjang 30 meter

Acara ini diikuti 1.000 orang yang terdiri dari anak penyandang disabilitas, pendamping, masyarakat umum serta Pemerintah. Karena isu anak penyandang disabilitas ini merupakan isu lintas sektor, sehingga Kementerian/Lembaga turut berpartisipasi dalam kegiatan ini antara lain Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Kementerian Sosial, Kementerian PUPR dan Bawaslu, serta OPD di Provinsi Jawa Barat seperti Dinas Pendidikan, Dinas Sosial dan Dinas Kesehatan.(*)

Sumber berita (*/Publikasi dan Media Kementerian PPPA)
Editor (+rony banase)

  • Penulis: Penulis

Rekomendasi Untuk Anda

  • Penginternasionalan Bahasa Indonesia, KBPNTT Helat Diseminasi BIPA

    Penginternasionalan Bahasa Indonesia, KBPNTT Helat Diseminasi BIPA

    • calendar_month Jum, 23 Jun 2023
    • account_circle Penulis
    • visibility 144
    • 0Komentar

    Loading

    Belu, Garda Indonesia | Kantor Bahasa Provinsi Nusa Tenggara Timur (KBPNTT) menghelat diseminasi program Bahasa Indonesia Bagi Penutur Asing (BIPA) di Kabupaten Belu pada 22—23 Mei 2023 di Hotel King Star. Dihadiri oleh 30 peserta dari kalangan tenaga pendidik, pegiat bahasa, dan komunitas literasi, bertujuan mendukung program penginternasionalan bahasa Indonesia. Koordinator Tata Usaha Kantor Bahasa […]

  • ‘109 Check Point’ Arus Balik, Pemudik Wajib Punya Surat Bebas Covid-19

    ‘109 Check Point’ Arus Balik, Pemudik Wajib Punya Surat Bebas Covid-19

    • calendar_month Sab, 15 Mei 2021
    • account_circle Penulis
    • visibility 146
    • 0Komentar

    Loading

    Bogor, Garda Indonesia | Kepala Korps Lalu Lintas (Kakorlantas) Polri Irjen Pol Istiono memastikan akan ada pengetatan arus balik Lebaran 2021. Sebanyak 109 check point atau penyekatan disiapkan di seluruh wilayah Indonesia guna memastikan para pemudik membawa surat swab antigen atau PCR Swab sebelum memasuki ibu kota DKI Jakarta. Adapun jumlah 109 check point ini […]

  • Usai Tinjau PLTP Kamojang, DPRD NTT Yakin Geotermal Memajukan Daerah

    Usai Tinjau PLTP Kamojang, DPRD NTT Yakin Geotermal Memajukan Daerah

    • calendar_month Jum, 29 Agu 2025
    • account_circle Penulis
    • visibility 189
    • 0Komentar

    Loading

    Anggota Komisi IV DPRD NTT, Ana Waha Kolin, menilai agenda ini menjadi ruang pembelajaran penting bagi para legislator untuk melihat langsung bagaimana panas bumi dikelola.   Kamojang | Komisi IV DPRD Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) melakukan kunjungan kerja ke pembangkit listrik tenaga panas bumi (PLTP) Kamojang, Jawa Barat, pada Kamis, 21 Agustus 2025. PLTP […]

  • EBT NTT Melimpah, VBL Dorong Generasi Muda Mampu Kelola Potensi

    EBT NTT Melimpah, VBL Dorong Generasi Muda Mampu Kelola Potensi

    • calendar_month Sel, 11 Jul 2023
    • account_circle Penulis
    • visibility 118
    • 0Komentar

    Loading

    Mataram, Garda Indonesia | Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Viktor Bungtilu Laiskodat (VBL), mendorong para generasi muda NTT untuk lebih peka dan paham akan kekayaan energi yang dimiliki Provinsi NTT sehingga mampu dikelola dengan baik dan berguna bagi masyarakat. Harapan tersebut, bagi VBL, sejalan dengan upaya dunia pada pengembangan Energi Baru Terbarukan (EBT) yang tengah […]

  • Sinergi Tiga Pilar Hadirkan Terang, Daya, dan Harapan bagi Warga NTT

    Sinergi Tiga Pilar Hadirkan Terang, Daya, dan Harapan bagi Warga NTT

    • calendar_month Rab, 10 Des 2025
    • account_circle Penulis
    • visibility 169
    • 0Komentar

    Loading

    Kolaborasi ini merupakan perwujudan komitmen bersama untuk menciptakan NTT Terang, Berdaya, dan Sejahtera melalui penyediaan akses dasar yang lebih layak bagi masyarakat.   Kupang | Memecut semangat kepedulian sosial dan komitmen untuk penguatan kesejahteraan masyarakat, Solidaritas Perempuan untuk Indonesia Kabinet Merah Putih (Seruni KMP), PLN Unit Induk Wilayah (UIW) NTT, dan Dewan Kerajinan Nasional Daerah […]

  • Cinta Itu Harus Dirayakan

    Cinta Itu Harus Dirayakan

    • calendar_month Ming, 7 Feb 2021
    • account_circle Penulis
    • visibility 117
    • 0Komentar

    Loading

    Oleh : Lejap Yuliayant Angelomestius. S. Fil. Angin berembus lembut, menyapu dedaunan Gamal kering yang belum juga hancur oleh bakteri. Di atas langit awan kemerahan telah berganti rupa menjadi gelap.  Terang telah menjelma ke dalam malam. Malam ini alam lebih bersahabat karena hujan telah beristirahat setelah hampir seharian mengguyur bumi. Di atas tempat tidur, gadis […]

expand_less