Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Puisi » Selamat Jalan ‘Mom’

Selamat Jalan ‘Mom’

  • account_circle Penulis
  • calendar_month Sab, 19 Jun 2021
  • visibility 35
  • comment 0 komentar

Loading

Oleh. Melkianus Nino

Redup wajah kian memburam semenjak pergantian waktu. Jelang akhir keberadaan. Raut gemulai telah memucat pasi. Tawa membungkam disinari terang neon Philips di ruang tamu. Dia telah berbaring kaku, detak nadi-jantung sudah hilang denyutan.

Kini, kedua tangan saling memegang erat, ingin memanjat syukur dan terima kasih. Terlilit untaian bulir rosario, bisu membisikan kepada-Nya.

Dia sekaligus membawa kado itu, sebagai lambang akhir dari doa.

Aku menatap dengan mengedip cepat, bola mata berkaca-kaca. Badan ini, seakan kaku dalam refleks. Mati suri badanku, Aku ingin  sebilik  bersamanya. Namun, Dia inginkan kehidupanku untuk menyelesaikan masa penciptaan.

Aku merasakan sebuah kehilangan besar dan harapan dengan kepergian saat ini. Teman cerita dan gelak tawa sudah tiada, tak penuh arti lagi.

Aku sudah terbius bisa bisu.

Yang terpaut dalam ingatan dan relung saat merenung kemarin. Hadiah pagi darinya, saat sarapan pagi jelang terjun rutinitas.

“Siapakah nantinya?”.

Bahtera diri ini, membudak oleh sebuah perjalanan yang  tak lagi kembali. Pertemuan hanya di ujung mimpi ketika Dia hadir sebagai pemberi mimpi.

Mungkin nanti, bila waktu menjemput Aku pulang. Kepastian dapat bercumbu bersama kemarin.

Kesabaran telah menjadi kemelut untuk tegar menghadapi situasi saat ini. Beban menghantuiku, lalu menjadi perkara terbesar yang sulit dikendalikan. Kekuatan saat terakhir, adalah harus menjadi pemenang.

Tepat siang, bara menusuk seisi insan-insan yang dibanjir lara. Besuk kian mengambil kesempatan menengok sang sosok yang rendah hati. Tatapan-tatapan iba itu, hanya terhadapku yang akan hidup sebatang kara.

Selama ini, semenjak sang Ayah hilang kabar digodai gadis kepang dua.

Sebentar senja akan menjauh hilang di peluk malam sembari menanti esok. Aku masih menemani kekakuan yang lelap tanpa mimpi. Sungguh-sungguh disedu kesedihan.

Aku hanya bisa berpasrah, sebab kita satu kepemilikan-Nya. Singkat cerita, adalah Ikrar Perpisahan.

Aku bagaikan sebatang lidi yang sukar menyapu daun-daun tua  yang jatuh dari rindang pohon ketapang. Sampah kian menumpuk sebab itu beban tanpa pesan. Tiada pinta sebagai bekal demi hari mendatang.

Aku terus mendiami kediaman diamku ini.

Ratap resah dari ketiadaan seorang wanita terhebat. Kelebihan amal budi telah luluh oleh kepahitan duka. Rasa manis yang dikecapi terasa pahit sukar ditelan selama ini, kian memudar.

Kepasrahan menemani langkah dan beban yang kian berat. Bahu telah tertindih, tersendat bahagia.

Aku hanya bisa berpaling pada-Nya, memohon kekuatan dengan keadaan di depan pandangan rasa. “Tuhan, berikan ketabahan di hati ini!”.

Aku tak tahu bila esok, kekakuan akan pergi menghirup aroma tanah.  Semua yang hadir akan menjadi hancur berkeping-keping, dalam selimut tanah yang membumi.

Tentunya esok.

Dentingan kian mereda. Jam dinding hasil jerih payahnya sepanjang pampangkan, sudah seumur denganku. Umur turut mendewasakan , Aku dengan sang Waktu.

Aku masih melingkari pembaringan tanpa kata. Aku tahu tentang , esok menjadi penentu akhir pelepasan raganya. Aroma-aroma tanah terus terhirup. Lilin padam ditiup angin . Irisan mawar putih telah melayu.

Kini, Aku tak bercerita tentang yang ada dan tiada.

Ketiadaan dilanda sepi. Aku hanya meminta memohon pengampunan dari-Nya. Berharap Dia menjadi pendoa bagi segenap.

Sebentar lagi, Senja berbalik ke ufuk barat tempat peraduannya. Dia pun pergi bersama waktu. Aku mengucap salam terakhir untuk Dia.

“Salam Senja, selamat jalan Mom!”. (*)

Foto utama (*/paragram.id)

  • Penulis: Penulis

Rekomendasi Untuk Anda

  • Ayo Lestarikan Lagu Anak Indonesia!

    Ayo Lestarikan Lagu Anak Indonesia!

    • calendar_month Jum, 24 Agu 2018
    • account_circle Penulis
    • visibility 38
    • 0Komentar

    Loading

    Jakarta,gardaindonesia.id – Maraknya peredaraan musik dan lagu dewasa di kalangan anak-anak saat ini, baik melalui media massa hingga media sosial, sangat mempengaruhi tumbuh kembang anak Indonesia. Anak lebih gemar menyanyikan bahkan hafal lagu dewasa dibandingkan lagu yang layak untuk seusianya. Menyikapi fenomena ini, Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA) bersama label musik anak, […]

  • Angin Kencang di NTT Masih Berlangsung s.d Agustus 2019, Ini Penyebabnya

    Angin Kencang di NTT Masih Berlangsung s.d Agustus 2019, Ini Penyebabnya

    • calendar_month Kam, 6 Jun 2019
    • account_circle Penulis
    • visibility 95
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang-NTT, Garda Indonesia | Angin Kencang yang berlangsung sejak 31 Mei 2019 hingga kini belum menurun intensitasnya dan diperkirakan masih terus berlanjut hingga pada Agustus 2019. Hal ini disampaikan oleh Forcaster On Duty BMKG Metro El Tari Kupang (Prakirawan) Nanik Tresnawati pada Media Garda Indonesia pada Kamis, 6 Juni 2019 pukul 16.25 WITA “Untuk angin […]

  • RSUP di Kota Kupang Mulai Dibangun, Jadi Kebanggaan Masyarakat NTT

    RSUP di Kota Kupang Mulai Dibangun, Jadi Kebanggaan Masyarakat NTT

    • calendar_month Kam, 3 Des 2020
    • account_circle Penulis
    • visibility 64
    • 0Komentar

    Loading

    Kota Kupang, Garda Indonesia | Pembangunan rumah sakit UPT vertikal Kementerian Kesehatan atau Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) untuk Wilayah NTT yang terletak di Kelurahan Manulai II, Kecamatan Alak, Kota Kupang; diawali dengan peletakan batu pertama oleh Menteri Kesehatan Republik Indonesia, Letjen TNI (Purn) Dr. dr. Terawan Agus Putranto, Sp.Rad. (K) RI pada Kamis, 3 […]

  • Perjuangan Serda Nurul, Buruh Serabutan Jadi Korps Wanita TNI AD

    Perjuangan Serda Nurul, Buruh Serabutan Jadi Korps Wanita TNI AD

    • calendar_month Jum, 15 Agu 2025
    • account_circle Penulis
    • visibility 70
    • 0Komentar

    Loading

    Pekerjaan serabutannya sebagai personel band dan karyawan agen di pasar, dirasa masih ada waktu luang yang bisa diisinya. Abang atau sapaan akrab kakak laki-laki Nurul, mengajak dirinya jadi tukang parkir.   Jambi | Menjadi bagian dari Korps Wanita TNI AD menjadi impian bagi sebagian besar perempuan. Sebuah tantangan besar yang patut diperjuangkan. Termasuk oleh Serda […]

  • Gabriel Suku Kotan Lapor Simpatisan Jefri Riwu Kore ke Polda NTT

    Gabriel Suku Kotan Lapor Simpatisan Jefri Riwu Kore ke Polda NTT

    • calendar_month Kam, 3 Feb 2022
    • account_circle Penulis
    • visibility 48
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang, Garda Indonesia | Sejumlah kader Partai Demokrat Provinsi Nusa Tenggara Timur bersama kuasa hukum Ketua DPD Partai Demokrat NTT Leonardus Lelo, Gabriel Suku Kotan melaporkan tindakan simpatisan Jefri Riwu Kore ke Polda NTT pada Kamis siang, 3 Februari 2022. Kedatangan GSK disebabkan aksi simpatisan Jefri Riwu Kore pada Kamis siang, 3 Februari 2022, menuntut […]

  • Penguatan Keluarga dalam Mewujudkan Kabupaten/Kota Layak Anak

    Penguatan Keluarga dalam Mewujudkan Kabupaten/Kota Layak Anak

    • calendar_month Sel, 24 Jul 2018
    • account_circle Penulis
    • visibility 35
    • 0Komentar

    Loading

    Surabaya (23/7),gardaindonesia.id-Kasus perkawinan anak yang tinggi akan berdampak pada masalah pendidikan, kesehatan, perekonomian, dan kekokohan lembaga terkecil bangsa ini : keluarga. Fakta ini menunjukkan bahwa anak sedemikian rentan menjadi korban pelanggaran Hak Asasi anak. Deretan pelanggaran tersebut serasa tak habis-habisnya : bullying, KDRT, pekerja anak, materi siaran TV yang tidak layak dikonsumsi bagi anak, kurangnya […]

expand_less