Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Regional » Selisik Makna Relief Monumen dan Kiprah Sobe Sonbai III

Selisik Makna Relief Monumen dan Kiprah Sobe Sonbai III

  • account_circle Penulis
  • calendar_month Rab, 26 Agu 2020
  • visibility 122
  • comment 0 komentar

Loading

Natun Lulut Ma Lekat Uis Nenoabiten Fatu Bian Ma Haube
Bian..Sin Lekat Ma Sin Lulut.. Talantia Anbi Neno Le,i Hit Ta Ekum Ta
Tef Natuin Sa Le An Fani Nu,u Mese Neu Le Sufa Ka,Uf An Bi Pahbi
Timo…
Takaf Natonon An Bi Pah Ma Nifu Bi Timo An Fani Takaf

Maknanya..
“Seperti telah ditetapkan dan dirujukkan pada awal mulanya, seizin leluhur, maka hari ini anak, cucu dari matahari terbit sampai matahari terbenam; kita dipertemukan di tempat ini untuk menggenapi dan melaksanakan semua cerita-cerita nubuat bagi anak, cucu di Tanah Timor. Tanda alam telah dinyatakan kepada kita semua anak, cucu dan generasi penerus.” (Diterjemahkan oleh Rudolof Isu–UPG 1945 NTT)

Kupang-NTT, Garda Indonesia | Monumen Sonbai didirikan pada 1974 dan diresmikan pada 31 Juli 1976; sebagai peringatan bahwa penjajah telah berhasil dikalahkan dan dipulangkan dari Tanah Timor. Monumen ini menjadi destinasi yang ada di jantung Kota Kupang Provinsi Nusa Tenggara Timur.

Baca juga : http://gardaindonesia.id/2020/08/22/pusara-sobe-sonbai-iii-ditemukan-vbl-dukung-jadi-destinasi-budaya/

Relief-relief pada dinding Monumen Sonbai mengisahkan penjajahan kolonialisme dan perjuangan rakyat Timor melawan penjajah. Terdapat gambar rantai yang terputus mengandung makna perjuangan meraih kemerdekaan dari tangan penjajah.

Seorang Raja menunggang kuda mencerminkan Jiwa kesatriaan, patriotisme, yang memiliki cinta dan kasih sayang terhadap rakyat Timor, menyingsingkan lengan baju tanpa pamrih untuk membela dan mempertahankan hak-hak rakyatnya yang di rampas oleh bangsa penjajah.

Siapakah Sang Raja pahlawan berkuda itu ?Dia adalah Sobe Sonbai llI..Putra kelahiran Bikauniki sekitar tahun 1882, Ayahnya bernama Baob Sonbai dan Ibunya NN.. dia adalah Kaisar Kerajaan Oenam. Orang mengenalnya sebagai Raja hingga akhir hayatnya, Dia adalah pejuang yang konsisten menolak kolonialisme dalam bentuk apa pun, lebih tegas lagi menolak untuk berunding, tidak pernah sekalipun menandatangani perjanjian takluk kepada Belanda sehingga dengan tegas menolak bekerja sama dengan kolonialisme.

Demikian penuturan cucu ketiga puluh Sobe Sonbai III, Dr. Sulastri Banufinit tentang makna filosofi relief di dinding Monumen Sonbai dalam sesi peringatan ke-98 mangkatnya Sobe Sonbai III di Sonaf Nae Me Fontein, Kota Kupang pada Sabtu, 22 Agustus 2020.

Dr. Sulastri Banufinit

Di hadapan Bupati TTU, Ray Fernandes (cucu Sobe Sonbai III), Bupati Malaka, Stef Bria Seran, Ketua DPRD Provinsi NTT, Emelia Nomleni; Sesepuh Lembaga Adat Masyarakat Sunda, Aditya Alamsyah; Para Usif, Meo, Atoin Amaf, Tetua Adat, Tokoh Masyarakat, Kepala Suku se-daratan Timor; doktor Sulastri mengungkapkan Sobe Sonbai III bersama seluruh rakyatnya dan para Meo atau Panglima perang mereka membangun 3 (tiga) tugu atau benteng pertahanan antara lain : 1) Benteng Ektob di Desa Benu, benteng ini dijaga oleh Meo O’neno dan Taen Suan, 2) Benteng Kabun di Desa Fatukona dijaga oleh Meo Kusi Nakbena dan Beu Ebnani, 3).Benteng Fatusiki di Desa Oelnaineno dijaga oleh Meo Totosmau.

Doktor Sulastri pun menuturkan kiprah Sobe Sonbai III (sumber cerita dari Keluarga Saubaki), Sobe Sonbai lll ditangkap pada bulan Juni 1905, dan dibawa sebagai tahanan perang bersama-sama dengan Ay Sonbai, Beke Sonbai, Baob Sonbai, Neno Sonbai dan Bete Bani. Para pahlawan yang ikut berperang dan memimpin kelompok pasukan dari Oenam adalah Labi Kolnel, Tafim Kase, Atu Abanat, Neno Haki dari Usif Palaf Tefnai, Totos Smaut, Aki Aobesi, Sani Bahael dari Molo (Nun bena dan Falu Mnutu).

Perang ini dimulai di Desa Bipolo yang secara administratif masuk dalam wilayah Kecamatan Sulamu, Kabupaten Kupang. Peristiwa itu dikenal dengan Perang Bipolo. Benteng Fatusiki akhirnya berhasil direbut oleh Belanda.

Raja Sobe Sonbai III dan Totos Smaut sang Meo gagah perkasa yang memimpin perlawanan itu, namun karena keterbatasan senjata, pihak Belanda menang. Raja berhasil ditangkap dan dibawa ke Kupang dan ditahan selama 2 bulan untuk pemeriksaan oleh Belanda, kemudian diasingkan ke Waingapu Sumba Timur selama 2 tahun 3 bulan.

Monumen Sobe Sonbai III yang dipugar oleh Pemkot Kupang dalam kepemimpinan Wali Kota Kupang, Doktor Jefri Riwu Kore dan Wakil Wali Kota Kupang, Dokter Herman Man

Setelah berakhirnya masa pembuangan, Sobe Sonbai III bersama rekan-rekannya dikembalikan ke Kupang. Setelah berada di Kupang rekan-rekanya dikembalikan ke Bikauniki. Sementara Sobe Sonbai III masih menjalani tahanan rumah di Kupang selama 6 bulan, sebab dikhawatirkan dapat melakukan pemberontakan lagi setelah dikembalikan ke Kauniki daerah asalnya.

Setelah selesai masa tahanan rumah di Kupang, Sobe Sonbai III diperkenankan untuk kembali, namun ia diwajibkan untuk berdiam di Camplong selama lima bulan dan dijaga ketat oleh pasukan Belanda. Usai 5 lima bulan, Raja Sobe Sonbai llI diperkenankan kembali ke Kauniki.

Namun, sebuah kerusuhan di Kauniki menyebabkan dia didakwa oleh seorang bernama Tboin Oematan kepada Pemerintah Belanda, yang mana dalam keputusan pengadilan Belanda, Sobe Sonbai III ditahan lagi di Kupang kurang lebih 2 tahun, akhirnya meninggal dalam penjara dalam keadaan dipasung, jenazah Raja Sobe Sonbai lII ditandu oleh NN dan dimakamkan di Sonaf Naime Fontein.

Penulis, editor dan foto (+rony banase)

  • Penulis: Penulis

Rekomendasi Untuk Anda

  • PLN UIP Nusra dan BPN NTT Rakor Teknis Pertanahan dan Sertifikasi Aset

    PLN UIP Nusra dan BPN NTT Rakor Teknis Pertanahan dan Sertifikasi Aset

    • calendar_month Jum, 7 Feb 2025
    • account_circle Penulis
    • visibility 42
    • 0Komentar

    Loading

    Pengadaan tanah PLN UIP Nusra untuk tahun 2024, yakni seluas 4,67 Ha, yang terdiri dari PLTP Ulumbu, PLTP Mataloko, PLTP Atadei, dan GI Naibonat EXT. Sedangkan untuk capaian sertifikasi aset, David menjelaskan bahwa PT PLN (Persero) UIP Nusra, melalui kolaborasi yang apik dengan stakeholder terkait, telah mengamankan sebanyak 179 persil.   Mataram | PLN (Persero) […]

  • Kupang Smart City—Perlu SDM dan Infrastruktur yang Memadai

    Kupang Smart City—Perlu SDM dan Infrastruktur yang Memadai

    • calendar_month Rab, 10 Jul 2019
    • account_circle Penulis
    • visibility 34
    • 0Komentar

    Loading

    Kota Kupang, Garda Indonesia | Pemerintah Kota Kupang dibawah pimpinan Jefri Riwu Kore dan Hermanus Man, terus berupaya menjadikan Kota Kupang sebagai Kota yang bersih, cerdas,aman dan juga nyaman. Salah satunya melalui program Kupang Smart City. Bertempat di Neo Hotel Kupang, melalui Dinas Komunikasi dan Informasi (Kominfo), Pemerintah Kota Kupang mengadakan “Gerakan Menuju Kupang Smart […]

  • Enam Orang Meninggal Dunia Pasca Gempa Bumi di Halmahera Selatan

    Enam Orang Meninggal Dunia Pasca Gempa Bumi di Halmahera Selatan

    • calendar_month Rab, 17 Jul 2019
    • account_circle Penulis
    • visibility 43
    • 0Komentar

    Loading

    Halmahera Selatan, Garda Indonesia | Enam korban meninggal diidentifikasi BPBD (Badan Penanggulangan Bencana Daerah) setempat pasca gempa bumi M 7,2 yang terjadi pada Minggu, 14 Juli 2019. 5 (Lima) korban diakibatkan reruntuhan bangunan, sedangkan 1 (satu) korban meninggal di pengungsian. Plh. Kepala Pusat Data, Informasi dan Humas BNPB, Agus Wibowo menyampaikan bahwa 1 (satu) korban […]

  • Bambang Soesatyo Sodorkan Solusi Insiden Peluru Nyasar di gedung DPR RI

    Bambang Soesatyo Sodorkan Solusi Insiden Peluru Nyasar di gedung DPR RI

    • calendar_month Jum, 19 Okt 2018
    • account_circle Penulis
    • visibility 33
    • 0Komentar

    Loading

    Jakarta, gardaindonesia.id | Dalam pernyataannya, Kamis (18/10/2018) malam, Ketua DPR RI Bambang Soesatyo (Bamsoet), yang juga Ketua Bidang Penegakan Hukum dan Disiplin Perbakin mengajak pihak terkait untuk duduk bersama. “Saya telah meminta BURT untuk mengundang pihak Pengelola Gelora Bung Karno selaku pengelola Lapangan Tembak Perbakin Senayan dan Pengurus Besar Perbakin yang selama ini menyewa tempat […]

  • Tingkatkan Kualitas Hidup Perempuan dan Anak di Papua, Laki-laki Harus Terlibat

    Tingkatkan Kualitas Hidup Perempuan dan Anak di Papua, Laki-laki Harus Terlibat

    • calendar_month Rab, 31 Jul 2019
    • account_circle Penulis
    • visibility 36
    • 0Komentar

    Loading

    Jayapura, Garda Indonesia | Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA) bersama Dewan Adat Papua mendorong keterlibatan laki-laki dalam penanganan masalah perempuan dan anak di Provinsi Papua. Sebab menurut Menteri Pemberdayaan Perempuan dan perlindungan Anak, Yohana Yembise, selama ini partisipasi laki-laki di Papua dianggap kurang dan kesadaran akan melindungi perempuan dan anak yang belum […]

  • Sehat Saat Pandemi, Kemenkumham NTT Olahraga Virtual dengan Sekjen

    Sehat Saat Pandemi, Kemenkumham NTT Olahraga Virtual dengan Sekjen

    • calendar_month Sab, 14 Agu 2021
    • account_circle Penulis
    • visibility 37
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang-NTT, Garda Indonesia | Di tengah penerapan PPKM level 4 di Kota Kupang, pemandangan berbeda pada Jumat pagi, 13 Agustus 2021 di halaman Kanwil Kemenkumham NTT. Tampak Kabag Umum, Mohamad Rusli Hadi, Kabid Pelayanan Hukum, Erni Mamo Li, Kasubbag Pengelolaan Keuangan dan BMN, Yohanis Bely, Kasubbag Kepegawaian, Stefanus Lesu, bersama beberapa ASN yang tengah siap […]

expand_less