Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Anak dan Perempuan » Tantangan Perlindungan Anak Berkebutuhan Khusus & Kelompok Minoritas

Tantangan Perlindungan Anak Berkebutuhan Khusus & Kelompok Minoritas

  • account_circle Penulis
  • calendar_month Kam, 18 Okt 2018
  • visibility 158
  • comment 0 komentar

Loading

Manokwari,gardaindonesia.id | Masih dalam rangkaian kunjungan kerja di Manokwari, Provinsi Papua Barat, Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Yohana Yembise melakukan dialog bersama dengan anak berkebutuhan khusus (ABK) dan kelompok minoritas dari 10 provinsi; Merupakan upaya Kemen PPPA untuk melihat lebih dekat masalah, terkait perlindungan ABK dan kelompok monoritas yang masih minim.

Saat sesi dialog, jadi momen paling mengharukan bagi Menteri Yohana dan seluruh peserta. Sejumlah ABK maju menanyakan berbagai hal mulai dari cita-cita, kiat menjadi Menteri, hingga keluhan dan pengalaman diskriminasi yang diterima dari teman-teman sebaya. Salah satunya diceritakan oleh Ayu Intan, anak berkebutuhan khusus perwakilan Provinsi Bali.

“Mama Yo (panggilan akrab Menteri Yohana), saya dilahirkan oleh ibu saya dalam keadaan seperti ini, tuli. Tapi mama, mengapa saya dijauhi oleh lingkungan saya? Mengapa mereka memperlakukan saya berbeda? Saya sedari kecil merasa tidak diterima. Saya mau bermain dengan teman-teman, tapi mereka tahu saya tuli mereka lalu mengusir saya. Mereka tidak mau bermain dan berteman dengan saya. Saya sedih mama,” ungkap Ayu yang saat itu menceritakan pengalamannya menggunakan bahasa isyarat ke Menteri Yohana dibantu penerjemah bahasa isyarat.

Menjawab langsung pertanyaan Ayu dan beberapa anak lain, Menteri Yohana menyampaikan akan bekerja keras bersama pemerintah untuk menciptakan lingkungan ramah bagi ABK dan kelompok minoritas. “Kalian semua, anak-anak Indonesia tanpa terkecuali, bebas menentukan masa depan kalian. Bermimpi dan bercita-citalah setinggi-tingginya,” tegas Menteri Yohana.

Masih banyaknya diskriminasi yang dialami ABK dan kelompok minoritas membuat Menteri Yohana meminta masyarakat dan pemerintah daerah mengubah pandangan terhadap ABK dan kelompok minoritas. Agar tercipta lingkungan yang positif dan bebas dari perundungan.

“Perhatian Kemen PPPA terhadap ABK dan kelompok minoritas merupakan salah satu prioritas. Tidak boleh ada satu orang anak pun yang diabaikan haknya dan mendapatkan perlakuan diskriminasi. Tidak ada yang berbeda dari mereka. Mereka sama dengan anak-anak lainnya, punya potensi, perasaan dan harapan untuk menjadi hebat. Masyarakat harus beri akses dan kesempatan yang sama bagi ABK dan kelompok minoritas untuk mengembangkan diri, minat serta mendorong mereka menggapai prestasi. Ini jadi tantangan kita bersama,” jelas Menteri Yohana. (*/PM PPPA + rb)

  • Penulis: Penulis

Rekomendasi Untuk Anda

  • Emosi Negatif Mempersulit Sudut Pandang

    Emosi Negatif Mempersulit Sudut Pandang

    • calendar_month Ming, 25 Jan 2026
    • account_circle Penulis
    • visibility 420
    • 0Komentar

    Loading

    Emosi negatif tidak hanya terasa menyakitkan tetapi juga mengubah cara melihat dunia. Saat emosi menguasai pikiran sudut pandang menyempit tanpa disadari. Pada kehidupan sehari hari keputusan terburuk sering diambil saat emosi sedang tinggi. Marah membuat satu kalimat terdengar sebagai serangan. Takut mengubah kemungkinan menjadi ancaman. Kecewa membuat niat netral dibaca sebagai penolakan. Dunia terasa hitam […]

  • PPMT SoE, Gubernur Viktor Laiskodat Tantang Vikaris Jadi Pribadi Militan

    PPMT SoE, Gubernur Viktor Laiskodat Tantang Vikaris Jadi Pribadi Militan

    • calendar_month Jum, 26 Jul 2019
    • account_circle Penulis
    • visibility 131
    • 0Komentar

    Loading

    SoE-TTS, Garda Indonesia | “Orang-orang militan itu tidak pernah cemburu, tidak hanya melayani kelompoknya saja. Mereka melayani manusia dan alam. Karena itu, Bapak Ibu vikaris yang dipersiapkan di sini tidak boleh hanya melayani agamanya saja.” ujar Gubernur NTT Viktor Laiskodat Pernyataan tersebut disampaikannya saat menutup kegiatan Pengembangan Swadaya Masyarakat Vikaris GMIT Angkatan ke-3 di Pusat […]

  • Listrik PLN Andal Bagi Industri dan Ritel di Kupang, Tambah Daya Tiga Pelanggan Besar

    Listrik PLN Andal Bagi Industri dan Ritel di Kupang, Tambah Daya Tiga Pelanggan Besar

    • calendar_month Sab, 28 Feb 2026
    • account_circle Penulis
    • visibility 155
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang | Menyambut bulan suci Ramadan 1447 Hijriah, PLN Unit Layanan Pelanggan (ULP) Kupang memastikan kesiapan pasokan listrik bagi sektor industri dan ritel di Kota Kupang melalui penyelesaian peningkatan daya listrik bagi tiga pelanggan besar pada Senin, 23 Februari 2026. Total tambahan daya yang berhasil terpasang mencapai 210.800 VA, guna mendukung kelancaran operasional usaha yang […]

  • Geliat Industri Rumahan Kelor & Jahe Merah Mbak Retno di Tengah Pandemi

    Geliat Industri Rumahan Kelor & Jahe Merah Mbak Retno di Tengah Pandemi

    • calendar_month Sab, 6 Jun 2020
    • account_circle Penulis
    • visibility 115
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang-NTT, Garda Indonesia | Jahe Merah atau empon-empon (bahasa Jawa, red) atau Zingiber officinale var. Rubrum adalah tanaman dengan rimpang berwarna merah dan ukurannya lebih kecil dari jahe putih/kuning (jahe badak). Dilansir dari Kompas.com, Jahe merah menjadi salah satu ramuan tradisional yang paling sering diolah menjadi minuman yang dapat menghangatkan badan saat cuaca hujan. Namun, […]

  • Tertibkan Aset Daerah, Ketua LPPKPD Apresiasi Langkah Bupati Manggarai

    Tertibkan Aset Daerah, Ketua LPPKPD Apresiasi Langkah Bupati Manggarai

    • calendar_month Kam, 18 Mar 2021
    • account_circle Penulis
    • visibility 165
    • 0Komentar

    Loading

    Ruteng, Garda Indonesia | Menanggapi pengelolaan aset Pemda Manggarai yang bermasalah, saat hari pertama berkantor pada Senin, 1 Maret 2021, Bupati Hery Nabit sentil penertiban aset daerah. Bahkan Bupati Hery Nabit didamping Wakil Bupati Heri Ngabut, langsung melakukan pertemuan dengan para Pejabat Eselon II Pemkab Manggarai. Pertemuan perdana tersebut dalam rangka membahas pendapatan daerah, khususnya […]

  • SUMBA TIMUR SIAGA! Gideon Mbilijora Yakin Raup Suara 50 Persen

    SUMBA TIMUR SIAGA! Gideon Mbilijora Yakin Raup Suara 50 Persen

    • calendar_month Sab, 2 Nov 2024
    • account_circle Penulis
    • visibility 141
    • 0Komentar

    Loading

    Waingapu | Mantan Bupati Sumba Timur Gideon Mbilijora turun gunung untuk memenangkan pasangan calon gubernur dan wakil gubernur NTT nomor urut 3, Simon Petrus Kamlasi dan Adrianus Garu (SIAGA) pada Pilkada 27 November 2024. “Kami rutin melakukan sosialisasi hingga ke desa-desa di Kabupaten Sumba Timur. Respon masyarakat terhadap paket SIAGA sangat besar,” ungkap Gideon Mbilijora […]

expand_less