Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Anak dan Perempuan » Tantangan Perlindungan Anak Berkebutuhan Khusus & Kelompok Minoritas

Tantangan Perlindungan Anak Berkebutuhan Khusus & Kelompok Minoritas

  • account_circle Penulis
  • calendar_month Kam, 18 Okt 2018
  • visibility 101
  • comment 0 komentar

Loading

Manokwari,gardaindonesia.id | Masih dalam rangkaian kunjungan kerja di Manokwari, Provinsi Papua Barat, Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Yohana Yembise melakukan dialog bersama dengan anak berkebutuhan khusus (ABK) dan kelompok minoritas dari 10 provinsi; Merupakan upaya Kemen PPPA untuk melihat lebih dekat masalah, terkait perlindungan ABK dan kelompok monoritas yang masih minim.

Saat sesi dialog, jadi momen paling mengharukan bagi Menteri Yohana dan seluruh peserta. Sejumlah ABK maju menanyakan berbagai hal mulai dari cita-cita, kiat menjadi Menteri, hingga keluhan dan pengalaman diskriminasi yang diterima dari teman-teman sebaya. Salah satunya diceritakan oleh Ayu Intan, anak berkebutuhan khusus perwakilan Provinsi Bali.

“Mama Yo (panggilan akrab Menteri Yohana), saya dilahirkan oleh ibu saya dalam keadaan seperti ini, tuli. Tapi mama, mengapa saya dijauhi oleh lingkungan saya? Mengapa mereka memperlakukan saya berbeda? Saya sedari kecil merasa tidak diterima. Saya mau bermain dengan teman-teman, tapi mereka tahu saya tuli mereka lalu mengusir saya. Mereka tidak mau bermain dan berteman dengan saya. Saya sedih mama,” ungkap Ayu yang saat itu menceritakan pengalamannya menggunakan bahasa isyarat ke Menteri Yohana dibantu penerjemah bahasa isyarat.

Menjawab langsung pertanyaan Ayu dan beberapa anak lain, Menteri Yohana menyampaikan akan bekerja keras bersama pemerintah untuk menciptakan lingkungan ramah bagi ABK dan kelompok minoritas. “Kalian semua, anak-anak Indonesia tanpa terkecuali, bebas menentukan masa depan kalian. Bermimpi dan bercita-citalah setinggi-tingginya,” tegas Menteri Yohana.

Masih banyaknya diskriminasi yang dialami ABK dan kelompok minoritas membuat Menteri Yohana meminta masyarakat dan pemerintah daerah mengubah pandangan terhadap ABK dan kelompok minoritas. Agar tercipta lingkungan yang positif dan bebas dari perundungan.

“Perhatian Kemen PPPA terhadap ABK dan kelompok minoritas merupakan salah satu prioritas. Tidak boleh ada satu orang anak pun yang diabaikan haknya dan mendapatkan perlakuan diskriminasi. Tidak ada yang berbeda dari mereka. Mereka sama dengan anak-anak lainnya, punya potensi, perasaan dan harapan untuk menjadi hebat. Masyarakat harus beri akses dan kesempatan yang sama bagi ABK dan kelompok minoritas untuk mengembangkan diri, minat serta mendorong mereka menggapai prestasi. Ini jadi tantangan kita bersama,” jelas Menteri Yohana. (*/PM PPPA + rb)

  • Penulis: Penulis

Rekomendasi Untuk Anda

  • Anaknya Dituduh Monopoli Bisnis di Lapas, Yasonna: Bohong Besar

    Anaknya Dituduh Monopoli Bisnis di Lapas, Yasonna: Bohong Besar

    • calendar_month Rab, 3 Mei 2023
    • account_circle Penulis
    • visibility 108
    • 0Komentar

    Loading

    Jakarta, Garda Indonesia | Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (Menkumham) Yasonna Laoly menepis isu yang menyebut menyebut anaknya, Yamitema Tirtajaya Laoly terlibat dalam monopoli bisnis di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas). Yasonna bahkan blak-blakan menyebut tudingan tersebut sebagai sebuah kebohongan. “Ah bohong besar itu, enggak ada. Nanti ada keterangan dari kalapasnya,” ujarnya saat ditemui awak media […]

  • Hari ini, 20 Kali Gempa Bumi Tektonik Guncang Sumba Barat

    Hari ini, 20 Kali Gempa Bumi Tektonik Guncang Sumba Barat

    • calendar_month Sel, 22 Jan 2019
    • account_circle Penulis
    • visibility 104
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang-NTT, gardaindonesia.id | Hari ini Selasa, 22 Januari 2019, pukul 12.10.03 WIB, wilayah Samudera Hindia Selatan Bali-Nusa Tenggara diguncang gempa bumi tektonik. Hasil analisis pemutakhiran BMKG menunjukkan gempa bumi ini memiliki kekuatan Mw=6,4. Kepala Pusat Gempabumi dan Tsunami BMKG, Rahmat Triyono, S.T., Dipl. Seis, M.Sc., mengatakan episenter gempa bumi terletak pada koordinat 10,59 LS dan […]

  • New Carry Generasi Ke-7 Suzuki Pick Up Multifungsi Hadir di Kota Kupang

    New Carry Generasi Ke-7 Suzuki Pick Up Multifungsi Hadir di Kota Kupang

    • calendar_month Ming, 12 Mei 2019
    • account_circle Penulis
    • visibility 112
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang-NTT, Garda Indonesia | New Carry Pick Up Mobil Niaga Suzuki produksi PT. Suzuki Indomobil Sales sebagai perpaduan futura dan mega carry dengan tetap mengedepankan Konsep I.L.M.U (Irit bensin dan perawatan, Lama umur pakai, Muat banyak, dan Untung di ujung). Kini, hadir di Kota Kupang Provinsi Nusa Tenggara Timur Hadir dengan desain dan dimensi baru […]

  • Diterpa Puting Beliung Sejak 2019, Ruang Kelas SDK Weklalenok Belum Direhab

    Diterpa Puting Beliung Sejak 2019, Ruang Kelas SDK Weklalenok Belum Direhab

    • calendar_month Rab, 24 Jun 2020
    • account_circle Penulis
    • visibility 99
    • 0Komentar

    Loading

    Belu-NTT, Garda Indonesia | Sekolah Dasar Katolik (SDK) Weklalenok yang terletak di Desa Dubesi, Kecamatan Nanaet Dubesi, Kabupaten Belu, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), Perbatasan RI-Timor Leste mengalami kekurangan ruang kelas. Kondisi ini disaksikan langsung oleh Garda Indonesia pada Senin, 22 Juni 2020. Kepala sekolah, Gabriel Asa yang ditemui wartawan di lokasi SDK Weklalenok, secara […]

  • VBL Memotivasi 100 Perempuan Pengusaha Mikro Anggota Coop TLM

    VBL Memotivasi 100 Perempuan Pengusaha Mikro Anggota Coop TLM

    • calendar_month Ming, 1 Nov 2020
    • account_circle Penulis
    • visibility 85
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang-NTT, Garda Indonesia | Bertolok dari pengalaman pribadinya saat merantau ke Jakarta, Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat (VBL) memberi motivasi kepada 100 (seratus) perempuan pemilik usaha mikro yang hadir dalam dialog bersama dengan Pengusaha Mikro Anggota Coop TLM (Tanaoba Lais Manekat) Indonesia di Aula Rumah Jabatan Gubernur, pada Sabtu, 31 Oktober 2020. “Di Jakarta, saya […]

  • Siapa Pilihan Rakyat NTT, Mampukah Transformasi Tantangan Jadi Peluang?

    Siapa Pilihan Rakyat NTT, Mampukah Transformasi Tantangan Jadi Peluang?

    • calendar_month Rab, 9 Okt 2024
    • account_circle Penulis
    • visibility 118
    • 0Komentar

    Loading

    Oleh : dr.Eky Gonang Pemilihan gubernur NTT pada Rabu, 27 November 2024 adalah momentum penting bagi seluruh masyarakat. Nusa Tenggara Timur (NTT) adalah provinsi yang penuh potensi, namun tidak bisa diabaikan bahwa wilayah ini juga menghadapi tantangan signifikan. Dengan data yang ada, pertanyaan besar yang muncul adalah: pemimpin seperti apa yang mampu memimpin NTT dan mengubah […]

expand_less