Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Humaniora » Telisik Hendi, Koruptor Lulusan Amerika Yang Ditangkap KPK

Telisik Hendi, Koruptor Lulusan Amerika Yang Ditangkap KPK

  • account_circle Penulis
  • calendar_month Jum, 3 Okt 2025
  • visibility 262
  • comment 0 komentar

Loading

Prabowo yang ingin membersihkan para brengsek di BUMN mulai terbukti. Lewat KPK, Hendi Prio Santoso, jadi korban pertama. Nama Hendi dulunya melambung setinggi gas bumi yang ia kelola. Kini jatuh berdebam seperti tabung gas tiga kilo yang bocor di dapur ibu-ibu kompleks.

Hendi lahir di Jakarta, 5 Februari 1967. Ia pernah dipuja sebagai putra terbaik bangsa. Lulusan Amerika Serikat, pemegang gelar Bachelor of Business Administration di bidang Finance dan Economics. Anak bangsa dari tanah air yang bisa menembus University of Texas dan University of Houston. Sebuah prestasi yang membuatnya layak duduk di singgasana korporasi milik negara. Dari JP Morgan Securities, ia melangkah penuh gaya ke PGN. Lalu, mendaki puncak Semen Indonesia, hingga akhirnya memegang tongkat kekuasaan sebagai Direktur Utama MIND ID, holding tambang raksasa negeri ini.

Ia pernah dipuji sebagai sosok modern, rasional, dengan visi global. Dalam laporan LHKPN, ia tercatat punya harta Rp218 miliar lebih, dengan tanah dan bangunan bak kerajaan kecil, kas yang menggunung. Bahkan, sebuah Alphard mewah dan motor Revo sederhana, seolah ingin menunjukkan sisi merakyat. Luar biasa, seorang direktur yang bisa hidup di antara angka miliaran, namun tetap menyimpan sepeda motor rakyat jelata. Semua orang mungkin pernah percaya, Hendi adalah simbol manajemen profesional yang lahir dari rahim globalisasi.

Tapi sebagaimana filsafat gas, mengalir ke ruang kosong, tak terlihat, tapi perlahan mencekik jika bocor. Begitulah kisahnya berakhir di tangan KPK. Dari pucuk direktur hingga jeruji besi, hanya butuh satu pasal dan satu transaksi. Dugaan suap USD 500 ribu dan advance payment USD 15 juta dalam kasus jual-beli gas antara PGN dan PT Inti Alasindo Energy menjungkirbalikkan marwahnya. Uang sebanyak itu bukan sekadar angka, melainkan simbol kerakusan manusia yang lupa bahwa setiap rupiah dari BUMN adalah keringat rakyat. Ia yang pernah bicara efisiensi kini justru menjadi representasi inefisiensi paling brutal, mencuri hak publik dengan menyelipkan fee di balik kontrak.

Filsafat korupsi berkata, manusia yang terlalu lama memegang kekuasaan akan melihat uang sebagai oksigen, dan tanpa sadar ia berhenti bernapas dengan moral. Hendi, lulusan Amerika, adalah contoh bagaimana sekolah di negeri Paman Sam tidak otomatis membuat seseorang imun dari godaan komisi. Gelar akademik yang harum tak menjamin ketulusan. Justru di negeri ini, semakin tinggi gelar, semakin dalam jurang yang siap menelan.

Ironi terasa kental. Dari seorang direktur yang pernah dielu-elukan, kini ia hanya nama dalam daftar tahanan KPK. Dari ruang rapat dengan AC dingin, kini ia mencicipi sel pengap dengan tikar tipis. Dari Alphard elegan, kini hanya mobil tahanan yang membawanya. Dari deretan miliar, kini ia menghitung hari demi hari, dua puluh hari pertama yang bisa berlanjut menjadi tahun-tahun panjang.

Inilah drama terbesar seorang Hendi. Ia dipuja seperti raja, lalu jatuh seperti badut yang tersandung panggungnya sendiri. Kisahnya menjadi pelajaran epik tentang absurditas kekuasaan dan kerakusan. Bahwa manusia bisa mengelola gas untuk menerangi bangsa, tetapi jika tamak, ia justru meniupkan gas beracun ke dalam paru-paru negara.

Lalu, kita para pengopi tanpa gula, rakyat yang menyaksikan, hanya bisa merasa pahit dan tertawa getir sambil berkata, “Selamat datang di panggung korupsi Indonesia, Tuan Hendi, lulusan Amerika yang akhirnya belajar pelajaran paling penting, bahwa hukum tak peduli apakah engkau sarjana Houston atau sekadar tukang las di Cakung. Jika kau tamak, kau tamat.” (*)

Penulis (*/Rosadi Jamani, Ketua Satupena Kalbar)

 

  • Penulis: Penulis

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Longsor & Banjir di Masamba, Kemen PPPA Penuhi Kebutuhan Perempuan & Anak

    Longsor & Banjir di Masamba, Kemen PPPA Penuhi Kebutuhan Perempuan & Anak

    • calendar_month Ming, 2 Agu 2020
    • account_circle Penulis
    • visibility 180
    • 0Komentar

    Loading

    Masamba-Sulsel, Garda Indonesia | Bencana banjir bandang disertai tanah longsor terjadi di wilayah Luwu Utara, Sulawesi Selatan pada 13 Juli 2020. Banjir menerjang 3 (tiga) sungai besar, yaitu Sungai Rongkong di Kecamatan Sabbang, Sungai Meli di Kecamatan Baebunta, dan Sungai Masamba di Kecamatan Masamba. Hingga kini, bencana alam tersebut telah menyebabkan korban jiwa 38 orang […]

  • Giat Literasi, FTBM Belu Donasi Buku ke TBM Lopo Cerdas Sabar Manumutin

    Giat Literasi, FTBM Belu Donasi Buku ke TBM Lopo Cerdas Sabar Manumutin

    • calendar_month Ming, 14 Mar 2021
    • account_circle Penulis
    • visibility 150
    • 0Komentar

    Loading

    Belu-NTT, Garda Indonesia | Forum Taman Baca Masyarakat (FTBM) Kabupaten Belu yang diketuai oleh Rm. Kristianus Fallo, Pr., bersama Plh. Bupati Belu, Frans Manafe, anggota DPRD, Theodorus Seran Tefa, dan perwakilan Dinas Perpustakaan Belu berkunjung ke Taman Baca Masyarakat (TBM) Lopo Cerdas Sabar di Kelurahan Manumutin, Kecamatan Kota Atambua, Kabupaten Belu, Provinsi Nusa Tenggara Timur […]

  • Bersua Uskup Ruteng, Gubernur VBL Katakan Ia Pelayan Masyarakat NTT

    Bersua Uskup Ruteng, Gubernur VBL Katakan Ia Pelayan Masyarakat NTT

    • calendar_month Sel, 23 Jun 2020
    • account_circle Penulis
    • visibility 126
    • 0Komentar

    Loading

    Ruteng, Garda Indonesia | Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat (VBL) dijemput dengan sapaan adat dan tarian di depan gerbang Istana Keuskupan Ruteng saat bersua dengan Uskup Mgr. Siprianus Hormat, PR. Baca juga :  http://gardaindonesia.id/2020/06/23/tatap-muka-dengan-warga-cunca-wulang-gubernur-vbl-pakai-riset-bangun-ntt/ Dalam kunjungan kerja hari kedua di daratan Flores tersebut, turut serta dalam rombongan Gubernur NTT antara lain sejumlah pejabat lingkup Pemerintah […]

  • Robot Pembersih Pantai Harga Satu Miliar Mulai Beroperasi di Bali

    Robot Pembersih Pantai Harga Satu Miliar Mulai Beroperasi di Bali

    • calendar_month Kam, 28 Agu 2025
    • account_circle Penulis
    • visibility 345
    • 0Komentar

    Loading

    Bebot bertenaga listrik ini dikendalikan dengan remote control dan mampu mencengkram hingga 10 cm ke dalam pasir untuk mengangkat serpihan sampah kecil yang sering terlewatkan.   Denpasar | Robot pembersih pantai bernama Bebot resmi mulai dioperasikan di Pantai Berawa, Badung, Bali, pada Selasa, 19 Agustus 2025. Inisiatif ini hadir sebagai langkah konkret dalam menangani masalah […]

  • Polri Tahan Panji Gumilang Atas Kasus Penistaan Agama

    Polri Tahan Panji Gumilang Atas Kasus Penistaan Agama

    • calendar_month Rab, 2 Agu 2023
    • account_circle Penulis
    • visibility 117
    • 0Komentar

    Loading

    Jakarta, Garda Indonesia | Bareskrim Polri melakukan penahanan terhadap Pimpinan Ponpes Al-Zaytun Panji Gumilang dalam kasus dugaan penistaan agama. Penahanan Panji dilakukan setelah dilakukan pemeriksaan sebagai tersangka oleh Bareskrim Polri. “Dilakukan penahanan di Rutan Bareskrim selama 20 hari sampai tanggal 21 Agustus 2023,” ujar Karo Penmas Brigjen Ahmad Ramadhan saat konferensi pers di Gedung Divisi Humas Polri, […]

  • Bupati Pati Enggan Mundur Meski Tekanan Massa Memuncak

    Bupati Pati Enggan Mundur Meski Tekanan Massa Memuncak

    • calendar_month Rab, 13 Agu 2025
    • account_circle Penulis
    • visibility 129
    • 0Komentar

    Loading

    Mengenai tuntutan mundur dari demonstran, Sudewo menegaskan posisinya tak bisa memenuhi permintaan itu.   Pati | Bupati Pati Sudewo memberikan tanggapan resmi usai aksi unjuk rasa besar-besaran yang berlangsung pada Rabu, 13 Agustus 2025. Demonstrasi yang diikuti ribuan warga dari Pati dan sekitarnya menuntut dirinya mundur dari jabatan terkait kenaikan pajak yang disebut mencapai 250 […]

expand_less