Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Regional » Temu Majelis Jemaat Baith El Oelanisa, VBL: Gereja Harus Jadi Pusat Belajar

Temu Majelis Jemaat Baith El Oelanisa, VBL: Gereja Harus Jadi Pusat Belajar

  • account_circle Penulis
  • calendar_month Sen, 5 Jul 2021
  • visibility 102
  • comment 0 komentar

Loading

Kupang-NTT, Garda Indonesia | Gubernur NTT,  Viktor Bungtilu Laiskodat (VBL)  dalam berbagai kesempatan bertatap muka dengan pemuka agama meminta agar gedung gereja tidak hanya menjadi tempat ibadah tapi juga menjadi pusat pengembangan pendidikan.

“Gereja harus juga jadi pusat belajar.  Bukan hanya untuk belajar ilmu-ilmu ketuhanan tapi juga ilmu-ilmu lainnya. Gedung gereja dapat juga digunakan sebagai tempat belajar bagi anak usia dini,” terang Gubernur VBL saat beraudiensi dengan Majelis Jemaat Baith El Oelanisa, Baumata Timur Klasis Kupang Tengah, Kecamatan Taebenu, Kabupaten Kupang,  pada Senin, 5 Juli 2021 di ruang kerjanya.

Kepada Pendeta Petronela Lylho yang memimpin rombongan tersebut,  Gubernur VBL mengharapkan agar gereja jadi pusat informasi dan pembelajaran jarak jauh. “Pemerintah Pusat melalui Kementerian Komunikasi dan Informatika tengah gencar-gencarnya memperluas jaringan internet dan telekomunikasi melalui pendirian berbagai BTS di seluruh pelosok NTT. Gereja dapat memanfaatkan peluang ini dengan gunakan gedung gereja untuk lakukan pembelajaran jarak jauh bagi para siswa dan mahasiswa dalam mengembangkan pengetahuan dan keterampilan,” jelas Gubernur VBL.

Terkait dengan permintaan dari para majelis jemaat untuk menghadiri acara peletakan batu pertama pembangunan gereja baru, Gubernur VBL mengharapkan agar kegiatan tersebut dilaksanakan setelah grafik Covid-19 di NTT melandai. “Sekarang ini angka Covid-19 di NTT sebagaimana nasional sedang meningkat. Kita harus menerapkan protokol kesehatan secara ketat. Acara ini bisa dijadwalkan ulang setelah angka Covid menurun,” pintanya.

Sementara itu, Pendeta Petronela Lylho  mengungkapkan, pembangunan gereja baru mulai dirintis karena gereja lama yang dibangun pada 28 Agustus 1955 mengalami kerusakan parah setelah dihantam Badai Seroja. “Tentang kegiatan peletakan batu pertama pembangunan gereja akan disesuaikan dengan anjuran dan jadwal dari Bapa Gubernur karena umat kami di sana berharap Bapa Gubernur berkenan hadir pada kegiatan ini, ” pungkas Pendeta yang sudah dua tahun menjadi gembala di Jemaat Baith El Oelanisa tersebut. (*)

Sumber berita dan foto (*/biro administrasi pimpinan setda ntt)

Editor (+roni banase)

  • Penulis: Penulis

Rekomendasi Untuk Anda

  • Wakil Wali Kota Kupang Dua Periode Meninggal Dunia

    Wakil Wali Kota Kupang Dua Periode Meninggal Dunia

    • calendar_month Sen, 1 Jul 2024
    • account_circle Penulis
    • visibility 89
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang | dr. Hermanus Man lahir pada 3 September 1949 merupakan Wakil Wali Kota Kupang 2 (dua) periode pada tahun 2012—2017 dan 2017—2022. Ia mendampingi Jonas Salean dan Jefri Riwu Kore sebagai wakil menjalankan roda pemerintahan Kota Kupang. Suami dari Elizabeth Rengka ini menghembuskan nafas terakhirnya pada Senin, 1 Juli 2024. Kabar duka ini disampaikan putra dr. Hermanus […]

  • Ashraf Sinclair, Adjie Massaid & ‘Silent Killer’

    Ashraf Sinclair, Adjie Massaid & ‘Silent Killer’

    • calendar_month Sel, 18 Feb 2020
    • account_circle Penulis
    • visibility 95
    • 0Komentar

    Loading

    Oleh : Denny Siregar “Jantungmu Kena..” Begitu kata temanku seorang dokter spesialis jantung. Kaget ? Pasti. Karena selama ini saya sama sekali tidak merasa sakit apa-apa. Tapi sesudah melewati beberapa tes, kesimpulannya seperti itu. Kardiovaskular sering disebut sebagai silent killer, atau pembunuh senyap. Itu karena orang yang mengidapnya tidak sadar bahwa pembuluh darahnya yang berhubungan […]

  • HAN 2020, Kemen PPPA Serahkan Paket Pemenuhan Kebutuhan Spesifik Anak

    HAN 2020, Kemen PPPA Serahkan Paket Pemenuhan Kebutuhan Spesifik Anak

    • calendar_month Sab, 11 Jul 2020
    • account_circle Penulis
    • visibility 141
    • 0Komentar

    Loading

    Jakarta, Garda Indonesia | “Hari Anak Nasional tahun ini mengangkat tema Anak Terlindungi, Indonesia Maju. Artinya ini harus berlaku bagi anak-anak di seluruh Indonesia. Tidak terkecuali bagi anak-anak yang ada di Tempat Pembuangan Sampah Terpadu (TPST) Bantar Gebang ini,” tegas Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Bintang Puspayoga saat menyerahkan paket pemenuhan kebutuhan spesifik […]

  • Kenal Akrab E R Herewila, Tokoh Perintis Kemerdekaan Asal NTT

    Kenal Akrab E R Herewila, Tokoh Perintis Kemerdekaan Asal NTT

    • calendar_month Sel, 5 Apr 2022
    • account_circle Penulis
    • visibility 199
    • 0Komentar

    Loading

    Pria kelahiran Pulau Sabu, saat Natal 25 Desember 1906 di wilayah paling selatan di Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) ini, bernama lengkap Elisa Rame Herewila. Ia mengecap pendidikan di HIS Seba-Sawu, Nusa Tenggara Timur (NTT), kemudian meneruskan pendidikannya hingga ke Makassar. Di sana, suami dari Juliana Dudu Hya ini pun ikut membentuk organisasi kebangsaan beranggotakan orang-orang […]

  • Ferdy Sambo CS Ajukan Banding, Kejagung Siapkan Tim

    Ferdy Sambo CS Ajukan Banding, Kejagung Siapkan Tim

    • calendar_month Jum, 17 Feb 2023
    • account_circle Penulis
    • visibility 86
    • 0Komentar

    Loading

    Jakarta, Garda Indonesia | Terdakwa Ferdy Sambo cs dalam kasus pembunuhan berencana atas almarhum Brigadir Nofriansyah Yoshua Hutabarat kini memasuki babak baru. Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejaksaan Agung Republik Indonesia, Ketut Sumedana mengatakan Ferdy Sambo cs kini menempuh hukum baru atas vonis yang telah dijatuhkan Majelis Hakim Pengadilan Negeri Jakarta Selatan pada Senin, 13 Februari […]

  • Sosok Pemegang Remote Ekonomi Indonesia

    Sosok Pemegang Remote Ekonomi Indonesia

    • calendar_month Sen, 5 Jan 2026
    • account_circle Penulis
    • visibility 281
    • 0Komentar

    Loading

    Pernah terpikir, kenapa dari bangun tidur sampai tidur lagi, uang kamu seolah “terisap” ke satu orang yang sama? Makan mie instan? Dia yang punya. Belanja di minimarket depan kompleks? Milik dia. Lewat jalan tol atau isi bensin? Dia ada di sana. Kenalkan, Anthony Salim: The Real Silent Ruler of Indonesia. Tragedi ’98: dari istana ke […]

expand_less