Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Nasional » Temui Wapres Ma’ruf, Menhan Prabowo Subianto Lapor dan Beber Tiga Hal

Temui Wapres Ma’ruf, Menhan Prabowo Subianto Lapor dan Beber Tiga Hal

  • account_circle Penulis
  • calendar_month Jum, 4 Sep 2020
  • visibility 152
  • comment 0 komentar

Loading

Jakarta, Garda Indonesia | Menteri Pertahanan (Menhan) Prabowo Subianto, menemui Wakil Presiden (Wapres) K. H. Ma’ruf Amin di Kediaman Resmi Wapres, Jalan Diponegoro No. 2, Menteng, Jakarta Pusat, pada Kamis sore, 3 September 2020.

Prabowo datang sendiri menemui Wapres dengan maksud untuk silaturahmi, karena sejak pelantikan Kabinet Indonesia Maju, Menhan dan Wapres belum pernah bertemu secara resmi.

Sejak pukul 15.00—15.45 WIB, Menhan dan Wapres mendiskusikan banyak hal, khususnya membahas program food estate untuk menjaga ketahanan pangan. Secara khusus, Menhan juga mengundang Wapres untuk datang ke kantornya untuk menjelaskan secara lebih rinci mengenai masalah ketahanan pangan yang menjadi kekhawatiran setiap negara di masa Pandemi Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) seperti sekarang ini.

Menurut Prabowo, setiap negara saat ini berupaya mencari pengetahuan bagaimana mengatasi apabila terjadi krisis pangan, termasuk Indonesia. Terlebih, saat ini masyarakat Indonesia sangat bergantung pada beras, sehingga perlu solusi bagaimana hal ini harus dihentikan dan diversifikasi.

Lebih jauh, Prabowo melaporkan kepada Wapres bahwa 1,4 juta hektar lahan di berbagai daerah di Indonesia telah siap untuk dijadikan lumbung pangan, sebagian untuk beras dan sebagian non-beras, mulai dari singkong, sagu, sorgum, jagung, dan lain-lain. Menurutnya, pada awal tahun 2021 sudah dapat mulai dilakukan penanaman.

Menanggapi laporan tersebut, Wapres tampak merespons baik dan mengapresiasi.

Prabowo melanjutkan bahwa investasi pangan ini akan berangkat dari dana negara. Setelah dipancing dengan dana negara, berikutnya akan dilanjutkan dengan dana-dana dari investasi. Menurutnya ada beberapa negara yang telah tertarik dengan konsep ini, seperti Korea Selatan, Uni Emirat Arab, Qatar, dan Tiongkok. Mereka tertarik untuk berinvestasi di sektor pangan ini, karena ke depan diprediksi negara-negara akan saling berebut pangan, sehingga dimungkinkan Indonesia bisa kolaborasi.

Terkait hal tersebut, Wapres meminta agar program ini juga melibatkan masyarakat setempat, termasuk berbagai unsur stakeholder daerah setempat, pesantren, dan lain-lain tergantung wilayahnya.

Adapun beberapa daerah yang disebut Prabowo siap untuk dijadikan lumbung pangan di antaranya Kalimantan Tengah, Merauke, Bangka Belitung, dan Jambi. Untuk lebih detailnya, ia meminta kehadiran Wapres ke kantornya, untuk menerima data-data langsung, selain data-data yang juga diberikannya kepada Wapres hari ini.

Selain itu, hal kedua yang dilaporkan Menhan Prabowo kepada Wapres adalah terkait masalah redistribusi lahan. Menurutnya ini sangat penting dilakukan dan Wapres pun menyetujuinya apabila itu dilakukan terhadap lahan-lahan tidur yang dimiliki orang-orang kaya yang tidak dimanfaatkan. Mereka sepakat lahan tidur yang tidak terpakai terlalu lama sebaiknya perlu dilakukan redistribusi, sebagaimana sejauh ini juga telah dimulai oleh Presiden dan akan terus digalakkan.

Apakah Wapres diminta secara khusus oleh Presiden untuk mengurusi masalah lumbung pangan dan redistribusi lahan itu? Sejauh ini belum ada arahan seperti itu. Pertemuan kali ini lebih kepada laporan Menteri Pertahanan kepada Wakil Presiden.

Hal ketiga yang dilaporkan Menhan Prabowo adalah tentang rencana perbaikan Alutsista. Ia mengungkapkan mengenai rencana perbaikan pesawat tempur, kapal, tank untuk angkatan darat, laut, dan udara. Menhan menilai apabila membeli baru terlalu mahal dan tidak bisa langsung diadakan. Oleh sebab itu, akan lebih bagus apabila ada perbaikan-perbaikan. Ia mencontohkan pesawat Hercules, Sukhoi, termasuk tank dan kapal-kapal harus diperbaiki agar Indonesia menjadi negara kuat.

Namun, yang lebih mendesak, kata Prabowo, adalah membeli peluru. Menurutnya, Indonesia saat ini kekurangan peluru. Banyak orang Indonesia pintar menembak, tetapi tidak memiliki peluru.(*)

Sumber berita dan foto (Jubir Wapres-Masduki Baidlowi)
Editor (+rony banase)

  • Penulis: Penulis

Rekomendasi Untuk Anda

  • Yapeka Inisiasi Restorasi Terumbu Karang di Perairan Laut Sawu

    Yapeka Inisiasi Restorasi Terumbu Karang di Perairan Laut Sawu

    • calendar_month Rab, 10 Mei 2023
    • account_circle Penulis
    • visibility 130
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang, Garda Indonesia | Pasca-badai Seroja pada April 2021 dan perilaku penangkapan ikan menggunakan bom mengakibatkan ekosistem terumbu karang rusak di seputar perairan Laut Sawu. Menilik kondisi tersebut, maka Yayasan Rumah Yapeka menginisiasi proyek penguatan komunitas lokal dalam restorasi atau transplantasi terumbu karang yang bakal dilaksanakan dalam kurun waktu 10 (sepuluh) tahun. Kick off atau […]

  • Makan Bersama di Bakso 99, Kepala Puskesmas Bakunase Minta Maaf

    Makan Bersama di Bakso 99, Kepala Puskesmas Bakunase Minta Maaf

    • calendar_month Sel, 2 Apr 2019
    • account_circle Penulis
    • visibility 175
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang-NTT, Garda Indonesia | Usai menggelar Jumpa Pers bersama awak media, Dinas Kesehatan Kota Kupang dan Pihak Puskesmas Bakunase di Ruang Aula BPOM Kupang; Kepala BPOM dan Kadis Kesehatan Kota Kupang, dr Ari Wijana dan Kepala Puskesmas Bakunase, dr Ivonny Ray mengajak para awak media menyambangi dan makan bakso bersama di Depot Bakso 99 yang […]

  • Sambut Hari Kesehatan TNI AL, Lantamal VII Gelar Ceramah Kesehatan

    Sambut Hari Kesehatan TNI AL, Lantamal VII Gelar Ceramah Kesehatan

    • calendar_month Rab, 26 Sep 2018
    • account_circle Penulis
    • visibility 145
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang-NTT, gardaindonesia.id – Dalam rangka Hari Kesehatan TNI Angkatan Laut Tahun 2018, Lantamal VII Kupang menggelar Ceramah Kesehatan dan dibuka oleh Komandan Lantamal VII Kupang Brigjen TNI ( Mar) Kasirun Situmorang, S.H. Ceramah kesehatan tentang Measles Rubella (MR) nara sumber dr. Debora Shinta Liana, Sp.A (Dosen Fakultas Kedokteran Undana) dan HIV/AIDS dengan nara sumber dr. […]

  • Konektivitas Infrastruktur NTT melalui Kerjasama Pemerintah dengan Badan Usaha

    Konektivitas Infrastruktur NTT melalui Kerjasama Pemerintah dengan Badan Usaha

    • calendar_month Kam, 29 Nov 2018
    • account_circle Penulis
    • visibility 138
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang-NTT, gardaindonesia.id | Josef Nae Soi-Wagub NTT menegaskan, persoalan infrastruktur NTT harus ditangani dengan pola kerja baru atau out of box. Dalam bahasa modern, dibutuhkan upaya quantum leap atau lompatan luar biasa untuk mengatasi keterbelakangan NTT terutama dalam aspek aksesibilitas. “Dari 2.650 kilometer ruas jalan provinsi, sebagian besar saya istilahkan mati sebelah. Ada kurang lebih 1.650 […]

  • Presiden Jokowi Mulai Berkantor di IKN

    Presiden Jokowi Mulai Berkantor di IKN

    • calendar_month Sen, 29 Jul 2024
    • account_circle Penulis
    • visibility 133
    • 0Komentar

    Loading

    Nusantara | Ibu Kota Negara Kesatuan Republik Indonesia yang baru bernama Nusantara, terletak di dua kabupaten di Provinsi Kalimantan Timur yaitu Kabupaten Kutai Kartanegara dan Kabupaten Penajam Paser Utara. Spot Titik Nol Nusantara menjadi penanda awal dibangunnya proyek Ibu Kota Nusantara (IKN). Di sekitarnya, masih dibangun Istana Negara dan kantor-kantor pemerintahan lainnya di bawah pimpinan […]

  • KADIN Dorong Industri Kelapa dan Manfaatkan Peluang Ekspor

    KADIN Dorong Industri Kelapa dan Manfaatkan Peluang Ekspor

    • calendar_month Sel, 20 Agu 2019
    • account_circle Penulis
    • visibility 164
    • 0Komentar

    Loading

    Jakarta, Garda Indonesia | Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri Indonesia (KADIN Indonesia) Eddy Ganefo mengharapkan kerja cepat dan nyata dari para pengusaha yang bergerak di sektor industri kelapa demi tercapainya industri kelapa berkelas dunia. ”Indonesia merupakan negara dengan basis produksi kelapa terbesar di dunia namun potensi yang besar itu belum digarap secara maksimal,” ujar […]

expand_less