Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Daerah » Tenun Lotis Garuda dari Kab.TTS, Sapa Presiden dari Timur Indonesia

Tenun Lotis Garuda dari Kab.TTS, Sapa Presiden dari Timur Indonesia

  • account_circle Penulis
  • calendar_month Jum, 6 Sep 2019
  • visibility 44
  • comment 0 komentar

Loading

Fatukopa-T.T.S, Garda Indonesia | Tenun menjadi satu kekayaan budaya Indonesia yang harus terus dijaga dan dipelihara. Dari Timur Indonesia, di Desa Fatukopa, Kecamatan Fatukopa Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), Kelompok Tenun Ikat Namaut Hen Pin, menghasilkan tenunan dengan corak burung Garuda dan bertuliskan ‘Presiden Jokowi’.

“Kami masyarakat kecil yang tidak bisa menyapa Pak Jokowi secara langsung. Tapi kami punya kerinduan untuk menyapa Pak Jokowi,”ujar Yuliana Selan, Ketua kelompok tenun ikat Namaut Hen Pin.

Yuliana sapaan akrab wanita berusia 72 tahun itu mengatakan bahwa melalui kreasi tenun tersebut, mereka ingin menunjukkan bahwa usia tidak membatasi mereka untuk berkreasi.

Ketika ditemui di kediamannya pada Rabu, 4 September 2019, Yuliana mengisahkan bahwa dalam proses pembuatan kain tenun motif Garuda, dirinya hanya melihat gambar burung Garuda di buku lalu mentransformasikan langsung ke dalam tenunan tersebut.

Tenun Lotis Garuda hasil kreasi Yuliana Selan

“Kain tenun gambar burung Garuda itu menggunakan teknik lotis (cungkil),” jelas Yuliana.

Ketika ditanya terkait ketrampilan yang dimilikinya, Yuliana mengatakan bahwa dirinya tidak pernah belajar pada orang lain untuk membuat gambar maupun huruf. Lanjutnya, dirinya hanya berbekal kemampuan menenun dengan teknik cungkil tersebut.

“Tidak ada yang ajar. Saya lihat gambar dan langsung menenun,” tuturnya sambil mengunyah siri pinang yang dipercaya mampu menghilangkan bau mulut tersebut.

Perlu diketahui bahwa dalam menenun dengan teknik lotis, digunakan sebuah lidi yang ujungnya dibuat tajam dengan tujuan mampu memisahkan benang sesuai warnanya sehingga bisa menghasilkan gambar maupun huruf.

Yuliana menambahkan bahwa menenun teknik lotis tersebut, biasanya menggunakan dua lidi dalam membentuk huruf ataupun gambar lainnya. Namun dalam pembuatan gambar burung Garuda, dirinya hanya menggunakan satu lidi saja.

Selain membuat tenun bercorak burung Garuda tersebut, kelompok tenun ikat Namaut Hen Pin juga menghasilkan selendang yang bertuliskan Sila-sila Pancasila.

Sementara terkait nama kelompok tenun ikat tersebut, Yuliana menjelaskan bahwa Namaut Hen Pin adalah Bahasa Timor Dawan yang secara harafiah dapat diartikan ‘Biar Tetap Menyala’.

“Nama ini ingin menunjukkan kepada masyarakat bahwa walaupun sedikit orang saja yang masih giat dalam menenun namun itu masih tetap berjalan sebagai upaya memelihara apa yang diwariskan oleh leluhur. Dan kita ambil itu sebagai nama kelompok untuk bisa terus mendorong kita dalam menenun,” jelas Yuliana.

Yuliana juga mengisahkan bahwa sejak pertama kali dikukuhkan pada 17 Juli 2017, Kelompok Tenun Ikat Namaut Hen Pin beranggotakan 12 orang dan semuanya adalah para ibu-ibu yang masih giat menenun. “Jumlah anggota kita semakin banyak dengan bergabungnya 4 orang anggota baru yang ingin sama-sama melestarikan tenun di bumi TTS tercinta,” ungkap Yuliana.

Sejauh ini, lanjut Yuliana belum ada generasi muda yang mau bergabung. Hal itu jelasnya disebabkan oleh keinginan untuk bekerja di kota-kota besar dan menganggap tenunan sebagai gaya berbusana (fashion) yang ketinggalan zaman.

“Mereka (generasi muda, red) hanya ingin memakai pakaian yang dibeli di pasar atau yang berkelas saja”, imbuhnya.

Sikap tersebut, menurut wanita yang walaupun sudah lanjut usia namun tidak menggunakan kacamata ketika menenun ini, adalah suatu sikap yang secara perlahan menghanguskan warisan leluhur.

Tenun Lotis Sila Pancasila kreasi Yuliana Selan

Hal lain yang disampaikan Yuliana bahwa kelompok tenun ikatnya juga sudah mendapatkan bantuan dari pemerintah berupa benang dari pemerintah desa maupun pemerintah kabupaten.
“Sebagai bentuk tanggung jawab kita membawa hasil tenunan kita dan dipamerkan pada acara pemeran pembangunan tingkat kabupaten beberapa waktu lalu,” jelasnya.

Dirinya menyebutkan bahwa untuk menyelesaikan satu tenunan dengan tulisan huruf, biasanya membutuhkan waktu 2—3 minggu. Hal tersebut lantaran waktu untuk menenun tidak tetap karena berbagai kesibukan yang harus diselesaikan terutama dalam urusan makan minum dalam rumah tangga.

“Kalau selendang corak burung Garuda itu, butuh satu bulan baru bisa habis,”ucap Yuliana.

Harga yang dipatok untuk setiap hasil tenunan itu berkisar antara Rp.500 ribu sampai Rp.1 juta. Harga tersebut lanjutnya dipatok tinggi karena proses pembuatan huruf maupun gambar secara manual dan tidak dibordir.

Sebagai informasi bahwa teknik tenun lotis merupakan salah satu dari 3 (tiga) teknik tenun yang dimiliki masyarakat TTS. Teknik lainnya adalah teknik tenun ikat dan juga teknik buna. (*)

Penulis (*/Joe Tkikhau)
Editor (+rony banase)

  • Penulis: Penulis

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kanwil Kemenkuham & Pemkab Nagekeo Galang Kerjasama, Bentuk Desa & Sekolah Sadar Hukum

    Kanwil Kemenkuham & Pemkab Nagekeo Galang Kerjasama, Bentuk Desa & Sekolah Sadar Hukum

    • calendar_month Sel, 28 Agu 2018
    • account_circle Penulis
    • visibility 39
    • 0Komentar

    Loading

    Nagekeo-NTT,gardaindonesia.id – Dalam rangka membangun kesadaran hukum masyarakat, sejak tahun 1980-an telah dicanangkan program Kelurahan/Desa Sadar Hukum (DSH) oleh Departemen Kehakiman (sekarang Kementerian Hukum dan HAM). Program ini dimaksudkan untuk menumbuhkan kesadaran masyarakat kelurahan/desa terhadap hukum formal maupun adat dan norma sosial. Bertempat di Aula VIP Kantor Bupati Nagekeo,Selasa/28 Agustus 2018, Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten […]

  • Bank Sumsel Belajar UMKM dan Digitalisasi di Bank NTT

    Bank Sumsel Belajar UMKM dan Digitalisasi di Bank NTT

    • calendar_month Jum, 5 Agu 2022
    • account_circle Penulis
    • visibility 33
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang, Garda Indonesia | PT. Bank Pembangunan Daerah Nusa Tenggara Timur (PT. BPD NTT), tidak saja hadir sebagai pelopor penggerak ekonomi masyarakat NTT, melainkan juga untuk menginspirasi negeri dalam berbagai inovasi dan layanan perbankan. Ini terbukti dengan adanya kunjungan dari berbagai provinsi di Indonesia yang datang untuk belajar. Belum lama ini, sebuah tim dari Bank […]

  • Semua Warga Belu Dipastikan Masuk Penerima Bantu Iur APBN

    Semua Warga Belu Dipastikan Masuk Penerima Bantu Iur APBN

    • calendar_month Kam, 26 Nov 2020
    • account_circle Penulis
    • visibility 36
    • 0Komentar

    Loading

    Belu-NTT, Garda Indonesia | “Saya sudah bicara dengan wakil ketua komisi IX DPR RI, Melki Laka Lena (saat kunjungan kerja di Belu, pada Jumat, 20 November 2020, red). Nanti semua orang Belu akan masuk di sini, Penerima Bantu Iur (PBI),” jelas Agus Taolin yang berpasangan dengan Alo Haleserens dari paket SEHATI, nomor urut 2. Semua […]

  • Presiden Jokowi Saksikan Sumpah Empat Anggota Dewan Komisioner LPS

    Presiden Jokowi Saksikan Sumpah Empat Anggota Dewan Komisioner LPS

    • calendar_month Rab, 23 Sep 2020
    • account_circle Penulis
    • visibility 54
    • 0Komentar

    Loading

    Jakarta, Garda Indonesia | Presiden Joko Widodo menyaksikan pengucapan sumpah anggota Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) pada Rabu, 23 September 2020 di Istana Negara. Para calon anggota Dewan Komisioner LPS yang mengucapkan sumpah di hadapan Presiden yakni : Purbaya Yudhi Sadewa, sebagai anggota Dewan Komisioner merangkap Ketua Dewan Komisioner LPS; Didik Madiyono, sebagai anggota […]

  • Densus 88 Tangkap 13 Pelaku Terorisme di Riau

    Densus 88 Tangkap 13 Pelaku Terorisme di Riau

    • calendar_month Ming, 18 Sep 2022
    • account_circle Penulis
    • visibility 43
    • 0Komentar

    Loading

    Jakarta, Garda Indonesia | Polri menyampaikan bahwa jumlah pelaku tindak pidana terorisme yang ditangkap Densus 88 Antiteror Polri di Provinsi Riau bertambah. Total sebanyak 13 pelaku ditangkap Densus 88. “Densus 88 Antiteror Polri melakukan upaya penegakan hukum penangkapan terhadap 13 orang pelaku tindak pidana terorisme di provinsi Riau,” jelas Jubir Divhumas Polri Kombes. Pol. Ade […]

  • 3 Rekomendasi ICJR Terhadap Pembatasan Akses Komunikasi di Medsos

    3 Rekomendasi ICJR Terhadap Pembatasan Akses Komunikasi di Medsos

    • calendar_month Jum, 24 Mei 2019
    • account_circle Penulis
    • visibility 46
    • 0Komentar

    Loading

    Jakarta, Garda Indonesia | Pemerintah telah membatasi akses penggunaan media sosial (Instagram, Twitter, Facebook, WhatsApp, dan Line) untuk sementara waktu dimulai sejak 22 Mei lalu yang diperkirakan hingga dua sampai tiga hari kedepan. Tindakan ini dilakukan terkait dengan kondisi di Jakarta, terutama Kantor Bawaslu dan KPU RI yang terus didatangi massa aksi unjuk rasa yang […]

expand_less