Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Regional » Terima IOM, Wagub NTT Tanya Kepastian Status 213 Imigran

Terima IOM, Wagub NTT Tanya Kepastian Status 213 Imigran

  • account_circle Penulis
  • calendar_month Jum, 21 Mei 2021
  • visibility 42
  • comment 0 komentar

Loading

Kupang-NTT, Garda Indonesia | Wakil Gubernur NTT, Josef Nae Soi kembali bertemu dengan Program Coordinator for Eastern Region International Organization For Migration (IOM), Son Ha Dinh dan Kepala Kantor IOM Kupang, Asni Yurika di ruang kerjanya, pada Jumat, 21 Mei 2021.

Baca juga: http://gardaindonesia.id/2021/05/20/demo-hari-ke-17-pengungsi-afganistan-datangi-iom-dengan-tuntutan-sama/

Pertemuan tersebut merupakan lanjutan dari pertemuan sebelumnya pada Rabu, 19 Mei 2021, di mana hadir perwakilan Imigran Afganistan, masing-masing Kubra Hasani,  Reza Khademi dan Azim  Hasani, juga hadir Asni Yurika sebagai Kepala Kantor IOM Kupang.

“Saya telah berjanji kepada perwakilan imigran tersebut bahwa, masalah ini harus secepatnya kita bisa tuntaskan, untuk itu saya pun telah berjanji bahwa dalam waktu tidak lebih dari dua minggu, kita sudah bisa menemukan titik terang penanganannya,” ujar Wagub Nae Soi.

Untuk itu, imbuh Nae Soi, saya meminta Pa Son dan Ibu Asni bisa kembali bertemu hari ini, untuk bisa mencari solusi yang terbaik, karena memang mereka sudah cukup lama ada di NTT, khususnya di Kota Kupang. “Saya sudah banyak mendengarkan keluhan dan permasalahan yang disampaikan para imigran beberapa hari lalu,” ungkap Wagub asal Ngada ini.

Wagub Nae Soi pun menyampaikan bahwa, para imigran tersebut tidak mau tinggal lebih lama di Kupang. “Saya sempat menanyakan kepada mereka, apakah mau menetap di tempat yang sekarang atau pindah? Oleh sebab itu, saat ini saya ajak mari kita bicara baik-baik, karena bagaimanapun mereka harus kita perlakukan sebagai sesama kita secara manusiawi,” ucapnya.

Menanggapi apa yang disampaikan oleh Wagub JNS, Son Ha Dinh, menyampaikan bahwa selama berada di Kota Kupang, 213 imigran yang saat ini tinggal di “Community Houses”, masing-masing di Hotel Ina Bo’I, Hotel Lavender, Kupang Inn, sudah mendapatkan perlakuan yang baik dan memperolah pemenuhan hak-hak dasar sesuai dengan tugas kami dalam memfasilitasinya bagi mereka.

“Apa yang terjadi selama ini adalah miss-interpretasi tentang pemahaman Community House, namun kami sudah menjelaskannya, padahal tempat di mana mereka huni saat ini, sebenarnya itu adalah rumah komunitas/akomodasi yang representatif bagi mereka, karena sudah mendapat persetujuan dari pemerintah. Selain itu, saat mereka berada di akomodasi tersebut, seluruh hak-hak dasar mereka seperti mendapatkan makanan, pendidikan dan mendapatkan pengobatan, dan lain- lain telah mereka dapatkan, bahkan kami juga memberi uang tunjangan bulanan kepada setiap orang,” urai Son Ha Dinh.

Jadi, terang Son Ha Dinh, walaupun mereka pindah ke tempat lain situasi yang mereka hadapi pun akan sama. “Memang selama ini kami tidak bisa bertemu secara langsung ataupun menerima mereka untuk mendengarkan aspirasi mereka, hal itu bukan disengajakan, tapi memang kondisi pandemi yang mengharuskan tidak boleh bertatap muka, bahkan kami pun melakukan aktivitas kantor dari rumah sudah hampir setahun lebih,” kata Pria berdarah Vietnam didampingi Asri Yunika.

Mencermati apa yang disampaikan oleh Son Ha Dinh, Wagub Nae Soi menyampaikan ada keresahan di antara mereka, karena anak mereka yang bersekolah tidak diakui. “Mohon maaf Pak, di tempat lain pun sama, jadi tidak ada pemberian ijazah, jadi mereka itu akan tetap mengalami hal yang sama walaupun dipindahkan ke lokasi lain, apa yang mereka dapat di Kupang, akan mereka dapatkan hal demikian di tempat lain,” jelas Asni Yurika menerjemahkan apa yang disampaikan oleh Son Ha Dinh.

Lalu, Wagub JNS menanyakan kalau mereka (imigran,red) mau menjadi WNI, bagaimana sikap dari IOM menanggapi hal tersebut. “Ini tentunya sudah menjadi ranah pemerintah, karena memang agak sulit juga, karena mereka ini adalah pengungsi yang lari dari negeri asal, tanpa membawa dokumen resmi keimigrasian, ditambah lagi Indonesia tidak ikut serta menandatangani dokumen Konvensi Pengungsi Tahun 1951, ini juga sangat memberatkan dari sisi aturan hukum,” beber Son Ha Dinh.

Mencermati berbagai fakta dan argumentasi tersebut, di akhir pertemuan tersebut, Wagub mengajak Son Ha Dinh dan Asni Yurika untuk bertemu langsung dengan perwakilan imigran yang tentunya difasilitasi oleh Wagub JNS, agar bisa menemukan solusi terbaik dalam menangani masalah tersebut secara kekeluargaan. Ini penting oleh karena NTT hanya sebagai daerah transit, Pemerintah tidak bisa banyak membantu untuk memenuhi keinginan para imigran. (*)

Sumber berita dan foto (*/Biro Administrasi Pimpinan Setda NTT)

Editor (+roni banase)

  • Penulis: Penulis

Rekomendasi Untuk Anda

  • Syahrul Yasin Limpo Hingga Kaesang Pangarep & Gibran Rakabuming Raka

    Syahrul Yasin Limpo Hingga Kaesang Pangarep & Gibran Rakabuming Raka

    • calendar_month Ming, 8 Okt 2023
    • account_circle Penulis
    • visibility 52
    • 0Komentar

    Loading

    Oleh: Andre Vincent Wenas Sempat MIA (missing in action) sebentar, tiba-tiba diberitakan SYL (Syahrul Yasin Limpo) sudah tiba di bandara Soekarno-Hatta. Menkopolhukam bilang dia sudah tersangka (TSK), namun belum ditangkap KPK. Kenapa molor dari jadwal kepulangan semula? Prostatnya kambuh, stres, jadi berobat dulu di Eropa. Soal sempat hilang kontak beberapa saat gimana? Ya enggak gimana-gimana […]

  • KSMM Helat Seleksi Cerdas Cermat Matematika Serentak Se-Daratan Timor & Rote Ndao

    KSMM Helat Seleksi Cerdas Cermat Matematika Serentak Se-Daratan Timor & Rote Ndao

    • calendar_month Sab, 10 Agu 2019
    • account_circle Penulis
    • visibility 49
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang-NTT, Garda Indonesia | Kelompok Studi Mahasiswa Matematika (KSMM), Prodi Matematika FKIP Undana melaksanakan seleksi serentak lomba Cerdas Cermat Matematika (CCM) XII se-daratan Timor, Flores Timur dan Rote Ndao pada tingkat Sekolah Dasar (SD). Seleksi dilakukan di pada Sabtu, 10 Agustus 2019, di 5 (lima) kabupaten dan Kota Kupang. Ketua panitia pelaksana CCM XII se-Daratan […]

  • Wali Kota Jefri Janji Bedah Rumah Tidak Layak Huni Milik Ina Djara

    Wali Kota Jefri Janji Bedah Rumah Tidak Layak Huni Milik Ina Djara

    • calendar_month Rab, 20 Mei 2020
    • account_circle Penulis
    • visibility 95
    • 0Komentar

    Loading

    Kota Kupang, Garda Indonesia | Di tengah pandemi Covid-19, Wali Kota Kupang, Jefri Riwu Kore tetap memperhatikan kondisi warga, di sela-sela tugas padat sebagai Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Kupang. Didampingi Ketua Tim Penggerak PKK Kota Kupang, Ibu Hilda Riwu Kore – Manafe, Wali Kota Jefri menyempatkan diri untuk mengunjungi rumah yang sangat […]

  • Maret 2021, Bank NTT & Pemprov Helat Swab Antigen & Donor Plasma Massal

    Maret 2021, Bank NTT & Pemprov Helat Swab Antigen & Donor Plasma Massal

    • calendar_month Jum, 26 Feb 2021
    • account_circle Penulis
    • visibility 48
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang-NTT, Garda Indonesia | Setelah sukses menghelat kegiatan swab antigen gratis, donor plasma darah dan donor darah biasa pada Jumat, 26 Februari 2021 pukul 09.00 WITA—selesai, maka PT. Bank Pembangunan Daerah Nusa Tenggara Timur (Bank NTT) merencanakan menghelat kegiatan serupa dalam jumlah besar atau massal. Direktur Utama Bank NTT, Alex Riwu Kaho di sela-sela kegiatan […]

  • Skenario ‘Law of Spider Web’ Peradin: Ferdy Sambo dkk Sulit Lolos

    Skenario ‘Law of Spider Web’ Peradin: Ferdy Sambo dkk Sulit Lolos

    • calendar_month Ming, 16 Okt 2022
    • account_circle Penulis
    • visibility 40
    • 0Komentar

    Loading

    Jakarta, Garda Indonesia | Kasus Polisi tembak Polisi yang menjadi atensi masyarakat luas kini tengah dalam penanganan para penegak hukum, setelah ditetapkan sebagai tersangka dan dilimpahkan ke Kejaksaan Agung terkait dugaan pembunuhan serta obatruction of justice kasus Ferdy Sambo dkk kini bergulir ke Pengadilan. Pada Senin, 17 Oktober 2022, mata publik akan tertuju pada sidang […]

  • Menanti 100 Hari Kerja Prabowo-Gibran Atasi Kendala Gas Industri Banten

    Menanti 100 Hari Kerja Prabowo-Gibran Atasi Kendala Gas Industri Banten

    • calendar_month Rab, 16 Okt 2024
    • account_circle Penulis
    • visibility 44
    • 0Komentar

    Loading

    Banten | Peliknya dinamika gas industri di Banten ditengarai bakal bermuara ke pemerintahan Prabowo-Gibran yang akan segera dilantik pada Minggu, 20 Oktober 2024 mendatang. Mayoritas pelaku usaha di Banten sampai saat ini masih mengeluhkan kendala pasokan gas lantaran kebijakan pembatasan gas yang dilakukan Perusahaan Gas Nasional. Menyikapi permasalahan ini, Ketua Dewan Pimpinan Provinsi Asosiasi Pengusaha […]

expand_less