Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Regional » Terima IOM, Wagub NTT Tanya Kepastian Status 213 Imigran

Terima IOM, Wagub NTT Tanya Kepastian Status 213 Imigran

  • account_circle Penulis
  • calendar_month Jum, 21 Mei 2021
  • visibility 130
  • comment 0 komentar

Loading

Kupang-NTT, Garda Indonesia | Wakil Gubernur NTT, Josef Nae Soi kembali bertemu dengan Program Coordinator for Eastern Region International Organization For Migration (IOM), Son Ha Dinh dan Kepala Kantor IOM Kupang, Asni Yurika di ruang kerjanya, pada Jumat, 21 Mei 2021.

Baca juga: http://gardaindonesia.id/2021/05/20/demo-hari-ke-17-pengungsi-afganistan-datangi-iom-dengan-tuntutan-sama/

Pertemuan tersebut merupakan lanjutan dari pertemuan sebelumnya pada Rabu, 19 Mei 2021, di mana hadir perwakilan Imigran Afganistan, masing-masing Kubra Hasani,  Reza Khademi dan Azim  Hasani, juga hadir Asni Yurika sebagai Kepala Kantor IOM Kupang.

“Saya telah berjanji kepada perwakilan imigran tersebut bahwa, masalah ini harus secepatnya kita bisa tuntaskan, untuk itu saya pun telah berjanji bahwa dalam waktu tidak lebih dari dua minggu, kita sudah bisa menemukan titik terang penanganannya,” ujar Wagub Nae Soi.

Untuk itu, imbuh Nae Soi, saya meminta Pa Son dan Ibu Asni bisa kembali bertemu hari ini, untuk bisa mencari solusi yang terbaik, karena memang mereka sudah cukup lama ada di NTT, khususnya di Kota Kupang. “Saya sudah banyak mendengarkan keluhan dan permasalahan yang disampaikan para imigran beberapa hari lalu,” ungkap Wagub asal Ngada ini.

Wagub Nae Soi pun menyampaikan bahwa, para imigran tersebut tidak mau tinggal lebih lama di Kupang. “Saya sempat menanyakan kepada mereka, apakah mau menetap di tempat yang sekarang atau pindah? Oleh sebab itu, saat ini saya ajak mari kita bicara baik-baik, karena bagaimanapun mereka harus kita perlakukan sebagai sesama kita secara manusiawi,” ucapnya.

Menanggapi apa yang disampaikan oleh Wagub JNS, Son Ha Dinh, menyampaikan bahwa selama berada di Kota Kupang, 213 imigran yang saat ini tinggal di “Community Houses”, masing-masing di Hotel Ina Bo’I, Hotel Lavender, Kupang Inn, sudah mendapatkan perlakuan yang baik dan memperolah pemenuhan hak-hak dasar sesuai dengan tugas kami dalam memfasilitasinya bagi mereka.

“Apa yang terjadi selama ini adalah miss-interpretasi tentang pemahaman Community House, namun kami sudah menjelaskannya, padahal tempat di mana mereka huni saat ini, sebenarnya itu adalah rumah komunitas/akomodasi yang representatif bagi mereka, karena sudah mendapat persetujuan dari pemerintah. Selain itu, saat mereka berada di akomodasi tersebut, seluruh hak-hak dasar mereka seperti mendapatkan makanan, pendidikan dan mendapatkan pengobatan, dan lain- lain telah mereka dapatkan, bahkan kami juga memberi uang tunjangan bulanan kepada setiap orang,” urai Son Ha Dinh.

Jadi, terang Son Ha Dinh, walaupun mereka pindah ke tempat lain situasi yang mereka hadapi pun akan sama. “Memang selama ini kami tidak bisa bertemu secara langsung ataupun menerima mereka untuk mendengarkan aspirasi mereka, hal itu bukan disengajakan, tapi memang kondisi pandemi yang mengharuskan tidak boleh bertatap muka, bahkan kami pun melakukan aktivitas kantor dari rumah sudah hampir setahun lebih,” kata Pria berdarah Vietnam didampingi Asri Yunika.

Mencermati apa yang disampaikan oleh Son Ha Dinh, Wagub Nae Soi menyampaikan ada keresahan di antara mereka, karena anak mereka yang bersekolah tidak diakui. “Mohon maaf Pak, di tempat lain pun sama, jadi tidak ada pemberian ijazah, jadi mereka itu akan tetap mengalami hal yang sama walaupun dipindahkan ke lokasi lain, apa yang mereka dapat di Kupang, akan mereka dapatkan hal demikian di tempat lain,” jelas Asni Yurika menerjemahkan apa yang disampaikan oleh Son Ha Dinh.

Lalu, Wagub JNS menanyakan kalau mereka (imigran,red) mau menjadi WNI, bagaimana sikap dari IOM menanggapi hal tersebut. “Ini tentunya sudah menjadi ranah pemerintah, karena memang agak sulit juga, karena mereka ini adalah pengungsi yang lari dari negeri asal, tanpa membawa dokumen resmi keimigrasian, ditambah lagi Indonesia tidak ikut serta menandatangani dokumen Konvensi Pengungsi Tahun 1951, ini juga sangat memberatkan dari sisi aturan hukum,” beber Son Ha Dinh.

Mencermati berbagai fakta dan argumentasi tersebut, di akhir pertemuan tersebut, Wagub mengajak Son Ha Dinh dan Asni Yurika untuk bertemu langsung dengan perwakilan imigran yang tentunya difasilitasi oleh Wagub JNS, agar bisa menemukan solusi terbaik dalam menangani masalah tersebut secara kekeluargaan. Ini penting oleh karena NTT hanya sebagai daerah transit, Pemerintah tidak bisa banyak membantu untuk memenuhi keinginan para imigran. (*)

Sumber berita dan foto (*/Biro Administrasi Pimpinan Setda NTT)

Editor (+roni banase)

  • Penulis: Penulis

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pandemi, ‘Omnibus Law’ & Pilkada, Mewarnai 3 Tahun IMO-Indonesia

    Pandemi, ‘Omnibus Law’ & Pilkada, Mewarnai 3 Tahun IMO-Indonesia

    • calendar_month Sel, 27 Okt 2020
    • account_circle Penulis
    • visibility 127
    • 0Komentar

    Loading

    Jakarta, Garda Indonesia | Sejak berdiri pada tahun 2017, Ikatan Media Online Indonesia (IMO-Indonesia) terus melakukan konsolidasi untuk dapat membentuk kepengurusan di 34 Provinsi, dan tidak hanya kepengurusan di wilayah IMO-Indonesia juga tengah mendorong agar kiranya dapat terbentuk di 514 kabupaten kota secara nasional Karenanya, kepengurusan yang lengkap secara nasional akan lebih mengoptimalkan peran serta […]

  • Penguatan Kompetensi Pengawas Benih Tanaman untuk Mandiri Benih di NTT

    Penguatan Kompetensi Pengawas Benih Tanaman untuk Mandiri Benih di NTT

    • calendar_month Ming, 8 Agu 2021
    • account_circle Penulis
    • visibility 144
    • 0Komentar

    Loading

    Oleh: Emmanuel Richardo, SP. Pengawas Benih Tanaman Ahli Muda, Anggota Ikatan Pengawas Benih Tanaman Indonesia (IPBTI) Setiap tahun, Kementerian Pertanian menggelontorkan dana triliunan rupiah dalam rangka mendukung peningkatan produktivitas pertanian baik itu menyangkut benih, pupuk maupun obat-obatan, alat dan mesin pertanian yang modern untuk memastikan bahwa produksi dan produktivitas pertanian mengalami peningkatan signifikan yang pada […]

  • 3.511 Keluarga Kurang Mampu di NTT Bakal Dapat Listrik PLN

    3.511 Keluarga Kurang Mampu di NTT Bakal Dapat Listrik PLN

    • calendar_month Sen, 4 Apr 2022
    • account_circle Penulis
    • visibility 134
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang, Garda Indonesia | PT PLN (Persero) melalui program PLN Peduli akan menyalurkan bantuan penyambungan listrik untuk 3.511 kepala keluarga kurang mampu di Nusa Tenggara Timur secara bertahap sepanjang tahun 2022. Program ini merupakan salah satu upaya PLN dalam mendukung program pemerintah untuk mengurangi kemiskinan ekstrem di Indonesia. Salah satu desa yang mendapatkan sambungan listrik […]

  • Kepala BPJS Kupang : Jangan Takut Laporkan Faskes Layanan Buruk

    Kepala BPJS Kupang : Jangan Takut Laporkan Faskes Layanan Buruk

    • calendar_month Sab, 7 Jun 2025
    • account_circle Penulis
    • visibility 191
    • 0Komentar

    Loading

    Ario pun menjelaskan bahwa sistem pembayaran BPJS Kesehatan ke rumah sakit sudah menggunakan sistem paket (INA-CBGs). Artinya, biaya perawatan, konsultasi dokter, hingga obat-obatan sudah termasuk dalam satu paket pembayaran yang ditanggung BPJS Kesehatan.   Kupang | Kepala Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan Cabang Kupang, Ario Trisaksono, mendorong masyarakat dan peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) […]

  • Gubernur Viktor : “Mukjizat Lahir dari Diri Kita Sendiri & Jangan Cari Mukjizat!”

    Gubernur Viktor : “Mukjizat Lahir dari Diri Kita Sendiri & Jangan Cari Mukjizat!”

    • calendar_month Sel, 18 Jun 2019
    • account_circle Penulis
    • visibility 152
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang-NTT, Garda Indonesia | Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat (VBL) saat memberikan sambutan dalam Perayaan HUT Ke-18 Persekutuan Doa GMIT menyampaikan tentang pentingnya ‘Doa’ sebagai satu-satunya infrastruktur untuk bertemu dengan jalan kebenaran “Jadi kalau Doa dihilangkan maka infrastruktur tidak ada. Umpamanya jika mau ke Lelogama dan Naikliu di Kabupaten Kupang saat musim hujan tidak bisa […]

  • Gejolak di TVRI, Helmy Yahya & Seluruh Direksi Tetap Akan Laksanakan Tugas

    Gejolak di TVRI, Helmy Yahya & Seluruh Direksi Tetap Akan Laksanakan Tugas

    • calendar_month Jum, 6 Des 2019
    • account_circle Penulis
    • visibility 147
    • 0Komentar

    Loading

    Jakarta, Garda Indonesia | Lembaga Penyiaran Publik Televisi Republik Indonesia tengah dirundung konflik internal, hal tersebut mencuat dalam surat No. 1582 /1.1/TVRI/2019 tanggal 5 Desember 2019, yang diterbitkan pada hari yang sama pasca bergulirnya surat keputusan Dewan Pengawas No. 3 Tahun 2018 yang diantar kepada direksi melalui surat No. 241/ DEWAS/TVRI/2019 tangal 5 Desember 2019. […]

expand_less